Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#55 Selamat ulang tahun


__ADS_3

 


Sore itu terlihat awan sebagian masih berwarna biru terang dan sebagiannya lagi berwarna biru gelap, sangat indah bahkan saat di lihat dengan mata telanjang tanpa membutuhkan bantuan kaca mata untuk mengurangi silauan sinar mata hari kemata, karena posisi matahari sudah mulai bergerak menyamping.


 


Terdengar suara ombak yang saling barsautan untuk berlomba siapa yang dapat mancapai daratan terlebih dahulu.


Warna air laut nampak bagitu indah dari ke jauhan, senada dengan warna langit.


Namun semakin mendekat ke daratan warna airnya berubah menjadi terlihat jernih sekali.


Hingga warna batu batu kecil yang ada di dalamnya nampak begitu jelas terlihat.


 


Ditambah lagi burung burung yang mulai berterbangan melintasi air laut itu, bertujuan untuk kembali ke sarangnya membuat pemandangan sore itu semakin sayang untuk di lewatkan.


 


 


Barack mulai memelankan laju mobilnya saat dirasa ban mobilnya sudah mulai susah digerakkan ketika melewati pasir.


 


Diliriknya luna yang masih tertidur pulas di tempat duduknya.


Jelas saja dia tertidur, karena perjalanan ke tempat itu tidak membutuhkan waktu yang singkat.


Hampir 4 jam barack mengendarai mobilnya, untuk membawa luna ketempat itu.


 


Ingin sekali rasanya barack membangunkan luna, namun dia tidak tega saat melihat wajah polosnya yang sedang tertidur.


 


Barack meraih pengait sabuk pengaman yang sedari tadi melilit di tubuhnya itu.


Dilepasnya jas yang masih melekat di badannya untuk menyelimuti tubuh luna yang tengah tertidur.


Di pencetnya tombol yang ada di sebelah tangan kanannya untuk membuka kaca pintu di sebelah luna.


Berharap agar suara ombak dan angin dapat membangunkan luna dengan sendirinya.


Sejenak barack memandangi wajah luna dengan tatapan matanya yang lembut.


Diraihnya pipi luna yang terlihat memerah karena terlalu lama terkena sinar matahari dari arah depan yang sudah mulai bergerak mendekati ujung laut.


Sambil sesekali mencoba menepis anak rambut yang bertebangan menutupi mata luna karena terpaan angin.


Barack masih membiarkan luna untuk tetap tidur.


Dia bergerak keluar dari mobil, dan berjalan ke arah belakang entah apa yang sedang dia lakukan, namun terdengar dia sedang membuka pintu mobil bagian belakang.


Setelahnya dia berjalan mendekat ke arah bibir pantai sambil menyingkap baju di ke dua lengannya secara bergantian.


Dia terus berdiri sambil menatap ke arah matahari yang semakin lama semakin berjalan mendekati air laut di ujung sana.


 


Saat itu nampak kepala luna terjatuh ke arah depan di tengah tidurnya, hingga membuat dirinya terbangun dan tersadar kalau barack sudah tidak ada di sampingnya.


 


Luna melepas jas yang masih menutupi tubuhnya itu, sambil membuka sabuk pengamannya, dia terus membuang pandangannya ke arah depan dan mendapati barack sedang berdiri sambil melihat ke arah laut.


Dia bergegas turun dari mobil dan menghampiri barack sambil melihat ke arah sekitar, ternyata barack membawanya untuk melihat matahari terbenam waktu itu.


 


Luna berdiri tepat di sebelah barack sambil melihat ke arah mana barack memandang.


 


Dilihatnya matahari yang sudah mulai menyentuh air laut dari kejauhan, kini warnanya sudah mulai berubah sedikit ke warna oranye tua.


Terlihat indah sekali pemandangan sore hari itu.


Luna tidak menyangka kalau barack akan membawanya untuk melihat matahari terbenam.


