
Saat ini pihak sekolah sudah memanggil kedua orang tua Mario sementara Zaira diwakili oleh mama Maria karena bundanya Zaira masih berada di desa.
Suasana sedikit tegang karena tatapan mata Azka dan Mario saling menatap tajam.
Seperti biasanya Mario selalu mendapat pembelaan dari pihak sekolah, entah ada gerangan apa, lagi-lagi Mario pandai berkilah dan memutar balikkan fakta.
Zaira yang dituduh Mario sedang menggoda dan merayu gurunya sendiri di belakang sekolah ditambah lagi gurunya sendiri menerima rayuan Zaira begitu saja dan justru marah terhadapnya bahkan sampai memukuli dirinya saat memergoki aksi guru dan murid itu. terlihat sangat syok dengan apa yang diutarakan oleh Mario. Zaira menggeleng dalam pelukan Mama Maria dan Azka sudah mengepalkan tangannya merasa geram dengan situasi yang ada dihadapannya saat ini.
" Pak Bagaz Anda adalah seorang guru tapi sikap dan perbuatan anda sungguh sangat mencoreng nama baik sekolah ini. bagaimana bisa sekolah ini menerima guru seperti anda. sungguh tidak masuk diakal. Sikap dan perbuatan anda sangat tidak mencerminkan status anda sebagai seorang guru. Anda sudah berbuat kasar dan bertindak kriminal terhadap putra saya dan saya tidak akan tinggal diam begitu saja. saya pastikan anda akan menyesal atas apa yang telah anda lakukan hari ini!" ucap papa Mario yang selalu membela anak kesayangannya tanpa mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya.
Azka tersenyum getir dan menatap tajam ke arah bapak dan anak yang berlagak Sombong itu.
" Pak Bagaz, saya benar-benar tidak menyangka anda dan Zaira_" ucap Bu guru Mayang terpotong ia lebih percaya dengan ucapan Mario.
Azka hanya tertawa remeh ternyata begitu mudahnya orang-orang percaya dengan Mario dikarenakan Mario adalah putra dari salah satu donatur yayasan di sekolah SMA Darma Bangsa.
Pak Ridwan hanya bisa menghela napas berat karena dia tahu untuk kali ini Mario pasti tidak akan bisa lolos begitu saja seperti biasanya karena yang tengah ia hadapi adalah putra dan menantu dari pemilik yayasan sekolah tersebut dan dia pun tahu status hubungan Azka dengan Zaira. Pak Ridwan tahu Azka pasti tidak akan tinggal diam begitu juga dengan Samuel jika tahu anak dan menantu kesayangannya diperlakukan dengan buruk oleh salah satu siswanya dan juga donatur sekaligus rekan bisnisnya.
" Maaf Tuan Alex dan pak Bagaz bagaimana jika sebaiknya masalah ini kita selesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan saja." ucap pak Ridwan yang tidak tahu harus berbuat apa.
" Itu tidak akan mungkin terjadi, pak Ridwan apa anda lupa siapa saya?" tanya Alex mengingatkan dengan tawa meremehkan.
Zaira masih menangis dan mama Maria terus menenangkan mengusap punggung Zaira.
" Ma!" ucap Zaira lirih menatap sendu
" Kamu tenang ya sayang, semua akan baik-baik saja sayang ada mama dan juga papa!" ucap Mama Maria menenangkan Zaira.
Azka hanya diam dan tidak membela diri tapi tangannya mengetik pesan kepada seseorang.
Setelah selesai mengirim pesan Azka menoleh ke arah Zaira yang sedang berada di dalam dekapan sang mama.
Hatinya begitu sakit melihat isteri yang sangat ia cintai menangis dan ditambah lagi karena banyak para siswa dan siswi yang percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan oleh Mario.
Cibiran demi cibiran terlempar begitu saja bahkan dengan terang-terangan mereka memperlihatkan ketidak sukaannya kepada Zaira.
" Cih dasar munafik!"
__ADS_1
" Sok polos tau taunya!"
" Pantas dia menolak semua cowok ganteng disekolah ini ternyata dia itu penggemar cowok-cowok tua alias om om!"
" Gak nyangka ya, dan kenapa juga sih sama pak Bagaz bikin kesal aja"
" Iya, pak Bagaz juga kenapa mau aja sih di goda Zaira!"
" Kasihan babang Mario kena imbasnya"
Begitulah cibiran demi cibiran yang terlontar.
membuat sahabat Zaira menjadi geram dan tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Mario. apalagi Lia dan Mita dengan tegas mereka membela Zaira karena dia sangat tau Zaira itu seperti apa.
