Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Pagi menjelang subuh Miska terjaga dari tidurnya, rasa pegal dan lelah sangat terasa di tubuhnya apalagi tiba-tiba ia merasakan sesuatu yang aneh dibawah.


Miska beranjak dari tempat tidur hendak menuju kamar mandi namun tiba-tiba.


" Aww.. ishh!" Miska merasa nyeri dibawah sana dan sedetik kemudian dia baru tersadar berada di tempat yang asing menurut penglihatannya dan lebih mengejutkan lagi saat melihat tubuh polosnya.


" Aaemmm...!" Miska yang hendak berteriak pun dengan cepat membekap mulutnya sendiri. butiran bening lolos begitu saja dan dengan cepat Miska meraih selimut untuk membungkus tubuh polosnya lalu dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi namun sebelum masuk Miska menoleh sekilas ke arah laki-laki yang tidur memunggunginya ada rasa sesak dan jijik terhadap dirinya sendiri.


Setelah berada di dalam kamar mandi Miska menangis sejadi-jadinya, mengumpat dan memaki dirinya sendiri. merasa kotor dan jijik pada tubuhnya saat ini yang sudah di sentuh oleh laki-laki yang bukan suaminya, karena seingatnya laki-laki yang menghampirinya dan berbicara kepadanya adalah Bayu jadi dia mengira kalau laki-laki yang sudah merenggut mahkotanya adalah Bayu.


Seketika Miska teringat dengan Roni, bahkan rasa bersalahnya pun semakin besar karena ia pergi tanpa izin dari laki-laki yang jelas sudah berstatus suaminya itu. Roni sudah mewanti-wantinya sebelum pergi tapi karena sikap sombongnya kini dia harus kehilangan mahkota yang selama ini dijaganya, bahkan laki-laki yang berstatus suaminya pun belum pernah menyentuhnya.


Miska mengguyur tubuhnya dibawah air shower dan menggosok-gosok seluruh badannya dengan kasar, air matanya tidak berhenti mengalir dengan derasnya, rasanya begitu menyesakkan.


Lagi-lagi sekelebat bayangan Roni muncul dalam memorinya dan sedetik kemudian wajah itu berubah menjadi wajah Bayu yang menyeringai licik. Miska kembali terisak dan memeluk lututnya dibawah guyuran air shower.


Roni yang baru saja terbangun dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi tersenyum simpul apalagi setelah melihat noda merah yang mengotori sprei sisa pergulatan panas mereka semalam.


" Ternyata dia memang gadis yang luar biasa!" ucap Roni menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.


Roni pun beranjak dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi yang berada di kamar satunya selesai mandi Roni kembali ke kamarnya namun Miska masih belum juga keluar.


Tanpa curiga sedikitpun Roni akhirnya keluar kembali dari kamar dan menuju dapur.


Roni memang tidak pandai memasak tapi sekedar memasak mie instan dia tentu bisa.


Usai memasak mie instan Roni kembali ke kamar untuk mengajak Miska sarapan bersama tapi ternyata Miska masih belum juga beranjak dari kamar mandi.


Roni menatap jam dinding yang ternyata Miska sudah hampir 2 jam berada di dalam kamar mandi, Roni yang panik pun langsung mendobrak pintu tersebut dan betapa terkejutnya Roni saat mendapati tubuh polos Miska yang terlihat merah-merah akibat gosokkan yang begitu kasar berada di bawah guyuran air shower dengan mata yang terpejam.


" Miska!" pekik Roni


Roni meraih bathrobe lalu memakaikannya kepada Miska dan menggendongnya. Dengan hati-hati Roni merebahkan Miska di atas tempat tidur


" Mis.. Miska bangun, elo kenapa jadi kayak gini? sebegitu bencinya kah loe sama gue sampai loe berbuat seperti ini?" Roni menepuk-nepuk pipi Miska dan menelisik tubuh Miska yang nampak jelas merah-merah akibat gosokkannya yang terlalu kasar.


Melihat Miska yang sama sekali belum ada reaksi akhirnya Roni dengan cekatan mengganti pakaian Miska dengan baju miliknya lalu menggendongnya ala bridal style membawanya ke rumah sakit.


Setelah sampai rumah sakit Miska dibawa ke ruang UGD, Roni pun tidak lupa mengabari kedua orang tuanya dan juga mertuanya.


Roni nampak khawatir dengan kondisi Miska dia takut akibat perbuatannya membuat Miska semakin terpuruk dan membencinya.


