
Hari ini Azka bangun lebih dulu bahkan sudah rapih siap berangkat ke kantor, ya hari ini Azka izin untuk tidak pergi mengajar karena semalam papa Sam telah menghubunginya dan meminta Azka untuk mewakili dirinya bertemu dengan para investor. Papa Sam berhalangan datang karena pagi ini ia harus berangkat ke kota J untuk mengawasi beberapa anak perusahaan yang sedikit bermasalah. Papa Sam sebenarnya ingin Azka yang pergi ke kota J tapi mama Maria merengek tidak mengizinkan putranya pergi karena tidak ingin menantu kesayangannya ditinggal sendirian. apalagi perginya tidak dalam waktu sebentar.
Azka mengguncang pelan tubuh Zaira untuk membangunkannya namun rasanya sulit sekali untuk dibangunkannya. " Ini anak tidur apa pingsan sih? tidur kok susah banget dibangunkannya." Azka mendumel.
" Sayang, ayok bangun ini sudah siang, apa kamu tidak takut terlambat ke sekolah?" Azka kembali mengguncang Zaira.
" Sayang bangun!" teriak Azka sedikit meninggikan suaranya.
Zaira menggeliat lalu membuka kedua matanya." Mas apa-apaan sih, ngagetin tau!" ucap Zaira dengan serak khas bangun tidur.
" Salah sendiri susah dibanguninnya" Azka menarik hidung Zaira gemas.
" Ish, sakit tau!" kesalnya.
Zaira kesal lalu beranjak dari duduknya namun seketika alisnya mengkerut " Mas sudah rapih begini mau kemana?" tanya Zaira yang melihat suaminya berpenampilan tidak seperti biasanya.
" Mas mau kekantor papa, semalam papa meminta mas untuk menggantikannya bertemu dengan para investor, karena pagi ini papa dan mama akan pergi ke kota J" ucap Azka menjelaskan.
" Mama dan papa akan pergi lagi?" tanya Zaira yang diangguki oleh Azka.
" Berarti Lia sendirian lagi dong di rumah?" tanya Zaira yang mencemaskan keadaan Lia.
" Meli sudah terbiasa sendiri, kamu gak usah cemas ada bi Sum yang akan menemaninya" sahut Azka sambil memasang dasi.
" Sudah cepat sana mandi!" titah Azka " Apa mau mas yang memandikan lagi?" goda Azka yang langsung mendapat pelototan dari Zaira.
" Dasar mesem!" teriak Zaira yang sudah berlari ke kamar mandi.
" Ha...ha...." tawa Azka pecah melihat Zaira yang langsung lari ke kamar mandi.
*
*
*
" Za belum datang ya?" tanya seorang siswa yang berdiri di depan pintu kelas Zaira dan hanya ada Mia, Indah dan Mona.
" Belum kak, ada apa ya kak Irfan mencari Za?" tanya Mia kepada Irfan yang berdiri di depan kelas bersama Yoga.
" Gak ada apa-apa, bilang saja sama Za kalau dia sudah datang gue tunggu di taman belakang sekolah ya!" pesan Irfan kepada sahabat-sahabatnya Zaira.
" Iya kak nanti kita sampaikan tapi gak janji ya kalau Za akan datang" sahut Mona kali ini yang menjawab.
" Gue tunggu!" kekeh Irfan.
" Serah!" cicit Mona pelan yang hanya didengan oleh Mia dan Indah.
Satu persatu siswa dan siswi masuk ke dalam kelas.
" Tuh si Lia mana Za ya kok belum datang?" Indah celingak-celinguk ke arah pintu menunggu Za dan Lia.
" Assalamu'alaikum!" ucap Lia seraya menghampiri para sahabatnya.
" Wa'alaikum salam!" Jawab serempak teman-temannya.
" Li loe datang sendiri, Za mana?" tanya Mia
Lia berjalan ke arah bangkunya dan mendudukkan dirinya di sana " Gue gak tahu, soalnya Za sekarang sudah gak tinggal di rumah gue" sahut Lia sambil mengeluarkan buku pelajarannya.
" Apa Za sudah gak tinggal di rumah loe lagi?" tanya Mia dengan terkejut.