Sesekali barack melirik ke arah luna yang berdiri di sampingnya yang terus melihat ke arah depan.


"Indah ya?" tanya luna kepada barack, pandangannya tidak pernah beralih dari matahari itu.


Sedangkan barack masih terus melihat wajah luna yang berseri seri.


"Iya indah sekali" jawabnya.


 


Luna pun langsung memalingkan pandangannya ke arah barack yang masih terus melihat ke arahnya.


 


"Kenapa?" tanya luna.


"Dibandingkan matahari yang terbenam itu, kamu jauh lebih indah" kata barack sambil mencoba menahan senyumnya.


"Hellleeeehhh, , orang sepertimu ternyata bisa bicara menggombal juga ya?" karena merasa malu luna pun membuang pandangannya ke arah matahari yang mulai terlihat setengah itu.


"Aku tidak sedang menggombal, , oh ya, aku ada permen buat kamu, kamu mau?" kata barack sambil mengambil sebuah permen dari saku celananya.


"Permen???, , "sedikit terdengar cekikikan dari mulut luna setelah mendengar barack menawarinya sebuah permen.


"Iya boleh, mana" tambahnya.


Lalu barack menggenggam permennya di salah satu tannyanya dan satu tangnnya lagi pun ikut pengepal seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Tapi kamu harus pilih dulu, mau yang mana?" barack menawarkan sambil mengulurkan ke dua tangannya yang mengepal itu ke arah luna.


"Mmm, " dengan penuh ke raguan luna mencoba memilih salah satu di antaranya, sambil sesekali melihat ke arah barack yang terus memandanginya dengan senyum tipis di wajahnya.


"Ini" luna memilih sebelah kanan tangan barack.


"Coba kamu buka" perintah barack kepada luna.


Dengan segera luna membuka satu per satu jari tangan barack yang mengepal dengan erat itu.


Namun dia tidak menemukan apapun di dalamnya.


Terlihat kerutan tipis di dahi luna saat itu.


Tapi barack malah tersenyum lebar melihat ekspresi wajah luna.


Sekali lagi luna membuka salah satu tangan barack yang masih mengepal namun, tetap sama, tangan barack ternyata dua duanya koson.


Terlihat sekali dari raut wajah luna kalau dia benar benar bete karena barack membohonginya.

__ADS_1


"Apaan sih, , kosong juga, tidak ada isinya" kata luna sambil membuang pandangannya ke arah matahari yang masih mengintip di antara air laut itu.


Barack pun berjalan ke arah belakang luna dan kemudian memeluk tubuh luna dari arah belakang.


Di singkirkannya rambut luna yang mencoba menutupi pundaknya yang putih bersih itu.


Kemudian barack menyandarkan dagunya di atas pundak luna yang sangat wangi.


 


Aroma wangi yang melekat di tubuh luna dengan sendirinya menuntun barack untuk mengecup pundak luna yang setengah terbuka.


 


Luna menggigit giginya karena menahan rasa geli yang ada di pundaknya itu.


Terdengar suara tawa cekikikan dari mulut barack.


"Kenapa tertawa?!" tanya luna.


"Suka saja, melihat ekspresi kamu saat sedang menahan rasa geli" jawab barack.


Luna pun hanya diam mendengar kata kata barack.


Barack mengambil sesuatu dari dalam kantong celananya kemudian mengenggamnya dan mengarahkannya di depan wajah luna.


"Coba buka" perintahnya lagi.


"Males, , paling juga bohong lagi" kata luna.


"Serius, kali ini aku tidak bohong" kata barack dan kali ini wajahnya memang benar benar terlihat serius.


"Serius!!!, , kalau bohong bagaimana?" tanya luna.


"Kalau aku bohong, aku cium kamu, , kalau ternyata aku tidak bohong, berarti kamu harus cium aku" kata barack sambil memamerkan senyumnya yang menawan si wajahnya.


