Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Mata Miska terbuka sempurna, diedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dan betapa terkejutnya Miska saat netranya menangkap sosok laki-laki yang tengah tertidur di kursi yang berada di sampingnya.


" Aaaa...!" teriak Miska histeris dan langsung duduk lalu memeluk lututnya dengan erat.


Roni yang mendengar jeritan Miska langsung terbangun dan terkejut melihat Miska yang begitu histeris dan memeluk lututnya sambil terisak.


" Hei... ini gue si manusia laron apa loe enggak ngenalin suara gue, hem?" tanya Roni dengan nada selembut mungkin namun Miska masih bergeming


Ceklek


Mama Rika yang baru saja dari kantin rumah sakit terkejut melihat keadaan putrinya.


" Ada apa nak Roni?" tanya mama Rika yang dengan tergesa-gesa menghampirinya


" Roni juga enggak tau mah, tadi Roni ketiduran tau-tau Miska menjerit dan sudah seperti ini" terang Roni


Saat itu memang hanya Roni yang menjaga Miska, karena Roni menolak saat di suruh pulang sedangkan mama Rika sedang membeli makanan di kantin rumah sakit tersebut.


Tidak berapa lama dokter masuk dan memeriksa keadaan Miska, agar tenang dokter pun memberikan Miska obat penenang.


" Sebaiknya biarkan pasien istirahat, untuk saat ini pasien masih belum bisa mengendalikan rasa traumanya jadi tolong di jaga tingkat emosionalnya" tutur sang dokter


" Iya dok" sahut mama Rika


" Sebaiknya nak Roni makan dulu, biar ada tenaga menjaga Miska!" ucap mama Rika setelah dokter keluar dari ruangan.


" Iya mah nanti saja, Roni masih belum lapar!" jawab Roni sopan.


Sebenarnya Roni adalah anak yang baik tapi karena kurangnya perhatian dan kedua orangtuanya yang sering keluar negeri membuat Roni merasa bebas dan akhirnya salah dalam pergaulan.


Setelah menikah dengan Miska banyak hal yang Roni dapatkan dari gadis yang tidak pernah lelah untuk selalu mengingatkannya pada hal-hal yang positif itu walaupun ya terkadang caranya cukup unik dan menyelekit.


Roni berharap Miska tidak membencinya setelah tahu dialah laki-laki bejat yang sudah merenggut mahkota berharganya.


Saat ini kondisi Miska sudah jauh lebih tenang, Roni tidak berani mendekat, mommy Sarah yang datang menggantikan mama Rika dengan telaten menyuapi Miska makan, awalnya gadis itu enggan dan terus menolak tapi dengan lembut mommy Sarah terus membujuknya dan akhirnya Miska pun mau makan.


" Mom, mama Rika mana?" tanya Miska setelah menghabiskan makanannya


" Mama Rika pulang dulu sebentar, mau mandi sekalian mengambil baju ganti buat kamu sayang!" ucap mommy Sarah


" Mom, Miska mau pulang saja!" rengeknya


" Pulang?"


" Iya mom, Miska mau pulang ke rumah mamah bolehkan?" tanya Miska sendu


" Tentu saja boleh sayang, tapi nanti ya setelah kamu benar-benar pulih!" mommy Sarah membelai lembut rambut Miska yang tergerai


" Miska sudah tidak apa-apa kok mom, Miska mau pulang saja!" pinta gadis itu lirih


mommy Sarah menoleh ke arah Roni dan dengan langkah hati-hati Roni menghampiri mommy nya dan Miska


" Ada apa mom?" tanya Roni lalu menatap ke arah Miska yang tengah mengalihkan pandangannya ke sembarang arah


" Sebegitu bencinya kah dia sama gue?" batin Roni


" Ron, Miska minta pulang sekarang" jawab mommy Sarah


" Pulang?" tanya Roni memastikan


" Iya, isteri mu minta pulang hari ini" terang mommy Sarah


Deg


Mendengar kata isteri hati Miska terasa teriris sakit rasanya, perasaan bersalah membuatnya enggan menatap Roni, ada rasa malu dan juga benci terhadap dirinya sendiri yang sudah kotor dan tidak suci lagi.


