Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Ekstra Part 2


__ADS_3

Arta dan Mita kini berada di lobi rumah sakit, mereka berjalan bersisian namun tetap tidak ada percakapan diantara keduanya. Arta akan mengantarkan Mita pulang atas perintah mama Novi.


"Aku pulang naik taksi saja, kakak sebaiknya kembali saja!" ucap Mita membuka pembicaraan.


Arta tidak menggubris ucapan Mita ia terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun.


" Kak, aku pulang!" Mita pamit berjalan berbelok kearah lain.


Arta menoleh dan dengan cepat langsung menarik tangan Mita tanpa mengucap sepatah katapun.


" Kak lepas, aku bisa pulang sendiri. jika kakak masih seperti ini sebaiknya kita_!" ucapan Mita terpotong


" Apa? pisah?" sentak Arta


Deg


Deg


Deg


Hati Mita berdegup sangat kencang, Mita melihat kabut hitam di netra Arta, tatapan mata yang membuat Mita menciut seketika.


" Kak!" ucap Mita lirih dengan mata yang sudah berkaca-kaca namun sekuat hati Mita menahannya agar tidak tumpah.


Hening....


Keduanya hanya saling menatap tanpa ada yang bicara sampai sedetik kemudian Mita dengan kasar menghempaskan tangannya dari cekalan Arta.


" Iya, sebaiknya kita berpisah saja!" ucap Mita dengan lantang walaupun sebenarnya dalam hati bukan itu yang ingin katakan.


Arta tersenyum getir mengusap wajahnya dengan kasar " Baik kalau itu yang kamu mau. kita berpisah!" ucap Arta membuat Mita yang tadinya menunduk langsung mendongak.


" Tidak... jangan katakan itu kak, aku mencintaimu kak. aku tidak mungkin mengkhianati mu kak. aku kira kau merenungi kesalahan mu kak tapi kau lebih memilih egomu dibandingkan penjelasan ku


Batin Mita memberontak


" Kakak yang menginginkan ini bukan aku. katakan saja kalau kakak sudah lelah menungguku jadi jangan memutar balikkan kesalahan dan wanita itu...." Mita menjeda ucapannya " Mungkin, yang dikatakannya benar aku hanyalah anak SMA yang tidak pantas jika disandingkan dengan kakak yang seorang pria matang, mapan dan seorang pemimpin perusahaan. Aku hanya akan menghambat kesuksesan kakak dan menjadi beban kakak saja" ucap Mita dengan lugas.


Arta terdiam mencerna sedikit demi sedikit ucapan Mita.


" Kakak jelas sudah tahu kalau aku dan mas Ariel sudah tidak memiliki hubungan apa-apa tapi pertemuan aku dengan dia yang tidak di sengaja dijadikan alasan untuk kakak menuduhku yang tidak-tidak, sakit kak rasanya dituduh atas apa yang tidak aku lakukan" ucap Mita mengungkapkan perasaannya.


" Aku tahu aku memang tidak pantas untuk kakak kalau perpisahan adalah jalan yang terbaik aku bisa apa kak, permisi!" ucap Mita beranjak pergi Arta hendak menyusul namun Mita sudah lebih dulu masuk ke dalam taksi yang kebetulan melintas


Arta mengusap wajahnya kasar meruntuki kesalahannya sendiri yang entah kenapa rasa egonya lebih tinggi dibandingkan rasa percayanya kepada Mita. apakah karena rasa cemburunya yang terlalu besar membuat dia lupa diri.


Didalam taksi Mita akhirnya meluapkan rasa sedihnya tidak peduli dengan pandangan sang sopir yang meliriknya dari kaca spion.


Setelah merasa tenang Mita memilih untuk memejamkan matanya dan tidak berapa lama taksi pun sampai di depan rumah.


Dengan langkah gontai Mita masuk ke dalam rumah " Kamu baru pulang?" tanya mama Rosa


" Iya mah" sahut Mita setenang mungkin


" Bagaimana keadaan Lia?" tanya mama Rosa


" Dia sudah melahirkan mah, bayinya laki-laki dan sangat tampan" tutur Mita


" Syukurlah, mungkin besok mama akan menjenguknya" ucap mama Rosa


" Iya mah"


" Kamu kenapa sayang?" tanya mama Rosa yang menangkap aura kesedihan di mata sang putri


" Tidak kenapa-kenapa mah" Mita berbohong


" Jangan bohong sama mamah, apa kalian bertengkar?" tanya mama Rosa menyelidik


" Tidak mah, kami baik-baik saja" jawab Mita berdalih


" Syukurlah, tapi ingat jika ada masalah sebaiknya kalian bicarakan dengan kepala dingin karena jika berbicara dalam keadaan emosi maka keputusan yang diambil hanya akan berbuah penyesalan" ucap mama Rosa menasehati


" Iya mah"


" Yaudah, sebaiknya kamu istirahat" ucap mama Rosa.


