Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Hana dan yang lainnya kini sedang berada di depan pintu ruang UGD, kecuali Khanza ia harus dirawat karena sempat pingsan saat mendengar kabar tentang Nana.


Gadis yang seharusnya berbahagia bersama para sahabatnya merayakan hari kelulusan mereka kini tengah berada di dalam ruang UGD dalam kondisi yang masih belum diketahui keadaannya.


Haris yang mengetahui kejadian itu masih sangat syok


...Flashback on...


Tidak jauh dari hotel Dinata tempat dimana acara wisuda dilangsungkan Haris yang memutuskan untuk mencari Nana terjebak jalanan yang cukup macet.


Haris penasaran lalu memutuskan untuk turun karena sudah beberapa menit mobil tidak bergerak sedikitpun.


Haris yang sudah turun dikejutkan dengan kejadian kecelakaan yang terjadi diujung jalan, seketika degup jantung Haris berdetak begitu cepat pikirannya entah kenapa mengarah ke Nana gadis yang sedang dicarinya.


Rasa khawatir pun menyelimuti hatinya, dengan langkah gontai Haris berjalan menerobos kerumunan orang yang sedang melihat kejadian tersebut, beberapa orang ada yang sedang mengeluarkan para korban kecelakaan tersebut dari dalam mobil yang keadaannya cukup mengenaskan.


Seketika mata Haris membola saat dua orang pria meletakkan seorang gadis disisi jalan dengan tubuh berlumuran darah, bagaikan disambar petir tubuh Haris lemas seketika saat melihat gadis yang dicarinya dalam keadaan yang sangat memprihatinkan.


Haris berusaha untuk kuat dan langsung menghampiri gadis tersebut


" Tolong siapa pun kalian tolong bantu calon isteri saya bawa ke rumah sakit!" teriak Haris dengan cepat langsung menggendong Nana


" Kemungkinan gadis itu sudah meninggal!" ucap salah satu ibu-ibu yang berada di sana


" Jaga mulutmu nyonya, dia masih hidup!" bentak Haris dengan tatapan tajam membuat ibu itu langsung menciut dan menunduk takut


" Mas bawa calon isterinya ke mobil saya saja, itu diujung jalan!" ucap salah satu pemuda menunjuk ke arah mobilnya


" Baik terima kasih banyak!" Haris pun mengikuti pemuda tersebut menuju mobilnya sambil menggendong Nana yang tubuhnya berlumuran darah


Dengan cepat pemuda itu mengemudikan mobilnya karena melihat kondisi Nana yang terlihat cukup parah sementara korban lainnya terpaksa harus menunggu ambulance datang


Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di rumah sakit terdekat, Haris langsung membawa Nana ke ruang UGD dan Nana pun langsung ditangani oleh beberapa dokter yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


Haris langsung menghubungi adiknya dan menceritakan kejadian yang menimpa Nana sahabatnya.


Sementara pemuda yang mengantarkan mereka sudah pergi


...Flashback off...


Haris tidak berhenti memanjatkan doa untuk calon isterinya itu belum hilang kecemasannya tiba-tiba Haris pun dikejutkan dengan berita yang mengabarkannya kalau kedua orang tua Nana telah meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.


Tubuh Haris terasa tak bertulang, lemas sudah Haris luluh ke lantai mendengar kabar buruk tersebut dia pun teringat kejadian beberapa tahun lalu yang terjadi pada kedua orangtuanya. untuk membuat Hana bangkit dulu cukup lama adiknya begitu terpuruk dan seperti mayat hidup yang tidak bersemangat dalam menjalani hidupnya, Hana yang berusia 13 tahun begitu kehilangan dan hanya mengurung diri di dalam kamarnya. hingga ia kembali ceria setelah bertemu dengan Khanza dan sahabat-sahabatnya.


Bagaimana dengan keadaan Nana jika mengetahui keadaan ini, Haris benar-benar dilanda ketakutan apalagi kondisi Nana yang belum diketahui bagaimana keadaannya sekarang.


Haris diminta untuk mengurus kedua orang tua Nana karena di kota tersebut tidak ada keluarga Nana yang lainnya


Haris di bantu Billy dan Roni untuk mengurus keluarga Nana


Aldy tidak bisa karena keadaan Khanza yang tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.


Bu Khodijah bersama Izan sudah datang dan sedang menunggu Khanza yang masih belum sadarkan diri.


Aldy merasa cemas karena sudah hampir satu jam Khanza belum juga sadar.


