Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
54 CEO: Love's Romance Aku menyukaimu?


__ADS_3

David menghela nafas panjang untuk melegakan dadanya. Bukannya mengikat kembali talinya, David malah menggerakkan tangannya kearah punggung Aileen kemudian menyentuh permukaan kulit menggunakan jarinya.


Tubuh Aileen sedikit terhentak kaget, raut wajahnya terlihat tegang, ketika merasakan ada gerakan di bagian punggung, hingga membuat Aileen harus menegakkan tubuhnya perlahan sesuai dengan gerakan tangan David yang semakin lama semakin naik keatas tengkkuknya.


David tersenyum ketika tubuh Aileen bergerak seolah merespon sentuhan jarinya. Dan itu semakin membuat hati David bergejolak. Laki laki itu memejamkan matanya, kemudian perlahan menggerakkan kepalanya mendekati punggung Aileen, tak lama David menyandarkan keningnya di pundak Aileen.


"Maaf" bisiknya.


Aileen terkejut, dia sedikit menoleh kearah samping untuk memastikan laki laki itu.


Tangan Aileen mengepal semakin kuat ketika menahan rasa geli di punggungnya yang diakibatkan oleh nafas David yang berhembus menyapu kulitnya.


"Maaf untuk apa?" entah kenapa dada Aileen berdebar dengan sangat kencang. Dia merasa gugup dengan apa yang selanjutnya akan di lakukan oleh David. Pikiran Aileen sudah dangat kacau.


David menghirup dalam dalam aroma wangi yang berasal dari kulit Aileen. Aroma tubuh perempuan itu berhasil menghipnotisnya, sehingga tanpa sadar laki laki itu menggerakkan kepalanya kemudian mengecup pundak Aileen.


Kecupan itu berlangsung lumayan lama, membuat Aileen yang tak kuat menahan geli pun menarik tubuhnya maju menjauh david David.


"David!!" ucap Aileen ketika berusaha menjauh.


Laki laki itu kembali membuka matanya. Kemudian dia tersenyum getir.


"Maaf karena sudah melakukan hal yang membuatmu akan semakin membenciku, maaf juga karena sudah lancang mengecup pundakmu!, , seharusnya aku tidak melakukan itu" David berfikir bahwa Aileen pasti sangat membencinya karena hal itu.


Sementara Aileen berusaha memutar tubuhnya. Dia memandangi wajah David


yang sedang murung.


"Aku, ,aku tidak"


Tok tok tok !!!


Suara Aileen tertahan karena seseorang mengetuk pintu dari arah luar.


Seketika membuat perhatian mereka tertuju kearah pintu.


"Aku tidak marah saat kamu mengecup pundakku!, , ya!! seharusnya kalimat itu yang keluar dari mulutku barusan!"


Aileen merasa kecewa ketika David mungkin terluka karena beranggapan bahwa Aileen telah menolaknya.


David beranjak melangkah menuju pintu kemudian membukanya. Di luar sana telah berdiri seorang laki laki dengan membawa beberapa barang yang sebelumnya di minta oleh David.


Setelah menerima barang itu David kembali menutup pintunya lalu kembali berjalan kearah Aileen. David meletakkan salep, perban elastis dan pengompres.


Laki laki itu kembali menekuk kedua lututnya di hadapan Aileen. Tangannya meraih kaki perempuan itu dan mengompresnya perlahan.


"Aku tidak marah" ucap Aileen seketika.


David mengangkat kepalanya, menghadapkan wajahnya keara wajah Aileen yang jauh lebih tingga darinya.


"Tidak marah karena apa?" keningnya berkerut, seolah tak paham dengan apa yang diucapkan oleh Aileen.

__ADS_1


Aileen mendengus kesal, kemudian berucap.


"Lupakan!!" perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah lain.


Sementara David tersenyum, dia sebenarnya tahu apa yang sedang dibicarakan oleh Aileen, tapi dia sengaja melakukannya.


Setelah mengompres kaki Aileen yang membengkak, David mengoles salep agar mempercepat proses penyembuhan kakinya, setelah itu membalut pergelangan kaki Aileen dengan perban elastis.


"Terima kasih"


"Tidak perlu berterima kasih. Aku minta maaf karena, , ini semua terjadi karena Carol. Dia sengaja membuatmu celaka" David masih sibuk membalut kaki Aileen.


"Kamu meminta maaf atas nama perempuan itu?" Aileen berucap dengan nada menuntut.


"Dia model yang bernaung di bawah D Entertaintment. Dan aku sebagai atasannya meminta maaf atas perilaku buruknya"


"Jadi benar, rumor yang beredar bahwa kalian memiliki hubungan??" entah kenapa Aileen tersulut emosi ketika David meminta maaf untuk perempuan itu. Mungkinkah David sengaja melakukannya karena dia marah setelah Aileen menolak ketika David mengecup pundaknya?.


Sejenak David memaku tangannya. Dia sedang berusaha mencerna ucapan Aileen.


Laki laki itu mendongak.


"Anggap saja seperti itu jika itu penilaianmu!" David kembali mengarahkan pandangannya kearah bawah. Dia sedang berusaha menyelesaikan membalut kaki Aileen.


"Lalu bagaimana denganku??"


Ujung bibir David terangkat, dia menyeringai tipis. Laki laki itu masih tertunduk kemudian berucap


"Selama ini bukannya kamu mendekatiku??, , lalu untuk apa itu??, , kamu bahkan sudah menciumku berulang kali!! kamu bilang bahwa aku ini milikmu. Kamu juga bersikap posesif ketika Kak Kenzi berada di dekatku. Apa sebenarnya yang sedang kamu lakukan denganku!!, , kamu sengaja ingin mempermainkanku??" Dengan polosnya Aileen mengutarakan semua perasaan yang selama ini menganggu pikirannya. Ini pertama kali Aileen memendam perasaan kepada seorang laki laki. Mungkin memang beberapa hari yang lalu dia belum yakin dengan perasaannya sendiri.


