
Di samping luna, cici sahabatanya juga terlihat sangat bahagia malam itu.
Dia berdansa mengikuti alunan musik, tidak perduli orang orang melihat ke arahnya yang penting malam itu dia benar benar happy atas kebahagiaan sahabatnya.
"Cici" aryo memanggilnya namun cici tidak menggubris dia masih sibuk bergoyang dengan tamu yang lain.
Aryo pun menarik lengan cici dengan paksa.
"Besok kita bisa ketinggalan pesawat! ayo pulang ke hotel sekarang, sudah tengah malam ini" aryo melirik ke arah jam tangannya.
"sebentar lagi ah, tidak bksa lihat orang senang ya, ,dasar!" cici mulai merajuk.
Melihat aryo yang sedang kesusahan membujuk cici luna pun akhirnya turun tangan.
"Kalian bisa tidur di kamar atas, di lantai dua ada kamar kok, , besok sebelum pulang ke indonesia kalian bisa mampir ke hotel untuk ambil barang barang kalian, kasian juga si cici, udah malam ini" luna membujuk aryo agar mau bermalam di rumah mereka.
"Nanti merepotkan kalian" aryo berusaha menolak secara halus.
"Ngrepotin apaan, , tidak lah santai aja" jawab luna.
Waktu menunjukkan pukuk 2 malam para tamu undangan sudah mulai meninggalkan pesta.
Orang tua luna dan barack juga kembali ke hotel karena mobil mereka sudah menunggu di depan rumah barack.
"Kamu hati hati ya sayang, besok tidak perlu mengantar mamah ke bandara kamu istirahat saja di rumah, layani suamimu dengan baik" bu cokro membelai rambut luna dengan lembut.
"Sudah mah, jangan pakai acara menangis, kasian luna juga nanti kepikiran kamu terus lo" pak cokro berusaha menennangkan hati istrinya.
Luna memeluk bu cokro untuk terkhir kalinya sebelum dia pergi menuju hotelnya.
"Udah lun, kan sekarang ada barack yang menjagamu" cici baru saja datang dan mencoba menenangkan luna.
'Mm, , " luna hanya mengangguk pelan.
"kamu jadi nginep disini kan?" tambahnya.
Mata cici mulai mengerucut memandang ke arah luna.
"Mmmmm, , memangnya tidak mengganggu kalain nanti?" nada bicara cici terdengar seperti sedang menggoda luna.
"Pikiran kamu ngeres" luna merasa malu makanya dia beranjak pergi meninggalkan cici.
"Idiiihhh, , emang aku ngomong apa coba, ko ngeresn ha ha ha" cici tertawa puas karena berhasil menggoda luna.
Luna masuk ke dalam kamarnya, berjalan menuju ke arah cermin lalu duduk di kursi.
Sambil berkaca dia melpas satu persatu jepit yang menopang rambutnya, terlihat rambutnya jatuh tergerai menutupi bahunya yang putih bersih.
__ADS_1
Dari pantulan cermin dia melihat barack masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
Melihat barack masuk ke kamar saja luna sudah jantungan, dia dipaksa untuk menelan ludahnya dengan pelan.
Terlihat barack sedang melepas jaz dan menaruhnya di atas ranjang.
Tatapan matanya terlihat tajam menuju kearah luba dari pantulan di cermin.
Dia sedang membuka kancing ke dua tangan dan mengibgkap lengan bajunya.
Kemudian melepas dasi yang masih menempel di lehernya.
Wajah luna semakin terlihat tegang ketika barack melangkah mendekat ke arahnya.
"Aku bantu kamu lepas jepitannya" barack meraih rambut luna, dia membantunya melepas jepit yang masih menempel di rambut bagian belakang.
Luna hanya mengangguk pelan. Perasaannya campur aduk, deg degan, panas dingin menjadi satu, jantungnya juga terasa nyas yasan ketia barack memandang ke arah matanya melewati pantulan kaca lagi.
Barack mendaratkan ciumannya ke arah pundak luna yang terbuka.