" Kakak loe ngusir Za, Li?" tanya Indah yang sudah menghampiri tempat duduk Lia.
" Gi*a jahat banget kakak loe, gue gak nyangka pak Bagaz setega itu" lirih Mia dengan raut wajah sedih " Za" pekiknya cemas dengan keadaan Zaira saat ini.
" Serius Li pak Bagaz sudah ngusir Za?" bisik Mona
" Hufh" Lia menghela napasnya menghentakkan buku yang berada di tangannya ke meja.
" Kalian ini belum juga gue selesai ngomong sudah punya pemikiran sendiri aja" ucap Lia geleng-geleng.
" Ya terus maksudnya yang sebenernya gimana sih?" tanya Indah bingung dan menggaruk-garuk kepalanya.
" Za memang sudah gak tinggal di rumah gue karena Za sekarang ting_" kata-kata Lia terpotong dengan kedatangan seorang siswi yang sedari tadi sedang dibicarakan.
" Assalamu'alaikum!" ucap salam Zaira dengan semangat dan raut wajah ceria yang menghiasi wajah cantiknya di pagi ini.
" Wa'alaikum salam!" jawab teman-temannya dengan keterkejutannya.
__ADS_1
" Za loe_?" tanya Mia terheran dengan penampilan Zaira yang terlihat sangat ceria.
" Kenapa, ada yang aneh?" tanya Zaira melihat ke dirinya sendiri
" Loe kemarin_?" tanya Indah yang penasaran dengan kejadian kemarin sewaktu di rumah sakit.
" Kemarin, emangnya kemarin gue kenapa?" tanya Zaira bingung lalu berjalan begitu saja menuju mejanya.
Lia hanya tersenyum simpul dan Zaira melihat ke arahnya dan bertanya dengan menggerakkan ekor matanya Lia yang mengerti maksud Zaira yang seolah bertanya ada apa hanya mengangkat kedua bahunya.
" Za loe beneran gak apa-apa, loe gak lagi menyembunyikan sesuatu dari kita-kita kan?" tanya Mia dengan cemas.
" Kalian ini kenapa sih, gue gak apa-apa gaes. gue baik-baik aja!" ucap Zaira yang merasa sedikit aneh dengan sikap teman-temannya pagi ini.
" Tapi kemarin di rumah sakit pak Bagaz_" bisik Mia pelan menggantung kata-katanya.
" Iya Za pak Bagaz menghukum loe apa?" tanya Mona menimpali ucapan Mia
Zaira seketika baru teringat " Owhh soal itu" Zaira tertawa kecil. " Gue gak apa-apa, kemarin itu cuma kesalahpahaman aja, sudah beres kok sekarang dan kalau soal hukuman emmmm...!" Zaira sengaja tidak melanjutkan kata-katanya.
" Apa Za?" tanya Mona antusias sementara Lia hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah teman-temannya yang begitu penasaran dengan hukuman yang kakaknya berikan.
" Kasih tau gak ya?" ledek Zaira menaik turunkan alisnya.
" Ayolah Za, gak mungkinkan loe disuruh lari mengelilingi lapangan?" indah menggoyang-goyangkan bahu Zaira.
" Sudah... sudah... kembali sana ke bangku kalian, tuh pak Bambang sudah datang!" ucap Lia memberitahu dan seketika Mia, Indah dan Mona mengerucutkan bibirnya berjamaah.
Zaira menahan tawanya melihat tingkah para sahabatnya.
*
*
*
Bel istirahat berbunyi para siswa dan siswi bergegas pergi ke kantin tapi tidak dengan Zaira dan kawan-kawan mereka terlihat santai berjalan di koridor.
" Za!" panggil seorang siswa dari belakang.
Zaira menoleh dan melihat Mario yang setengah berlari menghampiri dirinya.
" Za!" senggol Lia menunjuk ke arah Mario dengan dagunya
" Mau apalagi sih tuh anak?" kesal Zaira " Udah yuk ah cabut!" ajak Zaira yang langsung di iyakan teman-temannya.
