
Lia Calon ibu muda yang sebelumnya selalu pecicilan dan suka menjahili teman-temannya sekarang nampak lebih kalem dan tidak banyak tingkah karena jika dia bertingkah sedikit saja sang suami pasti langsung menegurnya.
" Li kalau gue perhatiin loe sekarang sedikit berubah ya!" celetuk Mia saat mereka sedang duduk di area lapangan basket sambil melihat Mario, Yoga dan Dion bermain basket
" Berubah bagaimana maksud loe?" tanya Lia
sambil menyesap minumannya
" Loe itu sekarang lebih kalem dan gak pecicilan!" sahut Mia
" Ya iyalah Mia, kalau dia pecicilan mau di kurung dikamar dia setiap hari sama noh lakinya" ucap Mona menimpali seraya menunjuk ke arah Mario dengan ekor matanya.
" Betul tuh Mi, ya gak apa-apalah Lia sekarang jadi wanita kalem setidaknya kita bisa tenang sedikit tidak dibuat tegang terus sama ini anak" ucap Indah yang ikut menimpali ucapan Mona.
" Ha....ha... iya Ndah loe benar banget, jadi faminim ini anak " celetuk Mia
"Seorang Farisa Meliani Dinata sekarang jadi keibuan" sahut Indah
" Ya iyalah kan calon ibu" ucap Mona
" Bagaimana Li rasanya?" tanya Mia penasaran
" Rasanya bagaimana?" Lia menaikkan satu alisnya
" Rasanya sebagai bumil, terus sikap Mario sekarang bagaimana, biasa aja apa lebih posesif?" tanya Mia
" Iya senanglah, sekarang Mario itu benar-benar posesif banget, bawel banget kalau gue belum minum susu dan gue juga gak boleh ngerjain apa-apa, gue kan bete kalau harus diam aja di rumah tanpa kegiatan, bahkan masak aja dilarang" Jawab Lia
" Bagus dong Li itu namanya suami siaga!" ucap Mia sedikit berbisik
" Siaga sih siaga tapi masa gue gak boleh ngapa-ngapain, gue itukan bukannya sakit" tutur Lia
" Namanya juga suami cinta isteri ya dia gak maulah loe kenapa-napa, beruntung malah loe mendapatkan perhatian yang lebih" timpal Mona
" Iya juga sih tapi harus segitunya gitu?" ucap Lia seraya mengerucutkan bibirnya
" Nih makan dulu!" tiba-tiba Mario datang dan menyodorkan Lia sekotak makanan
" Loh kok kamu sudah ada di sini aja pih!" ucap Lia yang sedikit terkejut dengan kedatangan Mario
" Ngobrolnya serius banget sih, sampai aku datang aja gak tau" sahut Mario
" Ini apa?" tanya Lia menatap kotak makanan yang berada di tangannya
" Rujak!" Jawab Mario lalu duduk di samping Lia yang sedang membuka kotak makanan tersebut.
" Ini darimana?" tanya Lia sambil memasukkan sepotong mangga mengkel yang sudah dicocol ke bumbu rujak ke dalam mulutnya.
" Itu Arta yang nganterin katanya dari mama" sahut Mario
" Mama?" Lia mengerutkan keningnya
" Mama Novi" ucap Mario yang tahu kebingungan Lia
" Mama Novi? bukannya baru lusa mamah pulang dari Jerman?" Lia kembali memasukkan rujak buahnya kedalam mulutnya dengan menatap Mario lekat
"Entahlah!" Sahut Mario sekenanya
" Gaes nih cobain rujak dari mama Novi!" Lia menawarkan rujak tersebut ke teman-temannya.
" Wah lumayan seger nih Li lagi ngantuk-ngantuk gini " ucap Mia yang mengambil sepotong mangga lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
Lia dan teman-temannya menikmati rujak bersama-sama, mereka saling bercanda dan tertawa membicarakan rencana masa depan mereka masing-masing dan tanpa mereka sadari sedari tadi ada sepasang mata yang terus menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sesekali Lia menyuapi Mario dan dengan senyum yang mengembang Mario menikmati setiap suapan rujak tersebut hal itu tentu saja membuat seorang gadis yang tengah memperhatikan keduanya semakin geram.
