Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Menangis Keenakan


__ADS_3

Pagi menyapa sinar matahari menyambutnya dengan riang gembira. Tawa canda mewarnai pagi di sebuah taman yang penuh dengan berbagai macam bunga. 4 gadis remaja sedang asik mengikuti gerakan yang ada dilayar ponsel milik Lia meliak liuk, melompat dan menggerakkan tangan dan pinggul bergantian ke kanan dan ke kiri melakukan senam pagi bersama mengikuti irama.


Selesai dengan aktivitas senamnya Lia dan ketiga sahabatnya duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu besar yang bertengger di taman tersebut. Lia yang merasa haus meminta bi Sum untuk membawakan Mereka minuman dan betapa pengertiannya bi Sum, bukan hanya sekedar minuman yang bi Sum bawakan tetapi juga beberapa cemilan ringan.


" Terima kasih ya bi" ucap Lia saat bi Sum meletakkan makanan dan minuman yang ia bawa ke atas meja kayu.


" Sama-sama non" sahut bi Sum ramah


" Oia bi, apa Za dan kak Azka masih belum turun?" tanya Lia yang merasa sedikit khawatir dengan keadaan kakak iparnya karena sudah hampir jam 9 Zaira belum terlihat batang hidungnya.


" Belum non" jawab bi Sum.


" Apa mereka tidak turun untuk sarapan bi?" tanya Lia lagi.


" Saya juga tidak tahu non, mungkin saja saat ini mereka masih belum bangun non" sahut bi Sum.


" Ya udah bi terima kasih, lanjutkan pekerjaan bibi" ucap Lia


" Baik non " bi Sum pun beranjak pergi kembali ke dapur.


" Kenapa Li?" tanya Mia melihat wajah Lia yang nampak sedang berpikir.


" Gue jadi kepikiran Za" Lia memijat keningnya


" Ngapain ya tuh anak sama pak Bagaz, jam segini belum juga turun?" tanya Mona penasaran.


" Mungkin aja mereka kecapean olahraga di kamar jadi malas turun" celetuk Indah yang sok tahu padahal si ya bisa dibilang ada benarnya juga karena mereka kelelahan setelah olahraga malam.


" Indah, wahhh pikiran loe udah jauh ya sekarang" Lia menggelengkan kepalanya.


" Its, apaan sih, ya kali aja mereka olahraga beneran gitu, senam di kamar emangnya kalian pikir ngapain?" protes Indah yang langsung menyipitkan matanya menatap curiga Lia.


" Ha... ha ... kalian jangan-jangan pada mikir Za sama pak Bagaz melakukan_" Indah menggantung kata-katanya dan seketika suara orang yang tengah dibicarakan datang memotong ucapan Indah.


" Wahh lagi pada gibahin gue tuh pasti, iya kan?" selidik Zaira yang tiba-tiba sudah muncul di belakang Lia dan menepuk bahunya.


" Somplak" ucap Lia yang terkejut. " Udah kayak jelangkung aja loe nongol tiba-tiba" kesal Lia yang terkejut dengan kedatangan Zaira.


"Za loe gak apa-apakan?" tanya Mia yang sudah tidak sabar menunggu Za sedari tadi. Dia merasa khawatir karena semalam Zaira dipindahkan dari kamar Lia oleh suaminya.


" Kak Azka gak bikin loe nangis lagikan?" kali ini Lia yang bertanya.


" Kakak bikin dia menangis tapi menangis karena keenakan" Sahut seseorang dengan suara baritonnya yang sudah berdiri di samping Zaira.


Sontak saja ucapan Azka barusan membuat Lia dan ke tiga sahabatnya tercengang mendengar kata keenakan. Zaira tak kalah kaget dengan refleks tangan mungil Zaira mendarat di perut pak suami dan menghadiahi cubitan kecil hingga membuat Azka tersentak menjerit kesakitan. " Awww... awww... ampun yang, ampun!" pekik Azka kesakitan memegang perutnya yang dicubit oleh sang isteri kecilnya.


Zaira melotot tajam ke arah suaminya agar tidak berbicara hal yang aneh-aneh lagi didepan para sahabatnya terlebih didepan adik iparnya. Zaira merasa sangat malu dan risih jika Azka membahas masalah enak-enak di depan anak dibawah umur ya walaupun sebenarnya Zaira pun bisa dibilang masih dibawah umur hanya statusnya aja yang beda.


"Mas ihh apa-apaan sih, ngomongnya kok kayak gitu, Mereka masih kecil loh mas!" bisik Zaira kesal dan juga malu dengan ucapan suaminya.


" Za kita dengar loh, kita kan sama-sama masih kecil Za kalau loe lupa cuma bedanya loe masih kecil tapi udah bisa bikin anak kecil" ucap Indah dengan santai dan seringai


senyuman di bibirnya. Sontak ucapan indah barusan yang tanpa filter itu langsung mendapat tatapan menusuk oleh ke empat sahabatnya.


" Ya emang bener kan?" tanya indah tanpa dosa.


" Indahhhhhh....!" teriak semua bersamaan dan langsung menyergap indah lalu menggelitiknya membuat tawa semuanya pecah dan mereka tertawa bersama.


Keseruan dan keceriaan mereka bertambah dengan kedatangan Zaira, tanpa terasa menghabiskan waktu bersama-sama hingga matahari sudah bersinar cukup panas menerpa kulit mereka.

