Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
59 CEO: Love's Romance Menyelesaikannya


__ADS_3

"Sebentar lagi David akan datang, dia masih dalam perjalanan menuju kemari. Untuk mengisi waktu luang kalian boleh menanyakan sesuatu kepadaku" ucap Carol kepada awak media.


Dia merasa sangat senang karena David akhirnya mau memenuhi keinginannya untuk mengumumkan hubungan mereka secara resmi. Terlebih lagi bahwa jumpa pers ini diajukan dari hari yang sudah di sepakati bersama sebelumnya.


"Jadi akhirnya apakah Tuan David akan melabuhkan cintanya kepadamu?"


"Kita akan lihat nanti, aku harap David akan mengatakan hal itu" perempuan itu tersenyum senang.


"Dari semua wanita yang selama ini di kencaninya apakah Tuan David benar benar akan memilihmu?, , lalu setelah resmi mengumumkan hubungan ini apakah kalian akan segera bertunangan atau langsung menikah?"


Sorak sorai wartawan langsung memenuhi ruangan itu.


David sengaja meminta Ius untuk melakukan jumpa pers di tempat biasanya di mana para artis yang bernaung di bawah perusahaannya melakukan jumpa pers. Di sana Ius juga sudah menyiapkan projector yang akan digunakannya nanti sebagai kejutan yang akan di berikan David untuk Carol.


Perempuan itu tersenyum tersipu malu ketika mendengar pertnyaan yang dilontarkan oleh salah satu wartawan.


Tak lama suasana menjadi semakin ramai ketika David melangkah masuk ke dalam ruangan. Semua kamera menyorot kearah wajah David.


Laki laki itu berjalan dengan santai namun penuh dengan wibawa. Dia duduk di samping Carol, perempuan yang sedari tadi sudah tak sabar menunggu kedatangannya.


Carol langsung memeluk lengan David ketika laki laki itu duduk di sana.


"Baiklah kita mulai saja, David akan"


"Tunggu!" David memotong pembicaraan, dia kemudian melirik kearah Carol.


"Kamu harus mengklarifikasi soal statment yang sebelumnya kamu ucapkan di depan awak media!, , kamu harus bilang kalau orang yang telah menamparmu bukan orang yang berusaha merebutku darimu!" bisiknya.


"Tidak mungkin David!!, , jangan disini!, , ini bukan saatnya untuk itu. Mereka ingin mendengar kamu mengumunkan hubungan kita" Carol berucap dengan lirih, sesekali dia juga nampak melempar senyum kearah wartawan.


"Apakah sudah bisa di mulai??, , kita menunggu kalian dari tadi" ucap salah seorang wartawan. Mereka menunggu David berucap, namun laki laki itu tak kunjung mengungkapkan maksudnya mengadakan jumpa pers.


"Aku tidak akan mengumumkan hubungan kita kalau kamu tidak mau mennklarifikasinya terlebih dulu"


"Apa ini David!!, , kamu sedang mengancamku??, , kalau kamu tidak mau mengatakannya di delan media. Maka aku akan menyebut nama Aileen di sini. Aku akan bilang bahwa perempuan itu yang telah menamparku!!"

__ADS_1


"Tidak perlu!, , kamu tidak perlu bersusah payah melakukannya. Aku akan membantumu untuk memberitahu masyarakat siapa yang telah menamparmu. Mereka juga akan tahu kebenarannya!"


"Kebenaran??" Iris menarik tangannya setelah beberepa saat melingkar di lengan David. Kemudian keningnya berkerut.


"Aku minta maaf, aku mengadakna jumpa pers ini untuk memberitahu kalian. Siapa sebenarnya perempuan yang telah menampar Carol. Kalian akan mengetahuinya" David melirik kearah Ius, kemudian mengangguk untuk memberi isyarat kepada sekretarisnya itu.


Ius memadamkan beberapa lampu, hingga ruangan itu tak sepenuhnya gelap.


"Eh, ada apa ini??"


" Iya kenapa lampunya di matikan?"


Wartawan mulai rame kembali. Kini pandangan mereka tertuju kearah layar. Ketika Ius menyalakan projector untuk memutar video yang dia peroleh dari salah satu tamu undangan malam itu. Suara riuh kembali terdengar. Media mulai berebutan untuk mengabadikan momen itu.


Terlebih lagi ketika Carol menjegal serta merusak gaun Aileen hingga gaun perempuan itu nyaris terbuka, para wartawan kembali ramai memperbincangkan video itu.


"Apakah benar ini video malam itu?"


"Iya benar! gaun yang di pakai oleh Carol sama dengan gaun malam di mana dia di tampar!"


"Kita tunggu siapa yang menampar Carol sebenarnya"


"Kamu sengaja melakukan ini??, , kamu sudah merencanakan semua ini!!, , David kamu benar benar bajinga*" Carol yang sudah tak bisa mnehan diri itu mulai beranjak berdiri. Tangannya sudah melayang diudara dan siap menampar David.


Tetapi David terlibih dulu menepis tangannya.


"Aku memang bajinga*, , dan kamu tahu itu!!, , lalu kenapa kamu masih mau berhubungan dengan bajinga* sepertiku??. Aku sudah lama sekali ingin membuangmu! tapi hanya saja belum memiliki waktu yang tepat. Sejak lama aku sudah mengetahui semua kebusukanmu!!, , kamulah yang telah memanipulasi semua acara yang aku buat. Kamu sengaja membuat ratingku menurun di salah satu progam di mana program itu kamu tidak menjadi pengisi acaranya. Sehingga aku harus selalu bergantung kepadamu di setiap acaraku!! mungkin ini sudah saatnya aku harus membuangmu!!. Dan ingat, aku ingin segera mendapat surat pengunduran diri darimu di meja kerjaku besok pagi!! aku tidak akan memecatmu. Aku masih memberimu kesempatan untuk mnegundurkan diri agar kamu bisa mendapatkan kompensasimu!!" David berucap dengan tenang, dia sangat menikmati ekspresi wajah serta kehancuran Carol hari itu.


