
"Om Felix??" matanya berbinar ketika melihat Felix, Essie seketika melepaskan tangan Aileen dan berlari menghampiri laki laki itu.
Aileen nampak terkejut, merasa sediki kecewa saat Essie lebih memilih Felix di banding dirinya.
Memang sangat lama Essie dan Felix tak bertemu hampir beberapa bulan, tetapi perlakuan baik yang di berikan Felix terhadap Essie seolah mampu membangun ingatan baik tentang laki laki itu.
Aileen mencoba membuat dirinya nyaman karena saat itu dia benar benar merasa salah tingkah karena sikap Essie.
Felix menekuk kedua lututnya di depan Essie. Tetapi matanya tertuju kepada Aileen.
"Dia siapa Essie?" tanyanya dengan lembut, sembari meraih pundak gadis kecil yang tengah menoleh ke belakang meliaht ke Aileen.
Essie segera berlari lagi menjemput Aileen dan membawa mendekati Omnya.
Anak kecil itu mendongakkan kepala, kemudian dengan sikap manis dia berucap.
"Tante , ini Felix. Dan Ini Tante Aileen" ucapnya bergantian mengenalkan mereka berdua.
Felix beranjak berdiri lagi, Dua orang dewasa itu kini saling bertatap muka, sebelum Aileen memutuskan untuk menunduk melihat Essie untuk mengalihkan pandangannya.
Laki laki itu mengulurkan tangan yang kemudian mendapat sambutan hangat dari Aileen. Mereka saling berjabat tangan memperkenalkan diri mereka masing masing.
"Om selama ini kemana saja??, , Mamah selalu mencarimu." ucap Essie sembari menggoyang goyangkan tangan Felix.
"Maaf Essie, , Om banyak pekerjaan yang tak bisa di tunda. Dan waktu mendegar kabar tentang Mamahmu" laki laki itu berhenti berucap saat melihat Essie tertunduk diam. Dia kembali menekuk kedua lututnya untuk menenangkan gadis kecil itu.
"Om janji tidak akan meninggalkann kamu lagi, jadi mulai dari sekarang Essie ikut dengan Om ya"
"Tapi" suara Aileen tersekat, dia menatap Felix dengan lekat.
"Essie akan ikut bersamaku"
Laki laki itu kembali beranjak berdiri setelah mendengar ucapan Aileen, menatapnya pengan penuh tanda tanya.
"Maaf Nona Aileen"
"Nyonya" Aileen memotong pembicaraan, untuk memperjelas status dirinya.
"Oh, maaf Nyonya Aileen, , tapi anda siapa?" Felix berucap dengan tenang, dia tidak bermaksud merendahkan. Dia hanya ingin mempertanyakan posisi perempuan itu. Karena telah berani mengucapkan kalimat seolah dia memiliki hak atas Essie.
"Maaf tetapi, Raina mengatakan kalau dia telah menitipkan Essie kepada Suamiku. Jadi bagaimana bisa kamu membawanya pergi begitu saja" Aileen berusaha keras untuk tetap tenang, walau pun sebenarnya di dalam dadanya terasa sesak karena manahan jengkel ketika mendengar Felix akan pergi membawa Essie.
__ADS_1
"Essie" Aileen menekuk lututnya, meraih pundak gadis kecil itu kemudian memksanya menghadap kearahnya.
"Bukankah Essie sudah tahu kalau kita akan tinggal bersama?" suaranya terdengar sangat lembut, berusaha membujuk Essie agar mau memikirkan lagi tentang janjinya kemarin untuk tinggal bersama.
Essie menoleh ke Felix, menatapnya penuh harap seolah meminta ijin kepada Omnya untuk mempertimbangkan ucapannya sekali lagi.
"Om, , Tante Aileen ingin mengajakku tinggal bersama dengannya"
Felix yang masih berdiri pun menghela nafas panjang.
"Essie, ,dia orang asing!"
Benar, sabaik apa pun Aileen dia tetap orang asing bagi Essie. Orang yang baru saja masuk dalam kehidupannya. Tetapi dia tidak bermaksud untuk menyakiti Essie. Aileen terlanjur menyukai dan sayang kepada anak kecil itu.
Aileen beranjak berdiri setelah mendengar ucapan Felix. Matanya sedikit menajam.
"Aku tidak mungkin menyakitinya" Aileen sejenak berhenti berucap karena dadanya naik turun dengan cepat menahan emosi yang sempat memuncak. Dia menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.
"Aku sudah terlanjur menyukai Essie, dan aku juga berjanji akan menjaganya"
Felix melirik Essie yang terlihat kebingungan, gadis kecil itu berbicara kepadanya melewati tatapan mata seolah membenarkan apa yang di ucapkan oleh Aileen. Tetapi Felix tak begitu langsung luluh dan mengijinkannya. Jika melihat sikep Essie yang begitu menurut kepada Aileen Laki laki itu berfikir kalau Essie juga sudah merasa nyaman dengan Aileen.
"Tetapi aku memiliki hak asuh atas Essie. Bahkan Mamahnya telah menandatangani surat itu"
Terlebih lagi Felix, dadanya terasa berdetak lebih cepat ketik melihat Aileen berkaca kaca. Seolah dia bisa merasakan bahwa perempuan itu akan sangat sedih ketika Essie tak bisa tinggal bersamanya.
