
" Loe!" Pekik dua manusia yang sama-sama terkejut.
" Kenapa loe bisa ada di sini?" tanya Leo yang terkejut dengan keberadaan Lia dikamar tersebut.
" Cihh, gue gak nyangka Leo hati loe ternyata busuk!" maki Lia yang mengabaikan pertanyaan Leo
" Dan loe!" tunjuk Lia ke arah gadis yang saat ini bersembunyi di balik punggung Leo. " Hati loe itu loe taruh di mana hah? kurang baik apa Za sama loe ? ibu loe bisa di operasi karena siapa dan pengobatan ibu loe selama ini loe pikir karena siapa, itu semua karena gadis yang loe benci dia selalu merengek kepada suaminya untuk menolong nyokap loe, mengurus semua pengobatan nyokap loe hingga sembuh. itu kalau loe mau tahu yang sebenarnya. karena Za tidak mau kalau loe sampai kehilangan nyokap loe gara-gara gak bisa membayar pengobatannya" sarkas Lia muak dengan gadis yang selama sok polos.
" Maksudnya apa ini?" tanya Kelin dalam kebingungannya.
" Loe jangan banyak bacot, dimana Zaira, kenapa loe yang ada di sini?" tanya Leo yang mengabaikan rasa kebingungan Kelin.
" Loe tanya aja sama anak buah loe itu kenapa gue bisa ada disini, dan gue bersyukur karena gue yang ada di sini bukan Zaira" ucap Lia dengan tersenyum miring.
" Gue gak nyangka ya kalian orang-orang yang terlihat suci dan polos ternyata memiliki hati ib**s. " ucap Lia dengan kasar
" Jaga ucapan loe, bere**sek!" ucap Leo marah.
" Kenapa, merasa tersindir loe?" ejek Lia
" Leo ada apa ini, maksudnya apa ini?" bentak Kelin yang merasa bingung dengan situasi yang ada di hadapannya. kenapa Leo sebegitu terkejutnya melihat gadis yang ada di hadapannya itu.
" Di... dia bukan Zaira kak!"
Jedaarrrrr......
" Maksud loe dia_?" ucap Kelin yang masih belum bisa mencerna ucapan Leo dengan sempurna.
" Dia bukan Zaira kak, dia Lia Sahabatnya Zaira" ucap Leo kembali menjelaskan.
" Bukan Zaira?" Kelin terkejut bukan main bagaimana bisa rencananya yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa bisa gagal karena kebodohan orang-orang suruhan Leo yang salah menculik orang.
" Bodoh!" bentak Kelin dengan suara yang sangat keras hingga menggelegar seisi ruangan sampai gadis yang berdiri di belakang Leo yang tidak lain adalah adik kelas Zaira yaitu Nia bergidik ketakutan.
" Bagaimana bisa kalian menculik orang yang salah hah?" tanya Kelin dengan penuh kemarahan
" Loe, !" tunjuk Kelin ke arah Leo " Gue gak mau tau loe urus secepatnya anak ini jangan sampai membocorkan semuanya dan lenyapkan dia jangan sampai meninggalkan jejak!" ucap Kelin dengan emosi.
" Gak semudah itu loe menyingkirkan gue, loe pikir kakak gue akan diam saja setelah adik kesayangannya itu menghilang. sampai kapan pun kakak gue gak akan pernah mau menerima wanita berhati ib*is kayak loe, sungguh keputusan yang sangat tepat kakak gue memutuskan wanita rubah seperti loe dan lebih memilih Zaira!" ucap Lia dengan nada santai
" Cukup, jaga mulut loe kalau gak mau mulut loe gue robek.!" bentak Kelin namun tidak membuat Lia merasa takut
" Tadi loe bilang apa adik, jadi loe itu adiknya Bagaz yang manja itu? Haha!" Kelin malah tertawa jahat
" Bagus kalau begitu, setelah melenyapkan loe barulah gue akan melenyapkan kakak ipar loe itu!" ucap Kelin dengan penuh percaya diri.
