Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
33 CEO: love's Romance Melewati batas


__ADS_3

David menatap Aileen yang berjalan semakin menjauh darinya. Entah apa yang sedang dipikirkan olehnya, tetapi saat ini senyum sinis sedang menghiasi wajah David.


David mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa lembar uang kemudian dia menaruhnya di atas meja sebelum pergi dari tempat itu dan mengejar Aileen.


David mengendarai mobilnya mengikuti taxi di mana Aileen ada di dalamnya.


Ekspresi wajahnya tak terbaca dia hanya terlihat diam sambil menikmati perasaannya yang campur aduk.


♡♡♡


Setelah sampai di Bandara, dari kejauhan David mengikuti Aileen secara diam diam. Ketika melihat senyum manis Aileen yang tak ditujukan untuk dirinya raut wajahnya terlihat jengkel. Dia merasa tidak rela senyum Aileen ditujukan kepada laki laki lain.


David semakin terlihat penasaran ketika Aileen berteriak memanggil nama laki laki itu.


"Kak kenzi!!" Aileen terlihat menggunakan tangannya untuk mendapatkan perhatian Kenzi.


Seketika David mengalihkan pandangannya kearah laki laki yang di maksud. Dia melihat Kenzi tengah berjalan menarik koper dengan salah satu tangannya. Ya, laki laki itu terlihat tinggi walau oun mungkin tak setinggi David, dia juga terlihat tampan dan sangat berkarakter.


Dadanya terasa semakin memanas hingga terasa sesak walau pun hanya untuk bernafas ketika melihat Aileen berlari kearah laki laki itu dan dengan senang hati memeluk tubuhnya dengan erat.


David tersenyum sinis sambil menikmati rasa sakit yang tiba tiba muncul di dalam hatinya.


"Perempuan ini benar benar!! kenapa dia dengan mudahnya memeluk laki laki di depan umum!" David menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya. Dia tidak pernah melihat Aileen yang bisa bersikap manis seperti saat ini ketika sedang bersama dirinya.


"Apa hubungan mereka?"


Ujung matanya masih terus mengawasi gerakan Aileen dan laki laki di sampingnya. Perasaannya semakin tidak karuan ketika melihat keakraban di antara mereka terjalin dengan hangat.


David melangkah perlahan mengikuti dua orang itu, pandangan matanya tak pernah dia alihkan kearah lain dan selalu tertuju kepada Aileen.


Mereka berdua tak langsung pulang namun pergi masuk ke dalam restoran yang ada di Bandara.


"Dia bilang sudah kenyang saat aku mengajaknya makan!!, , dan sekarang saat sedang bersama lali laki itu, dia terlihat seperti belum makan beberapa hari saja! , "


David duduk tidak jauh dari meja di mana Aileen dan Kenzi berada. Dia tidak menyangka kalau dirinya bisa bertindak seperti seorang penguntit.


"Tuan David??" Salah seorang pelayan di sana mengenali pemilik D Enterteintment itu berada di sana.


"Bolehkah kita foto barsama?" ucapnya dengan sangat histeris hingga mengundang perhatian orang orang di sekitar.


Tak luput Aileen juga mengalihkan pandangan kearahnya, hingga dengan cepat David langsung mengubah duduknya memunggungi Aileen sebelum perempuan itu menyadari keberadaan dirinya.


Setelah meladeni seorang yang tedi sempat meminta foto, David kembali memfokuskan perhatiannya kepada Aileen.


Di sisi lain Aileen sempat menyelidik kearah David sesaat sebelum kembali menikmati makanannya.


"Kamu mengenal laki laki itu?" ucapnya merujuk kepada David. Laki laki itu sesekali berucap sambil menyesap kopinya.


"Mm, , tidak" Aileen menggelangkan kepala.


"Oh ya, , bagaimana keadaan kakimu?, , sudah sembuh?"


Aileen sempat menganga ketika mendengar pertanyaan Kenzi. Pasalnya dia tidak memberitahu Kenzi ketika dirinya mendapat musibah saat itu.


"M, , kak Kenzi tahu dari mana?, ,kalau kakiku terluka?"


Kening Kenzi berkerut, dia merasa bingung dengan pertanyaan Aileen yang di tujukan padanya.


"Bukannya kamu yang mengirim pesan kepadaku beberapa hari yang lalu??, maka dari itu aku segera menyelesaikan pekerjaanku di Tokyo agar aku bisa cepat cepat menemuimu!"


Ujung mata Aileen mengerucut, dia juga merasa kebingungan karena tak merasa mengirim pesan itu.


"Tapi, , aku tidak mengirim pesan kepadamu!"


Kenzi meraih ponsel dari saku jaketnya kemudian memperlihatkan pesan yang dikirim dari ponsel Aileen.


"Bacalah" ucapnya sambil memberikan ponselnya kepada Aileen.

__ADS_1


Dengan ragu Aileen meraih ponsel dari tangan Kenzi, dia menyelidik kearah layar ponsel itu dan membaca pesan singkatnya.