Mita berjalan gontai masuk ke dalam kamar. ia lalu merebahkan dirinya di kasur dengan mata menatap ke langi-langit kamarnya.


Sementara Arta kini berada di rumah sakit menemani Mario yang tengah menjaga Lia


" Ada apa, kusut banget tuh muka?" tanya Mario yang ikut duduk di sofa ruang perawatan Lia


" Tidak ada apa-apa" sahut Arta menyandarkan tubuhnya ke sofa


" Kau itu bukan tipe orang yang bisa menyembunyikan masalah kak, ceritakan padaku mungkin aku bisa membantu" ucap Mario


Flashback on


Mita yang baru pulang sekolah memutuskan untuk pergi ke supermarket karena kebutuhan wanitanya sudah habis namun saat selesai berbelanja tanpa sengaja ia bertemu dengan dokter Ariel yang saat itu baru saja menemani sang isteri periksa kandungan. namun karena ternyata sang isteri diharuskan menginap terpaksa dokter Ariel membeli beberapa keperluan sang isteri dan siapa yang menyangka dia malah bertemu dengan mantan tunangannya.


" Mita!" panggil dokter Ariel


" Mas Ariel" Mita sedikit terkejut bertemu dengan mantan tunangannya


" Mas Ariel sedang apa disini bukannya mas Ariel tinggal di kota x ya?" tanya Mita


" Aku sudah pindah kembali kesini" sahut dokter Ariel


" Aku sedang membeli keperluan isteriku karena dia akan segera melahirkan" tutur dokter Ariel menjelaskan


" Melahirkan? bukannya waktu itu usia kandungan isteri mas Ariel_?" ucapan Mita menggantung


" Anak ke dua " sahut dokter Ariel memberitahu


" Usia kandungan isteriku sebenarnya belum cukup untuk melahirkan tapi karena terjadi sesuatu jadi terpaksa harus segera dilahirkan" tutur dokter Ariel dan Mita mengangguk mengerti


" Bagaimana kabarmu sekarang?" tanya dokter Ariel


" Baik"


" Kapan kau akan menikah?"

__ADS_1


" Mungkin setelah lulus"


" Apa hubungan kalian baik?"


" Tentu saja"


" Syukurlah, aku minta maaf karena sudah menyakiti mu" Dokter Ariel meraih tangan Mita namun segera Mita tepis secara perlahan


" Tidak perlu mengingat sesuatu yang sudah berlalu. kita sudah memiliki jalan masing-masing mas Ariel pun kini sudah mau memiliki anak dua jadi perlakuan dan sayangi keluarga mas dengan baik" ucap Mita


" Tapi_" Mita memotong ucapan dokter Ariel


" Mas, jangan bicarakan tentang masa lalu lagi rasanya tidak nyaman" ucap Mita


" Baiklah"


Dan tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi tengah memperhatikan keduanya.


" Ekhemm..." deheman seseorang mengalihkan pembicaraan keduanya


" Kak!" panggil Mita yang sedikit terkejut melihat keberadaan Arta


" Kita pulang sekarang?" tanya Arta


" Iya kak, maaf mas kami duluan!" ucap Mita pamit


" Silahkan!" ucap dokter Ariel


" Mari !" ucap Arta seraya merangkul Mita


dokter Ariel hanya tersenyum getir.


Didalam mobil Arta dan Mita hanya saling diam sampai akhirnya Mita yang membuka obrolan lebih dulu


" Kak Arta dari mana?" tanya Mita


" Apa sebegitu pentingnya kalian berbicara sampai mengabaikan panggilan telpon ku?" tanya Arta tanpa menoleh


Mita langsung mengambil ponselnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat ada 30 panggilan tidak terjawab


" Maaf kak aku lupa mengaktifkan kembali nada deringnya" ucap Mita yang merasa bersalah


" Tentu saja lupa apalagi setelah bertemu dengan mantan" ketusnya


" Kakak bicara apa sih?" Mita mendengus kesal


" Tidak ada" ucap pria dewasa yang tengah di dera rasa cemburu itu


Sepanjang perjalanan mereka terus saja saling diam sampai akhirnya sudah terparkir di depan rumah Mita


" Mampir dulu kak!" tawar Mita


" Tidak perlu,aku masih ada urusan penting" tolak Arta yang sedikit ketus


Mita merasa kecewa dengan jawaban yang Arta ucapkan. " Apa kakak cemburu?" tanya Mita sebelum keluar dari dalam mobil


" Cemburu? untuk apa aku cemburu" sahutnya


" Aku tidak marah" elaknya


" Aku dan mas Ariel hanya tidak sengaja bertemu kak" ucap Mita menjelaskan.


