Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#85 Kebahagiaan bertubi tubi


__ADS_3

Tatapan mata barack semakin menajam ke arah luna memaksa jantungnya berdebar semakin kencang.


 


Barack menggerakkan tubuhnya membungkuk mendekati tubuh luna yang tidur di bawahnya.


"Dengan begini aku bisa mengembil perhatianmu lagi kan?" suaranya terdengar rendah di telinga luna.


Seketika luna menghentikan gerakan tubuh barack dangan tangannya.


"Bukannya kamu barusan menyuruhke mandi?"


"Mandinya tunda saja" ucap barack dengan cepat, dia merasa sudah tidak sabar dan bergerak mendekati luna lagi.


Kembali luna menahan tubuh barack.


"Air kerannya belum di matikan" luna berucap seolah dia sedang mengulur ulur waktu.


Barack menghela nafas panjang, dia seperti tahu kalau luna sengaja melakukan itu.


Senyum barack semakin terlihat lebih lebar.


"Biar luber sekalian"


Barack tidak membiarkan luna menunda nunda lagi, dia langsung membungkam bibir luna dengan ciumannya untuk tidak mengeluarkan kata kata aneh kepadanya.


Melumat bibir luna dengan lembut, sentuhan tangannya mendarat hampir di seluruh permukaan kulit luna dan tak sejengkal pun dia lewatkan.


 


Air yang memenuhi buthtup mulai meluber membanjiri lantai kamar mandi menimbulkan suara gemericik yang berkejar kejaran dengan nafas barack yang tersengal sengal.


 


Punggungnya nampak berkilau karena peluh mulai membasahi tubuhnya, beberapa keringat teelihat telah saling menyatu dan mengalir melawati kening menggelincir ke pipinya, seperti menjadi saksi bisu dengan apa yang sedang mereka lakukan.


Beberapa keringat yang sudah mengumpul di dagu barack yang lancip itu menetes ke dada luna yang sedang bergerak naik turun karena sedang mencoba mengontrol nafasnya yang liar.


Luna berusaha menahan suara yang terus memaksa ke luar dari mulutnya, dia akan merasa malu jika barack sampai mendengarnya. Menutup mulutnya rapat rapat menggunakan tangan sambil berusaha dengan keras untuk sedikit membuka matanya seolah olah dia tidak ingin melewatkan ekspresi wajah barack ketika itu.


Barak menarik tangan luna yang sedang menutupi mulutnya itu, dia malah dengan sengaja menyuruh luna untuk berteriak.


"Teriak lah, , " barack berucap sambil berusaha mengatur nafasnya


"Aku, , ing, ingin men,dengarnya" nafas barack semakin tersengal sengal menahan rasa gejolak di dalam jiwanya.


Dirasanya teriakkan yang keluar dari mulut luna memberikan sensai yang berbeda di hati barack.


Luna berusaha menahan rasa yang tak bisa di ungkapkan dengan kata kata, sambil sesekali mendongakkan kepalanya sampai terlihat bagian belakangnya dengan terbalik.


 


Luna tidak habis pikir, bagaimana bisa dia melakukannya di atas sofa yang sangat sempit itu.

__ADS_1


 


Dari situ dia berfikir kalau barack bisa melakukannya dimana saja ketika dia mau, bahkan di tempat yang tidak memungkinkan untuk melakukan hal itu.


Pipinya merona menahan malu.


Diliriknya wajah barack yang berada tepat di sampingnya.


Barack masih memejamkan matanya dengat erat. Ketika menyadari luna melihat ke arahnya, dia semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh luna sambil melayangkan sebuah ciuman di pipi luna.


 ♡


 


2 minggu berlalu setelah pernikahan, mereka kembali ke indonesia untuk menghadiri acara wisuda luna.


 


Kebahagiaan di dapatkan oleh luna secara bertubi tubi.


Pertama penikahannya, lalu sekarang dia telah menyelesaikan kuliahnya dengan baik.


Bahkan nilak IPK nya terbilang sangat memuaskan.


