Perjuangan Seorang Anak

Perjuangan Seorang Anak
Isyarat


__ADS_3

"Kakak takut, nanti Kakak semakin sakit," kataku.


"Kakak itu, engga akan sakit," kata adikku dengan yakin.


"Darimana kau tahu, Dik?" tanyaku.


" 'Kan, Kakak ada obat," jawab adikku.


Mendengar adikku, membuat aku terpaksa berpikir dengan keras. Adikku tidak salah mengatakan itu. Aku memang ada obat untuk berjaga dari sakitku. Kedua mataku melihat lantai dari tempat aku berdiri sampai ujung pintu dapur kami. Keputusan pun harus segera kuambil sekalipun kebimbangan menyelimuti diri ini.


"Dik, sebentar, ya!" Aku berjalan mendekati tempat penyimpanan obat. Setelah aku sampai, aku berdiri sejenak memandangi obat yang terbungkus. Aku terus berkata-kata dalam benakku setelah aku melihat obat yang ampuh itu.


Kedua tangan kecilku seakan enggan untuk meraih obat yang sering menjadi teman pendamping dalam hidupku setiap hari. Menjadi penjaga bagiku dari serangan dingin yang menyerang tubuh mungil ini. Menjadi penyelamat tubuh ini dari panas yang menyerang juga. Ia tidak pernah protes walaupun aku berulang kali menggilingnya sampai halus, bahkan membuangnya juga. Ia masih saja mau menjadi teman karibku setiap saat.


"Kak, Ayo! Hari sudah mau sore, Kak. Nanti kalau kita ke sorean, Ayah marah, Kak." Adikku menjerit memanggilku.


"I-iya," sahutku sambil memutar badan menemui adikku. "Apa Kakak harus mandi?" tanyaku dengan dengan penuh tanda tanya tidak rela.


"Siapa yang mau mandi?" Suara ayahku tiba-tiba terdengar dari kamar. "Kenapa kalian bertengkar, ha?" tanya ayahku dengan suara serak. "Mau mandi saja, pun harus bertengkar dahulu," sambung ayahku yang kebisingan mendengar suara kami. "Kalau mau mandi, mandi saja!" jerit ayahku dalam keadaan, seperti orang yang masih mengantuk menyuruh kami segera bergegas mandi.


"Iya Ayah. Ini kami lagi mau mandi," sahut adikku merasa panik.


"Terus, apalagi yang kalian permasalahkan?" tanya ayahku tidak mengerti.


Aku dan adikku yang berdiri pun bertemu pandang lalu kami pun, hanya diam saja mendengar jeritan ayahku dari dalam kamar.

__ADS_1


Bibir adikku terlihat berkomat kamit ingin mengatakan sesuatu padaku. Aku yang tidak paham dengan adikku hanya menatapnya sambil melongo.


"Kak!" panggil adikku dengan gerakan bibir yang bisa kumengerti.


"Apa?" Aku langsung menyahutnya dengan pertanyaan kembali.


Lambaian tangan adikku yang mengayun di udara yang berisyarat terus menerus melambai-lambai memanggilku membuatku terheran melihatnya. Sambil berdiri aku juga melihat kedua bola mata adikku dan mulutnya untuk memahami apa yang di sampaikannya.


Huh! Aku pun menghela napas dan menyerah dengan gerakan isyarat yang dia gunakan untuk memanggilku menghampirinya. "Apa, Dik?" Aku telah berdiri di hadapannya.


"Kaaak!" Adikku menggeleng tidak habis berpikir. "Kenapa Kakak baru datangnya sekarang ?"tanya adikku yang sudah lelah dari tadi memanggilku.


"Kakak engga mengerti. Kau terus seperti ini," ucapku sambil mempraktekkan gaya adikku yang memanggilku tadi.


Hahaha ! Tawa tipis pun terdengar seakan dia menertawaiku.


"Iya, Ayah ," sahut adikku.


"Kakakmu sudah mandi?" tanya ayahku.


"Belum Ayah," jawab adikku.


"Ooh! Ayah lupa bilang pada Kakakmu. Sore ini, dia jangan mandi," cetus ayahku.


"Kenapa Ayah?"tanya adikku.

__ADS_1


"Kakakmu masih sakit. Tadi sakitnya ' kan kambuh lagi, jawab ayahku.


Adikku langsung lesu setelah mendengarnya. Untuk yang kesekian harinya kakakku belum juga diizinkan untuk mandi, kata adikku melihat aku yang lemah tidak berdaya.


"Hari ini saja, Ayah! kakak 'kan sudah sembuh, yah," harap adikku memohon pada ayahku.


"Belum, Nak," jawab ayahku. Semalam kakakmu minum obat juga sehari tiga kali. Dan tadi pun begitu juga," kata ayahku menjelaskannya pada adikku.


Adikku yang manja sangat sedih mendengarnya. Semangatnya pun kini menghilang setelah menerima penolakan ayahku untuk mengajak aku mandi. "Tapi, 'Kan Ayah, Kakak bisa mandi pakai air hangat," desak adikku kembali pada ayahku.


"Iya, Nak Ayah tahu. Tapi ini udaranya dingin." Ayahku masih mempertahankan keputusannya.


.


.


.


Terimakasih teman-teman telah memberi like, komentar dan favoritnya. 😊🥰🙏


❤️❤️❤️


Bersambung..


.

__ADS_1


Yuk! Teman-teman mampir ke novel teman aku, ya! 🙏🥰



__ADS_2