" Apa benar loe mau pulang ?" tanya Roni dengan sangat hati-hati


Miska hanya menjawab dengan anggukan kepala.


" Apa loe yakin mau pulang sekarang? tidak merasa ada keluhan apa-apa lagi?" tanya Roni lagi dan untuk kedua kalinya Miska pun menjawab dengan anggukan kepala


" Ya udah gue telpon mama dulu ya setelah itu gue akan tanya dulu sama dokternya apa loe udah boleh pulang atau belum" ucap Roni dengan suara yang sangat lembut


Mommy Sarah pun sampai tercengang melihat perubahan sikap putranya yang begitu lembut memperlakukan Miska.


Roni sudah keluar dari ruangan tersebut untuk menelpon sang mertua setelah itu ia akan pergi menemui dokter yang menangani Miska


" Sayang, kamu tahu enggak? baru kali ini loh mommy melihat sikap yang lain dari putra mommy yang satu itu, terima kasih ya sayang karena kamu sudah berhasil membuat putra mommy berubah menjadi lebih baik sekarang" ucap mommy Sarah memeluk Miska dengan penuh kasih sayang


" Mom" lirih Miska yang sedetik kemudian menitikkan air mata


" Iya ada apa sayang?" mommy Sarah mengurai pelukannya lalu menatap lembut menantu kesayangannya itu.


" Ma.. maafkan Miska mom...!" ucap Miska disela isak tangisnya

__ADS_1


" Loh kok kamu nangis sayang?" mommy Sarah mengusap air mata Miska dengan ibu jarinya


" Jangan menangis nak, semua akan baik-baik saja sayang!" ucap mommy Sarah menguatkan


" Mom, Miska mau pulang ke rumah mamah Rika dan _" Miska menjeda ucapannya


" Dan apa sayang?" mommy Sarah penasaran


" Miska... emm... Miska, Miska tidak bisa melanjutkan pernikahan Miska dengan Roni lagi mom"


Jeggerrrrrr


Bagaikan petir di siang bolong Roni yang baru saja kembali dari ruangan dokter seketika mematung di ambang pintu mendengar pengakuan Miska kepada mommy nya yang begitu menyakitkan


" Apa maksudmu sayang?" tanya mommy Sarah yang nampak syok dengan pernyataan Miska


" Mom, maafkan Miska karena Miska sudah tidak sanggup lagi menjalani pernikahan Miska dengan Roni. Miska menyerah mom dan perpisahan adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk kami berdua" jawab Miska dengan terisak


" Tapi kenapa nak kenapa? jika mama, papa dan daddy mu tahu pasti mereka tidak akan setuju apalagi Roni" ucap mommy Sarah sedih


" Roni pasti mengerti mom, mereka semua pasti akan mengerti" Miska mengusap air matanya dengan kasar


" Tidak nak, mommy tidak setuju" mommy Sarah menangis membuat Miska merasa semakin berat


" Mommy sangat menyayangi kamu, buat mommy kamu adalah satu-satunya menantu mommy" mommy Sarah terisak


" Mom!" mommy Sarah menoleh ke sumber suara begitu juga dengan Miska


" Roni!" lirih Miska


" Sayang!" mommy dengan cepat menghapus air matanya


" Bagaimana nak?" tanya mommy Sarah berusaha untuk bersikap biasa sementara Miska kembali menatap ke lain arah


" Boleh mom, asal Miska benar-benar sudah tidak ada keluhan lagi" jawab Roni bersikap biasa


" Nanti dokternya akan memeriksa Miska terlebih dahulu setelah itu baru dinyatakan boleh pulang!" lanjutnya.