•••
Jam pulang sekolah sudah tiba, sebagian anak-anak malah sudah ada yang pulang lebih dulu, karena memang kegiatan belajarnya tidak full seperti biasanya.
Lia yang merasa pusing sudah pulang lebih dulu bersama Mario, sedangkan Indah pulang bersama Mia karena Dion masih ada urusan disekolah.
Sendy datang menjemput Mia, dia sudah menunggu di depan gerbang bersama dengan Arta yang datang menjemput Mita.
Sedangkan Mona baru saja pulang bersama Yoga karena hari ini Yoga ada pemeriksaan kesehatan jadi Yoga meminta Mona untuk menemaninya.
Para siswi yang melihat dua pria tampan yang tengah berdiri di depan pintu gerbang menjadi heboh, mereka merasa penasaran dengan keberadaan mereka yang berada di sekolah.
" Siapa sih mereka tampan banget kayak oppa - oppa Korea?"
" Iya, tampan banget!"
" Ah.. masih tampan Mario kali"
" Iya gue setuju, masih tampan Mario kemana-mana"
" Ah mereka juga tampan"
" Gak masih tampanan pak Bagaz"
" Iya gue juga lebih suka pak Bagaz, lebih berwibawa dan karismatik"
" Wuuhhh.... dasar, ingat kalau pak Bagaz itu sudah punya isteri"
__ADS_1
" Kenapa memangnya, gue kan cuma kagum doang "
Ya begitulah para siswi yang heboh saat melihat Sendy dan Arta yang tengah menunggu pujaan hati mereka.
Mita, Mia dan Indah berjalan kearah mereka tentu saja hal itu membuat para siswi yang tidak henti memperhatikan Sendy dan Arta menjadi heboh.
" Eh lihat deh, bukannya itu Mita, Mia dan Indah ya teman-temannya Zaira?"
" Iya, itu mereka!"
" Mereka kok menghampiri dua cowok tampan itu sih?"
" Ya mungkin saja mereka kenal"
" Jangan-jangan pacar mereka"
" Iya bisa jadi itu"
" Wah beruntung banget ya Zaira cs kalau begitu lihat aja semua pasangannya tampan-tampan semua"
" Iya ya"
mereka semakin histeris sendiri saat mereka melihat Arta yang tengah membukakan pintu mobil untuk Mita dan Sendy membukakan pintu mobil untuk Mia sedangkan Indah duduk di bangku belakang.
" Ishh .. beruntung banget sih mereka!" ucap salah satu siswi yang tengah memperhatikan Mita dan teman-temannya.
...☄️☄️☄️☄️...
Sesampainya di rumah Lia langsung menghampiri mama Novi yang sedang memasak.
" Assalamu'alaikum!" ucap Lia saat masuk ke dalam rumah
" Wa'alaikum salam!" sahut mama Novi yang langsung menoleh kearah Lia
" Baru pulang sayang?" tanya mama Novi
" Iya mah, tadi nongkrong dulu sama teman-teman di sekolah" sahut Lia seraya mencium punggung tangan mertuanya.
" Loh Rio-nya mana?" tanya mama Novi karena tidak melihat keberadaan Mario.
" Mario lagi nerima telepon dari kak Azka" jawab Lia yang mendudukan dirinya dikursi meja makan.
" Mama kok pulang gak kasih kabar sih?" tanya Lia
" Mama itu pulangnya mendadak sayang, karena papah harus ke perusahaan yang di sini ada hal penting yang harus di urus katanya" jawab mama Novi
" Terus papahnya kemana mah?" tanya Lia
" Emmm mama masak apa sih wangi banget?" tanya Lia yang mencium bau masakan ibu mertuanya itu
"Mama sedang memasak soto ayam kampung sama cumi saus tiram sayang" jawab mama Novi.
