Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ektra Part 5


__ADS_3

Pagi yang cerah secerah hati sepasang pengantin baru yang tengah asyik menyibukkan diri di dapur.


" Kak ih jangan gangguin aku terus dong, nanti gosong nih!" ucap Mita karena Arta sejak tadi terus saja menempel kepadanya.


" Siapa yang gangguin kamu sih sayang, aku cuma memeluk isteriku yang gemesin ini saja kok" ucap Arta cuek masih mendusel dicuruk leher Mita.


" Kak geli ih!" Mita memberontak namun Arta tetap tidak peduli.


Acara sarapan pertama mereka sebagai pasangan suami istri pun berjalan begitu hangat


" Sayang bagaimana kalau lusa kita pergi bulan madu, kamu mau kan?" tanya Arta disaat mereka tengah berada di dalam mobil


Mita menoleh ke arah Arta " Kak, maaf ! aku belum siap untuk hal itu!" ucap Mita seraya menundukkan pandangannya


Arta tersenyum tipis lalu mengusap lembut pucuk kepala Mita " Gak apa-apa kalau kamu memang belum siap, aku akan menunggu!"


Arta merasa bersalah tapi apa boleh buat pernikahan mereka begitu mendadak dan dia memang belum siap untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang isteri.


" Maaf ya kak!" Mita menoleh ke arah Arta


" Tidak apa-apa sayang jangan terlalu dipikirkan!" Arta menoleh dan tersenyum


" Nanti pulang sekolah aku jemput dan kamu ikut aku ke kantor ya!" Mita mengangguk


" Jangan terlalu dipikirkan ucapan aku yang tadi kita jalani saja semuanya apa adanya, aku tidak akan memaksa sampai kamu sendiri yang meminta" Arta mengacak rambut Mita gemas


" Terima kasih ka!" Mita tersenyum tipis


" iya sayang!"


Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan sekolah


" Ingat belajar yang benar, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh. fokus saja dengan pelajaran!" pesan Arta seraya mengulurkan tangannya kepada Mita


" Iya kak, aku sekolah dulu ya kak!" pamit Mita mencium punggung tangan Arta setelah itu Arta mendaratkan kecupan di kening Mita


" Yang semangat ya sayang belajarnya!"


" Siap hubby!" Mita bergaya seperti memberi hormat


" Ish, gemesin banget sih kamu jadi pingin_!" Arta menggantung ucapannya


" Pingin apa?" tanya Mita polos


" Tidak ada, udah cepat sana turun nanti telat!"


" Iya kak, yaudah sampai nanti my hubby!"


" Sampai nanti my wife!" Mita senyum-senyum mendengar Arta memanggilnya dengan sebutan my wife, Mita merasa masih belum percaya di usianya yang masih terbilang muda apalagi masih berseragam sekolah tapi sudah memiliki suami.


Mobil Arta sudah melesat meninggalkan area sekolah dan menuju kantor.


Sementara Mita tengah berjalan di koridor sekolah menuju kelas.


" Woy pengantin baru!" Mita mendengus kesal mendengar suara yang memanggilnya dia tau siapa pemilik suara tersebut dan tidak menghiraukannya


" Eh dasar nih anak dipanggil gak nengok, muntang-muntang udah jadi isteri orang!" gumam Mona


" Woy Mita Paramita tungguin gue!" Mona berlari mengejar Mita dengan pandangan mata para siswa dan siswi lainnya yang berada di sana menyorot ke arah mereka berdua Mita merasa tidak nyaman dan terus saja melangkah tanpa menghiraukan teriakan Mona


" Wah parah nih anak, gue dicuekin!" Mona berhenti dengan napas ngos-ngosan


Plak


satu tepukan mendarat di bahu Mona membuatnya terjingkrak kaget


" Sialan loe ngagetin gue aja sih!" protes Mona kepada Indah yang baru datang bersama Dion


" Lah loe kenapa Mona pagi-pagi kayak orang bis lari maraton?" tanya Dion meledek


" Gue kesal sama Mita gue panggil malah ngacir gitu aja, gue kejar malah kabur. muntang-muntang pengantin bar_!" ucap Mona langsung di bungkam mulutnya oleh Indah


" Mona ini area sekolah, loe kalau ngomong harus disaring dulu!" ucap Indah mengingatkan


" Jangan-jangan yang membuat Mita langsung ngacir karena loe teriak seperti itu kali ya?" tebak Dion


" Teriak apa?" tanya Mona polos


" Pengantin baru" Mona menutup mulutnya sadar akan kesalahannya barusan


" Pantes Mita sepertinya marah sama gue!" ucap Mona melemas


"jadi tebakan gue benar ya?' tanya Dion


" Iya Mona loe tadi panggil Mita pengantin baru?" indah ikut bertanya dan Mona mengangguk pelan dengan raut wajah bersalah


