Guruku Suamiku

Guruku Suamiku
Pergaulan Bebas?


__ADS_3

Usia kandungan Zaira kini sudah menginjak trisemester kedua. meskipun kehamilan Zaira tidak sesulit ibu hamil pada umumnya yang selalu mengalami morning sicknis. beruntung bayi yang ada di dalam kandungannya tidak membuat mommy nya mengalami kesulitan. sungguh calon baby yang sangat pengertian.


Pagi ini hari Sabtu kebetulan sekolah libur jadi Azka bisa membawa Zaira ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya.


Zaira duduk di bangku tunggu ditemani oleh sang suami, tidak sedikit pasangan suami istri yang nampak tengah memeriksakan kandungannya. ada sepasang pasutri yang memandang sinis ke arah Zaira dan Azka, mereka nampak sedikit heran karena Zaira terlihat masih sangat muda tapi sudah hamil. jadi dia mengira jika Zaira hamil akibat dari pergaulan bebas.


" Begitulah kalau bergaul terlalu bebas, masih muda sudah hamil diluar nikah. bikin malu orang tua!" cibir seorang ibu-ibu yang duduknya tidak terlalu jauh dari Zaira dan Azka.


" Bu jangan asal bicara, jaga mulut kamu" ucap sang suami yang sesekali melihat ke arah Zaira dan Azka takut kalau mereka tersinggung dengan ucapan istrinya.


" Kenapa memangnya, bisa saja kan itu benar" ucap sang ibu melirik ke arah Zaira seakan menyindir


" Bu" si suami memegang tangan si ibu biar diam


" ihhh.. si bapak diam aja deh, ibu itu ya kalau punya anak seperti itu sudah pasti ibu usir dari rumah" ucap si ibu melirik ke Zaira dengan sok tahunya.


"Nyonya Alzaira!" Teriak seorang suster memanggil Zaira yang sedang menunggu giliran.


Azka dengan penuh perhatian membantu Zaira untuk berdiri dan merangkul bahu Zaira berjalan menuju ruang pemeriksaan dengan senyum yang mengembang pada keduanya.


" Romantis banget, sungguh pasangan yang sangat serasi ya pah!" ucap seorang ibu muda yang seumuran dengan Azka merasa sangat kagum dengan pasutri yang baru saja masuk.


" Iya mah, mereka serasi. yang satu cantik yang satu tampan. anak-anak mereka kelak pasti cantik dan tampan ya mah" sahut sang suami


" Iya pah!"


" Anak kita juga pasti akan secantik kamu mah!" ucap si suami yang istrinya tengah hamil tua dan saat USG dinyatakan kalau anaknya perempuan.


Si ibu yang mencibir Zaira tadi memutar bola matanya jengah.


" Cih orang hamil diluar nikah kok segitu dikaguminya" ucap si ibu


pasutri itu hanya diam saja tidak ingin menimpali ucapan sang ibu.


Di dalam ruang pemeriksaan Zaira tengah tiduran di atas tempat tidur untuk menjalani pemeriksaan USG. dokter Dinda yang tengah memeriksa Zaira menjelaskan kepada pasutri muda ini apa yang ditampilkan di layar monitor.


mata Azka berkaca-kaca saat dokter Dinda menjelaskan secara detail perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan sang isteri melalui layar monitor.


" Selamat ya tuan Bagazkara dan nyonya, bayi anda sangat sehat, harap tetap dijaga pola makannya dan usahakan tidak terlalu capek dan hindari stress" ucap dokter Dinda.


" Terima kasih dokter!" ucap Zaira


" Mas!" panggil Zaira saat melihat Azka diam saja dan menatapnya dengan tatapan yang sungguh berbeda dari biasanya.


dokter Dinda beranjak dari duduknya dan kembali ke mejanya.


" Mas!" panggil Zaira lagi dan mengelus punggung tangan Azka.


Azka terkesiap dan tanpa sadar menitikkan air mata tapi dengan gerakan cepat Azka langsung menghapus air matanya.

__ADS_1


" Mas" Zaira tersenyum menatap lekat wajah sang suami


Azka langsung mendekat ke arah Zaira dan mendaratkan kecupan singkat di kening sang isteri." Terima kasih sayang"


Azka lalu membantu Zaira turun dari tempat tidur setelah itu berjalan menghampiri meja dokter Dinda.


" Silahkan duduk!" ucap dokter Dinda sopan


" Terima kasih dokter!" ucap Azka dan Zaira tersenyum.


Dokter Dinda terlihat kagum dengan pasangan suami istri yang ada di hadapannya saat ini. Apalagi saat dia melihat Azka yang begitu sangat perhatian dengan Zaira.


" Nyonya Zaira!" ucap Dokter Dinda mengawali pembicaraannya


" Panggil Zaira atau Za saja dokter" protes Zaira.


" Usia aku kan jauh lebih muda dari dokter jadi rasanya kurang nyaman aja dipanggil Nyonya" terang Zaira


" Tapi anda itu_" ucapan dokter Dinda terpotong


" Turuti saja dok keinginannya!" pinta Azka


" Emmmm.. baiklah, maaf jika saya kurang sopan jadinya" ucap Dokter Dinda yang merasa jadi tidak enak hati


" Tidak apa-apa dokter, saya malah senang kalau di panggil nama aja biar lebih akrab" ucap Zaira.


Azka tersenyum dan mengangguk pelan. " Boleh sayang asal kamu senang" Azka mengusap kepala Zaira dengan lembut.