Essie bergerak mendekati Aileen kemudian melingkarkan kedua lengan di kakinya untuk menenangkan.
"Maaf, , kita bisa membicarakn hal ini lain waktu?? aku harus pergi membawa Essie ke pemakaman Ayahnya"
"Apa??" Aileen semakin terkejut.
"Ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat tadi malam, Essie kamu tidak apa apa kan?" Felix berucap dengan santai, dia sudah yakin bahwa Essie tak akan merasa kehilangan. karena kedekatannya dengan sang Ayah tak pernah terjalin dengan baik.
"Aku ingin membawa Essie melihatnya untuk yang terakhir kali sebelum Ayahnya di kebumikan" Felix telah meraih tangan Essie, yang kemudian menarik dan membawanya menuju ke mobil.
"Boleh aku ikut untuk menemaninya" Aileen pasti tahu kalau Essie akan merasa sangat sedih,walau pun anak kecil itu tidak dekat dengan Ayahnya, tetapi dalam waktu yang singkat Essie kehilangan dua orang yang dia sayangi. Tak bisa di pungkiri sejahat apa pun Ayahnya Essie pasti tetap memiliki rasa sayang terhadap laki laki itu.
Felix menatap Essie, melihat untuk memastikan bahwa Essie memang membutuhkan perempuan itu saat ini, di sampingnya untuk menemani Essie.
"Silahkan jika kamu tidak keberatan"
__ADS_1
Entah kenapa suara berat itu membuat Aileen berbunga bunga. Ketika Felix mengijinkannya untuk ikut menemani Essie ke pemakaman.
♡♡♡
David masih menyelesaikan pekerjannya di kantor. Selesai mengikuti rapat, dia kembali ke ruang kerjanya.
Laki laki itu berjalan ke luar dari ruang rapat diikuti oleh Ius dari arah belakang.
"Apa lagi jadwal setelah ini??" ucapnya sambil terus melangkah.
"Makan siang bersama de"
"Batalkan!!" sahut David memotong pembicaraan.
"Kita akan pergi ke pemakaman mantan Suami Raina. Aku yakin Felix akan datang ke sana! segera siapkan mobil. Aku akan kembali ke ruang kerjaku sebentar!" perintahnya dengan tenang. Seolah David telah memikirkan hal itu matang matang.
Ius menunduk kemudian memaku langkahnya, dia membiarkan David kembali ke ruang kerjanya sendiri. Sementara dirinya berjalan ke sisi lain untuk menyiapkan mobil.
♡♡♡
Aileen dan Felix berdiri di samping kanan dan kiri Essie ketika prosesi pemakaman Ayahnya Essie sedang berlangsung.
Perempuan itu tahu bahwa Essie tengah tertunduk menitihkan air mata. Dia kemudian menekuk lutunya untuk memeluk Essie, mencoba memberi ketenangan kepada gadis kecil itu.
Sementara Felix terdiam ketika melihat adegan saat Aileen memeluk sambil menepuk pundak Essie dengan lembut. Seolah dia bisa melihat bahwa perempuan itu benar benar sangat menyayangi Essie.
Tetapi itu bukan berarti Felix akan begitu saja menyerahkan Essie kepada Aileen.
Masih banyak yang perlu di pertimbangkan jika memang Aileen ingin mengajak Essie untuk tinggal bersama dengan mereka. Karena itu artinya Aileen akan menjadi ibu angkat untuk Essie dan Felix harus benar benar memikirkan hal itu. Jika dia ingin menyerahkan Essie kepada Aileen dia harus memastikan bahwa keputusan yang dia ambil tepat untuk Essie.
Di sisi lain mobil hitam berhenti di sisi jalan pakaman. David melangkah turun kemudian berjalan menuju kererumunan orang yang mulai beranjak pergi saja setelah menyaksikan pemakaman mantan Suami Raina.
David menyelidik satu persatu orang yang ada di sana. Dia berharap bajwa Felix akan datang ke pemakan itu. Sebelumnya dia telah melihat foto Felix dan mengingat wajah laki laki itu dengan baik untuk mempermudah dirinya ketika nanti mencari laki laki itu di pemakaman.
David memaku langkahnya saat melihat laki laki yang dilihatnya di foto sedang berjalan ke arahnya. Mereka baru saja selesai mengikuti prosesi pemakaman.
Pandangan matanya kini tak lagi fokus kepada Felix, David lebih tertarik kepada perempuan yang berdiri di sampingnya, lebih tepatnya lagi di samping Essie yang berdiri tepat di samping Felix.
David memaku tubuhnya, melihat pemandangan yang tak di sangka sebelumnya.
"Om David??" suara Essie menarik perhatian Aileen, yang sempat tertunduk ketika berjalan menjauh dari pemakaman. Perempuan itu mengangkat kepalanya mencari kemana Essie melihat.
__ADS_1
"David!!"
Aileen melihat pergerakkan bola mata David yang kini telah beralih menatap Felix. Kemudian kembali lagi menatap dirinya, seolah meminta penjelasan kepada Aileen kenapa dia bisa bersama dengan laki laki itu di sana.