Perjuangan Seorang Anak

Perjuangan Seorang Anak
Hari Pertama adikku Sekolah Part 2


__ADS_3

Aku pun sampai didalam ruangan kelas ku.Ku letakkan tas dan memasukkannya kedalam laci. Disamping meja aku berdiri melihat teman-temanku yang begitu senang tertawa bahagia.Ada yang bergurau sambil berjalan. Ada yang duduk membaca buku dan ada yang berdiri didepan papan tulis menirukan gaya seorang guru yang lagi mengajar kepada murid-muridnya.


Setelah itu kemudian aku berjalan keluar kelas karena bel masuk kelas belum berbunyi.Aku pun berjalan menyusuri pinggiran kelas yang tidak terlalu panjang.Sampai ditempat yang aku inginkan. Aku kemudian berhenti! Aku mendatangi kantin yang berada didalam halaman sekolah kami yang tidak jauh dari kelasku juga.


Kantin yang dindingnya berhubungan dengan dinding kelas anak lain. Begitu banyak anak-anak berdatangan untuk membeli sepotong kue hanya untuk sekedar mengganjal perut bagi anak yang tidak sempat sarapan pagi.


Sementara,aku yang diberi tanggung jawab oleh ayahku untuk menjaga adikku selama didalam lingkungan sekolah.Jadi,aku harus berjalan keliling kelas,mencarinya! Banyak anak-anak yang kulihat berdatangan bersama orang tuanya. Namun, aku sedikitpun tidak melihat Ayahku berdiri didekat mereka.


Sesekali,aku melangkahkan kakiku menghampiri mereka dengan menyelip diantara celah kecil dari mereka! Sambil melihat kesana Kemari dengan kedua bola mataku. Aku terus menerus melihat dengan seksama tapi aku belum melihat ayahku. Aku pun kembali mengayunkan kakiku menuju ruang kelas murid baru.


Dari depan pintu aku berdiri melihat kedalam sudut ruangan kelas. Aku yang melihat wajah murid-murid baru sedikitpun, aku tidak menemukan wajah adikku diantara mereka. Adikku dimana, ya? Tanyaku semakin dalam pada diriku sendiri.


Hahaha!


Dari depan pintu kelas murid baru. Aku melihat tawa anak-anak yang bersilewaran dihalaman sekolah. Halaman sekolah yang berdekatan dengan kelas anak murid yang baru masuk. Aku yang berdiri didepan pintu memutarkan badanku kearah sumber tawa anak-anak yang kudengar. Aku lihat dengan lekat dan seksama satu persatu wajah mereka. Aku pun, memperhatikan mereka satu persatu. Namun, lagi-lagi aku masih menelan kekecewaan. Aku pun, kemudian mengalihkan pandanganku melihat kesamping kiri dan kanan. Dimana, para orang tua murid baru yang setiap kebiasaanya mengantar anak mereka yang baru masuk sekolah dasar.


Satu persatu aku lihat dari wajah mereka. Mulai dari orang tua yang perempuan sampai ke orang tua yang laki-laki. Aku pun menghela napas! Wajah ayahku tidak ada terlihat diantara mereka. Aku semakin cemas karena takut kalau adikku nanti terlambat. Sementara, ayahku dan adikku tidak melihat jam. Karena setahuku ayahku dan adikku tidak memakai jam tangan.


Langkah kaki kecilku seketika ku putar ketempat yang lain. Ketempat yang belum aku jalani untuk mencari adikku. Dengan jalan perlahan! Aku kembali mencari dia sebelum bel masuk berbunyi. Aku membawa tubuh mungilku mengelilingi setiap sudut lapangan sekolah.Aku mengalihkan pandanganku kesebuah pohon rimbun yang begitu sejuk yang tumbuh menjulang di sudut pagar sekolah. Dari tatapanku yang nanar melihat kebawah pohon begitu, banyak anak-anak yang duduk bahkan berdiri. Namun,aku tidak melihat wajah adikku diantara mereka.


Anak-anak yang berlarian dengan tas ransel yang mereka gendong dibelakang. Mataku yang telah letih melihat seluruh sudut sekolah yang luas. Belum juga, terlihat wajah adikku diantara beberapa anak yang berlarian.


Akhirnya! Aku pun menyerah setelah sekian lama aku berjalan sendiri mencari adikku. Aku tidak menemukan. Bahkan,dari semua anak yang aku lihat. Aku tidak juga melihat adikku. Begitu, juga dengan orang tua murid yang mengantar anak-anaknya aku tidak juga menemukan ayahku.

__ADS_1


Sambil berjalan menuju kelasku .Aku pun, kembali melihat-lihatnya juga. Mereka ada dimana, ya? Tanyaku dalam hati.