"Benarkah?" tanya Arta mengejek


" Apa kakak tidak percaya?" tanya Mita khawatir


" Entahlah" Arta menggidikan bahunya


" Kak" ucap Mita lirih


" Sudahlah, tidak usah dibahas" ucap Arta tanpa menoleh


Mita yang merasa kesal akhirnya memilih untuk keluar dan betapa terkejutnya Mita karena Arta langsung melajukan mobilnya tanpa sekata patahpun.


Dan semenjak kejadian tersebut Arta bahkan tidak pernah menemui Mita terlebih saat dia ingin menjemput Mita ternyata ada dokter Ariel disana dan betapa terkejutnya Arta saat dengan mata kepalanya sendiri ia melihat Mita masuk ke dalam mobil dokter Ariel.


Flashback off


" Apa kamu sendiri sudah bertanya kenapa mereka bertemu?" tanya Mario dan Arta menggeleng


" Aku takut Mita akan kembali lagi dengan dokter menyebalkan itu" sahut Arta dengan kesal


" Tidak mungkin Mita melakukan hal itu, jelas kau tahu Mita sangat mencintaimu kak"


" Entahlah aku merasa ragu" sahut Arta


" Buang rasa ragu mu itu kak, terkadang apa yang kita lihat belum tentu kebenarannya sama seperti apa yang kita lihat. kakak yang selalu mengingatkan aku hal itu tapi sekarang kenapa kakak menjadi bodoh sendiri" ledek Mario


" Aku hanya tidak mengerti dengan jalan pikirannya apalagi dia juga mengatakan kalau ada seorang wanita yang mengatakan dia tidak sepadan dengan ku dan gadis SMA sepertinya hanya akan menghambat kesuksesan ku" terang Arta


" Wanita? apa kakak punya wanita lain?" tanya Mario antusias


" Sembarangan, mana mungkin" Arta menoyor kepala Mario


" Kau sendiri sudah tahu sejak dulu yang aku cintai hanya gadis imut ku saja mana mungkin ada wanita lain" Sahut Arta


" Itu hanya alasannya saja" lanjut Arta


" Tidak kak Mita tidak beralasan, dia memang pernah menceritakan hal itu padaku" sahut Lia tiba-tiba membuat keduanya terkejut dan langsung menoleh ke arah Lia


" Maksud mu?" tanya Arta penasaran


" Kalau soal dokter Ariel aku memang tidak tahu apa-apa tapi kalau soal wanita yang kakak ceritakan tadi memang benar Mita pernah mengatakannya kepada ku kak" sahut Lia menjelaskan


" Wanita? siapa?" tanya Arta bingung


" Sekretaris kak Arta" sahut Lia


" Apa?" Arta terkejut


" Sekretaris ku? maksudnya?" tanya Arta

__ADS_1


" Mita pernah datang ke kantor kakak, waktu itu dia ingin memberi kejutan untuk kakak dengan membawakan makan siang. Mita belajar memasak dengan mama Novi beberapa hari yang lalu karena ingin memasak untuk kakak" tutur Lia


" Tapi saat hendak masuk ke ruangan kakak sekretaris kakak malah menghalanginya dan mengatakan hal yang tidak mengenakan kepada Mita. baru kali itu aku melihat Mita merasa begitu minder dan kehilangan kepercayaan dirinya" lanjut Lia


" Tiara dia berani mengatakan hal seperti itu kepada Mita?" ungkap Mario yang juga ikut terkejut dengan penuturan Lia


Arta mengusap wajahnya kasar tidak menyangka kalau sekretarisnya berani mengatakan hal buruk kepada Mita


" Kak cepat selesaikan masalah kakak dengan Mita jangan sampai ada celah bagi orang ketiga masuk ke dalam hubungan kalian" ucap Lia mengingatkan


" Betul apa yang dikatakan isteriku kak" ucap Mario


" Baiklah aku akan menemuinya besok" ucap Arta lalu mencoba memejamkan mata


Keesokan paginya Arta langsung beranjak pergi untuk segera menemui Mita namun saat berada di lobi tanpa sengaja Arta bertemu dengan Tiara.


