Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
77 CEO: Love's Romance Merasakannya lagi


__ADS_3

Aileen langsung menutup mulutnya padahal David belum bergerak sedikit pun.


Laki laki itu sedikit menarik kepalanya kebelang sambil mengerutkan dahinya. Sementara tangannya masih bertahan memegang dagu Aileen


"Kenapa kamu menutup bibirmu?" kemudian David mengangkat kedua alisnya.


"Apa kamu berfikir aku akan membersihkan mulutmu dengan bibirku?"


Aileen menelan ludahnya dengan susah payah. Dia menepis tangan David lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.


David terkekeh geli karena dugaannya bahwa Aileen berfikir David akan membersihkan mulut Aileen dengan bibirnya sepertinya benar. Karena saat ini pipi Aileen terlihat merona.


♡♡♡


Koyoko tengah memandangi wajah mungil Putri kecilnya yang sedang tertidur pulas, jika mengingat kebelakang bahwa dia sengaja tidak memberi tahu Jacq soal bayinya, adalah karena dia sempat mendengar laki laki itu menyebut, bahwa perempuan yang ada di foto bersama dengan Jack di ponselnya itu adalah tunangannya. Seketika air mata itu jatuh ke punggung tangannya.


Dreet dreeet!!!


Koyoko melirik ke layar ponsel yang ada di atas nakas. Tangannya bergerak meraih ponsel itu, kemudian menekan salah satu tombol untuk mendengarkan pesan suara dari Jack.


"Kamu, , sudah, menghilang berbulan bulan"


Suara laki laki itu terdengar seperti sedang mabuk.


"Apa, kamu baik, , baik saja?" suara Jacq tersekat karena cegukan.


"Ribuan pesan yang aku kirim, bahkan tak satu pun kamu, , membalasnya?, , kenapa Koyoko? kenapa?? KENAPA!!" Jack berucap dengan menaikkan nada bicaranya diakhir kalimat.


Perempuan itu menyeka air matanya sebelum kembali meneruskan untuk mendengar pesan itu.


"Aku, , bahkan membatalkan pernikahanku!!, , karena aku sadar aku hanya, , membutuhkanmu!!, , dimana kamu!"


Koyoko terkejut, dia tidak menyangka bahwa Jacq akan melakukan hal itu.


Perempuan itu segera menjauhkan ponsel dari telinganya. Dia kemudian menghubungi Jacq.


"Hallo??, , hallo?" ucapnya berulang ketika panggilannya sudah terhubung tetapi dia tidak mendapat sahutan.


Di seberang sana Jacq tengah mabuk berat, namun dia masih bisa mengangkat panggilan dari Koyoko. Laki laki itu terlihat sedang tersenyum, mendengar suara Koyoko yang sudah lama dirindukannya, Jacq merasa bahagia sampai menitihkan air mata.


♡♡♡


Kenzi mengulurkan sebuah coklat kearah Iris, dia sengaja membeli coklat itu untuknya. Setelah pulang dari kantor, Kenzi sengaja menui Iris sebelum perempuan itu kembali ke Paris.

__ADS_1


Iris tersenyum sambil menerima coklat itu dari tangan Kenzi.


"Apa aku terlihat seperti anak kecil Kak??, kenapa kamu memberiku coklat?"


Tangan Kenzi bergerak meraih pipi Iris, kemudian mengusapnya dengan lembut.


"Kamu tidak menyukainya?, kalau begitu berikan padaku, aku yang akan memakannya" laki laki itu mencoba untuk meraih kembali coklat itu dari tangan Iris.


"Idih!!, , kok di minta lagi??, , aku tidak bilang kalau aku tidak menyukai coklat ini" Iris menyimpan coklat itu ke dalam saku jaketnya.


Kenzi tersenyum, kemudian menggenggam tangan Iris menyimpannya ke dalam saku jaket bersamaan dengan tangannya. Mereka pun berjalan menuju kembali ke hotel, tempat di mana Iris menginap.


"Oh ya, bagaimana dengan Kakakmu? apa acaranya lancar? maaf aku tidak bisa menemanimu dalam acara itu"


"Aku lupa menceritakannya kepadamu ya Kak, kalau anak dari sahabat Mamah itu ternyata Aileen? Iris melirik kearah Kenzi, dia ingin melihat perubahan eksprasi wajah laki laki itu ketika mendengar ceritanya.


Kenzi memaku langkahnya, diikuti oleh Iris kemudian.


"Benarkah??, , waaah mereka memang berjodoh. Bagaimana dengan Kakakmu?, ,pasti dia sangat bahagia?" Kenzi melanjutkan melangkah perlahan menuyusi jalanan.


"Ya, Kakakku sangat sangat bahagia, sampai sampai dia bilang. Dia ingin segera menikahi Aileen besok"


Kenzi terkekeh, lalu dia melirik kearah Iris.


"Lalu bagaimana denganmu?, , apa kamu tidak ingin segera menikah denganku?"


"Ee, , aku, , "


Kenzi menghentikan langkahnya lagi, dia sedikit memutar tubuhnya agar menghadap kearah Iris.


Mereka sempat terdiam, saling memandang dengan lekat. Matanya berubah sendu ketika menatap bibir Iris yang berwarna pink muda.


Iris menelan ludahnya dengan susah payah, dia tahu kemana arah pandangan laki laki itu.