Zaira tidak memperdulikan teriakan Mario yang masih mengejarnya. menurut Zaira ia sudah sangat malas berurusan dengan orang macam Mario laki-laki pengecut yang bisanya bersembunyi di balik ketiak orang tuanya.
" Za tunggu!" suara teriakan Mario membuat pusat perhatian para siswa dan siswi yang berdiri di depan kelas.
Ada yang mencibir Zaira dan ada pula yang suka dengan sikap cuek Zaira terhadap Mario.
Sebagian anak terutama yang tidak suka dengan perilaku Mario mendukung sikap dingin Zaira terhadap Mario, menurut mereka apa yang sudah Mario perbuat itu memang sungguh keterlaluan tapi untuk para fans Mario mereka sangat membenci Zaira bagi mereka Zaira hanya sok jual mahal padahal dia sengaja ingin Mario mengejar-ngejar dia.
" Si Mario mau ngapain lagi sih Za, belum kapok apa dia berurusan dengan pak Bagaz?" gerutu Mia yang kesal melihat Mario yang masih saja mengekori Mereka.
" Za please gue mau bicara sama loe?" ucap Mario yang sudah menghalangi jalan Zaira dan kawan-kawannya.
" Mau loe apa lagi sih?" Kesal Zaira memutar bola matanya jengah.
" gue mau kita bicara sebentar" Mario nampak memohon.
"Mau bicara ya bicara aja silahkan" ketus Zaira.
" Tapi tidak disini" tolak Mario.
" Elo udah gak waras kali ya?" Zaira benar-benar merasa geram berhadapan dengan Mario. " Loe pikir setelah apa yang udah loe lakuin ke gue terus gue mau gitu menerima ajakan loe?" ucap Zaira dengan nada suara yang mulai meninggi.
" Gi*a!" umpat Zaira yang memilih untuk pergi meninggalkan Mario.
" Gue mau minta maaf!" teriak Mario ketika Zaira sudah berjalan menjauh.
langkah kaki Zaira terhenti menoleh sekilas lalu kembali berjalan menuju kantin di ikuti oleh para sahabatnya.
Sesampainya di kantin Zaira dan para sahabatnya duduk di meja yang biasa mereka tempati. hari ini Mona yang bertugas memesan makanannya dan Indah yang memesan minuman untuk mereka.
Tidak menunggu lama pesanan pun datang saat Zaira tengah menikmati bakso pedas pesanannya tiba-tiba tiga orang gadis datang menghampiri Zaira siapa lagi kalau bukan Putri, Angel dan Rara.
" Cihh, Munafik!" cibir Putri yang berdiri di hadapan Zaira.
__ADS_1
" Dasar cewek gak tau diri banget sih loe, setelah ngedeketin pak Bagaz, kak Irfan dan sekarang loe masih aja berusaha buat ngejar-ngejar Mario, segitu gak lakunya ya loe!" ucap Putri dengan nada menghina Zaira.
Zaira masih diam tidak ingin terpancing dengan ucapan Putri. melihat Zaira yang masih asik menikmati baksonya membuat Putri dan kedua temannya menjadi geram sendiri.
" Ehhh loe tuli ya?" bentak Angel yang kesal karena merasa dicuekin.
Mona yang memang mudah tersulut emosi hendak berdiri namun tangan Zaira dengan cepat mencegahnya dan menggelengkan kepalanya pelan.
Lia yang memang paling berani diantara para sahabatnya tentu saja paling tidak suka jika ada yang berani menghina Zaira yang memang berstatus kakak iparnya sekarang, merasa tidak terima dengan ucapan yang keluar dari mulut Putri yang sudah berani menghina Zaira, Lia Langsung berdiri dengan menggebrak meja cukup keras hingga semua yang ada dikantin menoleh ke arahnya.
Zaira sudah mencegah Lia yang ingin melabrak Putri dan kedua temannya namun hasilnya nihil. Lia paling tidak bisa menahan diri jika ada orang yang berani menghina dan menyakiti orang-orang yang dia sayangi.
Lia berdiri tepat di hadapan Putri, keduanya saling melempar tatapan tajam sebelum akhirnya tangan Lia yang diam-diam mengambil satu sendok sambal mendarat sempurna di mulut Putri saat ia ingin kembali menghina Zaira.