" Ya ampun Mona elo mah ember banget pantesan aja dari tadi tuh anak-anak pada ngeliatin kita aneh gitu" ucap Indah kesal


" Ya gue kan spontan tiba-tiba manggil Mita gitu aja!" Mona merasa semakin bersalah kepada Mita


" Sudah yuk ah cepat, nanti dikelas loe harus minta maaf Mon sama Mita.!" tukas Dion


" iya!" Mona dan Indah berjalan bersisian dan Dion mengekor di belakangnya


Mereka masuk ke dalam kelas dan pandangan mereka langsung tertuju kepada seorang gadis yang berada di bangku belakang


" Mita!" panggil Mona dengan suara pelan


Mita tidak menoleh dia tetap fokus dengan buku yang tengah dibacanya


" Mita gue minta maaf!" ucap Mona yang langsung membuat Mita menutup buku yang tengah dibacanya


Mita menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar


" Mita kalian bertengkar ya?" bisik Zaira karena saat ini Mita tengah duduk di bangku yang biasa Lia tempati.


Mita tidak menggubris pertanyaan Zaira ia menoleh ke arah Mona yang tengah menundukkan pandangannya


" Loe tahu kesalahan loe apa?" tanya Mita dan Mona mengangguk


" Iya gue minta maaf!" ucap Mona


" Ada apa sih ini?" tanya Zaira yang merasa bingung pasalnya mereka kemarin baik-baik saja


Lagi-lagi pertanyaan Zaira tidak digubris oleh Mita membuat Zaira mengerucutkan bibirnya.


" Sorry Za gue harus urus ini bocah dulu. loe juga nanti akan tahu sendiri apa kesalahannya!" ucap Mita yang melihat raut kecewa Zaira


" Iya gue ngaku salah!" ucap Mona " Gue gak tahu tadi spontan aja memanggil loe seperti itu pas melihat loe jalan di koridor sekolah" aku Mona


" Bagaimana kalau anak-anak mikir kearah sana, dan mereka curiga apa tidak akan berkesan buruk tentang persahabatan kita. apa pandangan mereka jika mereka sampai tahu tentang pernikahan gue. cukup tentang Zaira saja yang mereka tahu karena pak Bagaz adalah pemilik sekolah ini." ucap Mita yang langsung menoleh ke arah Zaira


" Sorry Za kalau gue bawa-bawa nama loe" ucap Mita


Zaira hanya mengerutkan keningnya menatap Mona dan Mita bergantian


" Iya gue sudah ngaku salah, terus mau loe sekarang bagaimana?" tanya Mona


" Loe harus janji tidak akan mengulanginya lagi!" pinta Mita


" Iya..iya.. gue janji!" ucap Mona


" Ada apa ini kok tegang gitu keliatannya?" tanya Yoga yang baru saja datang dan langsung menghampiri mereka


" Biasa tuh cewek loe kalau ngomong gak pake filter!" ucap Mita sensi

__ADS_1


" Ya Mita gue kan udah minta maaf loe kok masih marah sih!" ucap Mona


" Iya gue udah maafin tapi tetap aja masih kesal sama loe!" Mita berdiri dan mengacak-acak rambut Mona membuat Mona berteriak


" Mitaaaa... rambut gue!" kesal Mona mengerucutkan bibirnya


membuat semua tertawa


" Sini yang aku rapihin!" ucap Yoga yang malah ikut mengacak-acak rambut Mona gemas


" Ish, yang kenapa malah ikut-ikutan sih ngeselin banget!" Mona cemberut


" Maaf sayang habis gemes sih!" Yoga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


🖤


Pelajaran sudah dimulai jam pelajaran pertama diisi oleh pak Aldy. Zaira sudah bersikap biasa karena pak Aldy pun tidak seperti biasanya memandangi Zaira begitu intens.


Jam pelajaran pak Aldy sudah selesai dan sekarang berganti jam pelajaran pak Bagaz. Seperti biasa Zaira cs pergi ke ruangan pak Bagaz untuk berganti baju.


Selesai berganti baju mereka semua langsung kelapangan. Zaira sekarang sudah bisa mengikuti kegiatan olahraga seperti dulu.