" Jangan mimpi, gue gak akan membiarkan loe menyentuh Za sedikit pun!" ucap Lia dengan tegas
" Oh ya, sungguh manis sekali ucap loe itu!" ucap Kelin mengejek.
" Dasar manusia lak**t kalian. siap-siap saja kalian mendekam di penjara!" ucap Lia membuat Kelin semakin naik pitam dan langsung mendekati Lia dan dengan gerakan cepat menjambak kasar rambut Lia hingga Lia sedikit meringis.
Kelin semakin tersulut emosi saat Lia bukan menjerit atau pun memohon belas kasih kepadanya tapi dengan santai Lia malah tersenyum miring seolah mengejeknya.
Leo dan Nia hanya memperhatikan keduanya tanpa berbuat apa-apa.
Kelin lalu mendorong Lia dengan kasar hingga membuat Lia tersungkur ke lantai. namun gadis itu lagi-lagi menyunggingkan senyumnya membuat Kelin ingin menamparnya namun belum sempat tangan Kelin mendarat di pipi mulus Lia tangan Kelin sudah lebih dulu di cekal oleh Lia yang langsung berdiri dengan emosi yang sudah berkecamuk.
Kelin meringis kesakitan saat cekalan tangan Lia semakin kencang.
" Lepas anak kurang ajar!" bentak Kelin yang berusaha melepaskan tangannya dari cekalan tangan Lia namun kesulitan.
" Leo kenapa kamu diam saja cepat tolong lepaskan tangan anak kurang ajar ini!" perintah Kelin.
__ADS_1
Baru saja hendak melangkah Lia dengan gerakan cepat memutar tangan Kelin kebelakang membuat Kelin menjerit kesakitan.
" Awww, sakit!" teriak Kelin yang sama sekali tidak di gubris oleh Lia.
Leo yang melihat Kelin kesakitan berusaha untuk melepaskannya dari Lia dan menyuruh orang-orangnya untuk melepaskan Kelin dari Lia.
Pada saat orang-orang bertubuh besar itu mendekati Lia dengan kencang Lia menarik tangan Kelin kebelakang membuatnya semakin meringis kesakitan.
laki-laki bertubuh dan berotot besar itu menarik Lia dengan kasar dan tangan Lia pun terlepas dari Kelin.
Kelin memegang tangannya yang terasa sakit lalu perlahan dia berjalan menghampiri Lia dan
Plak
Satu tamparan akhirnya mendarat juga di pipi Lia.
Plak
Satu tamparan kembali menyentuh pipi Lia hingga menimbulkan bekas di sudut bibirnya.
Lia yang tangannya dipegangi oleh salah satu pria tersebut hanya menyunggingkan senyumnya dan menatap Kelin dengan tatapan meremehkan.
Kelin yang merasa diejek pun lalu menyuruh orang-orangnya untuk mengikat Lia namun sebelum hal itu terjadi dengan gerakan cepat Lia mengangkat kakinya ke atas tepat mengenai wajah pria yang memegangi tangannya. Lia memutar badan dan melayangkan tendangannya mengenai perut pria berotot tersebut temannya yang melihat tidak tinggal diam dia menyerang Lia dari belakang tapi lia yang peka terhadap situasi langsung melompat dan terjadilah perkelahian satu lawan dua.
Bugh
Bugh
Bugh
Lia meliak liuk kan badannya lompat sana lompat sini tendang sana tendang sini baku hantam dengan dua orang pria berotot besar bahkan karena melihat dua orang suruhannya itu nampak kewalahan Kelin memanggil dua orang lagi anak buahnya dan lagi-lagi dengan gerakan cepat Lia berhasil menghantam dan menghajar dua orang lainnya.
Kelin tercengang begitu juga dengan Leo dan Nia, bahkan wajah gadis itu kini sudah nampak pucat karena ketakutan.
Sampai di depan pintu keluar Lia dihadang oleh dua pria yang bertugas berjaga di sana dan dengan gerakan cepat Lia berhasil kembali melumpuhkan lawannya.
