Perjuangan Seorang Anak

Perjuangan Seorang Anak
Makan siang


__ADS_3

Pelajaran dikelas pun telah selesai. Jam sekolah pun saatnya sudah menunjukkan untuk pulang. Seluruh murid yang ada didalam kelas sedang sibuk. Memasukkan buku dan peralatan sekolah mereka masing-masing kedalam tas. Termasuk aku juga! Aku yang berbenah menyusun semua tanpa ada yang terlupa satu pun.


Guru yang duduk di kursi didepan kelas melihat kami yang lagi sibuk. Menyusun buku-buku kami kedalam tas.Dia pun, sambil memasukkan pena dan perlengkapannya yang lain kedalam tasnya juga.


Aku yang berdiri sambil menggendong tas ranselku seketika melangkahkan kakiku beranjak dari bangku keluar kelas dengan cepat. Setiba diluar kelas tiba-tiba langkah kakiku terhenti karena suara seseorang yang memanggilku dari belakangku. Aku pun, menghentikan langkah kaki kecilku seketika memutar badanku dan menoleh kebelakang. Melihat siapa gerangan yang menghentikan langkahku.


"Liyan,kita pulang bareng, ya!" Katanya kepadaku berdiri sambil melihat dia melangkah mendekatiku.


"Ia,tapi aku menunggu adikku dulu."


"Emang adik kamu sudah sekolah?"


"Sudah,dia satu sekolah denganku disini."


Aku dan dia pun berjalan menuju ruang kelas adikku.Hari ini jam sekolah pulang ku dan adikku sama karena hari ini adalah ajaran tahun baru untuk anak-anak yang baru masuk dan anak yang naik tingkat kelasnya. Jadi,hari ini semua murid jam pulang sekolahnya, disama ratakan semuanya.


Aku pun, tiba di depan pintu kelas adikku bersama temanku tadi.Kami berdua berdiri disudut pintu kelas.


Suara guru dari ruangan kelas adikku pun, terdengar olehku yang berdiri disudut pintu kelas adikku. Badanku yang mengarah ke halaman sekolah sambil melihat-lihat murid yang berjalan keluar dari gerbang sekolah.

__ADS_1


Suara guru dari ruangan kelas adikku masih terdengar dengan semangat."Baik anak-anak saatnya kita pulang kerumah masing-masing dengan hati-hati!"Itulah yang kudengar dari luar kelas adikku.


Adikku pun, keluar dari ruangannya dengan begitu senang.Tawa ceria melukis di wajahnya yang polos.Bibir kecilnya pun melengkung dengan indah.Sinar matanya yang bening terlihat memancarkan cahaya yang berbinar. Melihat udara luar yang lepas disertai hembusan angin yang sejuk. Merasuk kedalam tubuh kecilnya yang putih.


Tawa ceria ku pun seketika terpancar melukis di wajahku yang lelah. Melihat senyuman adikku.Terpaan Sengatan matahari yang menusuk kulitku pun semakin terasa masuk kedalam tubuhku kini menghilang. Kaki kecilku tak sabar. Ingin segera menuju rumah kontrakan kecil kami.Tubuh yang sudah lelah dan lemah ingin mengajakku beristirahat sejenak. Namun,apa daya perjalan kami bertiga masih jauh.Terkadang aku begitu iri melihat anak -anak yang dijemput oleh orang tuanya dengan kendaraan.Di dalam hati kecilku yang masih polos terkadang terbersit seandainya, Ayahku menjemput dengan kendaraan. Tapi itu rasanya tidak mungkin.Kami tidak mempunyai kendaraan layaknya seperti teman-teman ku.


Sekolah pun berlalu detik ini juga.Kami bertiga pun, melangkahkan kaki pulang kerumah beriringan.Terkadang ditengah perjalanan kami tak jarang mendapati orang-orang melaju kencang hampir mengenai kami dipinggir jalan.


Aku yang berada satu perjalanan dengan adikku. Begitu sigap untuk menjaga dia. Apalagi, kalau sudah berada dijalan raya yang banyak melintas kendaraan dengan segala kecepatan yang mereka inginkan.


Adikku yang begitu aktif dia tidak bisa diam.Dia suka mengalihkan pandangannya ke setiap yang dilihatnya. Begitu juga dengan Suaranya yang tidak bisa diam.Sepanjang kami berjalan pulang sekolah dia terus berbicara tentang apa yang baru dilihatnya.


