Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#84 Membantu membuka bajunya


__ADS_3

  Mobil barack berhenti di garasi, terdengar bunyi mesin pintu seperti bergerak menutup secara otomatis.


 


Barack membuka pintu dan turun dari mobil berjalan ke sisi lain dan segera membukakan pintu mobil untuk luna.


Tatapan barack terlihat menyelidiki ke arah wajah luna.


"Kamu sudah baikkan?" barack berucap seperti sedang memastikan keadaan luna.


Luna tidak berucap dia hanya diam dan mengangguk dengan pelan.


Namun barack mendapati kaki luna masih sedikit sempoyingan seperti tidak kuasa untuk menopang diri dan melangkahkan kakinya.


Segera barack meraih kaki luna dan menggendongnya ke arah dalam melewati pintu garasi yang langsung terhubung ke ruang keluarga.


Luna membenamkan wajahnya ke dada barack, sengaja menghirup aroma tubuh masculin yang sangat menusuk ke hidungnya dan sedang berusaha menggerayangi otak luna.


Baunnya sangat wangi, membuat selalu ingin terus menempel di tubuhnya.


Senyuman tipis menghiasi wajah luna karen aroma tubuh barack mulai memberikan kenyamanan di hatinya..


Barack meletakkan tubuh luna di atas sofa ruang keluarga, di letakkan dengan lembut dan penuh kasih sayang tubuh istrinya itu.


Mata barack menyapu wajah luna yang masih memperlihat kan rasa ketakutan.


Barack meraih pipi kanan dan kiri luna, memaksa menghadapkan pandangan mata luna ke arah wajahnya.


"Kamu sekarang sudah baik baik saja, jadi jangan pikirkan hal yang sudah berlalu, , , oke" barack berucap seperti sedang memaksa luna untuk menenangkan dirinya.


Luna masih tidak mau bersuara, rasa syok terus terlihat jelas di wajahnya saat ini.


"Kamu ketakutan?" barack melempar pertanyaan yang seharusnya dia sendiri sudah tahu jawabannya namun dia seperti sedang memancing perasaan luna.


"Seperti itulah rasa ketakutanku ketika mendengar kalau kamu pergi meninggalkan ruang kerjaku" tambahnya.


Barack menatap lembut ke arah wajah luna yang sedang mencerna kata katanya.


Barack mencoba menghibur, namun seperti yang dia ketahui itu juga sia sia, sampai dia benar benar kehabisan akal bagai mana caranya agar luna kembali fokus dan tidak terus melamun atas kejadian naas tadi yang hampir saja merenggut nyawanya.

__ADS_1


Hingga pikiran itu terbesit di otaknya.


"Bagaimana kalau kamu mandi?, , berendam untuk membuatmu lebih tenang?? biarkan rasa ketakutanmu itu luntur dan menghilang di telan air" sejenak barack terdiam untuk membiarkan luna berfikir.


"Aku akan menyiapkan air hangat untukmu" tambahnya.


Barack berucap seperti sedang menyuruh luna untuk bersiap siap, serta berusaha memecah lamunan luna, mengacak acak pikirannya agar kembali fokus kepada dirinya yang sedari tadi seperti tak di anggap ada oleh luna.


"Iya" suara luna terdengar tak bernyawa, lemas dan ada rasa sedikit sisa rasa ketakutan di dalamya.


Barack beranjak dari tempat duduk menuju ke arah kamar mandi, meninggalkan luna untuk menyiapkan air hangat di bathtup.


Suara gemericik air mulai terdengar ketika keluar dari keran dan berusaha memenuhi buthtup.


Barack menyalakan dua keran sekaligus, di mana sisi kanan mengucurkan air dingin dan sisi lainnya lagi air panas.


Dia memeriksa kadar kehangangat air menggunakan telapak tangan agar tidak terlalu panas ketika tubuh luna masuk ke dalamnya.


Dirasanya kehangatan air sudah pas, barack beranjak keluar dari kamarandi, namun masih membiarkan keran terbuka agar memenuhi bithtup yang berwarna putih dan besar itu.