Dan yang terakhir dokter menyatakan adanya dua nyawa yang berada di perut luna.


Luna tidak menyangka akan mendapatkan kebahagiaan terus menerus, namun di luar itu dia sangat bersyukur karena selalu di kelilingi oleh orang orang baik. Orang tua, sahabat, teman, dan suami.


 


 


Pasalnya setelah luna di wisuda dia harus bertolak ke paris untuk mengurus bisnisnya.


Untuk bisnis mertuanya kini barack juga telah menambil alih perusahannya itu.


Karena dia tidak akan membiarkan luna membagi bagi pikirannya.


Barack ingin luna terus fokus kepada keluarga barunya.


 


Hari ini dia kembali ke indonesia untuk menjemput luna dan membawa kembali ke paris bersamanya.


 


"Aku ada sesuatu buat kamu".


Luna memberikan sebuah amplop coklat kepada barack.


Mata barack nampak menyelidiki amplot itu dengan penuh tanda tanya.


"Apa ini" barack berucap seolah dia ingin mendengar isinya dari mulut luna tanpa harus membuka amplopnitu.

__ADS_1


"Buka saja" matanya berbinar binar menunggu barack membuka amplopcoklat itu.


Barack terus melihat aneh ke arah luna, yang terlihat sedang menahan senyum ke arahnya.


Tidak ada pilihan lain, barack pun membuka amplop itu dan mengeluarkan selembar kertas bertuliskan nama sebuah rumah sakit di bagian atasnya.


Barack kembali melihat ke arah luna dengan tatapan menyelidiki.


Matanya semakin mengerucut, dia hanya berfikir apa ini hasil tes yang di lakukan oleh luna untuk kesehatannya atau hasil tes tentang penyakit yang ada di tubuh luna, di pikirannya hanya ada hal hal buruk tentang itu.


Matanya kembali melihat ke arah kertas yang sudah di pegangnya.


Bola mata barack bergerak ke kanan ke kiri membaca keseluruhan isi dari kertas itu.


Senyumnya mulai terlihat ketika dia mambaca nama dokter di bagian bawah sebelah nama rumah sakit.


"Jacson SpOG??"


Barack tau kalau itu adalah predikat untuk dokter kandungan.


Luna mengawasi wajah barack sambil membungkam mulut dengan tangannya, seolah sedang menunggu ekpresi wajah barack yang akan dilihatnya setelah mengetahui kalau dirinya hamil.


Barack mengurungkan niatnya untuk membaca secara keseluruhan setelah mengetahui hasil lab itu dari dokter kandungan.


Senyumnya semakin lebar sampai giginya yang rata dan putih bersih itu terlihat.


Antara percaya dan tidak percaya kalau sekarang perempuan yang menyandang nama barack di belakangnya itu tengah hamil anaknya.


"Ini serius kan?" barack berucap seolah dia sedikit tidak percaya dengan hasil lab yang di berikan oleh luna.


"Mm, , ada dua" ucap luna kemudian.


Barack di buat melongo mendengar jawaban dari mulut luna.


Dia tidak menyangka kalau akan mendapatkan dua bayi sekaligus.


Barack berjingkrak jingkrak seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah barang kesukannya.


Luna heran dan tertawa riang melihat tingkah barack yang tidak pernah dilihatnya kali ini sikapnya benar benar seperti anak kecil.


Terlihat kilauan bening mengintip di ujung mata luna seketika.


Barack mengarahkan pendangannya ke arah luna yang masih berdiri di depannya dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.


Dia memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat.


Kemudian menghadiahi sebuah ciuman lembut di keningnya sambil mengusap air yang mulai mengalir ke pipi luna.


"Terima kasih" ucap barack.


Dia sangat gembira sehingga tidak ada kata lain yang bisa mewakili perasaannya selain kata itu.


Terlebih lagi untuk luna yang kini sudah memberinya kehidupan baru bagi dirinya.

__ADS_1


♡♡♡END♡♡♡


😘😘😘😘😘


__ADS_2