Lain lagi dengan temanku Widia yang berjalan beriringan bersamaku.Dia begitu diam dan tak banyak bersuara. Aku melihat dia begitu gelisah dengan panas matahari yang menyengat tubuh kecilnya.Pandangannya pun, terus tertunduk kebawah melihat kakinya yang melangkah kedepan.Aku melihat seakan dia menghitung langkah kakinya.


Aku yang berada disamping mereka berjalan seketika. Berpaling dan menatap lurus kedepan.


Dengan tatapan yang sedikit kosong. Aku berjalan dengan sedikit cepat.Namun,aku tidak bisa melakukannya karena aku harus melihat dan menjaga adikku yang satu perjalanan denganku menuju rumah.


Tidak berapa lama kami berjalan tanpa beban. Kaki kecil kami telah sampai dirumah masing-masing.Begitu juga dengan temanku Widia. Dia telah berjalan kearah yang berlawanan denganku. Karena rumah kami tidak satu jalur. Aku yang berjalan lurus. Sementara, dia bejalan lurus melewati sebuah gang kecil yang pertama dapat.

__ADS_1


Aku dan adikku masih terus berjalan meskipun tidak begitu jauh. Adikku yang berjalan jauh didepan ku telah membuka pintu rumah kami lebih dahulu. Aku yang berjalan mengikuti adikku dari belakang. Melihat dia membuka pintu dan langsung masuk.


Suara manjanya memecah lamunanku seketika."Kak,ayo masuk!"Dengan melambaikan tangannya memanggilku dari jarak yang tidak terlalu dekat.


Aku yang melihat dia. Aku pun melangkahkan kakiku dengan begitu cepat.Hari ini aku melihat rumah kami tidak terkunci.Pikiranku pun seperti mencari-cari siapa yang lebih dahulu sampai kerumah.Tas sekolah yang kupakai. Aku gantung dikamar beserta dengan seragam sekolahku.Sementara, adikku dia yang telah masuk lebih dulu belum menggantung tasnya dan pakaian seragam sekolahnya pun masih terpasang ditubuhnya.


Pikiranku yang tadi mencari-cari siapa yang ada dirumah sebelum kami.Masih terus berputar dengan bola mata kecilku yang tidak berhenti melihat kesana kemari.


Aku yang keluar dari kamar telah memakai pakaian rumahan.Menghampiri adikku yang duduk di kursi ayahku sambil melihat-lihat peralatan sekolahnya.


Dengan langkah perlahan aku. "Dek,baju sekolah kamu, kenapa belum dibuka?" Dengan lembut aku bertanya kepada adikku yang menatapku. Kemudian berpaling kembali."Aku masih suka memakainya kak." Katanya dengan melihat peralatan sekolahnya. Aku hanya diam tidak menyambut perkataan adikku lagi.


Aku pun mengalihkan perhatian ku kepada yang lain.Melihat adikku yang tidak lagi keluar rumah untuk bermain hari ini hatiku sedikit senang.Aku pun berjalan menuju dapur untuk mencari tahu, siapa ? Yang terlebih dahulu mendahului kami sampai dirumah.Di meja dapur aku melihat ada bungkusan teronggok di atas meja.Sepertinya, itu adalah isinya, belanjaan! Aku yang semakin tidak tahu ntah, apa yang ingin kucari tahu?! Semuanya hampa! Belanjaan yang kulihat seakan aku tahu jawabannya. Bahwa Ayahku telah sampai di rumah lebih dulu.Tapi, aku yang belum melihatnya dengan jelas oleh mata kepalaku sendiri. Jadi, aku tidak bisa menyimpulkan kalau itu adalah Ayahku.


Aku pun terus melihat-lihat dapur.Kamar ayahku dan halaman belakang rumah kami. Bahkan di sumur tempat kami mandi. Aku tidak mendengar ada suara yang menandakan bahwa, seseorang ada disitu! Mata beningku pun terus berputar-putar mencari,siapa? gerangan yang membawa bungkusan yang teronggok diatas meja.


Dari dapur. Aku mendengar gerakan tangan adikku diatas meja dengan peralatan sekolahnya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2