" Roni juga sudah bilang ke mama dan sebentar lagi akan datang kesini kalau papah dan daddy mereka masih ada urusan jadi tidak bisa datang" ungkap Roni


" Iya sayang!" ucap mommy Sarah


" Ron!" panggil mommy Sarah yang melihat raut kekecewaan di wajah putranya


" Momm... setelah ini kita harus bersiap-siap untuk meninggalkan rumah kita momm, maafkan Roni ya mom!" ucap Roni tersenyum getir.


" Setelah Roni dan Miska berpisah kita akan pindah ke panti asuhan untuk sementara tidak apa-apa kan mom? Roni akan mencari kerja dan akan mengajak mommy pindah setelah mendapatkan uang" tutur Roni yang langsung membuat sang mommy memeluknya erat


" Iya sayang iya, melihat kamu sudah berubah seperti ini saja mommy sudah merasa sangat bahagia. mau tinggal di mana pun asal bersama kalian mommy tidak masalah nak" sahut mommy Sarah setelah melerai pelukannya


Miska yang melihat semua itu semakin merasa bersalah, dia pun tidak kuasa menahan isak tangisnya


Roni berjalan perlahan menghampiri Miska


" Loe jangan menangis lagi, jelek tau gak kalau loe kebanyakan nangis. Miska yang gue kenal itu jutek dan galak enggak kayak gini cengeng banget!" ucap Roni seraya tertawa


" Gue minta maaf ya karena udah bikin hari-hari loe buruk gara-gara gue, tapi thanks berat karena loe gue jadi sadar akan satu hal " lanjutnya


" Apa?" tanya Miska


" Cinta"


Deg


Miska terdiam membeku, perasaannya semakin bercampur aduk.


" Karena loe gue bisa mengenal yang namanya cinta" Miska langsung mendongak menatap Roni


" Cinta dari orang-orang yang begitu tulus cinta dan sayang sama gue, mereka yang ingin gue berubah menjadi manusia yang lebih baik"


Miska bergeming lagi-lagi butiran bening meluncur bebas begitu saja di pipinya yang mulus.


" Ron!" lirihnya


" Gue enggak akan memaksa loe untuk memaafkan gue Ka, gue sadar kok gue ini laki-laki berengsek dan bejat, loe memang pantas membenci gue Ka, jika dengan berpisah loe akan merasa bebas dan bahagia, gue bisa apa Ka? gue hanya mau yang terbaik buat loe kedepannya.


Maaf kalau gue sudah merusak masa depan loe dan juga merenggut mimpi-mimpi loe!" ucap Roni begitu menyayat bahkan mata laki-laki itu kini sudah berkaca-kaca.


Miska yang melihat mata Roni berembun semakin merasa sakit yang teramat dalam di relung hatinya terlebih saat terlintas tragedi malam itu dimana Bayu telah merenggut kehormatannya membuat Miska semakin merasa bersalah terhadap Roni dan dadanya semakin terasa sesak.


" Ron, loe dan mommy enggak perlu tinggal di panti asuhan walaupun nanti kita sudah berpisah gue akan bilang ke daddy untuk membatalkan perjanjian itu. gue enggak mau loe dan keluarga loe yang menanggung sendiri atas kesalahan yang sudah gue perbuat" Roni tersenyum getir


" Loe enggak usah pikirin hal itu Ka, daddy adalah pria sejati walau bagaimanapun pasti akan menepati janjinya"


" Jangan khawatir tentang gue dan mommy, kami pasti akan baik-baik aja, yang terpenting saat ini adalah kesehatan loe itu jauh lebih penting. udah jangan nangis lagi nanti gue bisa kena omel dokternya karena udah bikin pasiennya menangis kayak gini!" Roni spontan saja mengusap air mata yang menetes di pipi Miska

__ADS_1


Deg


Degup jantung keduanya saling bersahut-sahutan seakan lomba lari maraton.


