
David melangkah turun dari mobil. Setelahnya dia berjalan masuk melewati lobi. Laki laki itu terlihat melamun sepanjang perjalanan menuju ruang kerjanya.
Dia terus membayangkan dirinya yang semalam bisa melewati mimpi buruk dengan baik tanpa harus bantuan obat.
David masih terus melamun hingga tanpa sadar langkah kakinya berhenti di depan pintu lift. Wajah Aileen selalu berbayang di benaknya, senyumnya juga sama sama memberi kesejukan di dalam hatinya. Laki laki itu kadang nampak tersenyum sendiri ketika membayangkan senyum manis Aileen.
Para staf yang bekerja di D Entertaintment merasa heran. Ketika melihat atasannya berdiri di depan pintu lift. Seumur umur mereka kerja di sana baru kali ini melihat David melewati lift untuk menuju lantai ruang kerjanya.
Mereka menatap atasannya dengan tatapan heran.
"Apa ada sesuatu yang terjadi dengan PresDir??, , baru kali ini aku melihat dia menggunakan lift" bisik salah seorang staf kepada teman di sampingnya.
"Iya, seumur umur aku bekerja di sini juga baru kali ini melihat Dia naik lift menuju ruang kerjanya" sahut staf lainnya.
Mereka berdiri di belakang David sambil terus menyelidik kearah laki laki itu.
Setelah pintu terbuka, tanpa sadar David melangkah masuk ke dalam. Raut wajahnya masih terlihat sama. Senyum manis masih menghiasi bibirnya.
Sepertinya David terus membayangkan kejadian semalam saat sedang bersama dengan Aileen.
Alat berat itu bergerak membawa David ke lantai tujuannya. Setalah pintunya terbuka, laki laki itu melangkah keluar.
Namun baru beberapa langkah David menjauh dari pintu, tiba tiba dia memaku tubuhnya.
David terlihat mematung ketika menyadari bahwa dirinya baru saja keluar dari lift.
Dia membalikkan tubuhnya menatap tajam kearah lift yang sudah tertutup kembali.
Nafasnya sempat memburu, hingga tubuhnya hampir goyah dan David memilih untuk menyandarkan tubuhnya ke tembok. Dia terlihat sedang berusaha mengatur nafasnya.
Raut wajahnya nampak tak percaya ketika mengetahui dirinya bisa masuk ke tempat sempit itu. David mendongak dan menyandarkan kepalanya ke tembok, sejenak memejamkan matanya, selanjutnya dia menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.
Dia masih berfikir bagaimana bisa dia menggunakan lift, tempat yang sempit itu tanpa ada rasa ketakutan sedikit pun.
"Apa ini, karena aku memikirkan perempuan itu?"
"Bodoh!!" gumamnya kemudian.
♡♡♡
Setelah selesai mengikuti kelas, Aileen dan Iris terlihat menghabiskan waktunya di kantin.
"Pertengahan semester temani aku kekorea loh!!, , jangan ingkar janji" Iris berucap sambil melahap makan siangnya.
"Iya, , aku selalu menepati janjiku. Masih lama ini kan?" Aileen mengalihkan pandangannya kearah lain ketika melihat orang orang berlarian menuju kearah gedung pertemuan.
"Mereka kenapa sih?" ucapnya dengan sangat penasaran.
"Owh, , audisi model untuk iklan kan sudah hampir dimulai" Iris nampak acuh, dia tak menghiraukan orang orang di sekitarnya yang terlihat sangat antusias menyambut audisi itu.
"Mereka terlihat sangat senang sekali, , memang berapa yang akan mereka dapatkan ketika berhasil dan mendapatkan kontrak kerja?"
Iris yang sedari tadi sibuk makan pun mulai mengalihkan pandangannya kearah Aileen.
"Kalau tidak salah sekitar 130juta lah, , naik turunnya segitu" Iris kembali menikmati makanannya.
Aileen terlihat sangat terkejut ketika mendengar nominal kontrak kerja yang lumayan menggiurkan.
"Berapa kali shooting saja dapat segitu banyak?, , bisa hmuntuk hiduo beberapa bulan iti??, , kira kira aku bisa tidak ikut audisi itu??"
Ujung mata Iris nampak menyelidik kearah tubuh Aileen.