Nampak luna bergidik pelan sambil menghindari mata barack yang terus menatapnya.
"Kamu mau ganti baju?, , aku bantu buka ya" barack berucap dengan nada yang sangat terdengar sexi hingga menggelitik ke rongga telinga luna.
Luna tidak bisa menolaknya, bagaimana pun juga hal ini pasti akan terjadi.
Lun berusaha memantapkan dirinya saat barack akan melakukan hal itu.
Setelah berhasil membukannya, barack memainkan jari telunjuknya ke punggunluna yang sudah terbuka sedikit itu.
Memang gaun yang di pakai luna belum di lepas, tetapi lesreting yang sudah terbuka itu dengan sengaja memperlihatkan keindahan punggung luna yang putih bersih tak bercorak sedikit pun.
Luna masih merasa malu dia benar benar belum mempersiapkan dirinya dengan baik.
Badannya masih bau keringat, lengket, belum gosok gigi belum mencuci rambutnya yang lepek.
Pokoknya untuk seorang wanita harus banyak persiapan ketika ingin menyenangkan suaminya, paling tidak badannya harus wangi agar ketika berkeringat aroma wangi tubuhnya menambah sensasi yang beda di setiap nafasnya.
Luna beranjak dari kursinya.
"Mm, sepertinya aku harus mandi, badanku lengket semua" luna segera berlari ke arah kamar mandi sambil menutupi wajahnya yang tersipu malu.
Barack hanya tetsenyum melihat tingkah luna.
Wajah luna memerah padam, dia segera membersihkan badannya bahkan sampai mandi dua kali untuk meyakinkan kalau dirinya benar benar sudah bersih.
Tak lupa dia juga menggosk giginya sampai tiga kali karena di rasanya belum bersih.
Sambil berkaca dia memakai handuk piyama dan mengikat tali pinggangnya.
__ADS_1
Luna keluar dari dari kamar mandi, matanya terbelalak ketika melihat perut barack yang kotak kotak itu terpampang di depan matanya.
Barack berdiri di depan luna hanya dengan memakai celana panjang berwarna hitam, dengan sabuk yang masih lekat melingkar di pingganya.
Dia sengaja menghadang luna di depan pintu keluar dari kamar mandi.
Pipi luna mulai merona.
"Kamu bisa minggir dulu?, , aku mau lewat"
Luna berusaha keluar dari kamar mandi, namun barack mencegahnya dengan menggeser tubuhnya mengikuti kemana tubuh luna bergerak.
"Barack" luna berucap dengan nada memohon.
Sejenak barack terdiam sambil terus mengawasi wajah luna yang mulai berubah.
Kini wajahnya mulai terlihat cemberut.
"Kalau kamu pergi, terus siapa yang mandiin aku?" katanya menocba menggoda luna.
Nampak luna hanya tersenyum sambil menutup wajahnya dan memaksa tubuh barack menyingkir dari hadapannya.
Namun barack malah memeluk tubuh luna. Tercium aroma sabun dan shampo keluar dari tubuhnya.
"Kenapa masih malu malu begitu?" tanyanya.
"Barack!! berhentilah menggodaku, jangan seperti itu" luna mulai merengek.
Rambut luna yang masih basa itu menambah gairah kelelakian barack.
"Oke, kalau begitu akau akan menunggumu sampai kamu yang memintanya"
Barack pura pura ngambek dan sengaja mengatakan hal itu sambil melepas pelukannya.
Berharap nanti luna sendiri yang akan memintanya untuk melakukan.
Luna berusaha mencerna perkataan barack barusan, sambil keluar dari kamar mandi.
Sambil menunggu barack selesai mandi luna membuka ponselnya dan melihat foto foto yang tadi sempat di abadikan oleh cici saat pesta pernikahan mereka.
Tidak menunggu lama untuk seorang laki laki membersihkan tubuhnya.
Berbeda dengan perempuan bahkan setengah jam dirasanya kurang cukup untuk membersihkan diri.
Terlihat barack ke luar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk.
Dia berjalan ke arah luna dan duduk di bibir ranjang.
*****
__ADS_1