Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Season 2 Khanza


__ADS_3

Khanza dan kedua sahabatnya kini tengah tertidur di kamar yang dulu menjadi kamarnya.


Setelah tadi keduanya sudah mendapat izin menginap oleh orang tua mereka seperti ada angin segar untuk mereka.


" Za loe lagi ngapain?" tanya Miska seraya berjalan mendekati Khanza yang tengah sibuk bergelut di dapur


" Buat sarapan, loe baru bangun?" Miska mengangguk lalu menarik salah satu kursi meja makan dan mendudukkan dirinya di sana


" Hana mana, belum bangun tuh anak?" tanya Khanza mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Hana


" Belum, tuh anak kebo banget gue udah bangunin tapi susah" keluh Miska


" Loe setiap hari bangun sepagi ini Za bikin sarapan untuk pak Gutami?" tanya Miska yang cukup kagum dengan sahabatnya yang satu itu, meskipun masih sekolah dan masih terlalu dini untuk berumah tangga tapi Khanza sudah bisa memposisikan dirinya sebagai seorang wanita bersuami dengan melakukan kegiatan urusan rumah tangga dari hal yang terkecil.


" Iya, kenapa memangnya?" tanya Khanza dengan tangan yang masih sibuk dengan masakannya.


" Beruntung banget ya pak Gutami dapat isteri kayak loe, kalau dia sampai menyia-nyiakan loe dan sampai bikin loe sakit hati gue yang akan menjadi garda terdepan untuk membela loe Za" ucap Miska yang langsung membuat Khanza terkekeh


" Duh sobat gue baik banget sih thanks ya Miska" Khanza tersenyum riang


" Oiya Mis mandi dulu sana sekalian bangunin Hana setelah selesai kita sarapan sama-sama" ucap Khanza yang langsung diangguki oleh Miska


" Siap bu Khanza!" ucap Miska seraya beranjak dari duduknya lalu pergi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk ke sekolah


Setelah sarapan mereka kini tengah berada di dalam mobil Miska.


" Eh loe udah ada jawaban belum kalau nanti Nana nanyain kita?" tanya Hana tiba-tiba bertanya dari jok belakang


" Iya ya cari alasan apa ya?" Khanza nampak berpikir


" Udah bilang aja loe kemarin nginep di rumah gue dan waktu dia nelpon kita lagi keluar cari makan" usul Miska


" Boleh juga tuh ide loe, tapi kalau dia nanya kenapa gak diajak loe mau jawab apa?" tanya Hana


" Bilang aja gak mau ganggu loe pacaran gitu aja!"


" Semoga aja tuh anak gak marah ya!"


" Semoga saja!" ucap Khanza


Setelah 30 menit perjalanan akhirnya mereka tengah sampai di parkiran mobil, suasana sekolah masih terbilang sepi mungkin karena mereka yang datang lebih awal.


Khanza dan Hana sudah turun lebih dulu setelah itu Miska.


Saat mereka hendak melangkah pergi dari area parkiran tiba-tiba netra mereka dikejutkan dengan aktivitas seseorang yang berada di dalam mobil yang tidak jauh dari mobil Miska


" Astaghfirullah!' ucap Miska terkejut membuat Hana dan Khanza langsung menghentikan langkahnya dan mengikuti arah pandangan mata Miska yang tertuju kepada salah satu mobil yang terparkir sudut pojok.


" Itu bukannya _?" Khanza menutup mulutnya karena terkejut dengan gadis yang berada di dalam mobil tersebut


" Apa gue enggak salah lihat ya?" ucap Hana geleng-geleng kepala


" Otak gue emang mesum tapi gue gak seberani itu!" ucap Miska lalu meraih ponselnya menghubungi seseorang


" Loe nelpon siapa?" tanya Hana namun tidak digubris oleh Miska


Tidak berapa lama ponsel gadis yang berada di dalam mobil berbunyi membuat aktivitas mereka terhenti karena gadis tersebut langsung tersentak kaget dan melepaskan pangutannya.


