Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Dua Minggu sudah berlalu suasana tenang pada masa skorsing Roni kini mulai terusik kembali dengan Roni yang sudah masuk ke sekolah.


Roni ternyata masih belum ada perubahan sikapnya yang playboy dan sombong masih tetap seperti biasa, entah apa yang di janjikan Roni kepada pacar-pacarnya sehingga dengan mudahnya mereka mau menjadi kekasih Roni.


Sementara Nana kini sudah bersikap seperti biasa kepada Khanza. sikap dewasa khanza membuat Nana merasa bersyukur mempunyai sahabat seperti Khanza, walaupun Nana sudah mengecewakannya tetap saja Khanza mau menerima Nana sebagai sahabatnya dan sikapnya ke Nana tidak ada yang berubah sedikitpun.


Nana yang merasa malu sendiri karena pernah menyukai suami dari sahabatnya.


Saat ini Khanza dan ke tiga sahabatnya Miska, Nana dan Hana tengah duduk di kantin sekolah.


" Za elo mau pesan apa?" tanya Hana yang hendak berdiri memesan makanan


"Gue lagi ke pingin makan bakso tapi pake bumbu batagor" ucap Khanza yang hendak beranjak dari duduknya


" Loe mau kemana?" tanya Hana yang melihat Khanza sudah berdiri


" Mau ke kios ibu!" jawab Khanza santai


" Udah biar gue aja yang kesana loe mending duduk manis aja disini" ucap Hana yang sudah berdiri dan hendak pergi


" Thanks ya Hana!" ucap Khanza


" Sama-sama, buat calon keponakan gue apa sih yang enggak" Hana tergelak sendiri dan Khanza pun ikut tertawa


" Aunty Hana memang emmmwahh" khanza memberikan sun jauh.


" Woyyy udah di sini aja pada?" tiba-tiba suara Nicko menggema mengejutkan Khanza, Nana dan Miska apalagi tanpa sepersetujuan Khanza dan kawan-kawannya Nicko dan Billy langsung duduk di bangku kosong yang ada di samping Khanza.


" Ih dasar manusia laknut ngagetin orang aja datang tak dijemput pulang sono gih loe pada!" ucap Khanza mendorong bahu Nicko


" Ya ampun segitunya ni anak dikira gue jelungkang kali" sahut Nicko


" Jelangkung babang!" timpal Billy


" Kalian berdua ngapain sih kesini, udah main duduk aja lagi?" tanya Miska dengan ketus


" Jutek amat sih loe, Khanza aja enggak protes kok!" sahut Nicko


"Iya enggak protes tapi kalau pak Aldy liat loe ada di sini apalagi deket-deket Khanza ya siap-siap aja deh nilai loe merah" ucap Miska dengan wajah juteknya


" Lah apa hubungannya coba, gue kan cuma numpang makan bareng kalian doang" Nicko beranjak dari duduknya lalu berjalan ke kios soto mie lalu beberapa menit kemudian dia sudah kembali dengan membawa dua mangkok soto


" Eh liat itu si Roni masih aja ya enggak berubah, gak ada kapoknya tuh anak" kesal Hana menunjuk dengan ekor matanya ke arah Roni yang tengah bersama kekasih barunya ditemani dua sahabatnya Iqbal dan Ardi duduk di bangku pojok


" Biarin aja sih enggak usah urusin hidup orang" sahut Miska


" Ya bukan gitu juga, gue cuma sebel aja liat gayanya yang sok kayak gitu" ucap Hana


" Gampang, enggak usah di liatin. kebanyakan ngeliatin tuh orang hati-hati loe, nanti kesemsem baru tau rasa loe" Hana geleng-geleng kepala


" Ogah amit-amit jabang bayi" Hana mengetuk-ngetuk meja.


Khanza tertawa melihat kekonyolan dua sahabatnya.


" Jangan gitu loe Han, kali aja loe penasaran pacaran gaya Roni" timpal Billy


" Tuh tanya sama yang sudah berpengalaman Han, tanya gimana rasanya gitu?" ucap Nicko melirik ke Nana sambil memasukkan sesendok soto kemulutnya.


" Wah betul juga tuh mulut!" timpal Billy

__ADS_1


" Bagaimana rasanya Na?" Billy menaik turunkan alisnya


" Kenapa gue yang dibawa-bawa, kalau loe pada merasa penasaran sana gih loe deketin dan loe coba sendiri gimana rasanya jadi pacarnya si Ron-Ron ya siapa tau buat pengalaman dengan sensasi berbeda barang kali" sahut Nana sambil tertawa


" Sialan loe, dikira gue penyuka jeruk makan jeruk ,iihhh amit-amit!" Billy bergidik ngeri


" Tuh si Nicko mungkin yang berminat!" Billy menunjuk ke arah Nicko yang langsung tersedak mendengar ucapan Billy


" Uhuk... uhuk... kamvret loe, gue masih normal masih suka kue apem dari pada buah pisang" sahut Nicko


" Ya kali loe pindah haluan setelah di tolak Khanza" seloroh Billy


" Wah tuh mulut mau gue lakban kali ya, Loe kali tuh gue mah ogah enggak minat sama yang begitu" Nicko kembali memakan sotonya


" Udah enggak usah ribut gitu, kalian kan bisa coba bergantian !" ucap Khanza menengahi pembicaraan Billy dan Nicko seraya tertawa sendiri dan sedetik kemudian bergidik sendiri


" Eh ini anak pingin di ***** kali ya, ingat tuh calon ponakan gue nanti ngidam pingin pacaran sama Roni baru tahu rasa loe" Khanza refleks langsung menoyor kepala Nicko.