Jalan ku pun terus berlalu kaki kecilku terus melangkah. Mutiara hitam kecilku pun, berputar melihat ke sekeliling ku. Kesana kemari dengan terpaan sinar matahari pagi yang tadi menusuk kulitku. Dari sekian lama aku melihat ntah, kenapa? Mataku tertegun melihat seorang anak yang barusan diantar bersama orang tuanya. Dimana,orang tuanya itu adalah seorang Ayah!


Melihat anak itu bersama orang tuanya langkahku terhenti seketika ditengah halaman sekolah.Tatapan ku terus melekat ke orang itu. Aku terus memandang lelaki separuh baya itu bersama dengan putrinya.Kedua bola mataku yang indah terus terbelalak. Pikiran ku pun mulai bekerja keras menebak siapa gerangan orang itu. Sampai akhirnya,aku menguatkan keyakinan ku.Kalau orang itu adalah Ayahku dan adikku.Tanpa ada keraguan sedikitpun aku mengayunkan langkahku dengan kencang menghampiri pria itu dan anaknya.


"Ayah! Kenapa Ayah lama sekali?"Aku telah tiba disamping mereka.


"Ia,tadi adikmu mengajak Ayah membeli sarapan."


"Aku pikir! Dia tidak jadi sekolah?"Melihat adikku yang beranjak memasuki ruangan kelas barunya.


"Liyan! Ayah mau bertanya apa uang jajanmu masih ada?" Ayahku yang tadi memutarkan badannya untuk pergi kini mengurungkannya dan menoleh ke arahku yang tepat berada dibelakangnya.


Ayahku mengangguk sebagai jawabannya.


Dia pun, melangkahkan kakinya dan pergi. Aku yang berdiri diam dekat ruangan kelas adikku. Menatap kepergian ayahku dari jauh.Seketika, aku beranjak dari tempat ku melangkah. Melihat adikku dari depan pintu ruangan kelasnya. Dia begitu,ceria meskipun kulihat dia belum punya teman baru.Tapi dia sudah berinteraksi dengan cepat. Berbicara dengan temannya yang berada disamping mejanya.Aku yang masih berdiri melihatnya begitu terperangah keheranan.


Baru satu hari masuk sekolah sudah dapat teman bicara.Tidak seperti diriku.Kataku dalam hati.


Orang - orang tua murid pun mulai berangsur-angsur pergi meninggalkan lingkungan sekolah.


Aku pun langsung beranjak meninggalkan kelasnya begitu aku sudah melihat adikku.Aku tinggalkan ruangannya dan pergi menuju ruangan ku. Setengah perjalanan aku menuju kelasku bel masuk pun berbunyi. Murid-murid berlarian keluar kelas mengambil barisannya masing-masing untuk senam pagi. Aku yang tadi spontan ingin menuju kelasku. Kini tidak jadi masuk kedalam kelas karena melihat anak-anak berlari kelapangan membentuk barisan. Aku pun, berlari mengikuti mereka dan langsung mengambil barisan untuk senam.

__ADS_1


.


.


.


Barisan senam kami diatur berdasarkan kelasnya masing-masing. Barisan senam anak-anak diatur berdasarkan kelasnya masing-masing.Begitu, seterusnya sampai ke tingkat kelas berikutnya.Dan tidak ketinggalan juga, guru-guru pun pada ikut merapikan barisan kami. Bahkan, mereka pun membuat barisan juga untuk senam bersama kami.


Tidak terasa setelah lama kami senam.Kami pun memasuki kelas masing-masing bersama guru kami masing-masing, juga. Seluruh murid-murid sudah sigap. Duduk dengan rapi melipat tangan diatas meja menyambut guru dengan salam.


"Anak-anak! Kita mulai pelajaran, ya!"


"Ia,Bu guru!"


Semua murid yang ada didalam kelas pun, mengambil buku pelajarannya masing-masing dari dalam tas. Guru yang telah siap! Berdiri didepan kelas melihat murid-murid nya satu persatu. Meja belajar pun, kini sudah terisi penuh dengan buku pelajaran. Suara guru yang menjelaskan didepan kelas kini terdengar dengan lantang.


Seketika, ruangan kelas pun hening.Seluruh murid yang ada didalam ruangan sibuk dengan latihan yang diberikan ibu guru untuk dikerjakan sampai dengan selesai. Semuanya terlihat begitu antusias termasuk diriku sendiri. Untuk mengerjakan latihan yang diberikan guru kepada kami.


Tak ada tawa dan canda yang terlihat dari anak-anak didalam ruangan.Semua berlomba untuk cepat selesai.Aku pun yang duduk kursi ku dengan semangat mengerjakan latihan Sampai dengan selesai.


Aku harus lebih cepat menyelesaikan tugasku.Agar aku biar lebih duluan keluar untuk melihat adikku dikelasnya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2