" Sayang bangun dong, jangan seperti ini jika Nana tau kamu seperti ini dia pasti akan sangat sedih!" ucap Aldy mengelus lembut pipi Khanza


" Bangun sayang!" bu Khodijah pun ikut khawatir dengan keadaan putrinya


Khanza mengerjapkan matanya berusaha untuk membukanya dengan sempurna, mata Khanza mengedar keseluruh sudut ruangan yang didominasi warna putih.


Khanza terkejut saat netranya menangkap sosok wanita paruh baya tengah duduk di sofa bersama ibu dan juga adiknya.


" Ibu... mama..!" ucap Khanza pelan


Aldy yang baru saja keluar dari toilet terkejut melihat Khanza yang sudah sadar.


"Sayang!" ucap Aldy dengan wajah bahagia

__ADS_1


Khanza menoleh ke arah Aldy yang tengah berjalan menghampirinya " Mas!" lirihnya


Mama Maria yang sedang mengobrol dengan bu Khodijah pun langsung beranjak dari duduknya


" Sayang kamu sudah sadar nak!" ucap mama Maria


" Mama, ibu!" ucapnya


" Apa ada yang sakit sayang, biar mas panggilkan dokter ya?" Khanza menggeleng


" Aku baik-baik aja mas, tapi_" mata Khanza sudah berkaca-kaca


Aldy mengerti akan kekhawatiran sang isteri pada sahabatnya Nana " Sayang, semua akan baik-baik saja, kamu yang sabar ya, Nana butuh kamu, butuh doa kamu, butuh dukungan kamu dia butuh kamu sayang!" ucap Aldy lembut


" Bagaimana keadaannya mas?" Khanza berusaha menahan kesedihannya


" Dia masih dalam penanganan dokter, kita serahkan semuanya pada yang diatas ya!" jawab Aldy


" Kita doakan saja yang terbaik untuk Nana sayang, mama yakin dia gadis yang kuat. dia pasti bisa melewati semua ini!" ucap mama Maria


" Benar yang dikatakan mama kamu nak, Nana pasti bisa melewati ini semua kamu yang sabar ya jangan seperti ini kasihan bayi yang ada di dalam kandungan kamu!" ucap bu Khodijah


" Jika kamu sedih bayi yang ada di dalam kandungan kamu juga ikut sedih" lanjutnya


" Benar sayang, kamu harus kuat demi bayi yang ada di dalam kandungan kamu" ucap mama Maria


Sementara di depan pintu ruangan UGD seorang dokter baru saja keluar dan Haris yang kebetulan baru saja tiba bersama Billy dan Roni pun langsung menghampiri dokter tersebut begitu juga dengan Hana dan Miska yang masih setia menunggu


" Dokter bagaimana keadaan pasien?" tanya Haris cemas


" Anda keluaga pasien?" tanya dokter tersebut


" Iya dokter saya calon suaminya" jawab Haris lantang


" Baiklah kalau begitu ikut saya!" ucap dokter Malik


Haris mengikuti dokter Malik yang berjalan ke ruangannya.


" Terimakasih dokter" ucap Haris lalu duduk di kursi yang berada di depan meja kerja dokter Malik


" Sebelumnya saya mau bertanya tentang keluarga pasien" ucap dokter Malik


" Maaf dokter, kedua orang tuanya sudah meninggal dalam kecelakaan tersebut" ucap Haris sendu


" Saya turut berdukacita!" dokter Malik merasa iba dengan nasib pasiennya


" Terima kasih dokter" ucap Haris


" Kalau begitu saya langsung saja ya memberitahu kondisi pasien" ucapnya yang diangguki oleh Haris


" Keadaan pasien saat ini cukup memprihatinkan karena kondisi pasien yang cukup banyak kehilangan darah, untung saja pasien segera dibawa ke rumah sakit telat 5 menit saja pasien tidak bisa diselamatkan" Haris semakin cemas mendengar penuturan dari dokter Malik


" Beruntung saat ini stok darah untuk pasien masih tersedia jadi tindakan pun bisa cepat dilakukan" lanjutnya


" Tapi_" dokter Malik menjeda kata-katanya membuat Haris semakin gelisah


" Karena pasien mengalami benturan yang cukup keras di kepalanya kemungkinan pasien untuk cepat sadar itu hanya 25 persen" Degup jantung Haris berpacu sangat cepat


Hatinya hancur setelah mendengar bagaimana kondisi Nana saat ini


" Banyak-banyak berdoa karena segala sesuatunya hanya tuhan yang maha menentukan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin hanya keajaiban dan doa dari keluarga, kerabat dan sahabat yang bisa membantu kesembuhannya!"


