
Bantu share novel author biar yang membaca lebih banyak lagi. Biar authornya tambah sangat😊😊
Tapi nggak mau juga nggak papa, author tidak memaksa😂😂😂
Terima kasih karena sampai di sini kalian masih terus membaca novel author😘😘😘
♡♡♡
Iris terlihat mengendarai mobilnya melewati jalan yang sedikit berkelok dengan pepohonan di setiap panjang perjalanan menuju ke arah lokasi shooting.
"Aku tidak bisa menemanimu sampai selesai shooting, , karena aku sudah ada janji dengan Mamahku. Tidak apa apa kan kamu sendirian??, , , di sana banyak orang yang akan membantumu"
"Iya, , aku sudah terbiasa melakukan hal apa pun sendirian" ucapnya dengan santai. Aileen memang sudah terbiasa hidup mandiri, baginya berada di lungkungan yang cukup asing tak akan membuat dirinya menjadi merasa terkucilkan.
"Aku benci sifatmu yang seperti ini!!, , kenapa kamu tidak bergantung kepada orang yang ada di sekitarmu!!" raut wajah Iris mulai terlihat murung.
"Heeii, , kenapa kamu marah??" Aileen mengalihkan pandangannya kearah wajah Iris.
"Aku tidak marah, , aku hanya merasa senang ketika kamu selalu mau mengandalkanku. Aku jadi merasa berguna untuk orang lain. Asal kamu tahu itu!"
"terima kasih, , sudah menjadi sahabat yang baik selama ini, tetapi aku visa melakukannya sendirian"
"Ada yang tak bisa kamu lakukan sendiri, suatu saat ketika kamu membutuhkan seorang sahabat untuk berbagi kesedihan denganmu, , maka carilah aku"
Mereka berdua pun saling memamerkan senyum manis mereka.
♡♡♡
Setelah sampai di lokasi, Iris hanya mengantar Aileen menemui pimpinannya.
"Tolong jaga dia untukku ya!!, ," ucapnya kepada seluruh staf yang berada di tempat itu.
Semua orang pun menunduk memberi hormat kepada Iris.
"Siap Nona, , kita pasti akan menjaga Model kita dengan baik"
"Ok!!" setelahnya Iris mengalihkan pandangannya kearah Aileen.
"Kalau sudah selesai, hubungi aku ya. Aku akan menjemputmu"
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri" sebenarnya saat berangkat ke lokasi shooting juga Aileen ingin berangkat sendiri, namun Iris terus memaksa ingin mengantarnya.
"Jangan khawatir!, , aku tidak merasa keberatan" Iris mengedipkan salah satu matanya kearah Aileen, hingga membuat peremuan itu terkekeh.
"Iya!, pulanglah aku akan menghubungimu nanti. Hati hati di jalan" Aileen melambaikan tangannya kearah Iris yang sudah melangkah pergi.
♡♡♡
"Antarkan aku ke tempat lokasi shooting di pegunungan!!" David berucap dengan nada rendah kepada seorang supir yang sedang menyetir.
"Ya??, , tapi PresDir, , kata sekretatis Anda, setelah ini PresDir harus menghadiri"
"Hubungi dia untuk membatalkan semua jadwalku mulai sekarang dan besok!" David memotong pembicaraan. Dia berucap memberi perintah dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Seharusnya jadwal pekerjaan David sampai besok pagi sudah penuh, namun memikirkan Aileen terus membuatnya tak bisa berkonsentrasi dengan baik. Akhirnya dia memutuskan untuk menyusul perempuan itu ke lokasi Shooting.
Tanpa berfikir panjang supir langsung menuruti keinginan Atasannya.
"Baik PresDir!" ucapnya sembari sesekali melirik wajah David dari kaca sepion yang ada di depannya.
♡♡♡
Ketika mobil David sampai di tempat parkir, demua orang sedang berkumpul untuk mendapatkan arahan. Karena mereka harus berjalan melewati bukit untuk sampai di lokasi air terjun.
"Itu bukannya mobil PresDir??" ucap salah seorang staf kepada pimpinannya.
Laki laki itu terlihat mengalihkan pandangannya kearah David yang baru saja melangkah turun dari mobilnya. Dia langsung mempercepat langkahnya menghampiri laki laki itu.
"PresDir" pimpinnan itu membungkuk memberi salam.
"Lanjutkan pekerjaanmu. Aku hanya ingin melihatnya saja" David berucap sembari membenarkan kancing jasnya yang sempat dia lepas.
"Mmm, , tapi PresDir. Kita sebentar lagi akan melakukan perjalanan melewati bukit menuju ke tempat lokasi utama"
"Tidak masalah, , aku sudah terbiasa berjalan!" David nampak menyelidik, ujung matanya seperti sedang mencari seseorang di sana.
"Tetapi, , apa PresDir akan memakai jas untuk menuju ke tempat itu?" laki laki tersebut terlihat menyelidik kearah setelan jas serta sepatu formal milik David. Baginya sangatlah tidak mungkin untuk melewati bukit mengenakan pakaian serta sepatu formal itu.
David seketika langsung mengalihkan pandangannya kearah Pimpinan itu.
"Kamu tenang saja, aku sudah menyiapkan semuanya" David menggerakkan tangannya kearah supir, dia seolah sedang memberi perintah kepada supir itu untuk membuka bagasi dan mengambil pakaian ganti yang sudah dia persiapkan sebelumnya.
Supir itu memberikan paperbag yang dia ambil dari dalam bagasi kepada David.
"Dimana ruang gantinya?" ucap david kemudian.