Namun luna tidak percaya begitu saja.


"Hah???, , kesepakatan macam apa itu?" tanya luna merasa geli dengan kesepakatan yang di ajukan barack.


"Ya udah sih, , kan sama sama saling menguntungkan ini" kata barack dengan nada menggoda.


"Idiiihhh, , " luna mencoba menolak tawaran barack.


"Ya udah lah kalau tidak mau, aku buang saja" kata barack mengancam luna.


"Ya sudah, buang saja sana" kata luna menantang barack, pasalnya luna yakin kalau barack pasti berbohong lagi.


 


Barakpun langsung mengayunkan tangannya seperti sedang melempar bola kasti ke arah laut.


 


Terlihat mulut luna menganga di buatnya.


Diapun segera berlari ke arah dalam air untuk mencoba mencari barang yang di buang oleh barack itu.


Percikan air terlihat saat luna berlari ke arah dalam air.


Wajahnya mulai merasa bersalah karena telah tidak mempercayai barack saat itu.


Namun barack malah terus tersenyum saat melihat luna yang semua bajunya sudah mulai basah karena berusaha mencari barang yang di buang oleh barack, entah apa yang sebenarnya barack buang dia sendiri tidak tahu, namun dia berharap bisa mnemukannya.


Matahari sudah habis di lahap oleh air laut, makanya tidak ada penerang yang bisa membantu luna untuk mencari barang itu, walaupun airnya terlihat sangat jernih namun tetap saja dia tidak bisa dengan jelas melihat ke dalam air.


Karena sekarang sudah gelap.


Dia tidak menghiraukan kalau ombak sedari tadi mencoba mengguyur tubuhnya hingga basah kuyup.


 


Sedangkan barack hanya diam, sambil tersenyum seolah olah, kalau luna harus mendapatkan pelajaran karena sudah menantangnya untuk melakukan hal yang barack sendiri tidak mau melakukannya.


 


Dan sengaja membiarkan luna terus berada di dalam air.


Luna pun menyerah, dia berdiri sambil sesekali mnyingkap air yang mengalir membasahi matanya.


"Apa sebenarnya yang kamu buang?" tanya luna dengan manaikkan nada suaranya, karena kalau tidak suaranya akan kalah dengan ombak yang semakin kencang malam itu.


"Aku tidak membaung apa apa" jawab barack dengan santai.


Mendengar jawaban barack luna pun bergegas lari ke arah barack, terlihat di wajahnya kalau dia benar benar seperti orang bodoh yang sudah 2 kali di bohongi oleh barack.


"Tukang bohong, iiiih" luna terus melayangkan pukulannya ke arah barack.


Barack hanya tertawa melihat tingkah luna dan membiarkan luna terus memukuli tubuhnya.


Nafas luna mulai ngos ngosan, dan dia segera berhenti memukuli barack.


"Apa kamu senang? Kamu suka sekali sepertinya melihatku begitu payah di depanmu??, kamu sengaja membuatku berlari ke dalam air hanya untuk melihatku basah basahan seperti ini? bahkan kamu membiarkan aku mencari barang yang kamu buang ke dalam sana, dan lebihnya lagi sebenarnya barang itu juga tidak ada!, , kamu suka melihatku sperti ini??, , seperti orang bodoh?" kata luna, entah mengapa matanya mulai berkaca kaca.


Dia hanya merasa jengkel kenapa barack tidak memperlakukannya seperti saat barack sedang bersama dengan klara.


Atau mungkin luna hanya terbawa rasa emosi karena barack menyembunyikan kebenaran tentang isi paperbag tadi.


Barack sebenarnya tidak bermaksut membuat luna terlihat bodoh di depannya.


"Aku tidak bermaksut seperti itu, dan aku juga tidak berbohong soal barang yang ada di tanganku ini, aku memang tidak membuangnya, dan barang itu juga masih ada di dalam genggamanku" barack menyodorkan tangannya ke arah luna.


