Perjuangan Seorang Anak

Perjuangan Seorang Anak
Bermain Di Rumah


__ADS_3

Tanpa lelah aku berjalan. Ternyata aku sudah tiba di kediamanku yang kecil dan sederhana.


Tidak banyak yang bisa aku ungkapkan. Tentang rumahku dan keluargaku yang begitu, di bungkus dengan ke damaian.Tapi kini, berubah setelah kejadian ayahku dengan ibu sambungku yang menikah karena jebakan.


Semua terasa hambar. Kasih sayang ayahku kini tidak lagi aku nikmati dengan sejuk. Pernikahan jebakan itu telah merenggut kebahagiaan dan tawa kami.


Hari -hari kami berjalan begitu kelabu. Adikku yang biasanya begitu, dekat dengan Ayahku yang saling memberi kehangatan. Kini jauh bagaikan laut dengan daratan.


Setelah aku masuk ke dalam. Aku pun, berjalan menuju kamarku yang kecil dan sederhana. Tidak banyak yang terdapat didalam ruangan kamarku. Hanya, ada tempat tidur dan lemari pakaianku yang kecil yang didalamnya tersusun rapi pakaianku dan adikku.


Aku pun, kemudian membuka pakaian seragam sekolahku. Pakaian putih dan rok sekolah yang berwarna merah. Aku gantungkan ditempat gantungan pakaian yang berada di antara jendela kamarku dan lemari ku.


Rumahku yang sepi. Terlihat seperti, bangunan kosong yang sudah lama tidak berpenghuni. Kini nyaris akan tenggelam cepat atau lambat. Melihat dari sudut pandang Ibu sambungku yang begitu, tidak mendominasi dengan situasi keadaan kami.


Tidak berapa lama. Setelah, aku berganti pakaian. Aku pun, beranjak dari rumahku keluar. Untuk bermain dengan teman-temanku yang sedari semalam sudah sibuk mengajakku bermain.

__ADS_1


Masih beberapa langkah. Aku melangkah tiba-tiba, aku mendengar suara seorang wanita yang bergeming dari dalam ruangan kosong rumahku. Aku pun, yang mendengarnya kemudian, memutarkan kepalaku kebelakang. Dimana? sumber suara itu terdengar.


Tidak berapa lama aku melihatnya...


Ha! Aku pun langsung terkejut. Seketika, aku melihat wajahnya pertama kali yang keluar dari ruangan yang agak gelap. Ketika, aku mencoba melihatnya "ternyata dia." Kataku dalam hati sambil memalingkan wajahku darinya.


Di tengah jalan yang sunyi, tiba-tiba!


"Liyan! Mau kemana?" Tanya temanku yang melihatku dari pintu rumahnya yang terbuka sedikit sempit. Dengan mengeluarkan sedikit kepalanya. Melihatku diluar sedang berjalan. Tepat melintasi pekarangan rumahnya yang berdekatan dengan jalan yang sempit yang sering dilalui.


"Aku mau ke rumah si Andrini." Jawabku dengan melihat wajahnya sekilas.


Salah satu sendal. Sepertinya aku mengenalnya ." Gumamku didalam hati. Sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah temanku Andrini.


"Hay, kak! Sama siapa kakak?" sambil menyambut aku dengan senyum riang.

__ADS_1


"Sendiri."


"Oh! engga sekolah, kakak?"


"Sekolah dek! Tapi, kakak sudah pulang karena di sekolah ada rapat guru." Aku dan dia pun masuk menuju kamarnya dan bermain boneka. Bonekanya begitu banyak memenuhi sebagian ruang kosong yang ada didalam lemarinya.


