Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Over protective


__ADS_3

Pagi ini Zaira sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah, Azka sudah melarangnya apalagi kejadian kemarin sewaktu di rumah sakit belum diketahui siapa pelakunya. entah sebuah kebetulan atau memang sebuah kesengajaan cctv yang ada di lobi rumah sakit ternyata sedang dalam perbaikan jadi saat terjadi kejadian tersebut tidak bisa terekam cctv.


Azka sudah berulang kali melarang tetapi Zaira seakan tidak perduli karena baginya sekolah ini penting karena jika usia kandungannya sudah beranjak 6 atau 7 bulan maka Zaira akan melakukan homeschooling.


mobil Azka kini sudah terparkir di parkiran sekolah, pak Min yang melihat kedatangan sang guru menyapa dengan melambaikan tangan sementara Zaira hanya tersenyum tipis.


Awalnya Zaira meminta untuk di turunkan di persimpangan jalan namun Azka menolak dengan tegas dia tidak mau mengambil resiko yang bisa saja membuat Zaira dan calon bayinya berada dalam masalah besar.


Setelah kejadian yang bertubi-tubi dialami Zaira maka Azka dengan tegas memperketat pengawasan terhadap istri kecilnya itu


Azka tidak peduli lagi dengan omongan yang akan timbul di sekolah karena kedekatannya dengan Zaira baginya keselamatan Zaira adalah prioritas utamanya saat ini.


Zaira awalnya menolak keras namun setelah Azka menjelaskan betapa khawatirnya dia membuat mau tidak mau Zaira terpaksa mengiyakan keinginan Azka di pak suami yang tidak ingin dibantah.


Zaira masuk ke dalam kelasnya sementara Azka masuk ke ruangan guru setelah tadi menyempatkan diri untuk mengantar Zaira ke kelasnya. untung saja kondisi sekolah masih cukup sepi jadi Zaira tidak mempermasalahkan sikap over protective si pak suami terhadapnya.


Dengan lesu Zaira duduk di bangku kebesarannya pasalnya Lia dan yang lainnya belum terlihat sama sekali batang hidungnya.


Zaira mengeluarkan benda pipih yang ada di dalam tasnya lalu mengangkat panggilan video call dari seseorang yang baru 5 menit berpisah darinya.


" Sayang!" sapa Azka dengan wajah tampannya tersenyum dilayar ponsel Zaira


"Hemmm" jawab Zaira dengan malas


" Kok bete gitu sih mukanya sayang?" goda Azka diseberang sana


" Lihatlah, aku sudah seperti penghuni terakhir saja" Zaira memperlihatkan kondisi kelasnya yang masih sepi walaupun sudah ada yang datang beberapa orang tapi rupanya mereka sedang ke kantin untuk sarapan.


" Ya bagus dong, daripada telat lebih baik berangkat lebih awal !" timpal Azka tertawa kecil


" Terserah mas aja deh, mending aku ke kantin aja sekarang" sahut Zaira malas.


" Yaudah, mas temenin kalau gak kamu ke ruangan mas aja ya. mas lagi di ruang olahraga" usul Azka mengedipkan matanya.


" Iya baiklah dari pada bete" Zaira beranjak dari duduknya dan pergi keluar kelas menuju tempat dimana suaminya berada.


Setelah Zaira pergi ke ruangan Azka tidak berselang lama Lia, Mita dan Mona datang mereka kebetulan bertemu di parkiran.


" Loh ini tas Za udah ada, kemana tuh anak ya udah datang tapi gak ada orangnya?" kata Lia yang baru saja meletakkan tasnya di meja samping tas Zaira.


" Tumben juga tuh anak udah datang" ucap Mita menimpali


" Iya udah datang emang tapi mana penampakan orangnya gak keliatan gitu?" sahut Mona

__ADS_1


" Wuss, penampakan loe kira Za dedemit " Lia duduk di kursinya memperhatikan tas Zaira yang sudah teronggok di atas mejanya.


" Lah loe Li gimana sih kakak ipar kemana masa gak tahu sih" komen Mona


" Apa hubungannya Mona, gue sama dia emang datang barengan, dia itu kemarin pulang ke rumah bundanya" sahut Lia


" Kenapa memangnya, tumben Za pulang ke rumah bundanya?" tanya Mita


" Gak tahu, gue kira malah hari ini Za gak bakal masuk soalnya yang gue dengar kemarin itu Za hampir celaka waktu mau keluar dari rumah sakit" Lia bercerita membuat Mona dan Mita nampak terkejut.


" Serius loe? celaka gimana maksud loe Li?" Mona penasaran


" Jadi pas Za sama kakak gue sampai lobi rumah sakit ada orang yang dengan sengaja berlari lalu menabrak Zaira. untungnya Za bisa menahan tubuhnya dengan tangannya jadi Za tidak jatuh duduk. Sumpah gue gak kebayang jika Za sampai jatuh terduduk gitu gimana nasib ponakan gue. " tutur Lia memberitahu Mona dan Mita.