Matanya membulat lebar ketika Kenzi tiba tiba mendekat dan mengecup bibirnya.


Tak lama Kenzi menarik kepelanya kebelakang sengaja hanya memberi sedikit jarak di antara wajahnya dengan wajah Iris.


Kenzi melihat perempuan itu masih menutup matanya, kemudian dia tersenyum tangannya bergerak meraih rahang Iris. Mendorong kepala perempuan itu kearahnya untuk memperdalam ciuman.


Iris membuka matanya lebar ketika merasakan ciuman itu semakin dalam, bahkan Kenzi telah memaksa dirinya untuk membuka mulutnya, laki laki itu kini menyesap bibirnya dengan lembut.


Perlahan Iris kembali menutup matanya, mencoba untuk menikmati ciuman itu.

__ADS_1


♡♡♡


Semalam Aileen tak bisa tidur dengan nyenyak ketika tahu David akan mengajaknya pergi makan malam. Dia sudah sangat kebingungan bagaimana cara menghadapi laki laki itu nantinya.


Ditambah lagi dengan perut yang penuh dengan makanan, membuat Aileen tidak bisa menahan rasa kantuknya.


Aileen menyeret tubuhnya kebelakang, bersandar di sandaran kursi. Berusaha nggerakkan tubunya untuk mencari kenyamanan di sana. Kemudian perempuan itu memejamkan matanya.


David melirik kearah Aileen yang sudah terlelap. Tak lama di menepikan mobilnya, melepas sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya. David bergerak mendekati Aileen, dia meraih pengait yang ada di sisi seberang kursi itu dengan satu tangannya, sementara satu tangannya lagi tengah menahan kursi agar tak langsung terdorong kebelakang ketika pengait itu di tarik, David sengaja ingin membuat Aileen tidur dengan lebih nyaman di kursinya.


Ketika dirasanya telah berhasil memberikan posisi ternyaman bagi Aileen, David sejenak memaku tubuhnya. Dia yang tak berada jauh dengan tubuh Aileen merasa ingin sejenak bertahan di posisi itu untuk menikmati menatap wajah Aileen yang sedang terlelap.


Alam bawah sadarnya telah berhasil menggerakkan tubuh David hingga tak terasa kini wajah mereka sudah sangat berdekatan, bibir mereka bahkan sedikit sudah saling menempel.


Namun David yang tersadar langsung menarik tubuhnya menjauhi Aileen.


"Tenangkan dirimu! David!, , jika Aileen sampai terbangun dan melihatmu sedang berusaha mencuri ciumannya seperti ini. Dia pasti akan beranggapan bahwa kamu penjahat kelam**!!"


David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya. Dia meraih jas yang ada di kursi belakang untuk menyelimuti tubuh Aileen. Kemudian mengatur suhu Ac dalam mobil agar tidak terlalu besar, karena takut Aileen akan merasakan kedinginan nantinya.


Tak lama David kembali mengemudikan mobilnya perlahan menuju arah pulang.


♡♡♡


Sesampainya di depan rumah, David sengaja tidak membangunkan Aileen.


Dia ingin seterusnya seperti itu, berdua dengan Aileen di dalam sana. Menikmati moment kedekatan mereka seperti dulu.


David bersedekap, dia menyandarkan tubuhnya di pintu mobil, menghadap kearah Aileen untuk mengamati wajah perempuan yang sedang terlelap itu.


David sudah berusaha keras mencoba untuk tidak menyentuh Aileen. Tetapi semakin ditahan perasaan itu malah semakin bertambah besar dan menggebu di dalam hatinya.


David kemudian menggerakkan tubuhnya mendekati Aileen. Menatap bibirnya yang mungil dan merona.


David akhirnya mengecup bibirnya, seketika itu juga dadanya berdebar kencang tak beraturan. Antara Takut Ailen terbangun atau karena sudah berbulan bulan dia akhirnya bisa menyentuh bibir Aileen lagi. Perasaannya di landa rasa kebahahiaan yang teramat sangat. David sedikit menjauhkan kepalanya untuk melihat apakah perempuan itu terganggu tidurnya atau tidak. Dan ternyata Aileen masih terlelap, bagi David tubuh Aileen mengandung heroin dengan tingkatan tertinggi.


Ketika dia hanya ingin sedikit mencicipi untuk mengobati rasa rindunya, David malah semakin kecanduan, lagi dan ingin lagi menikmati bibir Aileen.


David kembali mengerakkan kepalanya mendekat, dia kini tak hanya mengecup. David telah menyesap, menarik bibir perempuan itu ke dalam mulutnya. Menikmati kelembutan serta rasa manis bibir Aileen.


David tak perduli jika Aileen terbangun kemudian menganggap dirinya sebagai penajahat kelam** karena sengaja telah mencuri ciuman dari seorang perempuan yang sedang terlelap.


David semakin tidak ingin melepaskan bibir Aileen, berbulan bulan lamanya dia sangat merindukan bibir itu.

__ADS_1


David Terkejut, dia memaku bibirnya yang masih menempel di bibir Aileen. David membuka matanya lebar ketika tangan Aileen bergerak melingkar di lehernya.


David mengerjapkan mata tak parcaya karena kini Aileen tengah membalas ciumannya. Perempuan itu mendorong menahan kepala David agar tidak menjauh, David merasa Aileen seolah tak ingin mengakhiri ciuman itu.


__ADS_2