Perjuangan Seorang Anak

Perjuangan Seorang Anak
Hari Pertama Adikku Sekolah


__ADS_3

Malam pun telah berlalu dengan tenang.Pagi yang begitu semangat menyambut semua orang dengan tertawa dan gembira. Ada yang bekerja mencari nafkah. Ada yang berolah raga untuk menjaga stamina kesehatannya dan ada juga, yang bersekolah untuk menuntut ilmu, seperti diriku.


Di pagi hari yang cerah ini aku mendapat tanggung jawab baru. Menjaga adikku yang baru masuk sekolah hari ini. Aku beranjak dari tempat tidurku yang begitu memanjakan diriku semalaman. Menyambut pagi dengan pakaian sekolahku yang rapi beserta semangat baru yang sudah aku tempa di pagi yang penuh dengan semangat ini.


Dari depan cermin aku melihat adikku yang begitu antusias mau sekolah. Dia begitu semangat memakai seragam sekolahnya seakan tidak ada yang bisa menghalanginya di pagi ini.Tawanya pun, begitu lepas menyinari wajah ayahku yang membantu dia memakaikan pakaian seragam sekolah dan juga menyusun semua keperluannya.


Sesekali dia berkata kepada ayahku."Ayah! Hari ini Ayah kan, yang mengantarku kesekolah baruku?" Sambil memainkan rambutnya.


"Ia,kan tadi kamu bilang. Harus Ayah yang mengantar." Ayahku yang begitu senang melihat adikku sekolah.


"Horee!" Teriak adikku dengan kegirangan sambil mengangkat kedua tangannya ke udara."Hari ini pasti aku senang."Dengan wajah yang berseri.


Setelah aku menyisir rambutku dengan rapi. Aku mengambil piring ke dapur untuk sarapan.Tas ransel yang sering kupakai sudah terletak di sampingku beserta dengan sepatu hitamku didepan pintu.


Aku yang duduk bersila sambil menikmati sarapanku. Melihat adikku yang begitu tidak sabar ingin segera sampai kesekolah lebih dulu.


"Ayo,Ayah kita berangkat sekarang!" Tubuh kecilnya langsung berlari mengambil tas dan menarik tangan Ayahku.


Sementara, aku masih melanjutkan sarapan dengan mengunyah perlahan. Meminum teh yang ada di sampingku sampai habis.


Dari tempat dudukku.Aku mendengar ibu sambungku berkata dengan Ayahku begitu pelan. Ntah, apa yang mereka bicarakan aku tidak tahu.


Adikku yang ingin segera pergi sekolah semakin tidak sabaran. Dia begitu antusias memaksa ayahku agar secepat mungkin mengantarkan dia kesekolah.

__ADS_1


"Ayah,ayo cepat ! Nanti Adek terlambat." Katanya dengan tidak sabaran.Dia terus berdiri didepan pintu sambil menggendong tas ranselnya yang kecil.


"Ia,sabar nak, sebentar!" Ayahku menyahut dari dalam kamar.


Sarapan pagi ku pun, telah selesai sudah saatnya aku harus berkubang dengan sekolahku. Aku beranjak dan segera bergegas pergi kesekolah menuju pintu keluar. Ayahku pun keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi untuk bekerja. Sementara, ibu sambung kami masih belum terlihat olehku.


Aku dengan perlahan menaruh piring kotor ditempatnya. Di tempat piring kotor yang tadi malam begitu, banyak! Tidak ada lagi kulihat.Ya, seperti biasa! Ayahku telah mencuci semuanya dengan bersih tanpa ada yang tertinggal satupun. Begitu juga dengan sarapan pagi telah tersedia dengan baik.


Dari dapur aku menatap jam dinding. Sambil perlahan berjalan. Aku melihatnya yang terletak didekat jendela. Jam pun, menunjukkan beberapa menit lagi bel sekolah akan berbunyi.


Seperti biasanya, sebelum berangkat sekolah aku tidak lupa menyalam Ayahku dan Ibu sambung ku yang pagi ini dia tidak terlihat. Aku memutar badanku kesana kemari. Kubuka mataku dengan lebar untuk bisa menemukan dia secepat mungkin.


Namun, aku belum melihatnya.Aku yang berdiri didekat ayahku berusaha untuk bertanya.


"Ibu mu tadi ada dikamar! Coba lihat!" Ayahku yang kulihat bergegas mau pergi." Liyan ayo ! kita berangkat kesekolah." Ayahku berhenti seketika dan menoleh ke arahku.


"Tidak Ayah,aku nanti pergi sendiri saja." Aku yang berdiri diam. Menatap Ayahku sambil menunggu ibu sambungku keluar dari kamar.