" Maksud loe Za jatuh gitu?" tanya Mona memastikan


" Iya tapi beruntungnya gerakan Za cepat jadi tangannya yang malah terkilir" jawab Lia


" Kalau tahu begitu kenapa dia masih masuk sekolah sih bukan istirahat aja" geram Mita yang gemas dengan sikap ngeyel Sahabatnya yang satu itu.


" Ya loe juga kan tahu Za itu seperti apa. kalau soal sekolah pasti dibela-belain." sahut Lia


" Assalamu'alaikum!" ucap salam Indah dan Mia bersamaan


" Wa'alaikum salam" sahut yang lain bersamaan.


" Itu bukannya tas Za ya, kemana tuh anak?" cetus Mia setelah melihat tas Za diatas meja


" Gue juga pada gak tau tuh anak kemana.


masuk kelas cuma melihat ada tasnya doang" sahut Mona


" Ke kantin kali tuh anak?" ucap Mia menerka-nerka.


" Iya kali tuh anak ke kantin. bisa jadi tuh anak lapar dede utunnya minta dibeliin sarapan di kantin" timpal Mona setuju dengan ucapan Mia


" Susah banget sih, telpon dong sayang!" sahut Indah


" Iya, kenapa gak kepikiran sih" Lia menepuk jidatnya sendiri


" Emang dasar ini anak ya!" Mia dan indah geleng-geleng kepala


Lia baru saja ingin melakukan panggilan video call namun belum tersambung Za sudah nongol di depan pintu.

__ADS_1


" Woyyy dari mana loe?" tanya Mia ke Zaira yang tengah berjalan ke arah mereka.


Zaira hanya cengir- cengir membuat Lia kesal dan ingin mencubitnya.


" Ini anak kebiasaan banget ya sekarang kalau ditanya jawabnya cuma cengar-cengir doang" Lia menimpuk Za dengan kertas saking gemasnya dan Zaira malah tertawa melihat wajah Lia yang kesal.


" Sorry gaess, biasa gue habis ke ruangan pak suami. habis loe-loe pada lama banget belum Juga pada dateng. gue udah kayak penghuni terakhir aja disini sendirian" sahut Zaira


" Lagian tumben banget loe datang sepagi itu?" tanya Lia lagi


" Ya ini gara-gara kakak loe tuh, sekarang jadi super nyebelin banget" sahut Zaira " Sumpah ya kakak loe sekarang over protective banget, apa-apa gak boleh. hari ini juga gue gak boleh masuk tapi bukan Za namanya kalau gak bisa bikin kakak loe ngizinin" Zaira jumawa


" Ye bege laki loe kayak gitu karena dia itu perhatian dan cinta mati sama loe. apalagi ada si utun wajarlah" sahut Indah.


" Utun?" tanya Zaira bingung dengan ucapan Indah.


" Utun itu calon anak loe" sahut Mia.


" Owhh.." Zaira manggut-manggut


" Za loe kok nekat sih Za masuk, padahal kemarin loe itu hampir celaka kan Za?" tanya Mia khawatir dengan keadaan Zaira yang sekarang lebih banyak mengalami masalah yang terbilang cukup ekstrim.


" Kok loe tau, pasti Lia yang cerita, iyakan?" tebak Zaira menoleh ke arah Lia


" Emang kenapa kalau Lia cerita, masa loe mau sembunyiin dari kita-kita gitu?" tanya Mia


Zaira duduk di kursinya dan merangkul pundak Lia.


" Ya enggak gitu juga gaess, gue cuma gak mau kalian jadi khawatir aja sama gue" sahut Zaira meletakkan kepalanya di bahu Lia.


" Terus loe anggap kita ini apa emangnya, ada cuma di saat loe senang aja gitu?" tanya Mita yang kali ini angkat bicara.


" kita itu sudah lama sahabatan, apapun yang terjadi kita tetap harus bisa melewati hari-hari kita bersama-sama, baik dalam keadaan suka maupun duka, jadi jangan sembunyikan apapun diantara kita" ucap Mita panjang lebar.


" Za gue tahu loe mungkin sedikit berat menghadapi masalah loe kali ini tapi gue yakin loe pasti bisa melewatinya dengan baik. asal loe percaya dan yakin semua akan berjalan dengan semestinya. kejujuran memang sangatlah diperlukan dan seiring dengan berjalannya waktu semua pasti akan kembali seperti semula. Asal loe bisa meyakinkan hati loe, hati suami loe dan juga hatinya!" tambahnya lagi. mendengar ucapan Mita yang panjang kali lebar membuat Zaira mengerutkan alisnya. Zaira masih belum mencerna dengan baik setiap ucapan Mita yang menurutnya sedikit aneh.


" Apa yang Mita bicarakan?" batin Zaira


" Loe ngomong apa sih Mit" tanya Zaira dengan kepolosannya


" Coba aja loe tanya sama hati loe!" ucap Mita


" Jangan bikin gue bingung ah" kesal Zaira memberengut.

__ADS_1


" Udah gak usah dipikirin entar juga loe ngerti sendiri" sahut Mita santai


Pak Bambang masuk ke dalam kelas, semua murid langsung terdiam , Mia dan Indah pun sudah kembali ke tempat duduknya dan mereka melakukan kegiatan belajar mengajar dengan sungguh-sungguh.


__ADS_2