Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#88 Awal


__ADS_3

Lima bulan telah berlalu semenjak barack mengetahui kehamilan luna.


 


Sepertinya baru kemarin luna dan barack mendapatkan kebahagiaan yang selalu menyelingkupi hidup mereka, kini musibah besar menimpa kehidupan mereka.


Bu cokro keluar dari ruang perawatan, berjalan mendekati barack yang sedang duduk di kursi besi ruang tunggu.


"Aku tahu kamu sedang tidak dalam keadaan yang baik, tapi mamah harap kamu bisa melewatinya, luna pasti akan baik baik saja" bu cokro berucap dengan nada menenangkan, menepuk pelan punggung menantunya yang sedang membungkuk, menopang tubuhnya dengan ke dua tangan yang bertumpu di kakinya.


Barack tidak bergeming, dia masih diam dan membenamkan wajah ke dalam tangannya mengusap pelan dengan sangat frustasi.


"Mamah pulanglah, aku akan menunggunya" suara barack terdengar serak dan tak bergairah.


"Tidak barack, kamu pulanglah, , , sudah lebih dari dua bulan kamu selalu menunggunya, sekarang kamu istirahatlah mamah yang akan menggantikanmu untuk menjaga luna" bu cokro berucap sembari duduk di samping barack.


"Aku tidak bisa meninggalkan luna sendirian mah, biarkan aku selalu di sisinya" ucap barack.


Kesedihan menyelingkupi wajah bu cokro, pandangannya mengiringi langkah kaki barack saat berjalan masuk ke dalam ruang perawatan.


♡♡♡


Barack menutup pintu pelan, berjalan mendekati luna yang tengah terbaring di ranjang dengan selang sebesar pipa berukuran 1/2 inc transparan dan berbuku di bagian luarnya terpasang di mulut mungilnya. Di paksa masuk ke dalam bagian dada yang terdalam untuk membantu pernafasannya.


Hanya suara mesin pendeteksi detak jantung yang menemani mereka setiap hari sepanjang luna di rawat di rumah sakit.


Barack menarik kursi meletakkannya di sebelah ranjang, mengarahkan kursi menghadap ke arah luna, sebelum duduk dan kembali menatap wajah luna dari arah samping.


Sebelumnya luka lebam dan memar di wajah serta seluruh badan luna terlihat sangat mengerikan, namun kini luka itu sudah mulai berubah menguning sebelum setelahnya menghilang.


Melihat kondisi luna yang mengenaskan waktu itu barack sudah tidak bisa berfikir kalau luna bisa selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa ke dua calon bayinya.


Flash back on


Luna dan barack lebih memilih menghabiskan waktu liburan di indonesia, mereka tinggal di rumah orang tua barack untuk lebih memudahkan luna ketika dia menghadapi masa hamil mudanya.


Pagi itu luna masih bermalas malasan di tempat tidur, udara juga masih terasa dingin dan lembab karena di luar masih hujan deras dari semalam.


Barack keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah karena harus mandi keramas setelah semalam bergulat dengan luna.


Mata barack melirik ke arah luna yang sedang tidur di ranjang dan memunggunginya.


Luna memakai lingerie OnYou baby doll and G-string berwarna putih transparan hingga memperlihatkan bagian sampai ke dalamnya.


Selimut yang menutupi tubuh luna nampak teronggok di lantai begitu saja.


Barack menaruh handuk kecil di atas kursi dan berjalan mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh luna.


Barack naik ke atas ranjang perlahan mendekati tubuh luna.


Namun luna malah membuang selimut yang menutupi tubuhnya menggunakan kaki begitu saja.

__ADS_1


Mata barack memaku di pinggang luna, menikmati pemandangan pinggang luna yang terlihat menggoda, lingerie yang menerawang memperlihatkan lekukan tubuh istrinya itu.


Namun barack lebih memilih menarik kembali selimut dan menutupi tubuh luna kembali.


Dan lagi luna membuang selimut menggunakan kakinya, tubuhnya bergerak karena menahan tawa, dia sengaja melakukan hal itu untuk menggoda barack.


"Hei" ucap barack dengan lembut sambil menarik pundak luna mengarahkan wajah luna untuk menghadap ke arahnya.


Luna tidak bisa menahan tawanya ketika harus berhadapan dengan wajah barack.


"Kamu sengaja kan" barack menyandarkan keningnya di kening luna.


Menangkup pipi luna dengan ke dua tangannya mengecup bibir luna perlahan.


Luna merasakan ada gerakan di perutnya yang sudah terlihat sedikit mengembang.


"Coba lihat" ucap luna memaksa barack untuk mengalihkan pandangannya ke arah perut luna.


"Kenapa?" tanyanya.


"Barusan sepertinya bergerak" senyum luna memgembang penuh kebahagiaan.