Lemarinya yang cantik dan besar yang tidak ada ukirannya dan sangat minimalis. Terbuat dari kayu jati memiliki dua pintu. Pintu yang pertama,semuanya terlihat dilapisi oleh kayu. Dan di dalamnya terdapat satu tangkai kayu yang terpasang vertikal. Untuk menggantungkan pakaian. Sementara, di pintu yang satunya lagi. Terbagi menjadi dua bagian atas dan bawah. Dimana, pintu yang bagian atas terdapat beberapa rak pakaian. Sebagai tempat untuk menyusun pakaian yang telah dilipat rapi. Yang daun pintunya dilapisi dengan kaca. Sementara, yang bagian bawahnya terbagi menjadi dua bagian juga, yang berbentuk seperti kotak laci yang masing-masing memiliki tangkai pegangan untuk membuka laci. Laci yang bagian bawah sebagai tempat-tempat buku dan lain-lain.Tidak seperti lemari pakaianku yang begitu sederhana dan terbuat dari kayu papan biasa. Lemari pakaianku juga, memiliki dua pintu. Pintu yang pertama sama seperti punya temanku. Dilapisi dengan kayu semua. Terdapat satu tangkai kayu vertikal untuk menggantungkan pakaian biar rapi. Sementara, di pintu yang satunya lagi. Terdapat beberapa rak pakaian juga, untuk meletakkan pakaian yang telah dilipat rapi. Yang daun pintunya juga, dilapisi dengan kaca. Sementara, yang bagian bawah terdapat dua kotak laci yang tidak memakai pintu. Sebagai tempat untuk menyusun buku.


Sementara, dari segi ruangan kamar yang luasnya tidak terlalu besar. Memiliki hiasan dinding berupa sulaman tangan yang terbuat dari benang. Yang di tempelkan didinding. Dan disudut dinding yang lain terdapat beberapa bingkai photo yang dilapisi dengan cat berwarna pink, dan juga terdapat tempat tidur yang ukuran tiga kaki. Bertingkat dua yang dialasi dengan tilam yang empuk. Sedangkan, kamarku tidak seperti kamarnya yang terlihat memanjakan diri. Kalau kamarku ruangannya sempit. Hanya pas-pasan untuk tempat tidur yang besarnya. Bisa di tiduri oleh dua orang yang dialasi hanya, dengan papan saja. Tempat tidurku tidak seperti, tempat tidur temanku. Yaitu, memakai tilam dan bertingkat dua. Yang satu tempat tidur satu orang. Sementara, didinding kamarku hanya, ada gambar-gambar hewan yang sering terlihat di pasang didinding sekolah. Sedangkan, untuk dinding kamarku terbuat dari papan yang dilapisi cat berwarna putih. Sementara dinding kamar temanku terbuat dari beton dan di plaster sedemikian rupa supaya terlihat rapi.


Lain lagi halnya dengan ruang dapur.Ruangan dapur rumah temanku terlihat lebar dan ada terdapat kursi,meja makan yang disusun rapi. Dan terdapat lemari makan yang terletak di sudut ruang dapur. Tak hanya itu! Di tempat lain ada rak piring yang besar terbuat dari aluminium. Sedangkan disisi lain ada terdapat meja kompor untuk memasak yang terlihat bersih dan tidak jauh dari rak piring aluminium. Dan ditempat lain lagi, terdapat kamar mandi dan westafel untuk mencuci piring dan mencuci tangan. Sedangkan di ruangan dapur rumahku terlihat kecil dan sempit. Tidak ada terdapat kursi apalagi, meja makan. Kamar mandi ataupun westafel . Hanya terdapat meja kompor dan rak piring yang diatasnya, ada sebuah kotak yang terbuat dari kayu yang digunakan, untuk menyimpan sayur dan lauk yang di disain bersatu dengan rak piring.


Rumah temanku juga memiliki ruang TV dan ruang tamu.Ruang TV yang luas yang terdapat pintu di tengahnya yang menghubungkan dengan ruangan dapur. Disamping dinding tepat didekat pintu. Ada terdapat TV yang terletak di atas meja yang kokoh yang didepannya ada meja bulat kecil. Sementara di rumahku tidak ada TV apalagi ruangannya.


Selain ruang TV. Rumah temanku juga, terdapat ruang tamu yang besar. Dimana, di ruang tamunya tidak ada terdapat kursi tamu. Hanya ada sebuah meja kerja yang terletak di sudut dinding dekat jendela. Sedangkan, di rumahku. Di ruangan tamunya terdapat meja dan kursi satu buah yang terletak tepat dibawah jendela yang digunakan untuk makan oleh ayahku.

__ADS_1


Rumah temanku yang besar selain memiliki ruangan tadi. Juga, memiliki sebuah teras yang besar. Sementara kalau di rumahku hanya ada ruangan tamu dapur dan dua kamar. Rumahku yang kecil tidak memiliki teras.


Bersambung......


__ADS_2