__ADS_1


Azka yang berada di kamar karena tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan Zaira dengan sahabat-sahabatnya memilih untuk kembali ke kamar dan saat ini dia sedang bersiap-siap karena sudah janji akan bertemu dengan Kelin siang nanti.


Ceklekk


Pintu terbuka Azka menatap lembut seorang wanita yang tengah berjalan perlahan mendekat ke arahnya.


" Kenapa kok mukanya ditekuk gitu?" tanya Azka saat Zaira telah mendaratkan bokongnya di tepi tempat tidur.


" Mas aku gak jadi ikut aja ya" ucap Zaira dengan lesu


Azka mengerutkan keningnya menatap Zaira heran " Kenapa gak jadi?"


" Malas aja" jawab Zaira santai


" Yakin gak mau ikut, emangnya gak takut gitu?" tanya Azka menaik turunkan alisnya.


" Takut apa?" tanya Zaira polos


" Gak takut kalau suamimu yang ganteng ini tergoda gitu?" tanya Azka memancing kemarahan Zaira.


" Yaudah kalau mas memang mau digoda dan mau balik lagi sama dia, yaudah sana pergi" ucap Zaira dengan ketus


" Benar nih mas boleh pergi sendiri?" pancing Azka


Zaira memberengut " Tau ah, sudah sana kalau mau pergi.. pergi aja sana!" usir Zaira.


" Loh kok kamu ngusir aku si yang?" Azka duduk di samping Zaira


" Katanya mau pergi, yaudah pergi sana kenapa malah duduk disini?" Zaira menggeser duduknya dan menjauh dari Azka.


" Ya aku memang mau pergi!" ucap Azka santai


" Mau kemana?" tangan Azka menarik Zaira hingga tubuh mungil Zaira terhempas ke atas pangkuannya.


" Mas ih lepas gak!" kesal Zaira memberontak.


" Mas akan lepas tapi kamu janji dulu akan ikut mas menemuinya, mas ingin dia berhenti berharap dan juga agar nanti dia tidak akan mengusik lagi keharmonisan rumah tangga kita ini" tutur Azka.


" Tapi mana enak rasanya seorang istri menemani suaminya bertemu dengan mantan kekasihnya" runtuk Zaira kesal


" Ya bagus dong kalau gitu, daripada bertemu dengan mantan tanpa sepengetahuan isteri." ujar Azka membuat Zaira nampak berpikir.


" Iya juga sih" gumam Zaira dalam hati.


" Bagaimana?" tanya Azka dengan seringai senyum tipis di wajahnya.


" Baiklah aku ikut, tapi_"


" Tapi apa lagi?"


" Mas harus janji, mas tidak boleh dekat-dekat dengannya!" pinta Zaira


" Iya sayang, mas janji" ucap Azka meyakinkan Zaira.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’•


...*Assalamu'alaikum......


...*Maaf ya ganggu sebentar waktunya...

__ADS_1


...πŸ™...


...🀭☺️☺️☺️*...


...*Hai... Hai...Hai.....πŸ–οΈ...


...salam sayang selalu ya buat semuanya yang masih setia dengan karyaku yang berjudul...


...πŸƒ* " Guruku Suamiku"πŸƒβ˜ΊοΈβ˜ΊοΈ....


...*Terima kasih buat yang sudah memberi like dan komentarnya ya...


...πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜*...


...Author mau minta maaf ni sama kalian semuaπŸ™πŸ˜” kalau didalam penulisan cerita...


...πŸƒ Guruku Suamiku πŸƒ masih banyak kata-kata dalam penulisannya yang rada gak jelas, nama-namanya juga masih suka tertukar atau alur ceritanya yang terkadang gak nyambung. Author sudah berusaha untuk menyajikan yang terbaik loh 😁namun namanya juga manusia pasti banyak khilafnya iyakan??🀭😁😁😁...


...Ya author si sudah berusaha semaksimal mungkin untuk membuat cerita ini semenarik mungkin namun ternyata jadi penulis itu tidak semudah apa yang dibayangkan ya teman-teman πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”πŸ€­ harus pandai berhayal dan berimajinasi.😁🀭...


...Tapi author selalu berusaha kok untuk terus belajar dan terus belajar lagi agar bisa menciptakan karya yang lebih baik lagi....


...Jadi terima kasih buat yang udah memberikan πŸ‘ dan komentarnya ya....


...terima kasih buat dukungannya...


...πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ˜*....


...Untuk yang minta visualnya ...


...author minta maaf banget ya...


...πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™...


... untuk saat ini author masih belum bisa memberikan visualnya....


... jadi ngebayangin sendiri aja ya.🀭😁...


...author inikan masih pemula takut visualnya gak sesuai dengan yang kalian bayangin dan nanti malah bikin kecewa kalian semua...


... 😁😁...


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


...Karya yang bagus tidak akan tercipta tanpa komen, saran dan kritik dari kalian....


...tentunya saran dan kritik yang membangun ya 🀭🀭🀭😁😁...


...Ayo terus beri dukungan untuk...


...πŸƒ* Guruku Suamiku *πŸƒ...


...Jangan lupa untuk vote, like dan komennya ya!😊😊😊...


...Terima kasih...


...πŸ™...


...☺️☺️...

__ADS_1


__ADS_2