
Setelah mengetahui bahwa sang isteri tengah sakit, Aldy merasa tidak tenang pikirannya terus mengarah kepadanya.
Malam sudah merangkak naik dan mata Aldy belum juga dapat terpejam. sudah menghubungi nomor ponsel Khanza tapi ternyata masih sama belum juga aktif.
Aldy beranjak dari tempat tidur dan meraih ponselnya yang berada di atas nakas dan hendak menelpon Izan untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaan Khanza.
Ada apa dengan Khanza itulah yang kini menari-nari dalam pikirannya
" Bukankah tadi dia baik-baik saja dan bahkan ingin pergi bersama dengan tema -temannya tapi kenapa tiba-tiba sakit?" gumam Aldy
Lagi-lagi Aldy dibuat kecewa karena nomor ponsel Izan pun kini ikut tidak aktif. Aldy mengusap wajahnya kasar ada apa sebenarnya.
Sementara di rumah bu Khodijah setelah meminum obatnya keadaan khanza masih belum ada perubahan demamnya pun belum juga turun.
Bu Khodijah dengan setia menemani Khanza merawatnya dengan penuh kasih sayang. Bu Khodijah memeras kain yang basah dan mengompres kening Khanza dengan penuh kesabaran.
" Kamu kenapa bisa demam seperti ini nak? monolog bu Khodijah menatap Khanza yang tertidur lelap.
Saat pagi menjelang bu Khodijah terperanjat dari tidurnya yang tertidur di kursi belajar Khanza dengan bertumpu di bibir tempat tidur sang putri.
Bu Khodijah berdiri dan meletakkan punggung tangannya di kening Khanza untuk memastikan demamnya
" Astaghfirullah!" Bu Khodijah cemas bukan kepalang saat tahu demam Khanza tidak kunjung reda.
" Bu!" panggil Izan yang tengah berdiri di depan pintu kamar Khanza
" Kamu sudah mau berangkat?"
" Iya Bu"
" Maaf ibu tadi tidak sempat membuat sarapan"
" Enggak apa-apa kok bu, bagaimana keadaan kakak Bu?" tanya Izan yang juga khawatir dengan keadaan Khanza kakak satu-satunya.
" Demamnya belum juga turun" ucap Bu Khodijah sendu
" Sebaiknya bawa saja kakak ke rumah sakit Bu, biar izan nanti minta izin untuk tidak masuk sekolah hari ini" saran Izan
" Iya nak, ibu mau siap-siap dulu!" Bu Khodijah beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Tidak lama bu Khodijah pergi Izan pun kembali ke kamarnya untuk berganti baju setelan selesai Izan balik lagi ke kamar kakaknya dan baru saja masuk ke dalam kamar tersebut ponsel Izan berdering dan ternyata Aldy melakukan video call.
" Assalamu'alaikum"
..." Wa'alaikum salam" ...
^^^"Izan kamu tidak berangkat ke sekolah?" ^^^
" Tidak kak"
..." Kenapa?" ...
" Aku harus membantu ibu membawa kak Khanza berobat kak" sahut Izan
..." Apa kakak mu masih sakit?"...
" Iya kak demamnya belum juga turun'
" Apa kakak bisa berbicara dengan kakakmu?"
" Kak Khanza masih tidur kak!" Izan menggeser layar ponselnya dan mengarahkan video kameranya ke arah Khanza.
^^^" Ya ampun sayang kamu sakit apa?" wajah kusut Aldy yang tidak bisa tidur semalaman karena kepikiran Khanza terus menatap wajah pucat yang masih memejamkan matanya.^^^
..." Sayang bangun, kamu kenapa?" ...
" Kak bangun ini kak Aldy video call" Aldy sedikit mengguncang tubuh Khanza pelan
..." Sayang bangun!" Aldy ikut bersuara...
" Euhh..." Khanza melenguh dan perlahan kedua bola matanya terbuka
Khanza melihat dengan jelas wajah sang suaminya yang nampak cemas.
..." Bagaimana keadaan mu sayang?"...
" Aku baik" jawab Khanza pelan
__ADS_1
" Apanya yang baik kamu demam" Khanza tidak menjawab hanya tersenyum tipis
" Izan ayok!" ajak bu Khodijah menghampiri Khanza dan Izan
" Kak Aldy video call bu" terang Izan menyodorkan ponselnya kepada ibunya.
Bu Khodijah meraih ponselnya Izan dan melihat wajah kusam Aldy dilayar ponselnya
..." Assalamu'alaikum bu!" ...
" wa'alaikum salam"
" Kamu begadang?"
Aldy mengangguk pelan
..." Bagaimana keadaan Khanza bu?" ...
" Ibu sudah memberinya obat namun demamnya belum juga turun jadi sekarang ibu sama Izan mau membawa Khanza berobat"
..." Maaf ya bu saat Khanza sakit saya malah tidak ada di sampingnya' ...
" Tidak apa-apa nak Aldy, sebaiknya nak Aldy fokus saja sama pekerjaan nak Aldy soal Khanza biar ibu yang urus"
..." Terima kasih bu maaf jadi merepotkan"...
" Tidak perlu berterima kasih nak, Khanza adalah putri ibu jadi sebagai ibu sudah semestinya merawat dan menjaga Khanza dengan baik."
" Yaudah, ibu mau pergi dulu ya"
..." Iya bu" ...