" Za dari tadi gue perhatiin pak Bagaz ngeliatin loe terus?" tanya Mita


" Kurang apa Za dirumah?" tambah Indah menimpali


" Tau tuh tumben banget sih ini orang ngeliatnya gitu banget" ucap Zaira mendengus kesal


" Kenapa Za loe lagi ada masalah dengan pak Bagaz?" tanya Mita ikut nimbrung


" Perasaan tadi baik-baik aja, gak ada masalah!" ucap Zaira


" Mending loe samperin deh Za sana!" suruh Mita


" Iya deh, gue samperin dia dulu ya!" Zaira pun berjalan menghampiri Azka


" Mas !" panggil Zaira


" Hem!" jawab Azka tanpa menoleh


" Kamu kenapa sih mas dari tadi aku perhatiin kamu ngeliatin aku kayak gitu banget?" tanya Zaira


" Gak Kenapa-napa" sahut Azka seraya menyibukkan dirinya sendiri


" Mas aku gak mau loh hanya sebuah masalah kecil kamu besar-besarkan. kita itu sudah punya anak kalau ada masalah tuh di omong bukan diam kayak gini" ketus Zaira


" Kalau aku memang ada salah itu dikasih tau bukan didiamkan gak jelas" cerocos Zaira


" Aku sudah bilang aku gak Kenapa-napa, sudah gih sana gak enak tuh dilihatin yang lain!" kata Azka


" Oke, kata kamu gak apa-apa tapi kalau kamu tiba-tiba diamin aku terus marah gak jelas sama aku, kamu ingat ya mas aku akan pulang ke rumah bunda!" Zaira langsung beranjak meninggalkan Azka yang melongo setelah mendengar ucapan Zaira


"Tunggu!" Zaira menghentikan langkahnya


" Maaf, aku cuma merasa tidak suka kamu dekat-dekat dengan pak Aldy!" ucap Azka Jujur


Zaira menoleh lalu geleng-geleng kepala dan kembali menghampiri Azka


"Ya ampun mas, kamu cemburu?" tanya Zaira tertawa


" Siapa yang cemburu?" elak Azka


"Duh gemesin banget sih kamu mas!" ledek Zaira


" Sudah ah jangan konyol, sudah tahu aku hanya cintanya sama kamu mas masih aja cemburu" tutur Zaira seraya tertawa


" Cemburu tandasnya cinta sayang!" sahut Azka


" Berarti sudah mengakui dong kalau kamu itu cemburu!" Zaira menaik turunkan alisnya


" Iya aku cemburu, puas!" Azka mencubit hidung Zaira gemas


" Pak pacaran terus, kurang ya dirumah!" ledek Dion


" Sudah punya anak masih aja romantis bikin baper aja nih pak Bagaz!" goda Yoga ikut menimpali


" Biar sudah punya anak tetap dong harus romantis" sahut Azka


"Iya pak boleh aja tapi jangan dihadapan kita juga kali pak jiwa jomblo saya meronta ini pak!" ucap Edo memelas


" Ya itu sih derita loe Do, tuh sama Rena aja sama-sama jomblo!" celetuk Dion


" Eh enak aja loe Dion siapa bilang gue jomblo gue juga udah punya pacar kali dan asal loe tau walaupun gue jomblo gak mau lah gue sama Edo yang playboy cap kupu-kupu" sahut Rena mengundang gelak tawa Zaira dan juga teman-temannya


" Do kasihan benar nasib loe belum apa-apa sudah ditolak!" ledek Indah


" Ya lagian siapa juga yang mau sama dia ge'er!" sahut Edo


" Biarin wleee!" timpal Rena


" Wah bisa jadian beneran ini sih!" ledek Mita


" Gue sama Edo? gak mungkin" sahut Rena cepat


" Jangan terlalu benci siapa tahu kalau kalian berjodoh!" tutur Mita


" Gue sudah punya pacar ya Mita Paramita asal loe tahu itu!" ucap Rena


" Baru pacar Rena sayang, yang sudah tunangan aja bisa putus dan jodohnya malah orang lain!" sahut Mita


" Kayak loe ya Mita!" ucap Mona


" Loe sempat tunangan terus putus Mita?" tanya Rena yang tiba-tiba jadi kepo


" Mona mah gak usah didengerin" sahut Mita


🖤


Pulang sekolah Mita seperti biasa dijemput oleh Arta


" Sudah lama kak nunggunya?" tanya Mita


" Belum" ucap Arta yang langsung membukakan pintu mobil


Arta memutari mobil lalu duduk di belakang kemudi " Ke kantor dulu ya, aku ada meeting sebentar gak apa-apakan?" tanya Arta seraya menghidupkan mesin mobilnya.


