Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Hukuman


__ADS_3

" Akh...!" teriak Azka kesal


Setelah merasa tenang Azka masuk ke dalam kamarnya, dia mencari keberadaan Zaira namun tidak ada di dalam kamar. Azka keluar dari kamar dan mencari Zaira di kamar baby Zia.


Ceklekk


saat Azka hendak membuka pintu kamar baby Zia pintu sudah lebih dulu di buka oleh Zaira dari dalam.


" Sayang!" ucap Azka yang tidak dihiraukan oleh Zaira


" Aku tunggu di mobil " ucap Zaira saat melewati Azka yang berdiri di depan pintu


" Sayang!" Zaira tidak menggubris panggilan Azka ia terus berjalan keluar rumah.


Azka kembali ke kamar untuk bersiap-siap ia hampir saja lupa kalau mereka harus ke kediaman Dinata malam ini.


Azka masuk ke dalam mobil yang sudah ada Zaira dan baby Zia didalam mobilnya.


" Sayang kita mau ke rumah Oma Maria sekarang!" ucap Azka gemas kepada baby Zia


Zaira hanya diam saja dan Azka tahu akan kesalahannya.


Azka menghidupkan mesin mobilnya dan mereka berangkat menuju kediaman keluarga Dinata.


sepanjang perjalanan Azka dan Zaira hanya saling diam hanya terdengar suara Zaira yang tengah menggoda baby Zia hingga sesekali membuat baby Zia tertawa geli.


Merasa capek bercanda dengan sang mama baby Zia pun terlelap di pangkuan Zaira dengan sangat nyenyak.


" Baby Zia sudah tidur sayang?" tanya Azka mencairkan suasana


" Hem!" jawab Zaira singkat


Azka hanya bisa menghela napas berat melihat Zaira yang lebih memilih memalingkan wajahnya ke jendela.


" Sayang apa kamu marah sama mas?" tanya Azka namun Zaira bergeming


" Sayang!" Azka menepikan mobilnya namun dengan cepat Zaira menyuruhnya kembali menghidupkan mesin mobilnya


" Cepat jalan mas, mama dan papa pasti sudah menunggu kita!" ucap Zaira datar


" Tapi_" ucapan Azka terpotong


" Cepat jalan atau aku naik taksi saja!" ancam Zaira


" Iya baiklah" Azka memilih mengalah karena dia sadar dia yang salah. Azka tahu Zaira itu paling tidak suka Azka merokok apalagi sekarang sudah ada baby Zia jadi Zaira benar-benar protektif banget terhadap putrinya itu. Zaira tidak ada toleransi terhadap perokok walaupun sebenarnya Azka itu bukanlah perokok aktif dia hanya sesekali saja merokok itupun jika dia sedang mengalami masalah yang cukup berat menurutnya.


Mobil yang Azka kendarai kini sudah terparkir di kediaman keluarga Dinata disana juga sudah ada mobil Arta dan juga tuan Alex.


" Assalamu'alaikum!" ucap Zaira dan Azka bersamaan


" Wa'alaikum salam!" sahut semua yang berada di ruang keluarga bersamaan.


" Baby Zia tidur Za?" tanya Lia yang tengah duduk di samping Mario


" Iya!" sahut Zaira


" Letakkan di kamar dulu aja Za kasihan tidurnya pasti tidak nyaman kalau seperti itu!" perintah mama Maria


" Iya mah!" Zaira langsung berjalan menuju kamar mereka, kamar yang mereka gunakan setiap kali menginap di rumah tersebut ya lebih tepatnya kamar Azka sebelum menikah dengan Zaira.


Selagi Zaira pergi ke kamarnya Azka menghampiri para orang tua menyalami punggung tangan mereka.


" Kalian kapan sampai?" tanya Azka kepada Mario


" Ya sekitar 10 menit yang lalu" jawab Mario


Azka duduk di sebelah Arta " Kalian sedang ada masalah?" bisik Arta yang melihat sikap Zaira tidak seperti biasanya sangat ceria.


Azka mendelik tajam ke arah Arta, ia merasa heran kalau ternyata laki-laki yang kini duduk di sebelahnya sangatlah peka membaca situasi.

__ADS_1


" Sebaiknya kamu susul dulu istrimu sana!" bisik Arta lagi


Azka menghembuskan napasnya kasar lalu beranjak dari duduknya.