Dokter Dinda tersenyum simpul melihat kemesraan pasangan suami istri yang memang dia juga sudah mengetahui mereka pasangan guru dan murid.


Setelah selesai pemeriksaan mereka keluar dari ruangan dokter Dinda dan saat sudah berada di luar mereka melihat ibu-ibu yang tadi sempat mencibirnya menatap sinis kearahnya.


Azka tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri ibu-ibu tersebut.


" Maaf ya nyonya saya tidak mengenal anda dan saya rasa anda juga tidak mengenal kami jadi saya beritahu anda ini istri saya kami menikah sudah hampir 5 bulan jadi dimana letak salahnya jika istri saya saat ini hamil 3 bulan?" ucap Azka yang tidak terima dengan tatapan sinis si ibu terutama ditunjukkan kepada Zaira.


Istri saya wanita baik-baik dan dia hamil bukan akibat dari pergaulan bebas" ucap Azka lagi yang tidak rela jika ada yang merendahkan harga diri istri tercintanya.


" Cih mana kita tahu anda benar atau berbohong demi menutupi keburukan kalian" ucap si ibu meremehkan


" Bu" panggil suaminya yang merasa tidak enak dengan Azka dan Zaira.


" Mas, sudah!" Zaira menarik lengan Azka dan memintanya untuk tidak meladeni si ibu.


" Tapi sayang dia_" ucap Azka terpotong.


" Kalian ini pasangan yang sangat serasi saya suka sekali melihat kalian yang satu tampan yang satu nya lagi cantik. semoga pernikahan kalian langgeng terus ya dan kehamilannya berjalan lancar sampai melahirkan!" ucap pasangan suami istri yang begitu mengagumi keharmonisan Zaira dan Azka.


Zaira dan Azka menoleh ke arah sepasang suami istri tersebut yang kebetulan saat ini giliran mereka masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

__ADS_1


" Terima kasih mba!" ucap Zaira tersenyum ramah kepada mereka


Sementara si ibu tadi malah mendengus kesal.


Zaira menarik lengan Azka dan mengajaknya segera pergi dari tempat tersebut.


❤️


Zaira dan Azka kini sudah ada didalam mobil dan mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Bunda Aryani.


sekitar 20 menit mobil mereka sampai di halaman rumah Bunda Aryani. Zaira turun dari mobil dan disusul oleh Azka yang mengekor berjalan masuk ke dalam rumah Bunda.


" Assalamu'alaikum" ucap Zaira seraya membuka pintu yang ternyata tidak dikunci


" Wa'alaikum salam" sahut Bunda Aryani sumringah melihat kedatangan Putri dan menantunya.


" Sayang, kemana saja sih kok baru datang menemui bunda, apa sudah tidak sayang lagi sama bunda, sudah lupa sama bunda, iya?" tanya Bunda Aryani yang tengah memeluk Zaira


" Bukan begitu bunda, maafin Za dan suami Za karena baru sempat datang. belakangan ini Za rasanya itu malas kemana-mana bunda maunya hanya di kamar dan tidur" jawab Zaira jujur.


Ya akhir-akhir ini Zaira memang sangat pemalas dan lebih suka dikamar tiduran sambil menonton TV.


" Tidak apa-apa Sayang, mungkin itu bawaan bayi kamu Sayang. apa kamu mengidam yang aneh-aneh nak?" ucap Bunda Aryani menanyakan kondisi Zaira


" Alhamdulillah tidak Bun, dia sangat pengertian sama mommy nya, tidak ingin menyusahkan mommy nya. " sahut Azka menjelaskan


" Anak yang pintar!" puji Bunda.


" Bunda, Za boleh tidak menginap di sini?" tanya Zaira hati-hati.


Azka menautkan alisnya dan menatap lekat wajah sang isteri.


" Tentu saja boleh dong sayang!" ucap Bunda Aryani


" mas!" panggil Zaira dan sontak saja membuat Azka menoleh ke arahnya.


" Boleh ya!" pinta Zaira


Azka menghela nafasnya berat dan setelah itu mengangguk pelan.


" Mas terima kasih ya!" Azka hanya tersenyum simpul lalu Zaira langsung memeluk Azka.


❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


Sementara Lia dan sahabat-sahabatnya kini berada di dalam mall, Mereka tengah makan di restoran yang ada di dalam mall tersebut.


usai makan Lia dan teman-temannya memutuskan untuk pulang namun saat hendak berjalan menuju mobilnya tiba-tiba Lia dikejutkan dengan dua orang preman yang berjalan mengarah kepadanya, Lia yang pada saat itu sudah terpisah dari teman-temannya merasa curiga,lalu dengan langkah cepat berjalan menuju mobilnya yang terparkir namun sayang sebelum sampai ke mobilnya kedua preman tersebut sudah lebih dulu menangkap Lia dan membawanya pergi, saat Lia akan dimasukkan kedalam mobil preman tersebut ada seseorang yang melihatnya, orang tersebut sangat terkejut dengan langkah cepat seorang pria yang melihat Lia dalam keadaan bahaya langsung berlari menghampirinya. sayang pergerakan preman tersebut lebih cepat mereka sudah berhasil membawa Lia pergi.


" Akh.. sial" umpat pria tersebut lalu berlari ke arah sepeda motornya dan dengan kecepatan penuh ia melajukan sepeda motornya mengikuti mobil yang membawa Lia pergi.

__ADS_1


__ADS_2