"Masak?" ucap barack tak percaya. Dia lalu mengawasi perut luna dengan lekat, melihat perut luna dari balik lingerie yang menerawang.


Tak sedetik pun dia memgalihkan pandangan matanya salain di perut luna.


Tak lama seperti ada gundukan yang sedang bergerak dari bawah perut luna, sangat pelan bahkan tak kan terlihat jika tidak di lihat dengan penuh konsentrasi.


Barack tersenyum tak percaya melihat ada gerakan di perut luna.


"Apa kamu berharap mereka laki laki semua? atau perempuan? atau malah ke duanya?" tanya luna dengan nada berharap ke arah barack yang masih terus mengawasi perut luna.


Barack tersenyum, melihat ke arah luna dengan lembut.


"Apa saja" jawabnya kemudian.


"Yang terpenting, mereka semua sehat tak ada kekurangan sesuatu apa pun" tambahnya.


Ya, begitulah harapan setiap orang yang baru saja akan menantikan kelahiran anak pertamanya tidak pernah meminta berjenis kelamin laki laki atau perempuan, namun terlebih ke pada kesehatan calon bayi mereka.


♡♡♡


"Aku harus ke kantor" ucap barack sambil memakai jasnya.


Sementara luna membantunya memebenarkan dasi.


"Maafkan papah ya, dia harus keluar negeri memenuhi undangan perjamuan rekan bisnisnya"


"Tenang saja, ini juga sudah menjadi kewajibanku karena sudah mengambil alih perusahaan ayahmu" ucap barack.


"Lalu bagaimana dengan perusahaanmu di paris?" ucap luna dengan nada sedikit kawatir.

__ADS_1


"Mm, , baik, aku sudah menyerahkan kembali pada satya, dia bisa di andalkan di saat seperti ini" barack tersenyum dan mengecup kening luna.


"Terima kasih aku berangkat dulu" tambahnya.


Luna mengangguk dan berjalan mengikuti barack untuk mengantarnya sampai ke tempat parkir.


Barack mengambil kunci mobil dan menekan tombol untuk membuka pintu garasinya.


Dia membuka pintu mobil, sejenak menghentikan langkah dan melihat ke arah luna yang berdiri di pintu.


Barack kembali berjalan mendekati luna, seakan dia tak sanggub meninggalkan luna di rumah, walaupun ada art yang menemaninya namun, tetap saja barack terus merasa khawatir.


Barack merangkup pipi luna dengan ke dua tangannya.


"Jangan pergi kemana mana, kalau ingin keluar telpon aku, nanti aku minta supir untuk datang ke sini dan mengantarmu, ingat! jangan membuatku khawatir" ucapnya dengan lembut.


"Iya" luna membalikkan tubuh barack dan mendorongnya pelan menuju ke mobil dan menutup pintunya pelan.


Barack membuka kaca jendela pintunya mendorong pelan kepalanya sedikit keluar dan mendongakkan kepalanya ke arah luna.


"Cium dulu" ucapnya dengan manja.


"Dasar" luna tersenyum, membungkuk sedikit untuk mengecup bibir barack dengan cepat.


Namun barack menarik tengkuk luna dan berusaha menahan bibirnya untuk di lumatnya pelan.


Luna mendorong pelan wajah barack.


"Jangan nakal! nanti tidak jadi berangkat kerja loh" ucapnya mengejek.


Barack terkekeh senang karena dia berhasil mengganggu luna.


Barack menyalakan mesin, menunggu sebentar untuk memanasi bagian mesinnya lalu setelahnya mobil bergerak pelan mundur dan pergi meninggalkan luna.


♡♡♡


Matahari mulai terik, waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang.


Selesai mandi luna keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang buat barack.


"Mbak luna mau mengantar makan siangnya mas barack sendiri?" tanya seorang art.


"Mm, , mau bikin kejutan buat dia, selama ini aku tidak pernah melakukan ini mbak, tidak tahu kenapa sekarang jadi pengen manjain dia terus" luna berucap sambil menutup kotak makan yang sudah terisi penuh dengan nasi dan lauk.


"Mmm, , itu karena bawaan calon dedek bayinya mbak" ucap mbak art dengan nada menyenangkan.


"Masak?" luna menatap ke mbak art dengan tatapan tak percaya.


"Mm" mbak art itu hanya mengangguk dengan senyum yang lebar di wajahnya.


"Ya udah aku pergi dulu ya mbak, nanti kalau mamah tanya bilang saja aku ke kantor menemui barack" ucap luna sambil beranjak keluar dari dapur lalu setelahnya masuk ke dalam garasi untuk mengambil mobilnya.

__ADS_1


Wajah art terlihat khawatit saat melihat mobil luna mulai ke luar dari garasi.


♡♡♡


__ADS_2