Tetapi setelah melihat kedekatan David dengan perempuan itu dadanya terasa sakit, dia tidak rela David berada dekat dengan perempuan itu.


"Bukankah aku sudah mengatakannya kepadamu malam itu, , kenapa aku mendekatimu!!"


"Aku menyukaimu???" ucap Aileen seketika. Itu bukan sebuah ungkapan, tetapi lebih kearah pertanyaan.


David terpaku, dia terdiam sejenak. Kemudian berucap untuk mengalihkan pembicaraan.


"Aku sudah selesai membalut lukamu. Biarkan dan jangan di lepas setidaknya selama 48 jam. Biarkan tetap seperti itu"


"David!!" Aileen menaikkan nada bicaranya. Ketika laki laki itu beranjak berdiri.


Laki laki itu memaku tubuhnya. Kemudian menoleh kearah Aileen yang masih duduk di atas ranjang.


"Benarkah kalimat itu yang kamu ucapkan saat malam konser itu??"


"Lupakan!, , jika kamu memang tidak mendengarnya" David memutar tubuhnya, tetapi seketika Aileen meraih tangan David dan menghentikan laki laki itu.


"Biarkan aku mendengarnya sekali lagi" Suara Aileen terdengar tak berdaya. dia seolah tak bisa menahan lagi perasaannya.


Senyum manis menghiasi bibir David, dia merasa bahwa Aileen sudah benar benar terpikat dengannya. Laki laki itu memalingkan wajahnya menatap kearah Aileen yang sedang tertunduk.

__ADS_1


Kedua tangannya bergerak merangkup pipi Aileen, memaksa perempuan yang tertunduk itu untuk mengangkat wajahnya hingga mendongak dan menghadap kearah wajah David.


"Benarkah kamu ingin mendengarnya sekali lagi??" bisiknya dengan lembut.


"Bolehkah??" pinta Aileen. Karena malam itu ketika Aileen meminta David untuk berucap sekali lagi. David menolak untuk mengucapkannya. Jadi dia merasa ragu kalau kali ini David akan memenuhi keinginannya.


David menatap mata Aileen dengan lekat dan semakin dalam, dia mengecup kening perempuan itu kemudian.


"Aku menyukaimu" David menyandarkan keningnya di kening Aileen.


Perempuan itu sedang memejamkan mata seolah sedang mencerna ucapan David.


"Aku menyukai saat kamu mengatakan hal itu, , bolehkah aku mendengarnya sekali lagi??"


Laki laki itu tersenyum.


"Aku menyukaimu, aku menyukaimu, aku menyukaimu" David berucap sambil memainkan hidung Aileen dengan hidungnya.


"Cukup!" bisik Aileen.


"Kamu sudah puas??"


"Kenapa malam itu saat aku memintamu kembali mengucapkan kata itu kamu menolaknya??" Aileen membuka matanya.


"Karena saat itu kamu sendiri belum yakin dengan perasaanmu. Makanya aku akan menunggu sampai kamu benar benar menginginkannya" Sebenarnya karena David tak ingin lagi mendapat penolakan dari Aileen saat itu. Itulah alasannya kenapa waktu Aileen minta David mengatakannya sekali lagi. laki laki itu menolaknya. Dan usahanya untuk membuat Aileen jatuh hati kepadanya kini telah berhasil.


"Lali bagaimana denganmu?" David melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat Aileen memaku wajahnya. Sebenarnya tak membutuhkan jawaban lagi, David sudah tahu bahwa Aileen jatuh hati kepadanya.


Perempuan itu dengan berani langsung mengecup bibir David.


"Dengan begini, , kamu tidak memerlukan sebuah ungkapan perasaan lagi kan??"


David tersentum, Aileen memang tidak pernah berinisiatif untuk menciumnya terlebih dulu.


" Tidak!!" David menggelangkan kepala seolah dia tak puas dengan jawaban Aileen.


"Aku menginginkan lebih" David menarik meraih tengkuk Aileen dan mencium bibir perempuan itu. Mendorong kepala kaerahnya agar ciumannya terjadi lebih dalam lagi. David ingin ciuman itu berlangsung lama.


Perlahan David mendorong tubuh Aileen hingga terbaring di atas ranjang menggunakan ciuman itu.


Karena sudah merasa Aileen menjadi miliknya, David semakin tak segan segan menjatuhkan harga dirinya di depan Aileen. Dia seolah masa bodoh ketika Aileen akan berfikir bahwa David benar benar sangat tergila gila dengannya.


"Dav" suara Aileen tersekat oleh ciuman itu.


David tak membiarkan Aileen berucap. Dia ******* habis dan menyesap bagian dalam mulut Aileen hingga habis tak tersisa.


Tangan Aileen bergerak meraba dada David kemudian meremas kemejanya, dia seolah tak melawan lagi ketika David terus mencumbunya.


"Aaaaaa!!" teriakan Iris yang tiba tiba masuk kearah dalam itu seolah tak di gubris oleh kedua orang yang sedang di mabuk asmara. Dia ternganga dengan pemandangan yang ada di depan matanya, seolah David tak ingin membagi kebahagiaan itu dengan Iris, perempuan itu kini telah mendapat lemparan jas oleh David yang sedang sibuk mencumbu Aileen, laki laki itu melemparnya sembarangan menggunakan slaah satu tangannya, tetapi tepat mendarat di atas kepala Iris.


Sementara David masih tetap berlanjut menikmati pagutan bibirnya dengan bibir Aileen.

__ADS_1


__ADS_2