Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#103 Aryo dan Cici 2


__ADS_3

Berharap Cici akan sadar setelah mendengar suaranya yang lembut, namun bagi Cici suara Aryo malah semakin menambah gairahnya untuk bercin**.


Cici melumat bibir Aryo membuatnya jatuh ke dalam kenikmatan yang tak pernah di rasakan sebelumnya.


Setiap tidur dengan perempuan lain Aryo hanya mendapatkan kepuasan semata namun kini saat Cici hanya menciumnya tak hanya kesenangan namun dia juga merasa kebahagiaan tersendiri.


Aryo sempat terhanyut dalam lumatan bibir Cici namun saat tersadar dia melepas mendorong tangannya yang melingkar di leher Aryo.


Aryo duduk di tepian ranjang menghela nafas panjang untuk menetralkan kegelisahannya. Tentunya sangat susah karena kini sudah di ubun ubun hanya tinggal menunggu meledak saja nafsunya.


Sesekali dia menepis mendorong wajah Cici menggunakan tangannya karena dia menggelayut di tubuh Aryo seperti cacing kepansan.


Tidak ada pengaruhnya bagi Cici sekali di dorong dia terbangun lagi dan menggelayut lagi di tubuh Aryo.


Aryo meraih ponsel yang ada di saku celananya saat bergetar. Dia mendapat panggilan dari Leo


Dia berdecak jengkel terlebih dulu sebelum menjawab panggilan itu.


"Hallo?" jawabnya dengan malas.


"Gimana?" suara Leo terdengar sangat antusias ingin sekali dia mendengar kabar kelanjutan dari Aryo, seperti kalain Readers yang sedang menanti kelanjutan cerita dari Cici sama Aryo, begitu juga yang di rasakan oleh Leo. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


"Gimana apanya!!, , aku iket tangannya" ucap Eryo dengan nada galak.


"Mmmh , , Ini apan sih, minggir" ucap Aryo mendorong kepala Cici yang sempat mencuri ciuman dari bibir Aryo.


Leo sempat mendengar suara perempuan sedang melenguh pelan.


"Kalian sedang berdua nih?" suara Leo terdengar sangat penasaran. Jika di dengar dari nada suaranya kini Leo sepertinya sedang tersenyum lebar.


"Nggak!! aku kurung dia di kamar mandi" Aryo berusaha membungkam mulut Cici yang terus melenguh saat mencumbu lehernya.


Ada rasa geli disana hingga membuat Aryo bergidik.


"Kasian dia Yo!! jangan ngawur kamu, , kelamaan bisa merusak syaraf di tubuhnya lo!" Leo berusaha mengingatkan Aryo.


"Bangke!! ini juga karena salah kamu!! , , siapa suruh pake nitip obat buat Barack!!" Aryo berucap setengah menggeram.


Leo malah terkekeh geli mendengar suara Aryo yang sangat frustasi.


Cici menepis tangan aryo dan kini dia beranjak turun dari ranjang menghadap ke arah Aryo yang sedang duduk menerima panggilan.


Aryo mengawasi gerakan tubuh Cici yang kini sedang berusaha melepas handuk, satu satunya kain yang menutupi kemolekan tubuhnya.


Aryo menelan ludah dengan susah payah, Cici belum sepenuhnya bisa melepas handuk itu karena tangannya masih terikat.


Namun dia berusaha keras melepasnya dengan menggerak gerakkan tubuhnya agar handuknya lepas sendiri.


"Jangan dibuka" seketika Aryo berteriak dia mengangkat tangannya ke arah Cici, namun terlambat Cici telah berhasil melepas handuknya hingga terjatuh ke lantai begitu saja.


Mata aryo membulat melihat keindahan tubuh temannya itu, tatapan matanya menyapu seluruh tubuh Cici dari atas hingga bawah tak ada satu jengkal pun yang dia lewatkan.


Aryo tahu, dia pasti akan di hajar habis habisan nanti jika sampai berani menyentuh sedikit saja ujung kukunya.

__ADS_1


Dia menarik tangannya yang sempat memaku di udara untuk menutupi matanya agar tak melihat pemandangan indah di depan matanya.


"Yo!!, , " suara Leo membuat dirinya sadar dia menjauhkan ponsel dari telinganya dan matanya melirik ke arah layar ponselnya dengan tangan yang masih menutupi bagian depan matanya.


Aryo langsung menutup panggilan dari Leo. Melemparkan ponselnya di atas ranjang begitu saja.


"Ya ampun!! ini rejeki atau musibah"


Aryo membuka pelan tangan yang menutupi matanya.


Dia melihat Cici tengah berpindah posisi, kini dia duduk di lantai dan mengulurkan tangannya ke arah Aryo seolah meminta dirinya untuk membuka ikatan tangannya.


Darah Aryo berdesir entah untuk yang keberapa kalinya, suhu tubuhnya meningkat dengan sangat cepat.


Aryo membungkuk meraih handuk untuk menutupi wajah Cici karena tatapan matanya yang sensual membuat Naluri kelelakiannya semakin membesar.