" Sembarangan kalau ngomong, di piting laki gue keriting loe" kesal Khanza seraya menoyor kepala Nicko


" Lagian loe Mak enggak ada takutnya tuh mulut, gue aja ngebayangin mereka berdua sama si Laron, ihh jijik banget...!" Khanza tertawa mendengar ucapan Hana


" Loe aja yang kurang kerjaan ngapain juga dibayangin, ya enggak Mak?" Miska ikut memanggil Khanza emak


" Tua banget sih gue dipanggil emak" protes Khanza


" Lah loe kan bentar lagi jadi emak-emak" sahut Nicko


" Baru emak ya belum emak-emak" Khanza mengerucutkan bibirnya


" Yaelah Mak sama aja, dah ah yuk cus balik kelas!" ucap Miska seraya sudah beranjak dari duduknya


Khanza menggeleng " Enggak biasa aja!"


" Kenapa emangnya Han?" tanya Miska


" Enggak kenapa-napa sih, gue cuma penasaran aja, selain porsi makannya yang nambah si Mak kita yang satu ini enggak kayak wanita hamil pada umumnya" bisik Hana


" Ya itu tandanya si dedek pengertian sama bundanya, enggak mau nyusahin bundanya" sahut Khanza yang juga sedikit berbisik


" Wah itu namanya anak hebat!" Miska mengacungkan ibu jarinya


" Pada ngomongin apaan sih?" Nicko tau-tau ikut nimbrung dari belakang


" Ih ini anak bener-bener jelungkang ya ngagetin aja!" Miska memukul bahu Nicko


" Et dah emak-emak yang ini pada galak-galak bener ya, pada kuat banget lagi tenaganya" Nicko mengusap bahunya yang kena pukulan Miska


" Nah itu loe tau, emaknya aja kuat masa anak-anaknya lembek kayak tahu!" sahut Hana


" Semoga keponakan gue enggak ikut galak kayak emaknya!" Nicko mengangkat kedua tangannya berdoa


" Ih sarav nih anak lama-lama, anak mah pasti enggak jauh dari emaknya lah" Hana meletakkan jarinya dikeningnya sendiri


" Ah sial** loe Han, orang ganteng begini dikatain sarav" protes Nicko


" Loe salah Han, Nicko mah enggak sarav cuma rada miring sedikit" timpal Billy


" Apanya yang miring Bill?" tanya Nana

__ADS_1


" Otaknya" Billy ketawa diikuti yang lainnya


" Huh dasar teman gak ada akhlak loe, " Nicko memiting leher Billy semuanya pun ikut tertawa


Tanpa terasa mereka sudah berada di depan kelas.


Mereka menempati kursi mereka masing-masing, tidak lama bel masuk berbunyi dan guru yang akan mengajar pun telah masuk ke dalam kelas. hari ini jam pelajaran bu Siska


Nana merasa risih karena bu Siska sedari tadi terus menatap lekat ke arahnya.


" Han, loe sadar gak dari tadi bu Siska ngeliatin ke sini mulu!" bisik Nana


" Masa sih?" Hana mendongak dan menoleh ke arah bu Siska dan benar apa yang dikatakan Nana Bu Siska sedang menatap ke arah mereka dan tepatnya menatap lekat ke arah Nana


" Dia ngeliatin loe Na" bisik Hana


" Iya, ngapain sih kurang kerjaan banget?" kesal Nana


" Mungkin dia marah karena loe naksir pak Aldy, dan menganggap loe itu saingannya"


" Saingannya kan Khanza"


" Ya kan dia enggak tahu, yang dia tahu itu loe karena kasus kemarin"


" Ih tuh orang pede banget sih ngerasa saingan padahal enggak tahu aja dia yang disuka itu suami orang"


" Sadar bu, loe sendiri yang udah tahu masih aja suka sama tuh laki orang teman sendiri lagi" sindiran pedas langsung mengena di hati Nana


" Ya ampun Han pedes banget sih mulut loe kalah cabe se*an"


" Oh kesindir ya, maaf deh!"


" Iya, gue salah emang. anggap aja yang kemarin khilaf"


" Khilafnya jangan di ulang ya"


" Iyalah, mana berani gue"


" Iya kalau loe masih berani gue rebus loe kayak baksonya bu Khodijah"


" Serem amat" Nana begidik ngeri ngebayanginnya


Jam pelajaran bu Siska sudah selesai dan saatnya jam pulang.


" Za loe pulangnya bareng siapa?" tanya Nicko saat mereka tengah berjalan di koridor sekolah


" Ya bareng lakinya lah, kenapa memangnya masih mau modus loe?" cerocos Hana


" Sembarangan tuh punya mulut, gue cuma nanya kalau mau ya enggak apa-apa gue anterin pulang" Nicko membekap mulut Hana


" Nicko loe habis ngapain sih, tangan loe bau?" Hana muntah udara


" Gue lupa tadi bis cebok belum cuci tangan" bohong Nicko


" Nicko somplak" Hana mengejar Nicko yang lari dan hendak memukulnya


Khanza tertawa melihat kekonyolan mereka berdua begitu juga dengan Miska, Nana dan juga Billy


Dan lagi-lagi tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang berdiri di balik tembok tengah memperhatikan mereka

__ADS_1


__ADS_2