" Iya kak!" sahut Mita menoleh ke Arta


" Sudah makan belum?" tanya Arta


" Sudah tadi di kantin" sahut Mita


" Jam istirahat?" Mita mengangguk


" Sekarang sudah siang kita mampir dulu ya buat makan siang!" ucap Arta


" Kakak juga belum makan?" tanya Mita


" Belum, tadi selesai bertemu dengan rekan bisnis aku langsung jemput kamu" sahut Arta


" Tapi apa masih keburu katanya mau meeting?"


" Iya sih"


" Yaudah pesan saja kak nanti makannya di kantor!" usul Mita

__ADS_1


" Boleh juga, yaudah aku suruh Tiara buat pesankan makanan bagaimana? biar setibanya di kantor makanan kita sudah tersedia" tutur Arta


" Terserah kakak sajalah!" ucap Mita dengan raut wajah yang sulit di artikan


" Jangan cemburu, aku hanya meminta dia untuk pesankan makanan untuk kita sayang!" ucap Arta yang tahu akan perasaan Mita saat ini


" Dia itu hanya sekretaris aku, dan wanita satu-satunya yang ada di hati aku ya cuma kamu isteriku" Arta meraih tangan Mita dan menggenggamnya erat


" Kak!" ucap Mita seraya menundukkan pandangannya ke arah tautan tangan mereka


" Mulai sekarang jangan berpikir yang tidak-tidak, aku adalah suami kamu dan kamu adalah isteriku. jika ada yang mengganjal di pikiran jangan dipendam sendiri ucapkan terus terang agar tidak terjadi kesalahpahaman. mengerti!" ucap Arta


" Jangan pernah membandingkan diri mu dengan wanita manapun, walaupun semua orang mengatakan hebat tapi bagiku wanita hebat itu hanya satu yaitu isteriku" lanjutnya lagi


" iya kak, maaf!" ucap Mita


" Kenapa minta maaf sayang?" tanya Arta


" Karena aku sudah berpikir yang macam-macam" sahut Mita


" Tidak apa-apa, itu tandanya kamu cemburu dan cemburu artinya kamu cinta sama aku" ucap Arta seraya tersenyum bahagia


" Yaudah, aku telpon Tiara sekarang boleh?" tanya Arta meminta izin kepada Mita


" Iya mas" Mita mengangguk pelan


" Terima kasih sayang!" wajah Mita merona mendapatkan perlakukan lembut dari sang suami


Arta menelpon Tiara sekretarisnya dan memintanya untuk memesan makanan. Tiara sangat senang saat diminta untuk memesankan makan sang atasan apalagi Arta memintanya memesan makanan dua porsi. dia mengira atasannya itu akan mengajaknya makan siang bersama apalagi sebentar lagi akan meeting jadi kemungkinan besar atasannya itu hanya punya sedikit waktu untuk makan siang.


" Kak apa kakak tidak malu mengajak seorang siswi SMA ke kantor kakak?" tanya Mita hati-hati


" Kenapa harus malu? yang aku ajak itu isteri ku sendiri. justru aku merasa bangga karena punya seorang isteri yang cantik dan juga pintar!" ucap Arta bangga


" Tapi mereka semua itukan tidak tahu aku ini siapa?"


" Apa kamu mau aku mengatakan kepada semua karyawan jika gadis SMA ini isteriku? dengan senang hati aku ingin sekali mengatakan kepada semua orang jika gadis cantik yang berada di sebelah ku ini adalah isteri kecilku gadis imutku!" ucap Arta dengan rasa bahagia yang membuncah.


" Ya gak gitu juga kak, aku gak mau mereka berpikir yang tidak-tidak" ucap Mita


" Maksudnya?"


"Kakak menikahi anak dibawah umur apa mereka tidak akan berpikir yang macam-macam?"


" Aku belum siap kak untuk itu" lanjutnya


" Iya aku mengerti, ya sudah terserah kamu saja sayang. tapi ingat kata-kata ku jika ada yang mengatakan sesuatu yang membuat mu merasa tidak nyaman bilang terus terang jangan dipendam sendiri seperti soal Tiara. kamu adalah isteri ku jadi jangan pernah merendah di hadapannya!" pesan Arta


" Iya suamiku!" ucap Mita membuat Arta berdesir mendengarnya


" Duh gemesin banget sih kamu sayang jadi kepingin!"


" Mas!" Mita memberengut


" Iya maaf, cuma bercanda sayang. aku tidak akan memaksa kok" ucap Arta


Tidak terasa mobil mereka sudah sampai di area kantor, Mita dan Arta turun dari dalam mobil dan menuju ruangannya.


semua pandangan mata mengarah ke arah mereka berdua yang berjalan sambil bergandengan tangan


" Kak aku ke toilet dulu ya!" ucap Mita saat sudah berada di lantai tepat ruangan Arta berada


" Nanti saja sayang di ruangan ku juga ada!"