" Ada apa?" tanya seorang siswa yang tengah bersamanya seraya merapihkan bajunya yang nampak berantakan. begitu juga dengan gadis itu merapihkan dulu dirinya baru mengangkat telponnya.


" Hallo!"

__ADS_1


" Turun sekarang juga!" nada tegas dengan suara meninggi membuat gadis yang tidak lain adalah Nana tersentak kaget dan langsung mengedarkan pandangannya


Deg


Seketika tubuh Nana menegang saat netranya menangkap sosok ketiga sahabatnya berada tepat didepan mobilnya dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


" Gue harus turun!" ucap Nana kepada kekasihnya yang berada di dalam mobil.


" loe tidak usah menghiraukan mereka, udah biarkan saja mereka!" ucap kekasih Nana


" Mereka sahabat gue" sahut Nana yang hendak turun


" Gue ini pacar loe Nana"


" Apakah mereka lebih penting dari gue?" tanya nya


" Jangan memberi gue pilihan karena gue tidak bisa memilih diantara kalian!" ucap Nana yang langsung turun dari mobil tersebut meninggalkan sang kekasih dengan penuh kekesalan.


Tanpa banyak kata Miska, Khanza dan Hana langsung beranjak pergi saat Nana sudah keluar dari dalam mobil dan menghampiri mereka.


Nana berjalan mengekor di belakang mereka dengan perasaan yang tidak menentu.


Saat ini mereka tengah berada di rooftop sekolah.


Hening


Tidak ada yang membuka suara, mereka terdiam untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba Miska membuka suara membuat Khanza dan yang lainnya menoleh ke arahnya


" Apa kalian sering melakukan itu?" tanya Miska dengan suara datar


Deg


Nana seakan tercekat dan menundukkan pandangannya.


" Gue berharap loe enggak mengecewakan orang tua loe, gue sadar semua adalah hak loe, urusan pribadi loe yang tidak ada hak untuk gue ikut campur dengan urusan pribadi loe itu. tapi sebagai sahabat gue cuma mau mengingatkan dan tidak mau loe terjerumus sesuatu yang bisa merugikan loe sendiri nantinya, merebut masa depan loe dan berakhir dengan penyesalan yang hanya sia-sia untuk disesali" tutur Miska lalu menarik napas panjang


" Gue emang bukan siapa-siapa loe, gue juga bukan anak yang baik-baik amat tapi walaupun pergaulan gue bebas, gue masih tetap punya prinsip untuk menjaga harga satu-satunya yang gue miliki sebagai seorang wanita" lanjut Miska.


Hana dan khanza hanya terdiam menyimak dengan baik semua yang diucapkan oleh Miska. tidak menyangka Miska bisa bersikap dewasa seperti itu.


" Gue enggak nyangka kalau ternyata gaya pacaran loe itu diluar ekspektasi" lanjutnya


" Gue..." Nana merasa malu sendiri karena sudah tertangkap basah oleh sahabatnya sendiri.


" Apa kalian sudah melakukannya?" tanya Miska tegas


Nana menggeleng sebagai jawaban " Dia pernah memintanya tapi gue selalu menolak dan dia hanya meminta sekedar cium katanya biar enggak kaku-kaku amat gaya pacarannya" sahut Nana sedikit gugup


" Apa loe percaya dengan mulut laki-laki, kalau dia sudah berani meminta cium dan loe mengiyakan tanpa ada penolakan bisa saja dia meminta lebih dari sekedar itu, kalau nafsu sudah menguasai diri, loe gak akan mampu untuk menolaknya apalagi jika dia sudah berani menyentuh loe" ucap khanza yang memang sudah berpengalaman soal yang satu itu


" Benar apa yang dikatakan Khanza, gue sih terserah loe mau gaya pacaran macam mana, cuma satu yang harus loe ingat penyesalan itu selalu datang belakangan" ucap Miska yang langsung beranjak pergi


" Yaudah yuk ke kelas!" ajak Khanza merangkul bahu Nana


Setibanya di kelas Nana menjadi sosok yang pendiam.