Tak bisa di pungkiri dia laki laki normal, seberapa besar dia menahannya tetap saja dia merasa kalah kerena telah memiliki rasa untuk menyetubuhinya.


Aryo terdiam antara ingin membuka ikatannya atau membiarkan Cici terus seperti itu.


Namun ketika dia ingat dengan ucapan Leo di telepon kalau Cici tidak akan berhenti sebelum dia mendapatkan kepuasannya makan dia akan terus seperti itu.


Dia juga tahu semakin lama dia membiarkan tubuh Cici dalam ke adaan seperti itu, imbasnya juga tidak akan baik untuk syaraf syaraf di dalam tubuhnya.


Aryo mendengus kesal. Dia meremas frustasi rambutnya sendiri.


Setelahnya di tarik lah handuk yang menutupi wajah Cici.


Aryo meraih tangan Cici yang terikat,dia melepas ikat pinggang yang mengikat tangan Cici dengan erat hingga meninggalkan bekas memerah di sana.


Aryo nampak menyesal telah mengikat tangan temannya itu dengan erat.


Cici beranjak dari lantai dan langsung menyerang tubuh Aryo, seperti singa betina di gurun yang sudah berhari hari tak makan kini setelah mendapatkan mangsa singa betina itu melahap habis mangsanya hingga tak tersisa.


"Maaf" bisik Aryo di telinga Cici setelah Cici berhasil merobohkan pertahanan Aryo yang selama berjam jam ini berusaha di tahan olehnya.


Cici duduk di atas pangkuan Aryo, dia tersenyum seolah dia sadar kalau laki laki yang ada di depannya itu adalah Aryo temannya.


Aryo nampak tertegun melihat wajah Cici di hadapannya, terlihat sangat berbeda dari biasanya jika di pandang dengat lekat.


Dia terlihat sangat manis dan menawan.


Seketika ingatan akan Luna terhapus begitu saja dan tergantikan oleh wajah Cici temannya itu.


Aryo membiarkan bibirnya di ***** habis oleh Cici, memberi kesempatan kepada perempuan yang sedari tadi telah di siksanya karena terus berusaha menahan untuk tidak menyentuh tubuhnya.


Dan itu memang menyiksa bagi batin Cici yang sedang di bawah kendali obat perangsang.


Aryo mengambil kendali atas tubuh Cici dia meringkuk mengunci tubuh Cici di bawahnya.


Semua yang menempel di tubuh Aryo telah berhasil di di lepas oleh Cici.


Nafas Aryo terengah engah, dia masih mengawasi wajah Cici dari arah dekat.

__ADS_1


"Ayolah" rengekan yang keluar dari mulut Cici terdengar sangat menggairahkan.


Membuat Aryo lepas kendali dia kini tak menahan sedikit pun hasratnys.


Dia mencumbu habis bibir dan Leher Cici.


Hingga di saat puncaknya Aryo kembali sedikit meragu.


Nafasnya menyapu dada Cici yang ada di bawahnya, mengawasi wajah cici kembali yanga kini terlihat sudah tidak berdaya untuk segera mendapatkan kepuasannya namun Aryo masih berfikir keras untuk menahannya.


Cici meraung jengkel karena Aryo menghentikan untuk tak menyetubu*****.


Kuku Cici yang tajam mencengkeram leher menuruni dada Aryo hingga meninggalkan bekas merah dan sedikit luka di sana.


Seolah hasrat Cici sudah tak terbendung lagi.


Aryo memejamkan matanya mendorong tubuhnya ke arah cici.


Keningnya berkerut, matanya membuka lagi dan kini membulat penuh kearah wajah Cici.


"Dia masih perawan!!, , bangs**!!!, , aku merusak anak orang!!"


Aryo nampak gelisah dia menarik kembali tubuhnya dan merebahkan tubuhnya di samping Cici.


Dia tak sanggup untuk melakukan itu.


Nafsu Cici sudah di ubun ubun dan kini harus terhenti lagi karena Aryo lebih memilih untuk tak melanjutkannya.


Cici menggeram seketika, dia kini mengambil alih tubuh Aryo.


Dan langsung membenamkan dirinya di tubuh aryo yang masih memanas


Aryo terkejut ketika tubuh Cici memberikan rasa kenikmatan yang teramat.


Membuat dirinya tak bisa menahan gejolak jiwanya.


Dan kini dia lepas kendali.


Mereka menghabiskan waktu berdua hingga malam yang panjang Aryo masih meladeni keinginan Cici.


Obat yang di berikan Leo untuk barack memang benar benar dosis tinggi.


"Setelah ini siap siap saja, , kepalaku bakal di penggal olehnya!!"


โ™กโ™กโ™ก


2 Episode berturut untuk Aryo dan Cici.


bagi yang kecewa kenapa Barack dan Luna belum keluar tunggu apisode berikutnya yak.


Jangan lupa Like dan bintang 5.


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2