" Aku sudah gak tahan kak, aku pergi ya!" ucap Mita


" Aku tungguin ya!" ucap Arta


" Gak usah nanti aku menyusul!" teriak Mita sebelum menghilang di balik dinding


Arta melanjutkan langkahnya menuju ruangannya


" Selamat siang pak!" ucap Tiara


" Hem, bagaimana pesanan makan siang ku apa sudah datang?" tanya Arta


" Sudah pak, ada di dalam!" ucap Tiara seraya tersenyum menggoda


" Apa semua sudah kau siapkan?"


" Sudah pak, semua sudah tersedia di atas meja" sahut Tiara


Arta langsung masuk ke dalam ruangannya dan melihat sudah tersedia makan siang yang tertata rapih di atas meja.


" Kenapa lama sekali!" gumamnya


Mita sudah selesai dari toilet ia langsung menuju ruangan Arta, saat sampai di depan ruangan Arta langkahnya terhenti ketika mendengar suara seorang wanita yang memanggilnya.


" Mau kemana kamu?" tanya Tiara yang sudah berdiri dari kursi kerjanya


" aku?" tanya Mita menunjuk ke arah dirinya sendiri.


" Yailah kamu memang siapa lagi anak SMA yang ada di kantor ini" sarkas Tiara


" Aku mau ke ruangan kak Arta, kenapa memangnya gak boleh?" tanya Mita menautkan kedua alisnya


" Tentu saja tidak boleh, pak Arta ada meeting dan tidak bisa diganggu!" ucap Tiara percaya diri


" Oh ya?" Mita mengerutkan keningnya


" Sudah sana pergi!" usir Tiara


" Kau berani mengusir ku, apa tidak takut dipecat ?" tanya Mita sesantai mungkin


" Di pecat? ha..ha..!" Tiara tertawa


" Kau pikir kau itu siapa hah?" Sarkasnya


" Aku siapa? menurut mu?" Mita balik bertanya


" Kau itu hanya jal*ng kecil yang sok suci dan ingin menggoda pak Arta!" tuduh Tiara membuat Mita geram


" Jaga ucapanmu Tiara, berani sekali kau menghina wanitaku, akan ku robek mulutmu jika berani sekali lagi menghinanya!" sentak Arta dengan aura dingin yang begitu menyeramkan yang membuat Tiara seketika diam dengan wajah pucat pasih karena ketakutan


Mita tertegun melihat kilatan amarah yang terpancar di wajah sang suami. Mita tidak menyangka Arta bisa semarah itu


" Berani kau menghinanya lagi maka aku pastikan kamu akan aku pecat dan tidak akan ada satu perusahaan manapun yang akan menerima mu bekerja!" ancam Arta membuat Tiara sulit menelan salivanya


" Dengar baik-baik, kau berani menghinanya sama saja kau berani menghina ku, dan aku tidak akan tinggal diam jika ada yang berani menghina wanita yang paling berharga di dalam hidupku. wanita yang merupakan calon ibu dari anak-anakku kelak, camkan itu!" lanjut Arta tegas


Tiara hanya menundukkan kepalanya takut dengan aura kemarahan Arta yang nampak begitu menyeramkan.


" Ma... maafkan saya pak!" ucap Tiara dengan sedikit bergetar


" Jangan minta maaf pada ku tapi minta maaflah kepada wanita ku!" tegas Arta


" Maafkan saya !" ucap Tiara seraya membungkukkan sedikit tubuhnya


"Sudahlah, lupakan saja bekerjalah dengan baik dan jangan terlalu ikut campur dengan urusan atasanmu. jika kau memang menyukainya setidaknya jangan sampai merendahkan martabat mu sebagai seorang wanita, hargailah diri mu jika ingin dihargai pasangan mu kelak!" ucap Mita mengingatkan Tiara membuat Arta seketika tersenyum dan mengacak-acak rambut Mita gemas


"Tidak salah aku memilih mu sayang!" ucap Arta membuat Tiara sontak terkejut dengan panggilan sayang Arta kepada Mita apalagi dengan senyum yang mengembang karena selama menjadi sekretaris Arta dia belum pernah melihat Arta tersenyum kepada siapapun.


" Ayok sayang, kita makan siang dulu!" ajak Arta


Mita hanya tersenyum dan mengikuti langkah Arta masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


Tiara menatap sendu sepasang suami isteri yang hilang di balik pintu


" Kau memang luar biasa gadis kecil, tidak pernah aku melihat pak Arta seperti itu!" gumam Tiara


__ADS_2