Laki laki itu beranjak dari kursi, kemufian berjalan menuju ke pintu. Dia sempat melirik kearah Ius dan tersenyum kearah laki laki itu sebelum akhirnya melangkah keluar.


"Wah jadi selama ini kita di bohongi!!"


"Ternyata wanita ini berhati busuk!!"


"Iya benar! sudah jelas bahwa yang menampar adalah Nona Iris, kenapa dia bilang yang menamparnya adalah orang yang mau merebut Tuan David darinya!"

__ADS_1


"Dia juga ternyata sangat kasar!, , aku tidak menyangka Carol bisa sejahat itu kepada sesama perempuan. Bagaimana bisa dia dengan sengaja merusak gaun perempuan itu. Bukannya menolong dia malah tertawa dan menikmatinya"


"Carol benar bena mengerikan!"


Umpatan yang keluar dari mulut para awak media memenuhi rongga telinga Carol. Seketika membuat perempuan itu teriak histeris.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!!" Carol terhuyung!!, , nama baik selama ini yang dia jaga dengan susah payah itu hancur seketika. Membuat Carol terguncang hebat. Dia tidak bisa menerima perlakuan buruk ini. Carol menangis histeris sambil terus melukai diri sendiri. Mencakar bahkan menjambak rambutnya. Seolah dia benci dengan segala apa yang menempel di tubuhnya. Kejadian itu juga tak luput dari sorotan kamera.


Kini semua orang sudah mengetahui tentang kebenarannya, bahkan bonusnya mereka juga tahu kebusukan Carol, perempuan yang selama ini selalu menjadi panutannya.


♡♡♡


Barack mengalihkan pandangan matanya kearah David yang terduduk di sofa tunggal. Putranya itu terlihat diam, merenung sambil melamun.


"Ayah sudah melihat beritanya. Kamu melakukannya dengan sangat baik. Ayah sengaja tidak ikut campur karena Ayah yakin kamu pasti bisa menyelesaikan semua permasalahanmu sendiri!" Barack mencercap secangkir kopi, kemudian kembali berucap.


"Jadikan itu sebagai pembelajaran!, , kamu semakin dewasa. Harus berfikir setiap ingin mengambil langkah atau pun keputusan yang tepat. Kamu harus benar benar memikirkannya dengan matang" Sejenak Barack berhenti berucap untuk menghela nafas, sementara David, laki laki itu terlihat hanya diam membisu.


"Berhenti bermain main dengan perempuan David!, , atau kamu akan mendapatkan karmanya nanti"


"Apa ayah sedang mendoakanku untuk itu??"


"Ayah tidak pernah mendoakanmu untuk hal hal buruk. Ayah sudah melihat bahwa kamu sedikit mulai berubah menjadi lebih baik saat ini. Jadi apakah kamu sudah siap untuk menikah??"


David terkekeh, dia hampir tertawa dengan pertanyaan Ayahnya.


"Ayah dari tadi berucap panjang lebar sebenarnya hanya untuk menanyaiku kapan akau menikah??, , ayolah Ayah!!, , aku yakin Ayah tahu! kalau aku tidak bisa hidup lalu menikah dan menjalin hubungan atau berkomitmen seperti yang Ayah lakukan!"


"Harus David!!, , kalau kamu ingin memiliki seseorang perempuan yang kamu cintai seutuhnya. Kamu harus berkomitment"


"Aku tidak bisa!!, , aku akan menjalani hidupku sesuai dengan jalan pikiranku sediri. Maaf Ayah aku harus pergi. Aku tidak bisa berlama lama mendengar ceramahmu!" laki laki itu beranjak dari sofa, kemudian melangkah keluar dari ruang kerja Ayahnya.


"Dasar!!, , jika kamu tidak melakukannya, maka ketika kamu kehilangan orang yang kamu cintai, hidupmu akan menjadi tidak berguna!!, , bahkan efeknya akan jauh lebih parah!" Barack bergumam. Dia seolah sangat mengkhawatirkan kadaan David yang tak mau merubah jalan permikirannya.


♡♡♡

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju kembali ke mension. David nampak murung, dia duduk di kursi belakang sambil menatap keluar. Sementara jarinya memainkan tombol di samping tangannya, hingga kaca mobil itu naik kemudian turun kemudian naik lagi. Bersamaan dengan itu ucapan Ayahnya selalu berbayang diingatannya.


Dari awal David memang tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seseorang. Mungkin ini pertama kalianya bagi David mencintai seorang perempuan sampai sebegitu tergila gilanya dia hingga tak bisa terpisah jauh dari Aileen. Jika saja membawa pergi Aileen jauh ke planet lain untuk selalu bisa berdua dengannya. Mungkin David sudah melakukannya. Tetapi untuk menikah, David tak pernah berfikir kearah sana saat ini. Dia hanya ingin menikmati masa masa bahagianya dengan Aileen. Terlebih lagi sekarang, setelah membebaskan Aileen dari Carol, David merasa tenang. Tak akan ada yang bisa mengganggu mereka lagi. Dan untuk masalah taruhan, David tak terlalu memikirkannya, kalah atau menang David berniat akan memberikan saham itu kepada Abell. Dia bahkan sudah menyiapkan file untuk penyerahan saham itu. Dia dan Abell akan menandatanganinya ketika sahabatnya itu pulang dari London.


__ADS_2