"Kemarin ponselku di sita oleh David. Tapi tidak mungkin juga dia mengirim pesan ini!!, , lalu siapa yang mengirim?? atau memnag aku??, , tapi kapan ya? kenapa aku lupa??"


Aileen tak menemukan riwayat pengiriman pesan, karena setelah mengirim pesan itu kepada Kenzi, Iris langsung menghapus pesannya waktu itu.


"Lupakan!, , kalau kamu lupa kapan mengirimnya juga tidak apa apa. Yang terpenting aku sudah melihatmu baik baik saja. Aku jadi merasa tenang" Kenzi mengusap lembut ujung kepala Aileen.


"Benarkah?? jadi kak Kenzi kesini karena mengkhawatirkanku?" Aileen mengangkat kedua alisnya kearah Kenzi.


"Kenapa??, , kamu tidak suka?" laki laki itu tersenyum, tangannya bergerak memainkan hidung Aileen.


"Suka suka, sangat suka" Sahut Aileen dengan penuh kegembiraan.


"Dasar!!, , kamu belum berubah ya. Masih seperti anak kecil , , " Kenzi pun memamerkan senyum manisnya kearah Aileen.


Di sisi lain David mulai seperti kebakaran jenggot, dia tidak bisa duduk dengan tenang ketika melihat laki laki itu meperlakukan Aileen dengan sangat manis.


"Perempuan itu pandai sekali mencari perhatian!!" gumamnya dengan jengkel.


♡♡♡


Tak lama setelahnya David berjalan keluar menuju mobilnya. Dia juga masih tetap mengikuti Aileen. Laki laki itu tidak akan merasa tenang sebelum melihat Aileen kembali ke rumah.


Kemana Pun Aileen dan Kenzi pergi David terus mengikuti pergerakan mereka.


Hingga akhirnya David melihat taxi yang membawa Aileen bergerak memuju ke hotel.


"Tunggu!!" David menguinjak rem hingga seketika nobilnya berhenti di tengah jalan. Dia tak menghiraukan mobil di belakangnya yang terganggu dengan mobil David


"Apa yang mau mereka lalukan di sana!!" David sudah tidak bisa berfikir dengan jernih, dia kembali mengemudikan mobilnya masuk ke dalam parkiran hotel. Setelahnya melompat turun dengan tergesa gesa ketika melihat Aileen berjalan menuju lobi.


Dari kejauhan David masih terus mengawasinya. Setelah berhasil melakukan cek in Kenzi dan Aileen melangkah menuju lift. Dan itu semakin membuat David kalang kabut karena tak bisa mengatasi perasaannya sendiri.


David mempercepat langkahnya menuju resepsionis untuk mendapatkan info di kamar nomer berapa laki laki itu menginap.


"Maaf Tuan tetapi saya tidak bisa memberikan informasi yang anda minta"


David berdehem, dengan penuh wibawa dia menatap tajam perempuan yang menolak untuk memberinya informasi.


"Dimana pimpinanmu!!, aku ingin bicara dengannya!!" ucapnya dengan nada berat, tersirat akan sebuah emosi yang siap meledak kapan saja.


Dengan rasa ketakutan, perempuan itu menghubungi pimpinanya.


Tak lama setelah itu pimpinan mereka datang dan langsung menyambut David dengan penuh hormat.


"Tuan David??, , apa yang membuat anda kemari" laki laki itu menunduk memberi hormat.


"Beri tahu pagawaimu untuk memberikan informasi yang aku inginkan!" David melirik kearah perempuan yang kini sedang tertunduk ketakutan.


Perempuan itu tidak tahu kalau David salah satu pememiliki saham terbesar di hotel itu.


Dengan cepat pimpinan itu langsung berunding dengan pegawainya. Dan dia langsung mencari informasi yang di ingkinkan oleh David melalui komputer di sana.


Pimpinan itu berjalan mendekat kearah David dan berucap dengan menahan rasa ketakutanya.


"Maafkan pegawai itu Tuan, dia tidak tahu kalau Tuan"


"Tidak masalah, itu bagus karena dia menjalankan peraturan yang seharusnya. Naikkan gajinya 2% bulan ini untuk perempuan itu!"


Setelahnya dengan cepat David memutar tubuhnya berjalan menuju lift, meninggalkan pegawai yang nampak terlihat senang karena mendengar David akan menaikkan gajinya bulan ini.


Dia memaku tubuhnya di depan lift, pikirannya akan ketakutan dengan sebuah ruangan yang sempit kembali muncul. Karena tidak bisa berfikir dengan jernih, David tak bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Dia terlihat sangat ragu ketika ingin masuk ke dalam lift setelah pintunya terbuka.


Dia mengusap wajahnya gusar, akhirnya David memutuskan untuk menunggu di sofa yang sudah tersedia di lobi.


"Satu jam!!, , tidak!!, , itu terlalu lama. Jika setengah jam dia tidak turun maka aku akan mendobrak pintu kamarnya!!"

__ADS_1


David melirik kearah jam yang melingkar di tangannya. Matanya bergerak seiringan dengan pergerakan jarum jam.