" Mah, pah maaf semuanya aku permisi dulu sebentar" ucap Azka yang sebenarnya merasa sedikit tidak enak


" Ada apa?" tanya Mario setelah Azka pergi menyusul sang isteri


" Biasa mungkin ada sedikit masalah dalam rumah tangga mereka" ucap Arta


" Kakak tahu dari mana?" tanya Mario yang penasaran dengan penuturan Arta


" Kakak melihat Zaira tidak seperti biasanya dan Kakak yakin mereka pasti sedang ada masalah walaupun kakak tahu Zaira sudah berusaha bersikap seperti biasa


" Kenapa?" tanya Lia yang melihat Mario dan Arta seperti sedang membicarakan sesuatu yang cukup serius


" Tidak Kenapa-napa cuma nanya kak Arta mau kemana" sahut Mario


" Owh!" sahut Lia


Azka kini sudah berada di dalam kamarnya dan melihat Zaira yang tengah menidurkan baby Zia yang tadi sempat terbangun.


" Sayang!" panggil Azka lirih seraya berjalan menghampiri Zaira yang berbaring bersama baby Zia di atas kasur super empuk


" Jangan berisik mas baby Zia baru saja tertidur sebaiknya mas turun saja tidak enak dengan papa dan mama. aku disini saja menemani baby Zia" ucap Zaira membuat Azka lagi-lagi menghela napasnya berat


" Tapi sayang kita harus turun bersama mereka juga pasti menunggu kamu!" ucap Azka membujuk Zaira


" Baby Zia biar nanti minta mbok Sum untuk menemaninya" lanjutnya lagi


" Sudahlah mas sebaiknya mas turun saja dulu nanti aku akan menyusul!" ucap Zaira mendengus kesal


Tok


Tok


Tok


Ceklekk


Azka menyembul dari balik pintu " Iya mbok nanti saya dan Za akan turun tapi boleh saya meminta tolong kepada mbok Sum?" tanya Azka


" Mau minta tolong apa ya den?"


" Tolong bantu menjaga baby Zia mbok" ucap Azka


" Oh iya deh siap" sahut mbok Sum


Azka kembali masuk ke dalam kamar dan mengajak Zaira turun untuk ikut acara makan malam tersebut.


Usai makan malam semuanya kini tengah berkumpul di ruang keluarga.


" Rio, Meli!" panggil papa Sam saat mereka sudah berkumpul semuanya.


" Bisa kalian jelasin ke papa apa sebenarnya yang membuat Meli sampai menyusul Mario ke Jepang?" tanya papa Sam langsung


Mario menoleh ke arah Lia yang sudah mencengkeram erat tangan Mario.


" Maafin Meli mah, pah!" ucap Lia yang kini sudah berderai air mata.


" Sebenarnya semua salah Meli mah, pah yang sudah memaksa untuk menyusul Mario ke Jepang. karena Meli sungguh tidak bisa jauh dari Mario" tutur Lia menjelaskan


" Tidak ini semua salah Rio mah yang tidak bisa hati-hati dalam bertindak" ucap Mario merasa menyesal.


" Tidak Io semua salah aku yang tidak bisa menahan untuk tidak menyusul kamu ke Jepang" sahut Lia


" Sudah jangan saling menyalahkan, sekarang jelaskan sama papa Rio kenapa mama kamu sampai mengambil keputusannya sendiri?"


Jlepp

__ADS_1


Pertanyaan tuan Alex membuat suasana di dalam ruangan tersebut langsung berubah tegang apalagi tatapan tuan Alex yang menghunus tajam ke arah Mario, Arta dan juga isterinya yang berada di sebelahnya


Rasanya Mario begitu sulit menelan salivanya begitu juga dengan Arta dan Lia.


" Jujur saja pah ini semua murni kesalahan Rio tapi dalam hal ini Rio tidak pungkiri kalau Rio sangat bersyukur karena Lily menyusul Rio ke Jepang jika tidak Rio juga tidak tahu akan bagiamana kejadian selanjutnya." tutur Mario membuat para orang tua mengerutkan keningnya.


" Maksud kamu apa Rio?" tanya papa Sam yang menjadi semakin penasaran


Mario akhirnya menceritakan semua kejadian yang menimpanya di Jepang dan keputusan yang mama Novi ambil Mario pun tidak tahu apa-apa.


Setelah mendengar cerita dari Mario papa Sam bernapas lega karena putri dan menantunya bisa melewati semua itu dengan baik tapi tidak dengan tuan Alex yang saat ini tengah menatap tajam ke arah Arta dan juga mama Novi.


Merasa ditatap akhirnya mama Novi pun angkat bicara. selama ini yang tuan Alex tahu isterinya itu begitu penurut dan tidak berani mengambil keputusan sekecil apapun sebelum meminta izin darinya.


