Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Khanza menghembuskan nafasnya kasar saat melihat Bayu tengah berjalan menghampirinya


" Mau apalagi sih tuh anak?" kesal Khanza


" Gue harap loe sudah tidak berhubungan lagi sama dia!' Khanza menoleh ke arah Nicko


" Enggak, cukup kemarin gue hampir kehilangan sahabat kali ini gue gak mau loe semakin jauh lagi dari gue dan persahabatan kita kembali rusak" sahut Nicko


" Baguslah"


Bayu berjalan dengan sombongnya menatap remeh kepada Nicko


" Rupanya loe menyerah dan tidak berani memperjuangkan cinta loe?" ucap Bayu dengan tersenyum meremehkan


" Justru gue sedang mempertahankan cinta gue dengan cara gue sendiri. cinta itu luas dan gue enggak mau mempersempitnya yang hanya akan membuat gue dan orang yang gue cinta tersakiti satu sama lain. gue ingin tetap memperluas cinta yang gue miliki dengan mempertahankan persahabatan gue dengannya. cukup kemarin gue dibutakan oleh cinta dan hampir menyakitinya, mulai sekarang cinta yang gue miliki bukan untuk menyakiti tapi untuk gue lindungi" tutur Nicko panjang lebar


Bayu geram dan tersulut emosi mendengar ucapan Nicko. " Dasar bodoh!" umpat Bayu


" Yang bodoh itu disini siapa? justru gue bangga punya sahabat yang tegas seperti Nicko. berani dan tegas tidak seperti seseorang yang bisanya hanya memanfaatkan kelemahan orang lain, bersembunyi dari kesalahan sendiri dan melemparkannya pada orang yang tidak tahu apa-apa, bukankah itu seorang pengecut?" ucap Khanza dengan tersenyum miring


" Elo?" Bayu menatap tajam pada khanza dengan menunjuk ke arahnya.


" Apa? loe pikir gue takut sama cowok pengecut macam loe yang bisanya cuma bersembunyi di ketiak orang tua." Khanza menepis tangan Bayu yang menunjuk dirinya


" Awas aja loe!"


" Jangan beraninya sama cewek loe!" Nicko maju dan mendorong tubuh Bayu hingga mundur beberapa langkah


" Udah Ko gak usah ladenin cowok macam dia gak ada untungnya" Khanza menarik tangan Nicko dan mengajaknya pergi


Sementara Bayu menatap kepergian keduanya penuh kebencian.


Nicko dan Khanza masuk ke dalam kelas bersama membuat Nana, Hana dan Miska tercengang tidak terkecuali Billy


" Wihh ada gerangan apa nih tumben barengan" ucap Miska


" Udah damai nih ceritanya?" ledek Billy


" Udah dong ya gak Ko?"


" Yoi dong, sorry ya gaess kemaren-kemaren gue sempat tersesat maklum GPS gue lagi error jadi salah ngambil jalan" ucap Nicko cengengesan


" Untuk merayakan kebersamaan kita bagaimana kalau pulang sekolah kita ke cafe, tenang nanti gue yang teraktir deh!" ucap Nicko


" Nah yang ini gue suka" ucap Hana yang langsung mendapat sorakan dari Khanza dan yang lainnya


" Dasar tukang makan!" ucap Miska


" Kebutuhan hidup Miska" timpal Hana


" Kebutuhan perut iya" Billy ikut bicara


Selepas pulang sekolah Khanza dan teman-temannya seperti yang sudah direncanakan akan pergi ke cafe tempat biasa mereka nongkrong.


Billy naik mobil bersama Nicko sementara Khanza, Nana dan Hana naik mobil Miska


" Za loe masih punya hutang loe sama gue?" ucap Nana yang duduk di belakang bersama Hana


" Hutang apa loe Za sama ini anak?" tanya Hana spontan

__ADS_1


" Enggak tahu, perasaan gue gak minjem duit sama loe kan Na!" sahut Khanza yang lupa akan sesuatu


Nana mendengus kesal karena mengira Khanza sengaja menghindari pertanyaannya.


" Kalian kok gitu sih, udah enggak anggap gue sahabat kalian lagi?" ucap Nana nampak sedih


" Elo ngomong apa sih Na?" Khanza menggeser duduknya menoleh ke Nana yang duduk di belakang


" Loe belum ngasih tau gue kenapa semalam pak Aldy bisa ngejemput loe pulang dan ada hubungan apa sebenarnya loe sama pak Aldy bahkan tadi gue juga lihat kalau pak Aldy yang nganterin loe kesekolah, iyakan?"