Kembali dia berjalan mendekat ke pada luna yang masih duduk diam di atas sofa.


Barack kembali duduk di samping luna menghadapkan tubuhnya ke arah luna yang sedang melihat ke arah laih dengan tatapannya yang kembali kosong.


Tangan luna bergerak naik bermaksut untuk membuka bajunya, namun tangan barack yang kokoh itu berusaha menghentikan tangannya ketika luna belum sempat meraih kancing baju bagian atasnya.


Luna memalingkan wajahnya menatap ke arah mata barack yang sudah terlebih dulu memandangi wajahnya dengan penuh harap.


Luna menurunkan tangannya kembali ke pangkuannya, dia mengikuti seperti yang di arahkan oleh tangan barack, menuntunnya untuk menyingkir dan memberi ruang kepadanya.


 


Seperti sedang memohon kepada luna agar membiarkan dirinya yang membukakan kancing baju itu untuk luna.


 


Kini barack mengambil alih atas dirinya. Membuka kancing baju luna satu persatu, pandangan mata barack yang lembut itu terus mengawasi wajah luna yang mulai tersipu malu.


Barack tersnyum tipis, wajah inilah yang sebenarnya sedang di nanti nanti olehnya.

__ADS_1


Raut wajah luna yang kembali tersipu malu.


Tangan barack terus bergerak membuka kancing satu persatu, sampai pada akhirnya kancing baju luna pun terlepas semua.


Barack mulai menyilakkan baju luna.


Meraih leher luna dengan ke dua tangannya sehingga memaksa kerah baju yang masih melekat pada lehernya turun dan menggelincir dari pundak luna dengan sendirinya.


Tagannya masih bertahan di leher yang mungil itu.


Dia menggerakkan salah satu tangannya membelai menuruni lengan luna, dan sampai di ujung jarinya barack menuntun tangan luna dan di arakannya ke dadanya.


Barack masih terus memandang ke arah mata luna, dia tidak pernah sedikitpun mengalihkan pandangan dari perempuan yang sudah dengan suka rela menunggu untuk segera di se******.


Sekilas mata barack terlihat menuju ke arah tangan luna yang berada di dadanya dan kembali menatap ke mata luna, ke dua alis barack nampak sengaja di gerakkan ke atas secara cepat dan bersamaan, seperti sedang memberi kode kepada perempuan yang sudah menjadi istrinya itu untuk bergantian membukakan kancing bajunya.


Luna paham apa maksut barack, dia di paksa menelan ludah saat barack memintanya melakukan hal itu.


Dia mengangkat satu tangannya lagi dengan sendirinya untuk memenuhi keinginan barack membuka kancing kemejanya.


Barack menarik kembali ke dua tangan dari leher luna untuk membantunya mempermudah melepas kemeja yang masih menyangkut di lengannya itu.


Kali ini mata luna beralih ke arah dada barack yang terlihat bidang. Alam bawah sadarnya menuntun tangan luna bergerak naik menyentuh pusaran kecil yang warnanya sedikit berbeda dengan warna kulitnya.


Dengan rasa sedikit gugup mata luna kembali mengarah kepada barack yang masih terus mengawasinya.


Bibir barack bergerak menyamping, senyumnya kali ini terlihat sedang menahan sesuatu yang dia sendiri tidak ingin luna sampai mengetahuinya.


Sejenak menutup mata sambil memijat kecil keningnya, membiarkan tangan luna terus menggerayangi dadanya.


Ada perasaan yang tak tertahankan mulai bergejolak di hati barack.


Matanya membuka kembali namun kini tatapan matanya menajam ke mata luna. Seperti ingin dengan segera melahap perempuan di depannya itu.


Barack menyingkirkan tangan luna dari dadanya dengan cepat.


Mendorong tubuh luna ke belakang memaksa dia untuk bersandar berbantalkan tepian sofa yang sedikit lebih tinggi dari tempat yang di dudukinya.


***

__ADS_1


__ADS_2