"Heeii!!, , kenapa melihatku seperti itu?. Apa karena tubuhku yang tidak memenuhi syarat"
"Aku tidak mengatakannya loh ya!!" Iris sempat menahan senyumnya saat itu.
"Yaa!!, , tapi aku tahu dari arah pandangan matamu, sudah sangat kelihatan kalau kamu pasti memikirkan hal itu kan!!"
"Kalau kamu mau, aku akan menemanimu ikut audisi" Iris berusaha menawarkan bantuan kepada Aileen, dia tak yakin kalau perempuan itu akan lolos audisi. Namun sebagai sahabat yang baik dia merasa harus tetap menyemangatinya.
"Bagaimana??, , ayok!"
__ADS_1
Tak perlu berfikir panjang Aileen langsung menyetujuinya.
♡♡♡
Di gedung pertemuan, mata Aileen nampak menyelidik kearah sekitar. Di sana hanya dia yang terlihat pendek dan mungil. Hampir semua perempuan yang ikut audisi terlihat lebih tinggi darinya.
Di sisi lain seorang perempuan dengan mengenakan busana rangcangan desainer ternama terlihat berjalan dari arah pintu masuk, Sikap dan atitudenya membuat orang orang langsung mengalihakn pandangan mata mereka kearah perempuan itu.
Dia adalah Carol, Perempuan itu berjalan melewati Aileen dan Iris begitu saja.
Carol datang untuk memenuhi undangan pihak panitia. Karena secara khusus dia akan menjadi salah satu juri dalam audisi itu.
"Mohon perhatiannya!!, , 5 menit lagi audisi akan di mulai. jadi persiapkan diri kalian" dengan berjalan sambil berlenggak lenggok dengan sangat lincahnya, Carol berjalan menuju kursi.
Ketika acara dimulai, Aileen selalu memperhatikan setiap juri. Apa sebenarnya yang mereka nilai. Dari raut wajahnya saja Aileen terlihat bisa menentukan di setiap bagian mana mereka mengambil nilai dari seorang kontestan.
Dan tibalah saatnya untuk Aileen memperlihatkan kehebatan dirinya di depan para juri.
Penilaian diambil tidak hanya dari cara mereka berjalan sambil berlanggak lenggok di atas panggung. Namun juga bagaimana cara kita mengekspresikan diri ketika bayangan kita berada di tengah tengah pegunungan dan di bawah air terjun, karena itulah pointnya.
Ujung mata Carol mengerucut kearah Aileen ketika melihat perempuan mungil dan pendek itu mulai berjalan maju kearahnya.
"Serba mini!!" gumamnya. Carol menilai bahwa tubuh Aileen sangat kecil, semua yang ada di tubuh perempuan itu sangat tak masuk kriteria.
Namun ketika musik mulai di nyalakan, dan Aileen mengekspresikan dirinya. Semua juri sangat terpukau dengan aura yang terpancar dari tubuh Aileen. Mata para juri membelalak, tak ada satu pun yang mengalihkan pandangannya kearah lain.
♡♡♡
Setekah audisi selesai seorang panitia telah memasang selembar kertas dengan nama nama yang lolos untuk ikut shooting iklan.
Dan nama Aileen berada di peringkat paling atas. Dia hampir mendapat nilai sempurna dari semua juri.
"Aku yakin, itu semua karena dia dekat dengn PresDir D Entertaintment" gumam salah seorang mahasiswi, ucapannya juga merujuk kepada Aileen.
"Kamu yakin??, , tahu dari mana?" tanya seorang mahasiswi lainnya.
"Aku lihat foto mereka ada di grub, salah seorang mahasiswi berhasil mengambil foto mereka saat bergandengan tangan sambil nberjalan keluar dari kampus ini!, , pasti dia menang karena koneksi"
"Saiapa bilang!!" Iris yang mendengarnya pun langsung memotong pembicaraan mereka.
"Iris, ," Aileen meraih lengan sahabatnya itu, berusaha untuk menenangkannya.
Iris mengalihkan pandangannya kearah Aileen.
"Aku tidak bisa tinggal diam, ketika ada orang yang berbicara omong kosong tentangmu!!" kini Iris kembali mengalihkan pandangan matanya kearah mahasiswi itu.