..." Tolong kabari saya bu tentang kondisi Khanza nantinya"...
" iya nak Aldy"
Sambungan Video call terputus Aldy lekas masuk ke dalam kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke kantor
Bu Khodijah di bantu Izan masuk ke dalam mobil taksi online.
" Bu Khanza tidak apa-apa kok enggak usah ke dokter segala, tidur sebentar juga sudah baikan kok bu!" pinta Khanza
" Tapi kakak tidak apa-apa Izan"
" Kak setelah dokter memeriksa keadaan kakak baru akan ketahuan hasilnya, apa kakak benar baik-baik saja atau tidak!" jawab Izan.
Di sekolah
Miska dan Hana merasa khawatir dengan keadaan Khanza karena sudah hampir masuk kelas Khanza belum juga datang
" Tuh anak kemana sih kok belum juga datang?"
" Iya, ponselnya juga enggak aktif" sahut Hana
" Enggak biasanya tuh anak kayak gini" timpal Nana
" Khanza mana?" tanya Nicko yang baru saja datang
" Belum datang" jawab Miska
" Apa belum datang?" Miska mengangguk
Nicko meraih ponselnya dan mendial nomor Khanza namun tetap tidak aktif
" Tuh anak gak ada kabar ?" tanya Nicko
" Enggak, nomornya juga gak aktif"
" Kemana tuh anak" cemas Nicko
" Yaudah pulang sekolah kita cuz aja ke rumah ibunya" usul Hana
" Iya gue setuju" timpal Nana
Di rumah sakit
Khanza duduk di dampingi oleh bu Khodijah dan Izan. saat namanya disebut Khanza yang ditemani ibu dan adiknya masuk ke dalam ruangan dimana seorang dokter sudah menunggunya
__ADS_1
" Siapa yang sakit?" tanya dokter wanita dengan senyum ramahnya
" Anak saya dok, dari kemarin demam tidak juga kunjung sembuh"
" Kalau begitu mari dek Khanza berbaring dulu biar saya periksa ya!" titah dokter Sandra setelah melihat data yang tertera di atas mejanya
Dokter Sandra memeriksa Khanza dengan telaten " Apa ini sakit?" tanya dokter Sandra saat tangannya menekan perut Khanza
" Sedikit dok"
" Apa kamu sering telat makan ya?" Khanza mengangguk pelan
" Dan sekarang apa kamu sudah makan?" Khanza menggeleng kembali
"Asam lambung kamu naik dan ada gejala tipes. tekanan darah kamu juga sangat rendah ada baiknya untuk dirawat dulu beberapa hari disini." saran dokter Sandra
" Bagaimana baiknya saja dokter" jawab bu Khodijah
" Bu Khanza gak apa-apa kok bu, berobat jalan aja bu!" protes Khanza
"Tidak sayang, setidaknya kalau kamu dirawat ibu juga bisa tenang karena kamu sudah ditangani dengan para ahlinya"
" Baiklah kalau begitu saya akan berikan rujukan rawat inapnya ya bu, silahkan diurus terlebih dahulu!" ucap dokter Sandra
" Baik dokter terima kasih!"
Dokter Sandra menyuruh salah satu susternya untuk mengantarkan Khanza ke ruangannya dengan menggunakan kursi roda.
Khanza akhirnya di rawat setelah terkena cairan infus wajah Khanza yang tadinya sangat pucat kini sudah terlihat lebih segar.
" Ibu mau menelpon suami kamu dulu ya mau mengabari kalau saat ini kamu tengah dirawat"
" Jangan bu, nanti mas Aldy jadi kepikiran dan tidak konsen kerjanya"
" Kak" panggil Izan yang tengah berdiri di ambang pintu
" Ada apa Zan?" tanya Khanza.
" Kak, ini kak Aldy nelpon"
Aldy mengganti panggilannya menjadi video call sebelum ponsel Izan beralih ke tangan Khanza
..."Hallo Assalamu'alaikum!" ...
" Wa'alaikum salam"
..." Bagaimana keadaan kamu sayang?"...
" Aku tidak apa-apa mas, cuma kecapean aja kok!"
" Kecapean apa sayang sampai di rawat begitu?'
..." Ya ampun sayang, maafin mas ya karena tidak bisa menemani kamu disaat sakit seperti ini" ...
" Tidak apa-apa mas, disana mas juga harus jaga kesehatan dan tetap fokus kerjanya ya!"
" Aku tidak apa-apa kok mas, besok juga sudah boleh pulang"
..." Bagaimana bisa fokus, pikiran mas terus tertuju padamu sayang"...
" Ya ampun mas gombal banget sih"
..." Siapa yang gombal sih sayang, mas serius loh ini!' ...
" Iya deh iya"
..." Yaudah mas tutup dulu ya telponnya mas ada rapat pagi ini" ...
" Iya mas, yang semangat kerjanya"
Sambungan pun terputus Khanza memberikan kembali ponsel Izan.
" Ibu pulang saja dulu gih?' pinta Izan
" Kak Khanza biar izan yang temani" usulnya lagi.
" Iya Bu apa yang Izan bilang benar, ibu pulang aja dulu"
__ADS_1
" Yaudah kalau begitu, ibu pulang dulu nanti siang ibu balik lagi" ucap bu Khodijah lalu pamit kepada kedua anaknya.
Khanza memejamkan matanya sedangkan Izan tengah bermain game di ponselnya