"Silakan ikut saya" ucap pimpinan itu sambil menunjukkan arah jalan menuju ruang ganti.
Di sana David tak sengaja bertemu dengan Aileen yang sedang duduk manis sambil sibuk memainkan ponselnya.
Laki laki itu tersenyum manis kemudian.
"Ai??" suara David terdengar sangat rendah saat itu. Dia merasa sangat senang bertemu dengan perempuan itu.
Ujung mata Aileen langsung tertuju kearah suara itu berasal.
"Kamu??" perempuan itu berdiri untuk menyambut David. Dia sedikit merasa terkejut ketika tiba tiba melihat David ada di sana.
"Sedang apa di sini?" raut wajahnya terlihat kebingungan.
David berusaha keras menetralkan perasaannya, dia tidak mungkin mengatakan kalau kedatangannya ke tempat itu karena mengkhawatirkan Aileen.
"Proyek iklan ini milikku, , bukankah itu hal yang lumrah kalau aku berada di sini??" ucapnya mencoba mencari alasan lain.
"Owwhh, , benar juga" gumamnya. Tak lama kemudian mata Aileen langsung membulat penuh, ketika melihat David melepas jas, melonggarkan dasinya yang kemudian dilanjutkan dengan membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Tunggu tunggu!!, , "Ailen mengangkat kedua tangan dan mengarahkannya kepada David, dia terlihat waspada ketika David membuka kemejanya.
__ADS_1
"Kenapa??" ucap David dengan santai, dia merasa tak berdosa ketika sengaja membuka kemejanya hingga membuat dadanya terekspose di depan Aileen.
Perempuan itu telah berhasil menutup kedua matanya.
"Apa kamu sudah gila!!! kenapa langsung membuka bajumu!!, , setidaknya biarkan aku keluar terlebih dulu!!" Aileen berucap dengan galak, kedua matanya pun masih tertutup rapat.
Dengan rasa was was, dia meraba lantai menuju pintu keluar menggunakan kakinya.
David pun terkekeh, kini otaknya dipenuhi dengan pikiran nakal.
Dia memposisikan dirinya tepat berada di depan pintu. Dan ketika Aileen melangkah semakin mendekati pintu dia pun menabrak tubuh David, hingga tanpa sengaja bibirnya menempel di dada laki laki itu.
Tubuh Aileen terpaku, kedua matanya juga masih tertutup, namun seketika dahinya berkerut ketika bibirnya merasakan kehangatan serta ada aroma wangi yang menyeruak ke dalam hidungnya.
Mata Aileen terbelalak ketika tahu bahwa dirinya tanpa sengaja mencium dada laki laki itu.
"A" belum sempat berteriak David telah terlebih dulu membungkam mulut Aileen dengan tangannya.
"Sssstttt, , " David telah mendekatkan bibirnya ke arah telinga Aileen.
"Jangan berteriak, nanti orang orang di luar sana akan berfikir kalau kita sedang melakukan hal itu" bisiknya, sengaja dibuat sesensual mungkin untuk menggoda Aileen.
Tubuh Aileen merinding ketika udara hangat yang keluar dari mulut laki laki itu menyapu telinganya. Pipinya pun bersemu.
"Iiiihhh!!!, , minggir!!" Aileen mendorong tubuh David dengan kuat, setelahnya dia segera keluar dari tempat itu.
Sementara David yang masih berada di dalam sana hanya diam sambil memamerkan senyum penuh kemenangan karena telah berhasil menggoda perempuan itu.
♡♡♡
Setelah semuanya siap, semua orang berkumpul.
"Pejalanan lumayan jauh sekitar dua jam. Jangan sampai tertinggal jauh, baik dari gerombolan yang ada di depan atau yang ada di belakangmu. Usahakan untuk selalu beriringan"
Ketika semua mulai berjalan, Aileen terlihat menyelidik kearah David yang sedang berlari kecil menuju kearahnya.
Laki laki itu terlihat sangat tampan dengan mengenakan kaos berwarna hitam, potongan leher berbentuk V yang sedikit memperlihatkan bagian dada atasnya. Serta celana dengan warna takhi di padu dengan sepatu cats yang memperlihatkan kesan santai namun berkelas. Semua yang dia kenakan memang terlihat sederhana namun pastinya semua barang barang itu branded.
"PresDir silakan jalan terlebih dulu" ucap salah satu staf yang tiba tiba menghentikan langkahnya.
"Tidak perlu, , kalian duluan saja" ucapnya dengan penuh wibawa. Setelah itu David memilih untuk mendekati Aileen.
"Ayo" David mengulurkan tanganya kearah Aileen. Perempuan itu hanya berdiam diri, dia terlihat kebingungan saat David memperlakukannya dengan spesial dari pada model lainnya.
"Tidak perlu menggandengku. Tidak enak dengan yang lain" Aileen tak menyambut uluran tangan David, dia lebih memilih untuk berjalan terlebih dulu.
David menghela nafas panjang, dia tidak kehabisan akal untuk mendapatkan perhatian perempuan itu.
Dia mengikuti langkah Aileen lalu meraih tangan perempuan itu dari arah belakang dan menggenggamnya dengan erat.
"David??" Aileen merasa tidak nyaman, ketika ada yang melihat kedekatan mereka.
"Biarkan mereka melihat kedekatan kita!!, lama kelamaan mereka juga akan tahu kalau kamu itu milikku!" David menarik tangan Aileen dengan lembut, mengajak perempuan itu melanjutkan perjalannya.
__ADS_1
Sementara dada Aileen terasa menghangat ketika mendangar ucapan yang keluar dari mulut David, hingga berhasil membuat pipi Aileen bersemu.