Putri langsung memuntahkan sambal yang Lia masukkan ke dalam mulutnya, dia histeris kepedasan dan saat hendak melayangkan tangannya ke arah Lia, dengan cepat tangan Lia menangkap dan mencekal pergelangan tangan Putri.
" Pedas bukan ?" cibir Lia
" Tapi pedasnya sambal itu lebih pedas lagi mulut loe yang gak berguna.!" sarkas Lia yang melepaskan cekalannya di tangan Putri dengan kasar.
" Pergi loe, atau mau gue tambahin lagi!" bentak Mona yang sudah geram melihat Putri dan kedua temannya itu.
" Awas saja kalian!" ancaman Putri lalu beranjak pergi di ikuti oleh Rara dan Angel.
" Thanks ya gaess, tapi seharusnya kita gak usah ladenin orang-orang kaya mereka. gak penting juga kan berurusan dengan mereka " ucap Zaira
" Tapi Za mereka aja yang sudah keterlaluan" kesal Mona.
" Iya gue tau mereka memang keterlaluan tapi percuma berurusan dengan mereka. kalian juga kan tahu mereka itu orangnya seperti apa. gue cuma takut aja kalian nanti malah kena masalah dengan mereka gara-gara gue" Zaira merasa tidak enak dengan teman-temannya.
" Loe tenang aja Za, kita ini kan sahabatan, ya kita hadapi tuh si kunbi sama-sama" ucap Indah
" Kunbi?" Zaira, Lia, Mona dan Mia bertanya serempak.
" Kuntil biang" jawab Indah lalu tertawa.
Mendengar kata-kata kuntil biang membuat Mia, Lia, Zaira dan Mona saling pandang dan sedetik kemudian semuanya ikut tertawa.
*
*
*
Jam pulang sekolah di depan pintu gerbang sudah ada mobil hitam yang terparkir untuk menjemput Zaira.
Tring
My Hubby
* Mas sudah di depan gerbang, cepat keluar*
" Siapa Za?" tanya Mia yang melihat bibir Zaira mengerucut.
" Siapa lagi si Mi?" Lia menimpali.
" Kakak loe ya Li?" Mia balik nanya.
" Gak jadi dong loe Za?" kali ini Indah yang bertanya kepada Zaira yang sedang membalas pesan dari suaminya.
My Little Wife
* Iya *
Zaira membalas pesan Azka singkat dia merasa kesal dengan suaminya itu pasalnya tadi dia sudah meminta izin kalau sepulang sekolah seperti biasa ia ingin ikut bersama teman-temannya pergi ke rumah sakit untuk menjemput Mita yang akan pulang dari rumah sakit.
" Sorry ya gaess gue gak bisa ikut kalian jadi titip salam ya buat Mita" ucap Zaira sedikit sedih karena gak bisa ikut menjemput Mita.
" Yaudah gak apa-apa, Mita juga pasti maklum kok. Santai aja" ujar Lia merangkul Zaira Seraya berjalan ke parkiran.
" Kak Azka sudah jemput ya?" tanya Lia dan Zaira mengangguk dengan wajah memberengut.
" Sudah jangan memberengut gitu, jelek tau gak. masa kakak ipar gue jadi jelek gini sih gaess?" ucap Lia menggoda Zaira
" Apaan sih loe Li?" Zaira malah mengerucutkan bibirnya.
" Ha..ha.. !" tawa Mona pecah. " Sumpah Za loe jelek banget kalau lagi kaya gitu?" ejek Mona yang masih belum berhenti tertawa.
" Si*lan loe Mon" ucap Zaira seraya menepuk pundak Mona.
__ADS_1
" Ha..ha.." tawa Mona semakin pecah dan yang lainnya hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Zaira dan Mona yang absurd.
Zaira berlari kecil menghampiri mobil Azka yang terparkir di depan pintu gerbang. hari ini Azka sengaja menjemput Zaira menggunakan mobil papa Sam jadi tidak ada yang tahu jika yang datang menjemput Zaira adalah Azka kecuali Lia dan kawan-kawannya.