Kedua orang tua Miska tiba di rumah sakit dan tidak berapa lama kedua orang tua Roni pun tiba mereka langsung bergegas menghampiri Roni yang terlihat begitu panik di depan pintu ruang UGD


" Roni ada apa ini sebenarnya, kenapa Miska sampai bisa masuk rumah sakit bukannya semalam kalian berdua pergi ke acara ulang tahun?" cecar Bambang kepada putranya itu


" Maaf dadd,mom.. mah..pah.. ini memang semua salah aku!" ucap Roni menundukkan kepalanya


" Ceritakan apa sebenarnya yang terjadi nak Roni?" tanya Suhendra walaupun sebenarnya ia sangat mengkhawatirkan putrinya tapi ia berusaha untuk bersikap tenang


" Iya nak Roni, kenapa Miska bisa sampai masuk rumah sakit begini, apa yang sudah terjadi?" ucap mama Rika ikut menimpali dengan perasaan yang sangat khawatir


Roni diam sejenak menatap orangtuanya satu persatu setelah itu menceritakan apa yang sudah terjadi semalam tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


Bambang mengeraskan rahangnya dan hampir saja melayangkan pukulan kepada sang putra jika tidak ditahan oleh Suhendra.


" Sabar Bam, sabar dulu...Ini semua bisa dibicarakan dengan kepala dingin!" tegas Suhendra


" Kau tahu Hen, Miska sudah aku anggap seperti putriku sendiri dan sekarang gara-gara putraku sendiri dia menjadi seperti ini sekarang!" ucap Bambang lirih dan butiran bening pun meluncur di pipinya.


" Tenangkan dirimu dulu Bam, mungkin Roni tidak ada pilihan lain dan hanya itu satu-satunya jalan. lagi pula mereka sudah sah menjadi suami isteri tidak ada salahnya mereka melakukan hal itu walaupun dengan cara yang salah" tutur Suhendra


Bambang terdiam dan merenungkan ucapan besannya itu.

__ADS_1


" Apa kamu tahu siapa yang sudah berani bermain-main dengan keluarga Samudera?" tanya Bambang beralih kepada Roni


" Dia teman satu sekolah kami dadd, Bayu namanya!" sahut Roni


Bambang samudera lalu menghubungi seseorang dan memerintahkannya untuk mencari tahu tentang Bayu.


Ceklek


Pintu ruang UGD terbuka, Roni yang melihat seorang dokter keluar dari ruangan tersebut langsung bergegas menghampirinya.


" Dokter bagaimana keadaan is_?"


" Putri saya bagaimana keadaannya dokter?" Sela Bambang dengan cepat memotong ucapan Roni


" Alhamdulillah keadaannya sudah membaik, hanya saja keadaan pasien masih terlihat syok dan butuh ketenangan, saran saya jangan membuat pasien merasa tertekan dan cobalah untuk terus menghiburnya!" ucap dokter tersebut


" Baik dokter, terima kasih banyak!" ucap Bambang.


" Sama-sama pak"


" Oiya dokter, apa boleh kami melihat keadaannya sekarang ?" tanya Suhendra


" Tunggu pasien dipindahkan ke ruang perawatan terlebih dahulu ya pak, bu.. baru bisa dijenguk" jawab sang dokter


" Baik dokter"


" Kalau begitu saya pamit permisi dulu pak.. bu..." pamit sang dokter


" Silahkan dokter!" sahut Bambang dan mommy Sarah


Saat ini Miska sudah berada di ruang perawatan, Roni tidak berani mendekati brankar Miska, dia takut Miska akan syok dan histeris setelah melihatnya.


Roni lebih memilih duduk di ujung sofa yang berada di ruangan tersebut bersama daddy dan papa mertuanya, ia hanya sesekali melirik ke arah Miska memastikan kalau gadis tersebut dalam keadaan baik-baik saja.


Miska terisak kembali saat kejadian yang menimpanya kembali teringat dalam ingatannya.


Miska tidak berbicara apa-apa hanya isakan tangis yang terdengar begitu memilukan dari gadis itu


Roni semakin lirih mendengar suara tangisan Miska, rasanya sungguh menyesakkan dadanya.


" Mah, mom.. maafkan Miska, Miska sudah kotor mah, mom... Miska_"


Bruk


" Sayang!" pekik mama Rika dan mommy Sarah bersamaan saat melihat Miska kembali pingsan


" Oh ya ampun sayang!" panik mommy dan mama Rika.