Haris keluar ruangan dokter Malik dalam keadaan gontai, pikirannya kosong tatapan matanya sendu


" Bang!" ucap Hana lirih lalu membantu abangnya untuk duduk di kursi tunggu


" Bang kenapa Nana dipindahkan ke ruang ICU, sebenarnya apa yang terjadi dengan Nana bang?" tanya Hana dengan sangat cemas


Haris bergeming tatapannya kosong, ia tidak menjawab pertanyaan Hana membuat Hana semakin khawatir

__ADS_1


Billy menepuk pundak Hana melarang Hana bertanya kembali pada kakaknya.


Hana mendongak ke arah Billy yang berdiri disampingnya, Billy menggeleng mengisyaratkan cukup dan beri waktu pada Haris


Miska hanya diam tidak berani bertanya, dia juga sangat mengkhawatirkan keadaan Nana tapi sebisa mungkin ia berusaha untuk kuat karena dia sadar dirinya tidak boleh mengabaikan bayi yang ada di dalam kandungannya. ia berpikir positif dan meyakinkan pada dirinya sendiri kalau Nana pasti akan baik-baik saja


Roni yang mengerti kekhawatiran sang isteri tidak lepas merangkul pundak Miska


" Kami yang sabar ya, jangan cemas Nana pasti akan baik-baik saja" ucap Roni dan Miska mengangguk


Karena hari sudah malam dengan terpaksa Miska harus pulang, Roni tidak mengizinkan Miska bermalam di rumah sakit mengingat kondisi Miska yang sedang hamil muda


" Han gue minta maaf, gue enggak bisa menemani loe disini buat nungguin Nana tapi gue janji besok gue pasti kesini lagi!" ucap Miska yang tidak enak hati karena harus pulang mematuhi perintah sang suami


" Iya Ka enggak apa-apa, ada Billy sama bang Haris disini. loe juga kan harus jaga kesehatan loe dan juga kandungan loe" ucap Hana berusaha untuk tegar


" Iya Han"


" Yaudah loe hati-hati ya dijalan" ucap Hana


" Ron, hati-hati bawa mobilnya kalau loe merasa capek mending berhenti dulu buat istirahat!" pesan Hana pada Roni


" Iya" jawab Roni


" Billy, Han, bang Haris kami pamit pulang dulu ya!" ucap Roni berpamitan


" Iya, hati-hati" ucap Billy sementara Haris masih diam saja pikirannya hanya dipenuhi dengan kondisi Nana


Setelah Miska dan Roni pulang Billy pamit pergi ke kantin untuk membeli makanan.


" Aku kekantin dulu ya, kamu dan bang Haris dari pagi kan belum makan!" ucap Billy pamit pada Hana


" Iya" jawab Hana lalu menatap Haris yang masih setia diam


" Bang sebenarnya ada apa? kenapa abang dari tadi diam aja, ada apa sebenarnya bang kenapa dengan Nana?" tanya Hana yang sedikit kesal dengan abangnya yang tidak menggubris perkataannya


" Bang!" bentak Hana


Haris terkesiap dan sadar dari kekalutannya


" Maafin abang Han" ucap Haris sendu


" Untuk apa abang minta maaf!" ucap Hana


" Abang tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Nana" Haris menundukkan kepalanya


" Bang, kita bisa berdoa untuk kesembuhan Nana, abang jangan menyerah begitu saja Nana pasti baik-baik saja bang!" Hana berusaha untuk menghibur sang kakak


" Kata dokter kemungkinan Nana untuk sadar kembali hanya 25 persen" ucap Haris lirih


Deg


Hana menutup mulutnya dengan telapak tangannya merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Haris.


" Nana mengalami benturan yang cukup keras di kepalanya dan hal itulah yang membuat Nana koma" lanjutnya


Hana tidak bisa bicara apa-apa air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia bendung


" Nana!" ucapnya lirih


" Kalau pun Nana sadar, dia pasti akan mengalami trauma yang cukup serius apalagi mengingat tentang kedua orang tuanya yang meninggal dalam kecelakaan itu"


Hana terdiam ia jadi teringat dengan kedua orang tua mereka yang mengalami nasib sama seperti kedua orang tua Nana, saat itupun Haris dengan usaha yang cukup keras untuk menghilangkan trauma Hana dan menyembuhkan depresinya.


Haris tau apa yang ada dipikiran Hana, dia pasti teringat dengan kedua orang tua mereka yang meninggal karena kecelakaan


" Dek" panggil Haris membuat Hana terkesiap dari lamunannya


" Kita doakan saja semoga Nana cepat sadar!" Hana mengangguk

__ADS_1


Baru saja merasa sedikit tenang tiba-tiba mereka dikejutkan oleh beberapa suster dan dokter yang masuk ke dalam ruangan Nana dengan keadaan tergesa-gesa.


" Nana!" Haris dan Hana kembali tegang


__ADS_2