" Maaf mungkin keputusan yang aku ambil sudah membuat mas kecewa dan marah tapi satu hal yang ingin aku katakan padamu mas aku adalah seorang ibu yang akan melindungi anak-anak ku walaupun nyawa taruhannya. Mas boleh marah dan menghukum aku tapi tidak dengan anak-anak ku karena mereka hanyalah korban dari keserakahan dan ambisi yang sangat besar untuk mencapai keinginannya." tutur mama Novi


" Aku tidak mungkin diam saja ketika anak-anak ku berada di dalam bahaya. aku tidak takut jika mas mengusir ku karena keputusan yang aku ambil bisa merugikan perusahaan mas karena bagi aku mas kebahagiaan dan ketenangan Keluarga kecil anakku adalah harta yang paling berharga di dalam hidup aku mas" lanjutnya


" Aku akan melindungi anak-anak ku walaupun nyawaku sebagai taruhannya" ucap mama Novi begitu tegas membuat tuan Alex tercengang mendengar penuturan isterinya yang nya pendiam dan begitu penurut tapi hari ini nampak sangat jauh berbeda.


Alex tidak bisa berkata apa-apa rasanya lidahnya begitu kelut hingga sulit untuk bersuara.


Alex menatap lekat sang isteri sampai tidak berkedip membuat orang-orang yang ada di sekitarnya merasa heran dan juga takut dengan sikap tuan Alex yang malah diam saja.


" Alex!" panggil papa Sam dan langsung membuyarkan lamunannya.


" Maaf!" serunya dan papa Sam tersenyum canggung


" Apa kamu tahu resikonya jika membatalkan kerjasama dengan perusahaan Okinawa Grup?" tanya tuan Alex datar


" Aku tahu tapi setidaknya putraku aman, dan aku tidak habis pikir dengan mu mas bisa-bisanya kamu menjalin kerjasama dengan perempuan licik seperti itu!" geram mama Novi


" Apa kamu sengaja mas atau jangan-jangan selama ini kamu_?" mama Novi jadi curiga dengan tuan Alex dan yang dicurigai malah bersikap santai


" Apa dugaan ku benar?" tanya mama Novi penasaran


Tuan Alex tetap tidak mau menjawab sampai pada akhirnya mama Novi memutuskan untuk pergi


" Maaf Maria, mas Samuel aku pamit pulang dulu, terima kasih atas jamuan makan malamnya" ucap mama Novi yang beranjak dari duduknya untuk berpamitan dengan tuan rumah


Melihat mama Novi yang pamit pulang tuan Alex masih diam dan duduk dengan santai.


" Mario jaga isteri kamu dengan baik. kamu harus bisa menjaga menantu mama ini baik fisik maupun batinnya. jangan sampai dia terluka lahir maupun batinnya" pesan mama Novi kepada Lia dan juga Mario


" Mah!" panggil Lia lirih dan langsung memeluk sang mertua.


" Maafin aku mah!" Lia sudah tidak bisa lagi membendung air matanya


" Sayang jangan menangis dong, gak baik loh untuk kesehatan ibu dan anak!" mama Novi mengelus perut Lia dengan lembut.


" Terima kasih mah, aku sayang mamah" ucap Lia yang kini sudah berada di dalam pelukan mama Novi


" Mama juga sayang kalian!" sahut mama Novi menimpali


" Mah!" panggil Mario


" Kamu jadilah laki-laki yang kuat dan tangguh tapi tetap lembut dan mengutamakan kebahagiaan keluarga" pesan mama Novi


Setelah berpamitan mama Novi langsung pergi meninggalkan rumah besar tersebut dan selang beberapa detik tuan Alex pun pamit undur diri.


Mama Novi yang berjalan bukan ke arah mobil suaminya langsung terhenti langkahnya saat sebuah tangan kekar menariknya dengan paksa


Mama Novi terkejut dan sulit menelan salivanya saat melihat kemarahan yang terpancar jelas di mata sang suami.


" Mas lepas!" pekik mama Novi yang memberontak namun tetap percuma


" Kamu harus mendapatkan hukuman atas apa yang sudah kamu perbuat!" ucap tuan Alex tegas dan menarik tangan mama Novi dan memaksanya masuk ke dalam mobilnya


Glek

__ADS_1


Mama Novi terdiam dan sulit menelan salivanya, entah kenapa rasanya begitu mencengkam melihat aura dingin yang terpancar dari sang suami.


__ADS_2