Terlihat sesekali luna menyingkap air yang mengalir meleati pipinya.


"Aku tidak mau membukanya" kata luna.


"Apa kali ini kamu juga akan memintaku untuk membuangnya lagi?" kata barack.


Luna hanya diam mendengar perkataan barack.


Perlahan dia mengangkat tangannya dan meraih tangan barack yang masih menggenggam sesuatu, dengan penuh keraguan luna membuka satu persatu jari barack.


 


Di dalamnya mulai terlihat seperti kilauan berwarna warni , luna melanjutkan membukanya dan kini jari barack sepenuhnya sudah terbuka semua.


 


Wajah luna tidak berubah, ekspresinya masih tetap sama, terlihat kesal.


"Apa ini?" tanya luna.


Barackpun membalikkan badan luna dan mencoba memakaikan kalung berlian itu di leher luna dari arah belakang.


"Ini?" kata luna sambil membalikkan badannya, dan terus memegangi bandul kalung berbentuk seperti tetesan air yang melingkar di lehernya itu.


"Kalung ini, adalah isi paperbag yang kamu tanyakan tadi, , selamat ulang tahun" kata barack.


Luna hanya diam mendengar ucapan selamat ulang tahun dari barack.

__ADS_1


pasalnya dia sendiri sampai lupa kalau hari ini tanggal 1 januari.


"Kenapa harus di tutup tutupi?" tanya luna.


"Aku tidak menutup nutupi, aku hanya tidak mau memberi tahumu saja" kata barack.


"Kenapa? kamu suka sekali membuat aku penasaran?" terlihat luna malah menangis lagi, entah itu menangis karena bahagia atau menangis karena merasa jengkel.


Barack mencoba meraih pipi luna dengan ke dua tangannya, di sapunya air mata luna yang kembali menetes lagi.


"Dengarkan aku, , , aku hanya akan sekali mangatakan hal ini, , jangan pernah menyuruhku melakukan hal yang aku sendiri tidak mau melakukannya, kalau sampai aku mendengar itu dari mulut mu, maka dengan senang hati aku akan melakukannya, seperti tadi, saat kamu menuyuruhku membuangnya, makan aku akan membuangnya" kata barack.


"Tapi tadi kamu tidak benar benar membuangnya?" tanya luna.


"Iya, , memang karena aku sengaja menarikmu ikut merasakan apa yang aku rasakan agar membuatmu jera" jawab barack.


Luna hanya diam saja sambil sesekali memegangi bandul kalungnya.


"Kenapa malah diam?" kata barack mencoba membuyarkan pikiran luna.


"E, , terima kasih, buat hadiahnya"jawab luna.


"Kenapa, sepertinya kamu tidak bahagia mendapat hadiah dariku?" tanya barack.


"Bukannya aku tidak bahagia, hanya saja, ini pertama kali aku mendapat kado saat ulang tahun dari seorang laki laki" kata luna. Dia terus menundukan wajahnya karena malu barack harus melihat wajahnya yang berantakan karena rambutnya basah porak poranda saat terjuh ke dalam air tadi.


Barack pun tersenyum mendengar kata luna, setengahnya dia juga merasa malu, karena sepertinya barack akan menjadi yang pertama buat luna, maksutnya barack adalah pecar pertama bagi luna.


"Terus, hanya ucapan terimakasih saja ni, yang aku dapat?"tanya barack mencoba menggoda luna.


Luna pun mendongakkan wajahnya dan terlihat pipinya mulai merona mendengar perkataan barack.


"Maksutnya" tanya luna.


cup, ,


Barack pun mengecup bibir luna.


"Loh kebalik ya, tadi kan perjanjiannya kalau kamu yang salah kamu yang cium aku?" kata barack sambil tersenyum sampai terlihat giginya yang putih dan rata itu.