Mendengar suara teriakan mommy dan mama Rika membuat Bambang, Suhendra dan Roni terperanjat kaget dan langsung berdiri bergegas menghampirinya.


" Ada apa mom?" tanya Roni cemas


" Miska pingsan lagi" jawab mommy Sarah


Roni yang mendengar Miska pingsan mengusap wajahnya kasar. seumur hidupnya baru kali ini ia merasakan kekhawatiran yang luar biasa, melihat wajah pucat Miska hatinya begitu teriris.


****


Sementara di tempat lain Khanza merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Aldy yang melihat Khanza nampak gelisah


" Mas, perasaan Za kok rasanya enggak enak kayak gini ya" sahut Khanza seraya memegang dadanya

__ADS_1


" Enggak enak bagaimana sayang?"


" Za kok dari tadi kepikiran Miska terus ya, takut tuh anak kenapa-kenapa" tuturnya


" Coba saja kamu telpon dia sekarang!" titahnya


" Iya mas"


Khanza meraih ponselnya yang berada di atas nakas lalu menghubungi nomor Miska.


" Enggak diangkat mas!" ucap Khanza


Khanza sudah menghubungi Miska berkali-kali namun masih belum ada jawaban membuat Khanza semakin khawatir.


" Mas enggak diangkat juga" adu Khanza sendu


" Coba kamu hubungi yang lain?" usul Aldy


Khanza menghubungi nomor Nicko karena kemarin dia yang berangkat bersama Miska ke acara ulang tahun Luna.


Beberapa panggilan pun sama Nicko masih belum ada jawaban.


" Mas sama Nicko juga enggak angkat teleponnya" gelisah Khanza


" Coba tanyakan pada Hana atau Nana mungkin mereka tau" Aldy mengusap punggung Khanza untuk menenangkannya


" Iya mas, Za coba menelpon Hana sekarang!" Khanza mendial nomor Hana


Tutttt....


..." Hallo, Assalamualaikum Za!"...


" Wa'alaikum salam, Han!"


" Han loe tau enggak Miska dimana? kok gue telponin dari tadi enggak diangkat - angkat ya!" cemas Khanza


..." Iya Za, gue juga dari semalam udah nelpon nomor tuh anak tapi enggak diangkat, Nicko juga semalam diketemukan di taman yang ada di club dalam keadaan tidak sadarkan diri, bahkan sampai sekarang tuh anak belum sadar Za"...


" Apa Nicko tidak sadarkan diri? lalu Miska kemana Han, bagaimana keadaan Miska sekarang ?" tanya Khanza panik


..." Kami semua juga belum tahu Za"...


" Miska!" lirih Khanza


Aldy yang melihat isterinya nampak cemas langsung mengambil alih sambungan teleponnya.


" Hallo Hana!"


..." I...iya pak Aldy"...


" Ada apa sebenarnya, kenapa isteri saya nampak begitu cemas?"


..." Maaf pak, tadi Za menanyakan tentang keberadaan Miska jujur saja pak saya dan anak-anak yang lainnya memang sedang mencari keberadaan dia karena sejak semalam Miska menghilang dan Nicko yang seharusnya bersama dia semalam diketemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di taman belakang club tersebut dan saat ini bahkan saya dan Nana sedang berada di rumah sakit karena Nicko yang masih terpengaruh obat tidur belum juga bangun sementara Billy yang baru saja dari rumah Miska mengatakan kalau saat ini rumah orang tua Miska dalam keadaan sepi" jawab Hana...


..." Bahkan Billy bilang penjaganya pun tidak tahu orang tua Miska pergi kemana sejak tadi pagi" tambahnya...


" Oh ya ampun" Aldy mengusap rambutnya kasar ia juga menjadi khawatir dengan keadaan Miska saat ini


" Ya sudah terima kasih informasinya kalau ada kabar tentang Miska tolong beritahu kami secepatnya ya!" pesan Aldy sebelum mematikan sambungan teleponnya.


..." Baik pak!"...


" Sayang sudahlah jangan menangis terus, kita berdoa saja kalau Miska dalam keadaan baik-baik saja " Aldy menarik tubuh Khanza ke dalam pelukannya

__ADS_1


" Tapi perasaan Za enggak enak mas, Za takut terjadi sesuatu dengan Miska"


" Semoga saja itu hanya kekhawatiran kamu semata ya sayang" Aldy berusaha untuk menenangkan hati sang isteri


__ADS_2