" Wah mama tau aja ya, itukan makanan kesukaan aku mah" Lia nampak senang
" Benarkah?" tanya mama yang nampak tidak percaya
" Iya mah, kalau di rumah dan mama tidak ikut papah keluar kota mamah pasti masakin aku cumi saus tiram" tutur Lia menceritakan
" Duh ternyata selera makanan kalian sama ya, cumi saus tiram juga kesukaan Rio loh"
" Masa sih mah, yang aku tahu Mario itu suka makanan apa saja mah, dan kalau aku masak apa aja dia tidak pernah protes dan pasti makan dengan lahap semua yang aku masak" tutur Lia
" Ya itu bagus dong sayang, berarti Rio menghargai usaha isterinya yang ingin membahagiakan suaminya. Rio tahu cara menyenangkan isterinya dengan menerima tanpa protes apa yang dimasak oleh isterinya. semoga saja rumah tangga kalian selalu harmonis ya sayang" mama Novi mengusap lembut pucuk kepala Lia
" Amin, terima kasih ya mah" Lia tersenyum
" Iya sayang, yaudah sebaiknya kamu ganti baju dulu gih, sekalian panggil Rio untuk makan bersama" perintah mama Novi
" Iya mah, aku keatas dulu ya mah" Lia beranjak dari duduknya
" Iya sayang" setelah Lia pergi mama Novi lalu menata masakannya diatas meja makan dibantu oleh bi Tini.
Lia masuk ke dalam kamarnya dan dia tidak melihat keberadaan Mario, Lia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi Mario pasti sedang mandi pikir Lia.
Karena merasa sangat lelah Lia lalu merebahkan dirinya di atas kasur tanpa membuka seragamnya dan beberapa menit kemudian Lia sudah terlelap
ceklekk
Mario keluar dari dalam kamar mandi dan menggelengkan kepalanya saat melihat sang isteri yang ternyata ketiduran dengan seragam yang masih menempel di tubuhnya.
Lia yang merasa sangat mengantuk ternyata tertidur sangat pulas. Mario yang tidak tega membangunkan Lia akhirnya memilih untuk membantu Lia menggantikan pakaiannya.
Lia sama sekali tidak terusik dengan apa yang Mario lakukan, bahkan Mario dengan susah payah menahan hasratnya untuk menyentuh isterinya itu dan menelan salivanya dengan kasar.
Selesai menggantikan Lia baju, Mario langsung turun kebawah untuk menemui mamahnya yang sedang berada di meja makan.
" Loh kok kamu sendiri Rio, Lia nya mana?" tanya mama Novi yang merasa heran karena tidak melihat Lia saat Mario datang.
" Tidur mah!" jawab Rio dengan santai
" Tidur?" tanya mamah heran pasalnya baru saja Lia naik ke atas tau-tau katanya Lia sudah tidur.
" Iya mah tadi pas Rio keluar dari kamar mandi, Lia ternyata sudah tidur pulas banget lagi gak tega mah banguninnya " jawab Mario
__ADS_1
" Sudah ganti baju ?"
" Sudah, Rio yang ganti mah, kasihan kalau dia harus tidur dengan baju seragamnya yang kotor" jawab Rio
" yang kamu lakukan memang sudah benar tidak baik juga untuk kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya" tutur mama Novi
" Ya udah sekarang kamu makan saja dulu, biar nanti Lia menyusul" lanjut mama Novi
" Iya mah" Mario pun memakan makanannya yang sudah disendokkan oleh mamanya.
Selesai makan siang Mario langsung kembali ke kamarnya dan saat masuk pemandangan yang dilihatnya masih sama Mario melihat Lia yang masih asik dengan tidur siangnya.
Mario duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya lalu membuka laptopnya yang kebetulan sudah ada diatas meja , Mario memeriksa dan mengerjakan pekerjaannya yang dikirimkan oleh Arta melalui emailnya.
Lia mengerjapkan matanya dan seketika dia nampak terkejut melihat bajunya yang sudah berganti dengan pakaian rumahan.
" Pih!" panggil Lia yang melihat Mario tengah serius menatap ke layar laptopnya.
" Sayang sudah bangun?" tanya Mario yang menoleh ke arah Lia lalu menutup laptopnya.
Mario beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Lia yang tengah duduk di atas kasur bersandar di headboard.
" Pih, baju aku kok sudah ganti perasaan tadi aku belum sempat ganti baju loh" heran Lia
" Oh itu aku yang ganti mih" ucap Mario santai tapi tidak dengan Lia dia malah membulatkan matanya sempurna.