Pandangan keduanya bertemu namun sedetik kemudian Miska dengan cepat memutus pandangannya lebih dulu.


" Maaf!" Roni menarik tangannya dan menjadi salah tingkah


***


Sementara itu Bambang dan Suhendra saat ini sedang berada di kediaman orang tua Bayu bersama kuasa hukumnya.


Orang tua Bayu adalah salah satu rekan bisnis Bambang, bahkan belum lama ini perusahaan besar yang di pimpin oleh Bambang Samudera baru saja menanamkan modal yang cukup besar di perusahaan milik orang tua Bayu.


Dengan tegas Bambang tidak akan tinggal diam dan memberi ampun kepada siapa saja yang sudah berani mengusik ketenangan keluarganya maka saat itu juga Bambang menarik seluruh modalnya dari perusahaan orang tua Bayu akibatnya para investor lainnya pun ikut menarik modalnya dari perusahaan tersebut bahkan kini perusahaan itu terancam gulung tikar.


Bayu terkejut bukan main karena ternyata apa yang dia lakukan semalam diketahui oleh dua keluarga ternama yang cukup berpengaruh, apalagi sampai Bambang Samudera sendiri yang turun tangan untuk menyelesaikan kasus yang menjeratnya


" Kenapa jadi seperti ini, apa hubungannya Miska dengan keluarga Samudera? bukankah dia itu orang tuanya Roni tapi kenapa dia begitu antusias ingin menjebloskan gue ke penjara?" batin Bayu saat melihat Bambang Samudera berada di kediaman orang tuanya.


" Tuan, saya mohon maafkan kesalahan putra saya, biarkan dia bertanggung jawab atas perbuatannya itu!" mohon Dodi papanya Bayu


" Ampuni katamu, kau tahu saat ini putriku dalam keadaan terpuruk dan semua itu akibat ulah putra mu itu!" marah Bambang Samudera menunjuk ke arah Bayu


" Cukup om, rasanya aneh sekali bukankah anda ini orang tua Roni tapi kenapa anda tadi mengatakan Miska adalah putri om, lihat saja orang yang seharusnya berhak marah saja sedari tadi hanya diam, tapi kenapa om yang bukan siapa-siapa Miska malah terus memojokkan papa?" ucap Bayu emosi


" Cukup Bayu, jaga bicaramu!" murka papanya


" Tapi pah, memang itu kenyataannya" ucap Bayu dengan lancang


Tiba-tiba tanpa di duga satu tamparan yang cukup keras melayang di pipinya


Plak


" Sudah bicaranya?" tanya Suhendra dengan tatapan yang cukup mematikan


" Dari tadi aku diam bukan berarti aku tidak peduli dengan masalah ini, aku diam karena aku tidak ingin satu nyawa melayang di tanganku. tidak akan ada orang tua yang diam saja ketika putri satu-satunya di lecehkan oleh laki-laki bejat yang tidak bermoral seperti mu. jika kamu mau aku yang bicara maka inilah jawabannya!"


Bukkk


Satu pukulan yang cukup keras mengenai perut Bayu sampai dia tersungkur di lantai.


" Sudah Hen, tahan emosi mu!" Bambang menenangkannya


" Untung saja rencana busukmu itu tercium oleh Roni kalau tidak maka nasibmu saat ini bukan lagi disini ataupun di dalam penjara melainkan berada di alam baka, karena aku tidak akan melepaskan siapapun yang sudah berani mengusik putri kesayangan ku Miska, camkan itu!" tegas Bambang


Bayu semakin tidak mengerti kenapa pria paruh baya yang dikenalnya adalah orang tua Roni begitu peduli dengan Miska.