Mario yang tengah mengamati pergerakan dari luar merasakan ada hal yang tidak beres di dalam akhirnya dengan mengendap-endap Mario berhasil masuk namun pada saat ingin masuk kedalam rumah besar tersebut Mario dihadang oleh pria berbadan tinggi besar dan berwajah sangar. Mario langsung diserang tapi dengan keahlian bela dirinya yang tidak kalah hebat dengan aktor jet Li Mario melawan pria-pria tersebut.
Mario hampir kewalahan melawannya apa lagi beberapa teman dari pria tersebut sekitar 5 orang datang ikut menyerang Mario.
Bugh
Bugh
Bugh
Mario melawan 7 orang pria yang menyerangnya, bahkan salah satu dari pria tersebut ada yang membawa senjata tajam dan pada saat Mario lengah dari arah belakang pria tersebut melayangkan pisau tersebut ke arah Mario
Jlepp
" Aakh!" Mario meringis kesakitan saat pisau tersebut berhasil melukai Mario. Lia yang berhasil keluar langsung berlari menghampiri Mario dan membantunya melawan pria-pria berotot dan bertubuh kekar tersebut.
Lia meringis melihat darah di tubuh Mario. Tapi Mario terlihat tengah berusaha untuk menahan rasa sakitnya dan bersama dengan Lia melawan para penjahat tersebut. dan pada saat mereka hampir kalah karena semua anak buah Kelin keluar semua. terjadilah 15 lawan 2 suatu pertarungan yang sangat tidak imbang
Mario dan Lia terkepung, suasana menjadi tegang. Kelin keluar bersama Nia dan Leo dengan wajah puas penuh kemenangan melihat Lia dan Mario yang tengah terkapar kelelahan.
Kelin tertawa puas merasa menang dan pada saat dia ingin mendekati Lia dengan tawa mengejek tiba-tiba Lia dengan gerakan cepat meraih tubuh Kelin dan menjadi tawanannya.
Kelin cukup ketakutan apalagi Lia hampir membuatnya sulit untuk bernafas karena tangannya yang melingkar di leher Kelin cukup kuat.
Lia mengancam akan menghabisi Kelin jika mereka tidak memberinya jalan tapi ternyata apa yang terjadi diluar dugaan Leo malah bertepuk tangan sambil tertawa dan sontak saja apa yang telah Leo lakukan itu membuat Lia, Mario dan juga Kelin nampak bingung.
" Ha.... ha...!" Leo tertawa dan berjalan dengan angkuh. " Jika loe ingin membunuhnya lakukan saja, dia bukanlah orang penting yang pantas untuk dipertaruhkan. wanita sampah macam dia memang sudah sepantasnya ada di neraka." ucap Leo dengan nada datar.
__ADS_1
Kelin seakan sulit menelan salivanya, tubuhnya membeku saat Leo mengatakan semua itu.
" Loe pikir gue akan diam saja jika wanita ini bertujuan ingin menyingkirkan Zaira? gue tidak akan diam saja dan karena loe !" tunjuk Leo kearah Lia.
" Karena loe udah menghancurkan rencana gue untuk mendapatkan Zaira maka loe harus menebus semuanya." ucap Leo.
Loe semua tidak akan bisa lolos dari tempat ini dan perlahan-lahan loe nikmati hukuman kalian disini sampai ajal menjemput kalian.
" Bawa mereka semua ke dalam ruangan bawah tanah, cepat!" perintah Leo kepada semua orang-orang suruhan nya. Kelin masih merasa tidak percaya jika Leo bisa lebih kejam darinya bahkan saat ini Kelin dengan susah payah menelan salivanya.
Mario yang tengah terluka meringis kesakitan saat tangan-tangan kekar tersebut setelah menyeretnya kedalam.
Lia meringis kesakitan melihat luka ditubuh Mario dan dengan langkah gontai Lia dan Mario dibawa kesebuah ruangan yang cukup pengap dan gelap sementara Kelin terus berteriak histeris disaat anak buahnya sendiri dengan kasar menyeretnya ke ruang bawah tanah tersebut.
Di dalam ruangan tersebut Lia langsung menghampiri Mario yang tengah kesakitan.
" Io, kau tidak apa-apa?" tanya Lia cemas dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Aku tidak apa-apa, kau sendiri bagaimana?" tanya Mario yang tidak kalah cemas dengan keadaan wanitanya.