" Apa, papih yang ganti?" tanya Lia yang nampak terkejut
" Iya mih, lagian juga mamih tidur kayak orang pingsan digantikan bajunya diam aja gak kebangun, atau jangan-jangan mamih sengaja ya biar papih gantiin bajunya?" goda Mario membuat Lia seketika mendengus kesal
" Ihh apaan sih pih, enak aja papih kali tuh yang mau mengambil kesempatan dalam kesempitan" jawab Lia yang tidak terima
" Kenapa harus mengambil kesempatan dalam kesempitan, sekarang juga papih bisa kok mengambil kesempatan" Mario merangkak naik ke atas tempat tidur membuat Lia mengerutkan keningnya.
"Papih mau apa?" tanya Lia yang nampak malu-malu tapi mau.
" Mau mengambil kesempatan memangnya mau apa lagi?" Sahut Mario yang sudah mendekat ke arah Lia saking dekatnya Lia dapat merasakan deru napas Mario yang tengah menuntut sesuatu
" Kesempatan apa pi?" tanya Lia pura-pura polos
" Kesempatan untuk menikmati sore ini dengan olahraga yang sedikit menguras keringat" jawab Mario dengan senyum yang mengembang.
" Aku lapar pih, mau makan" ucap Lia yang berusaha untuk menghindar
" Nanti saja makannya, selesai kita olahraga ya?" tanya Mario dengan menaik turunkan alisnya
" Gak mau pih aku lapar" tolak Lia yang sudah merengek manja
" Sebentar aja mih" pinta Mario sedikit memohon
" Pih aku ini lapar mau makan apa papih tega melihat isteri dan anaknya kelaparan.?" Mario langsung terdiam
Mario yang sudah mengungkung tubuh Lia seketika menjatuhkan tubuhnya disamping Lia, jika sudah mendengar kata anak Mario sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi selain menurutinya, Mario tidak mau terjadi apa-apa dengan Lia dan juga bayinya.
" Ya sudah ayok, kita turun!" ajak Mario yang sudah beranjak berdiri menunggu Lia turun dari tempat tidur.
" Pih aku makannya disini saja ya?" pinta Lia dengan manja.
" Aku mau makan di balkon pih!" Rajuk Lia membuat Mario menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan sikap manja Lia yang tidak seperti biasanya.
"Iya sayang, yaudah mamih tunggu saja disini ya aku ambilkan dulu makanannya!" pinta Mario
" Pih, biar aku saja yang mengambil makanannya" ucap Lia
" Tidak, mamih diam saja disini " tegas Mario
" Iya ... iya..!" ucap Lia
Mario turun ke lantai satu dan langsung menuju dapur, Mario mengambil nasi dan beberapa lauk-pauknya, setelah selesai dia langsung membawa sepiring nasi tersebut ke kamarnya.
Mario dan Lia kini tengah duduk bersama di balkon kamarnya, Mario dengan telaten menyuapi Lia makan, awalnya Lia menolak tapi Mario bersikeras untuk tetap menyuapinya dengan alasan ingin menyuapi bayinya melalui maminya.
Selesai makan Lia mengajak Mario untuk turun dan pergi ke taman belakang, Lia merasa begitu nyaman pada saat berada di taman tersebut. suasana yang sejuk dan ditambah lagi ada ayunan disana membuat Lia ingin naik keatas ayunan tersebut.
" Sayang, sebaiknya jangan ya aku takut kamu Kenapa-napa" ucap Mario yang menolak keinginan Lia yang ingin naik ayunan.
" Tapi aku kepingin naik pih" rengek Lia
" Sayang" Mario tetap tidak mengizinkan
" Pih sebentar saja ya" bujuk Lia
" Mih ayunan ini sudah lama tidak digunakan, papih takut mamih jatuh" sahut Mario
" Gak pih aku akan hati-hati kok" Lia terus memaksa sampai pada akhirnya Mario pasrah mengiyakan keinginan isterinya.
Lia naik ke atas ayunan tersebut, Mario melihat Lia yang kini tengah duduk di atas ayunan merasa takut.
Lia tanpa sadar menikmati permainan ayunan sampai ia lupa dan asik dengan ayunan tersebut sampai pada akhirnya.
Brukk
" sayang!"
__ADS_1