" Aku tahu kebingungan mu anak muda, Miska memang bukanlah darah dagingku tapi dia adalah berlian yang sangat berharga di keluarga Samudera jadi siapapun yang berani macam-macam dengannya maka aku akan menghancurkannya sampai ke akar-akarnya!" Bayu bergidik ngeri melihat tatapan tajam mata Bambang Samudera yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup


" Ampun tuan, Ma... maafkan saya tuan, saya janji tidak akan mengulanginya lagi tapi tolong bantu perusahaan papa saya tuan ini semua kesalahan saya, tidak ada hubungannya dengan papa saya!" pinta Bayu memohon


" Baiklah, untuk masalah perusahaan papamu bisa aku pertimbangkan kembali tapi untuk mu tetap harus mendapatkan hukuman" tegas Bambang


" Apa pun akan saya lakukan tuan"


" Bagus!" ucap Suhendra


" Dengar baik-baik, asal kau tahu saja anak muda, Miska adalah menantu kesayanganku dan sebagai hukuman mu, mulai sekarang kamu harus menjaga menantuku dari hal-hal yang tidak diinginkan, jika sampai tragedi semalam terjadi lagi maka habislah riwayat mu" tegas Bambang


" Dan satu lagi jika kau banyak bicara maka aku tidak akan melepaskan mu dan juga keluarga mu, ingat itu" lanjutnya


" Menantu? maksud tuan Miska dan Roni_?"


" Ya mereka sudah menikah dan beruntung kau belum menyentuh menantuku karena kalau sampai itu terjadi habislah riwayat mu dan juga keluarga mu!" jawab tegas Bambang


" Ingat baik-baik, cukup sampai disini kau berani mendekati keluarga Samudera, kau hanya boleh menjaga menantuku dari jarak jauh dan belajarlah dari kesalahan mu jika tidak maka keluarga mu lah yang akan menanggung atas perbuatan mu itu" Bayu terdiam lalu menatap wajah sendu kedua orang tuanya dan juga adik perempuan satu-satunya.


" Kau lihat nak Bayu, kamu punya seorang adik perempuan bagaimana kalau adik perempuanmu itu mengalami nasib seperti putriku, apa kau akan tinggal diam?" ucap Suhendra mengingatkan dan Bayu menatap wajah sendu adik perempuannya


" Sebagai seorang kakak yang memiliki adik perempuan seharusnya kau berpikir lebih dulu sebelum melakukan sesuatu yang bisa berakibat fatal, masa depan seorang gadis hampir kau renggut dan kau hancurkan. bagaimana kalau hal itu terjadi dengan adikmu sendiri pernah kamu berpikir sejauh itu?" ucap Suhendra mengingatkan Bayu kembali


Bayu menundukkan kepalanya, perkataan Suhendra benar-benar menghantam batinnya.


" Bayu, apa yang dikatakan tuan Suhendra ada benarnya, kau tahu terkadang tanpa kita sadari karma itu berlaku, jika bukan terjadi pada diri kita sendiri bisa saja terjadi kepada orang yang sangat kita sayangi dan pada akhirnya penyesalan tiada gunanya." ucap papanya Bayu


" Bertaubatlah nak, minta ampunlah pada yang maha kuasa. mungkin ini juga memang kesalahan papa dan mama yang sudah lalai menjalankan kewajiban kami dalam mendidikmu"


" Maafkan kami nak!" ucap mamanya Bayu yang sedari tadi hanya bisa menangis


Bayu merasa semakin bersalah karena melihat mama dan adik perempuannya yang menangis.


" Maafkan aku mah, pah... Siti!" ucap Bayu lalu menghampiri mereka


Suhendra dan Bambang sedikit terharu dengan pemandangan yang ada di depan matanya, ternyata Bayu yang diluaran begitu nakal dan berandal tidak tega juga bila sudah menyangkut dengan orang tua dan juga adik perempuan kesayangannya.

__ADS_1


" Semoga kamu benar-benar berubah anak muda" ucap Bambang Samudera setelah itu pamit pulang bersama Suhendra.


__ADS_2