Didepan pintu ruang kepala sekolah sudah banyak siswa dan siswi yang berkerumun.Mereka sangat antusias ingin tahu kelanjutan dari kejadian tersebut.
Di dalam ruang guru tatapan Mario tidak lepas dari Zaira, ia tersenyum penuh arti dan tentu saja Azka yang melihat tatapan Mario terhadap isterinya membuat ia mengepalkan tangannya.
Meskipun hatinya terbakar api amarah tapi Azka berusaha untuk bersikap tenang namun tatapan matanya pun tidak beralih dari Mario.
" Cukup, anda boleh menghina saya tapi anda tidak berhak menilai murid saya. dia adalah murid baik-baik dan putra andalah yang berusaha melecehkannya dan anda yang tidak tahu kebenarannya tapi bisa-bisanya dengan lantang dan sombongnya anda berani menghina kami" ucap tegas Azka membuat Alex semakin tertawa meremehkan.
" Kau pikir kau siapa, orang seperti kalian ini tidak pantas berada di sekolah ini!" lagi dan lagi Alex kembali meremehkan Azka.
" Pak Ridwan anda harus pecat guru ini sekarang juga dan keluarkan juga murid itu dari sekolah ini!" perintah Alex dengan tatapan menghina menunjuk ke arah Azka bergantian ke arah Zaira.
Azka tersenyum kecut mendengar ucapan Alex yang begitu membela putra kesayangannya.
Zaira semakin bergetar mendengar ucapan Alex tapi dengan bertemunya sorot mata antara Azka dan Zaira yang memandangnya teduh membuat Zaira sedikit tenang.
" Ada hak apa anda ingin memecat saya tuan yang terhormat?" tanya Azka penuh penekanan dari setiap kata-katanya.
" Kau sungguh tidak tahu siapa aku, ha..ha..?" tanya Alex dengan angkuh dan saat hendak ingin mengumpat lagi ponselnya berdering.
Alex mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan menerima panggilan masuk dari sekretarisnya.
" Hallo, iya ada apa?"
__ADS_1
" Maaf pak, perusahaan saat ini dalam masalah besar"
" Ap.. apa, apa ?"
" Kamu jangan mempermainkan saya !"
Apa kamu mau saya pecat?"
" Maaf pak ini serius, ada investor terbesar yang tiba-tiba mencabut kembali investasinya"
" Itu tidak mungkin!"
" Tuan Sam dari PT. DNT Group yang merupakan investor terbesar di perusahaan kita tiba-tiba saja menarik kembali sahamnya"
" Dan akibatnya banyak investor-investor lainnya yang ikut menarik kembali saham mereka!"
" Apa-apaan ini, mengapa tiba-tiba mereka menarik semua sahamnya? kau cepat selidiki apa penyebabnya , sekarang juga aku akan kembali ke perusahaan dan adakan rapat pemegang saham!"
Wajah Alex berubah cemas, perusahaannya saat ini tiba-tiba saja dalam masalah besar.
Mario yang melihat perubahan pada raut wajah Alex papanya langsung menghampirinya.
" Pah ada apa?" Alex menghela napas berat dan menatap lekat wajah putranya.
" Papah harus kembali ke perusahaan ada masalah besar yang terjadi di perusahaan saat ini. Kau urus masalahmu sendiri lain kali jangan terus-terusan berbuat masalah. belajar yang benar!" ucap tegas Alex yang langsung pergi begitu saja meninggalkan sekolah namun sebelum pergi ia sempat menatap ke arah Azka yang tersenyum penuh kemenangan.
" Siapa sebenarnya dia, apa ada kaitannya dengan masalah yang terjadi di perusahaan ku?" batin Alex dan setelah itu melangkah pergi.
Azka tersenyum tipis dan pak Ridwan yang melihat wajah tenang Azka mengerti apa sebenarnya yang telah terjadi. beradu kekuatan untuk menjatuhkan lawan. Tidak selamanya masalah dapat terselesaikan dengan kekuasaan dan kesombongan bisa dengan sekejap dibungkam dengan sikap yang tenang namun menghanyutkan seperti yang dilakukan Azka.
Mario menatap sinis ke arah Azka dan melangkah pergi begitu saja.
" Tunggu dulu!" cegah Azka saat Mario hendak melangkah keluar.
" Kamu bisa memutar balikkan fakta tapi kebenaran tetaplah kebenaran. sebaik apapun kamu menyimpan kebohongan lambat laun kau tidak akan selamanya menyembunyikannya lagi dibalik kekuasaan orang tuamu. "
Mendengar ucapan Azka Mario mengepalkan tangannya kuat lalu tanpa menoleh ia pergi begitu saja.
__ADS_1