Luna masih terdiam saat barack mengecup bibirnya tadi.


Entah mengapa luna selalu berdebar saat barack mencoba menciumnya, padahal ini bukan kali pertama barack menciumnya.


"Terus??" tanya luna.


Barack tidak menjawab pertanyaan luna, dia malah menundukkan kepala dan mendorong wajahnya mendekati wajah luna yang jauh berada di bawahnya.


Barack memang tidak mengatakan apapun, namun luna mengerti apa maksut barack itu.


Dengan penuh rasa ragu, luna mendekati bibir barack yang terlihat sumringah di depannya.


cup, , luna mengecup bibir barack.


"Apa itu?" kata barack.


"Yaaa, , seperti yang tadi kamu lakukan" kata luna wajahnya memerah karena merasa malu.


"Hanya begitu saja? rasa terima kasihmu karena sudah memberimu hadiah?" tanya barack.


"Lah, kamu ikhlas tidak sebenarnya memberiku kalung ini?" tanya luna kembali.


"Ya sudalah lah" kata barack sambil beranjak menuju ke arah mobil.


Namun luna menahannya dengan memegangi tangan barack.


"Kenapa?" tanya barack kembali membalikkan badannya dan melihat ke arah luna.


Luna perlahan berjalan mendekat ke arah barack, di jinjitkan kakinya untuk membantu menopang tubuhnya saat akan mencium barack kembali.


Luna pun mencium bibir barack walaupun terlihat jelas di wajahnya kalau dia ragu dan tidak yakin bisa memenuhi keinginan barack itu.


Barack terus membuka matanya untuk melihat ekspresi wajah luna yang masih tengah menciumnya.


Dengan segera luna melepas ciumannya itu.


Namun barack kembali meraih leher belakang luna agar meneruskan ciumannya itu.


Mata luna terbelalak saat barack mendorong kepalanya agar lebih dalam ciumannya, dia juga mendapati kalau barack masih terus membuka matanya.


Dengan cepat luna langsung menutup ke dua matanya karena merasa malu saat mata barack dekat sekali dengan matanya.


 


Tiba tiba ponsel barack bergetar dan menbuat barack melepas ciumannya.


 


Dia mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.


dreeet, , dreeet, , terlihat di layar ponselnya, leo memanggil.


Tanpa berfikir panjang barack langsung mengangkat telepon dari leo.


"Halo?".


"Bisa kita bertamu?" suara leo terdengar dari ujung telepon barack.


"Ada masalah apa?" tanya barack.


"Dari siapa?" luna bertanya kepada barack.


Mendengar suara luna yang ada di sebelah barack, leo pun mengurungkan niatnya untuk berbicara pada barack.


"E, , nanti saja aku akan menemui mu" lalu leo menutup teleponnya.


"Leo" barack menjawab pertanyaan luna.


"Kenapa dia menelponmu?" luna merasa penasaran.


"Aku juga tidak tahu, katanya dia mau menemuiku nanti"kata barack.


"Oooh iya, , mmm, , soal kita, apa klara sudah tahu?" tanya luna.


Barack hanya menggeleng kepalanya dengan pelan.


"Nanti setelah acara pertunangan, kita kasih tahu dia, oke" kata barack.


"Mm"luna hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana?, , mau di lanjutkan lagi tidak?" tanya barack mencoba menggoda luna.


"Apanya?" tanya luna.


", , Itu" kata barack sambil melihat ke arah bibir luna.


"Ihhhh, , " luna pun menahan senyumnya karena merasa malu.


Barack pun meraih pipi luna dan mencium keningnya.

__ADS_1


"Ya sudah, aku akan pesan kamar, kita keringkan bajumu dulu, soalnya perjalanan kita jauh, tidak mungkin kamu pulang memakai baju basah seperti ini" kata barack, sambil menggandeng tangan luna dan berjalan ke arah mobil.


***


__ADS_2