" Pak Arta!" sapa Tiara tersenyum ramah


" Kau!" geram Arta


" Bagaimana keadaan adik ipar bapak? saya ingin menjenguknya" ucap Tiara


" Baik dan kamu tidak perlu menjenguknya dia sedang istirahat" ucap Arta ketus namun tiba-tiba Tiara menjatuhkan tubuhnya kearah Arta membuat Arta yang terkejut menangkap tubuh Tiara yang berpura-pura pingsan.


Arta terbelalak saat melihat Mita tengah berdiri di hadapannya dengan raut wajah yang sulit di artikan


Sementara Tiara tersenyum samar melihat kemarahan di wajah Mita.


" Maaf pak tadi kepala saya sedikit pusing" ucap Tiara namun tidak membuat Arta iba.


" Menyingkirkan!" Arta mendorong tubuh Tiara kasar


Mita tidak peduli dan lebih memilih berlalu meninggalkan dua manusia yang ada di hadapannya.


" Mita!" ucap dokter Ariel yang langsung menghampiri Mita


" Mas!" ucap Mita


Arta mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya kuat saat Mita memilih berlalu pergi bersama dokter mantan tunangannya itu.


Mita masuk ke dalam ruang perawatan Karina.


" Mbak Karina apa kabar?" sapa Mita


" Mita!" Karina merasa senang melihat Mita yang mau datang menemuinya


" Terima kasih sudah mau datang!" ucap Karina


" Sama-sama mbak, bagaimana keadaan mba Karina sekarang?" tanya Mita


" Alhamdulillah sudah lebih baik" sahut Karina


" Syukurlah, selamat ya mbak atas kelahiran putranya!" ucap Mita


" Terima kasih Mita" ucap Karina


" Emmmm... bagaimana hubungan kamu dengan kekasihmu?" tanya Karina


Mita tidak menjawab hanya tersenyum tipis


" Aku dengan dia marah dan cemburu dengan Suamiku?" tanya Karina yang merasa tidak enak.


Beberapa hari yang lalu dokter Ariel menemui Mita karena Karina yang meminta untuk bertemu dengannya, Karina merasa bersalah karena hubungan Mita dan dokter Ariel putus karena kehadirannya.


" Tidak mbak, kami baik-baik saja, mba Karina tidak usah khawatir" ucap Mita tersenyum tipis


" Aku lihat sepertinya hubungan kalian tidak sedang baik-baik saja" ucap Dokter Ariel tersenyum sinis


" Hanya ada sedikit kesalah pahaman saja!" sahut Mita


🖤


Mita dan Karina berbicara dengan akrab, dokter Ariel tengah pergi melihat bayinya yang berada di incubator.


Sementara Arta tengah uring-uringan melihat Mita yang pergi bersama dokter Ariel, segala pikiran buruk berkecamuk di dalam pikirannya.


Arta menunggu Mita dilobi rumah sakit ia ingin pergi tapi pikirannya saat ini terus tertuju pada Mita.


Tiara sudah pergi meninggalkan rumah sakit setelah Arta melarangnya menemui Lia.


Setelah hampir dua jam Arta menunggu akhirnya Mita muncul juga, namun yang membuat Arta mengeraskan rahangnya adalah saat Mita berjalan bersama dokter Ariel yang notabene adalah mantan tunangan kekasihnya itu


" Ikut aku !" Arta langsung menarik tangan Mita begitu saja


Mita yang terkejut hanya bisa pasrah karena tidak mau berdebat dan bertengkar di muka umum.


" Lepas Kak!" Mita menyentak tangannya


" Kau kembali lagi dengannya, karena itu kamu minta putus?" sarkas Arta


Mita tersenyum kecut " Bukan urusan kakak" Mita beranjak pergi


" Tetap urusan ku , karena kau adalah calon istriku" tegas Arta


" Apa calon isteri?" Mita tersenyum mengejek


" Apa kakak lupa kalau kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi" terang Mita


" Dan wanita itu sepertinya lebih cocok dengan mu" lanjutnya lagi


" Persetan dengan wanita itu" tegas Arta


" Aku akan segera melamar mu, mau tidak mau lusa kita akan menikah" lanjutnya


" Ap.. apa?" ucap Mita terkejut


" Aku tidak mau!" tolak Mita


" Aku tidak menerima penolakan" Arta langsung mengangkat tubuh Mita layaknya karung beras lalu memasukkannya ke dalam mobil


" Lamaran macam apa memaksa seperti itu?" gumam Mita mengalihkan pandangannya ke arah jendela

__ADS_1


__ADS_2