" Apa loe sebegitu penasarannya?" Khanza balik bertanya


" Ya iya karena diantara kalian cuma gue yang enggak tahu apa-apa" keluhnya


" Makanya jadi orang itu jangan suka ember ya gitu deh jadinya takut loe ember jadi kita gak cerita sama loe" ucap Hana


" Iya gue janji gak bakalan ember" janji Nana


" Jangan kaget ya kalau gue kasih tau!" ucap Khanza sebelum memberitahu Nana


"Apaan sih kok gue jadi tambah penasaran?" Nana kepo akut


"Pak Aldy itu Gutami nya Khanza" Miska yang tadinya diam langsung nyeletuk


" Pak Gutami maksudnya?" Nana menaikkan sudut alisnya


" Gutami ( Guru Tapi Suami ) " jawab Hana yang duduk di sebelah Nana


" Su...suami?" Nana terbata


Khanza tersenyum tipis seraya mengangguk pelan " Iya, gue sama pak Aldy sudah menikah" jawab khanza santai sambil memperlihatkan cincin pernikahannya.


" Apa?" Nana terbelalak


" Buat apa kita bohong, cincin ini buktinya dan semalam_" ucapan Khanza terpotong karena tiba-tiba ponselnya berdering


" Sebentar!" Khanza mengambil ponselnya dari dalam tas


Khanza melihat layar ponselnya dan secara kebetulan suaminya video call.


" Assalamu'alaikum!"


..." Wa'alaikum salam!" ...


..." Kamu baru mau pulang?" ...


" Iya, ini lagi di mobil Miska. ada Hana dan juga Nana"


..." Langsung pulang ya!"...


" Emmmm... izin mau ke cafe boleh?"


..." Sama siapa?" ...


" Sama mereka?"


..." Tidak ada teman laki-lakinya kan?" ...


Deg

__ADS_1


" Emmmm.... ada Billy sama Nicko"


...Hening...


" Mas!" Tidak ada sahutan


" Kami cuma kumpul sebentar aja kok, sudah lama aku tidak pernah kumpul sama mereka"


masih belum ada jawaban


" Mas marah?"


..." Tidak"...


" Terus kenapa diam?"


..." Ya udah hati-hati di jalan, selamat bersenang-senang dan jangan lupa jaga kesehatan!" ...


" Assalamu'alaikum!" Khanza tercengang menatap layar ponselnya. belum sempat Khanza menjawab salam Aldy sudah mematikan panggilan video callnya.


" Wa'alaikum salam" jawab Khanza lirih dan menyandarkan tubuhnya di sandaran jok mobil.


" Itu pak Aldy?" tanya Nana dan Khanza mengangguk pelan


" Pak Gutami gak ngizinin loe?" lagi-lagi Khanza mengangguk


" Yaudah sih, dia gak tahu ini loe pergi atau enggak" sahut Hana


" Eh dasar dodol, tetap aja gak boleh. isteri itu gak boleh keluar dari rumah walaupun sejengkal sekalipun tanpa izin dari suaminya." ucap Miska


" Apa iya?" tanya Hana


" Iya yang dikatakan Miska betul dan mas Aldy gak ngizinin gue pergi karena ada Nicko dan Billy" sahut Khanza


" Pak Aldy posesif banget sih!" keluh Hana


" Jadi beneran loe udah nikah sama pak Aldy?" tanya Nana yang masih merasa tidak percaya


" Eh ini anak masih juga kurang percaya, udah tau barusan pak Aldy nelpon" ucap Hana seraya memukul bahu Nana pelan


" Ya masih gak percaya aja secara Khanza masih sekolah dan pak Aldy itu kan guru kita" sahut Nana


" Namanya juga jodoh, enggak ada yang tau kapan datangnya" timpal Miska


" Za gue antar loe pulang ke apartemen apa ke rumah nyokap loe?" tanya Miska


" Ke rumah nyokap gue aja" jawab Khanza lalu menatap lurus ke depan


" Jadi beneran loe enggak bisa ikut Za?" tanya Nana


" Ya mau bagaimana lagi, loe dengar tadi kan?"


" Tapi tadi pak Aldy bilang gak marah"


" iya Za yang Nana bilang bener, tadi gue juga dengar kalau pak Aldy bilang gak marah sama loe"


" Diamnya dia tadi itu petanda kalau dia itu sedang marah" jawab Khanza


" Marah sekaligus cemburu" Miska menambahi

__ADS_1


Khanza hanya menimpali dengan senyuman


Disepanjang perjalanan pulang ke rumah ibunya, Khanza nampak terdiam, sebenarnya ada rasa kecewa tapi bagaimana pun juga jika suaminya tidak mengizinkan dia pun tidak mau membuat suaminya marah.


__ADS_2