" Udah gak usah loe ambil hati sikap jutek Miska, dia melakukan itu karena dia sayang sama loe, Miska itu sebenarnya tipe orang yang perhatian dan juga sangat peduli sama sahabat." ucap Khanza sebelum duduk di bangkunya.


" Loe enggak apa-apa?" tanya Hana karena melihat Nana lebih banyak diam


" Gue enggak apa-apa"

__ADS_1


" Apa kalian sering seperti itu?" tanya Hana membuat Nana menghela napasnya berat


" Sudah hampir dua bulan ini" jawab Nana yang nampak malu sendiri


" Apa loe enggak takut dia meminta lebih?"


" Udah sering tapi gue selalu menolak" jawab Nana sendu


" Apa dia gak marah saat loe menolaknya?"


" Marah, iya dia suka marah kalau gue menolak tapi gue berusaha membujuknya dan ya pada akhirnya kita cuma sekedar melakukan hal itu aja!"


" Apa loe yakin loe bisa bertahan setiap kali dia meminta hal itu?" tanya Hana penuh selidik


" Gue enggak tau" Nana nampak galau


" Kalau gue boleh saran sebaiknya loe tinggalin dia, gue enggak yakin loe bisa bertahan dan yang gue takutkan loe bakalan menyerah dan menyerahkan harta loe yang paling berharga"


" Jika dia cinta dan sayang sama loe dia gak akan merusak loe justru dia akan menjaga dan melindungi loe Na!"


Sejenak Nana terdiam dan sedetik kemudian ia pun menangis.


" Tapi gue cinta sama dia Han!" lirihnya


" Kalau memang kalian berjodoh cinta pasti akan mempersatukan kalian dan yang pasti cinta yang tulus dan suci" sahut Hana


" Seberengsek apapun kita dalam pergaulan tetap harga diri dan kehormatan harus kita junjung tinggi." lanjutnya


" Tapi sekali lagi itu semua kembali pada diri loe sendiri Na, sebagai sahabat kita hanya bisa mengingatkan. segala keputusan ada pada diri loe sendiri"


Setelah mengucapkan itu tidak lama seorang guru masuk ke dalam kelas, setelah selesai belajar dan waktunya jam istirahat Khanza dan teman-temannya memilih untuk ke kantin namun saat baru keluar kelas tiba-tiba kekasih Nana yang bernama Roni datang menghampirinya.


" Ikut gue!" kata Roni tegas


" Gue mau ke kantin" jawab Nana melirik ke arah sahabatnya


" Tapi gue mau bicara sama loe, dan gue enggak suka dibantah!" Roni menarik kasar tangan Nana membuat Nana meringis kesakitan


" Roni lepasin tangan gue, sakit!" keluh Nana namun tidak digubris oleh Roni


" Lepasin tangannya!" ucap Miska tiba-tiba menghalangi jalan Roni


" Minggir loe gue enggak ada urusan sama loe!" maki Roni


" Nana sahabat gue jelas ini urusan gue!" jawab Nana sinis


" Jangan sok loe jadi cewek, minggir gak loe!" Roni mendorong kasar tubuh Miska hingga hampir terjungkal ke belakang namun dari arah belakang ada yang memegangi bahu Miska.


" Loe enggak apa-apa?" tanya nya dan Miska hanya menjawab dengan gelengan kepala.


" Gue gak apa-apa, terima kasih!" jawab Miska membenarkan posisi berdirinya.


" Ayo ikut!" Roni kembali menarik tangan Nana namun sedetik kemudian langkah mereka terhenti


" Lepasin tangan Nana!" tangan Khanza mencekal pergelangan tangan Nana


" Loe yang harus lepasin!" amuk Roni


"Lepasin tangan gue Roni, gue mau ke kantin sama mereka" ucap Nana


" Loe!" Roni menatap Nana tajam

__ADS_1


" Loe dengarkan apa yang barusan Nana bilang!" ucap Khanza menatap sinis


" Oke hari ini loe gue lepasin tapi tidak lain kali! ancam Roni yang langsung beranjak pergi


__ADS_2