Baru bergerak belum ada satu menit David sudah mengeluh dan tak bisa tenang.


"Kenapa jam ini lambat sekali jalannya!!" Dia mendengus kesal. Mencoba membuat dirinya tenang dengan menyandarkan tubuhnya di sofa tetapi nampaknya itu percuma saja. Dadanya malah semakin bergemuruh, beberapa kali dia juga terlihat melakukan gerakan yang meperlihatkan dirinya sedang didera rasa panik yang hebat. Seperti menggoyang goyangkan kaki, memainkan jarinya hingga menggigit kuku seperti anak kecil.


David memutuskan untuk beranjak dari sofa kemudian berjalan menuju lift dan kembali lagi ke sofa. Berulang kali dia lakukan hal itu hingga menarik perhatian para pegawai di sana.


"Aku sudah melihat Tuan David melakukan hal itu sejak beberapa menit yang lalu. Dia terlihat seperti laki laki yang sedang kehilangan akal sehatnya!!"


"Huss, , jangan keras keras Kalau Tuan David mendengarnya kamu bisa langsung di pecat!"


David yang sepertinya menyadari bahwa pegawai di sana sedang melihat kearahnya, mulai memperlihatkan sikap wibawanya kembali setelah beberapa saat dia sempat terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya.


Dia berdehem menetralkan perasaannya. Dengan sikap yang penuh percaya diri David kembali duduk di sofa, menyandarkan punggungnya di sandaran sofa kemudian menyilangkan satu kaki di atas kaki lainnya.


Seperempat jam lebih sudah David menunggu Aileen di sana. Namu perempuan itu tak kunjung muncul dari balik pintu lift.


"Apa yang sedang mereka lakukan sebenarnya di dalam kamar!!, , mana mereka hanya berdua lagi!!"


David mencoba mengontrol pikiran buruk yang sempat menjajah di benaknya.


"Tidak mungkin mereka melakukannya!! tapi kalau mereka melakukan itu!!, , bagaimana?"


David menggertakkan giginya untuk menahan emosi, sesekali dia juga mendengus dengan kasar karena tak bisa menahan gejolak di jiwanya. Gejolak akan rasa jengkel, emosi, sedih, amarah, bahkan mungkin cemburu telah menyatu di sana.


Hingga akhirnya tinggal beberapa detik saja waktu yang dia berikan kepada Aileen. Dia pun menghitung mundur mulai dari 10.


"9, 8, 7, 6" Karena merasa tidak sabar David memutuskan untuk beranjak dari sofa dan menlangkah menuju lift.


Dengan wajahnya yang memerah karena amarah tertahan, dia berdiri sambil menunggu pintu lift itu terbuka.


Dan setelah pintunya terbuka, David tiba tiba memaku langkahnya. Di sana dia melihat Aileen tengah berdiri di dalam lift tanpa laki laki itu.


Aileen yang terkejut membulatkan mata sambil bergumam menyebut nama laki laki yang sedang berdiri di depannya.


"David!"


Entah apa yang merasuki diri David, pandangan matanya langsung menajam kearah Aileen. Hingga tanpa sadar rasa amarah yang ada di dalam dadanya seketika membuat laki laki itu dengan kasar mencengkeram bahkan menarik tangan Aileen dengan kasar.


"David!!" Aileen mencoba menghentikan David yang terus menariknya secara paksa menuju kearah parkiran.


"David!! lepas!! kamu menyakiti tanganku" Seakan tak perduli dengan rengekan yang keluar dari mulut Aileen, David malah melempar tubuh Aileen kedalam mobil dengan kasar.


Kemudian mengunci pintunya agar Aileen tak bisa keluar dari sana.


"David!!" Aileen mengedor gedor kaca agar David mau melepaskannya. Namun usahanya percuma David tak menghiraukannya sedikit pun.


David kini berjalan ke sisi lain dan masuk ke dalam mobil.


Aileen berusaha menengkan diri, dia juga mencoba untuk menenangkan David yang terlihat sedang tak bersahabat saat itu.


Aileen juga tidak tahu apa yang terjadi dengan David, tetapi dia sempat berfikir apakah ini karena Kenzi atau hal lain. Alieen belum yakin.


Perempuan itu berucap dengan lembut agar David mau memalingkan wajahnya dan mendengarkan ucapannya.


"David!!, , ada apa denganmu!!"


David memang memalingkan wajahnya kearah Aileen, tetapi tatapannya semakin menajam dan dingin.


Amarah David sudah memuncak hingga melewati batas kemampuannya untuk menahan amarah itu. Sehingga membuat suasana di dalam mobil menggelap seketika.


Raut wajah David terlihat mengerikan, Aileen pun tak pernah melihat wajah itu sebelumnya di diri David.


Setelah menyalakan mensin, David mengendarai mobilnya dengan cepat keluar dari hotel.


Aileen semakin ketakutan, entah kemana David akan membawanya pergi malam itu.

__ADS_1


♡♡♡


Jangan lupa likenya 😘😘😘😘😘


__ADS_2