Aku yang berdiri menunggu dia keluar dari kamar sudah begitu lama. Kembali masuk kedalam rumah tanpa melepas sepatu yang telah kupakai. Sambil melihat ayah dan adikku yang sudah menghilang.


Sampai didepan pintu kamar selangkah aku melangkahkan kaki.


"Ada apa Liyan?" Tanyanya keluar dari kamar dengan pakaian rapi. Melihat ku dengan penuh selidik."Kamu tidak pergi sekolah?" Sambil menatapku dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Pergi! Aku tadi mau menyalam Ibu tapi aku tidak melihat Ibu." Aku yang masih berdiri menatap Ibu sambungku dengan sendu.


"Oh,ia!" Ibu sambungku pun mengulurkan tangannya ke hadapanku dengan senyum hangat."Sekarang kamu pergi sama siapa?" Dia yang masih berdiri menaruh tatapan penuh selidik lagi kepada ku.


"Sendiri !" Jawabku yang masih berdiri diam dihadapannya. Melihat dia yang masih berdiri juga menatapku. Spontan aku menundukkan kepalaku melihat kebawah memutar badanku melangkah keluar kamar. Dari Jendela kamar yang terlihat olehku begitu terang. Sinar matahari sudah mulai turun memancarkan cahayanya tepat mengenai wajah kecilku.


"Tunggu! "Dengan spontan aku menghentikan langkah ku.Sambil bertanya didalam hatiku yang seakan, aku ingin mengetahui apa yang akan dia katakan kepada ku." Mari! Kita pergi bersama saja."Dia pun mengunci kamar dan keluar.


Kami berdua pun berjalan tanpa berbincang menyusuri pagi hari yang penuh dengan hilir mudik orang -orang yang melintasi jalan pagi. Ada yang menggunakan kendaraan,ada yang berjalan kaki,terkhusus aku dan ibu sambungku. Kami hanya berjalan kaki berdua. Aku menuju sekolahku sementara, dia menuju tempat kerjanya. Pagi hari yang begitu terik menerpa tubuhku yang putih dan mungil. Dengan wajah polos ku yang terkena biasan matahari begitu, terasa menembus kulit wajahku.


Larut dalam perjalanan kami berdua.Kami pun berpisah di perempatan jalan. Ibu sambungku berjalan kesimpang sebelah kiri sementara, aku berjalan lurus kedepan menuju gerbang sekolahku.Perjalananku yang menuju sekolah tidak begitu terlalu lama.Namun, menguras energi karena panas pagi yang begitu terasa menembus kulitku.


Di sepanjang jalan sesekali aku melihat ke kanan dan kekiri.Bahkan, tidak jarang aku melihat ke badan jalan hanya sekedar untuk melihat anak-anak yang memakai pakaian seragam seperti diriku.


Jam segini masih terlihat di jalan!


Kedua bola mataku pun kubuka lebar dengan menegakkan kepalaku untuk melihat kedepan gerbang sekolah yang telah terlihat. Meskipun, hanya sekedar samar-samar.


Anak-anak yang berlarian didekat gerbang telah semakin jelas terlihat olehku.Ada yang masih terus berjalan.Sementara,adikku yang tadi telah berangkat sekolah terlebih dahulu diantar oleh ayahku.Dia kemungkinan sudah sampai di dalam kelas. Aku terus berpikir selama dalam perjalanan agar aku tidak merasakan yang namanya lelah. Berpikir adalah cara jitu ku untuk menghindari rasa kelelahan.Yang menjadi teman bagiku agar aku tidak begitu terasa lama dalam berjalan kaki. Sepandai-pandai diriku untuk mengisi waktu rasa lelah pasti akan terasa bagiku.Makanya, aku mengingat sesuatu dalam perjalanan. Untuk mengisi kekosonganku dalam berjala kaki.


Gerbang sekolah pun telah terlihat didepan ku. Seketika,Kakiku melangkah masuk kedalam halaman sekolah. Anak -anak yang berlarian didepan ku begitu, ceria dengan tawa yang sumeringah. Ada yang bersorak dengan gembira,ada yang bermain kejar-kejaran dengan penuh tawa. Ada yang berjalan saling merangkul. Ada juga, yang diantar oleh orang tuanya. Semua begitu lengkap memenuhi halaman sekolah. Ada yang duduk dibawah pohon. Ada yang berjalan membawa keranjang sampah. Mengutip sampah yang terletak dihalaman. Ada anak-anak yang memegang sapu untuk menyapu kelas dan menyapu halaman.


Begitu banyak aktivitas pagi hari yang tidak terlewatkan disekolah.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2