" Aku tidak apa-apa, tapi kau terluka Io!" ucap Lia dengan suara yang bergetar sementara Kelin masih terus berteriak memanggil nama Leo.
Lia memeluk tubuh Mario yang terasa bergetar hebat karena menahan rasa sakit pada lukanya, tempat yang gelap dan pengap ditambah lagi rasa dingin yang tiba-tiba menyusup ke pori-pori kulitnya membuat Mario demam dan hampir kehilangan kesadarannya.
Kondisi ruangan yang gelap membuat Lia tidak dapat melihat dengan jelas keadaan Mario yang sebenarnya. Mario selalu mengatakan dia tidak apa-apa tapi Lia tahu itu hanya bohong belaka karena tidak ingin melihat dirinya cemas maka Marion berbohong kepadanya.
Mata Lia membulat sempurna tatkala tangannya menyentuh tubuh Mario yang nampak menggigil kedinginan dan kondisinya yang demam. Lia panik setengah mati apalagi Mario tidak lagi merespon ucapannya.
Lia berteriak sekeras-kerasnya meminta pertolongan tapi tetap tidak ada satupun yang menghiraukan teriakannya.
Lia kembali menghampiri Mario dengan air mata yang sudah mengalir dengan deras, " Io aku mohon bertahanlah, aku mencintaimu Io aku tidak mau kau pergi meninggalkan ku io. ayolah Io sadar, aku mohon!" Lia terus menangis dan memeluk tubuh Mario yang nampak demam tinggi.
" Apa yang harus aku lakukan Io?" tanya Lia dengan mata yang sudah sembab.
Kelin yang mendengar suara gadis tengah menangisi kekasihnya yang bisa dibilang dalam keadaan sekarat merasa sedikit tersentil hatinya. ada rasa iri dalam hatinya karena tidak bisa seperti dua insan yang ada dihadapannya saat ini saling mencintai dan saling rela berkorban demi orang yang dicintainya. mempertaruhkan nyawa hanya untuk menolong kekasih hatinya.
Kelin tersenyum getir mendengar suara Lia yang begitu khawatir dan rintihan Mario yang mengatakan bahwa dia tidak apa-apa.
" io kau demam, apa yang harus aku lakukan? sepertinya luka mu cukup serius!" ucap Lia dengan suara bergetar karena ketakutan.
" A... aku ti... tidak ap.. apa-apa!" suara Mario sangat lemah
" Io!" Lia tidak bisa berhenti untuk tidak menangis.
" Ja.. jangan menangis sa.. sayang!" ucap Mario yang kemudian tidak sadarkan diri membuat Lia panik bukan main.
" Io, bangun Io aku mohon bangun. sadarlah Io aku mohon. kau sudah janji padaku kalau kau akan menjadi malaikat penolongku kan dan sekarang tolong aku Io tolong keluarkan aku dari tempat ini Io, aku mohon sadarlah Io!" terdengar suara Lia yang begitu miris siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa iba.
" Io kau sudah berjanji akan tua bersamaku bukan, kau bilang kau akan menikah dengan ku kan? aku mau menikah dengan mu io, sekarang pun aku bersedia menikah dengan mu io. aku mohon sadarlah Io!" terdengar suara Lia yang semakin melemah.
" Io aku mohon sadarlah, jangan tinggalkan aku Io, aku mencintaimu... sangat mencintaimu. aku tidak bisa hidup tanpa mu io, aku mohon sadarlah Io!" suara Lia semakin lirih
Bruk
Kelin terkejut ketika suasana menjadi sepi, tidak ada lagi suara Lia yang sedari tadi terus menangis memanggil nama sang kekasih.
" Hei, kau masih disitu?" tanya Kelin namun tidak ada respon apapun.
" Apa kalian baik - baik saja?" tanya Kelin yang perlahan merayap mendekat ke arah Lia dan Mario.
Tubuh Kelin seketika mematung tatkala menyentuh dua orang yang ada di hadapannya sudah tidak bergerak.
Deg
__ADS_1
" Mereka?"