"Lebih baik sekarang kalian pergi deh!!, , "
Beberapa mahasiswa itu langsung menuruti ucapan Iris. mereka tahu bahwa iris adalah adik dari pemilik D Entertaintment.
Aileen menghela nafas panjang setelah melihat tingkah Iris yang terlihat garang seperti preman kampung.
"Kamu bisa galak juga ternyata?"
"Aku sudah terbiasa bertengkar dengan kakakku. Makanya kalau hanya untuk menghadapi perempuan seperti mereka. Kecil!!"
Mendengar Iris melibatkan kakaknya, seketika membuat Aileen teringat kejadian semalam.
"Oh ya, , apa sebenarnya yang terjadi dengan kakakmu??"
"Maksudmu??" dahi Iris terlihat berkerut, dia tidak terlalu paham dengan pertanyaan Aileen.
"Ee, , maksudku. Kenapa kakakmu takut dengan tempat gelap dan sempit??, ,apa ada hal di masa lampau yang membuatnya begitu sangat ketakutan dengan tempat tenpat seperti itu?"
Mata Iris tampak mengerucut kearah Aileen, dia seperti mencium bau bau manisnya cinta di sana.
"Kamu mulai menyukai kakakku ya??" ucapnya mencoba menebak.
"Apaan!!, , aku bertanya bukan karena aku menyukainya!!, , aku hanya penasaran dengan apa yang menimpa dia sebelumnya"
"Heleh!!, ,awal mula juga penasaran, , nanti ujung ujungnya, , pasti menjurus kesana" Iris terus mencoba menggoda sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku kasih tahu ya!! aku sangat menyayangi kalian berdua, , tapi aku tidak setuju kalau kamu dekat sama kak David. Dia itu playboy kelas kakap. Jangan pernah terbujuk oleh rayuannya. Sekali kamu kena rayuannya. Ibarat terkena patuk ular cobra. Langsung mati kamu!!" Iris berucap penuh dengan drama, hingga membuat Aileen yang mendengarnya pun merasa merinding.
Aileen pun berdecak jengkel.
"Ya sudahlah, tidak usah di bahas lagi. Lupakan saja dari pada tambah panjang ceritanya!!"
"Iya iya aku akan cerita, ,tapi jangan sampai kakaku tahu ya!, ,ini cuma kamu saja lo yang aku kasih tahu, , "
♡♡♡
Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Terlihat David keluar dari ruang kerjanya.
Dia merenggangkan otot otot di bagian lehernya untuk membuat tubuhnya sedikit lebih nayamn karena hampir seharian dia sibuk dengan pekerjaannya.
David berjalan melewati setiap lorong. Namun langkahnya terhenti ketika melihat lampu salah satu ruangan di sana masih menyala. David pun mmutuskan untuk melangkah ke ruang itu.
Di sana dia melihat beberapa staf masih bekerja, mereka sedang meeting membahas masalah proyek iklan baru.
"PresDir??" ucap seorang staf, ketika melihat David melangkah masuk ke dalam.
"Lanjutkan aku hanya ingin melihat saja" David bergerak meraih kursi di paling ujung. Dia tahu semua tanggung jawab sudah di pasrahkan kepada pimpinan proyek baru itu.
Makanya David tak terlalu ikut campur, namun sebagai pemilik perusahaan dia hanya berusaha mengawasi mereka.
Ketika semua staf sibuk dengan pimpinan yang sedang memberikan arahan, ujung mata David terarah ke sebuah map berwarna merah padam yang ada di depan meja salah satu staf di sana.
"Bisa aku melihatnya??" bisik David kepada staf tersebut.
Dengan caranya yang sopan, staf itu menundukkan kepala sambil memberikan mep itu kepada David.
"Ini???" mata David mengerucut kearah map itu.
"Itu hasil audisi tadi siang PresDir, ada beberapa nama model baru yang akan menjadi icon iklannya nanti" ucapnya menjelaskan.
Tangan David bergerak membuka map itu perlahan. Betapa terkejutnya dia ketika melihat ada foto Aileen terpampang di sudut kiri atas halaman paling pertama.
"Dia??" ucapnya merujuk pada foto Aileen
"Iya PresDir, , dia model uatama kita" jelasnya.
David memijat pelan keningnya, dia nampak tak senang jika Aileen ikut andil dalam proyeknya kali ini. Namun dia tak tahu bagaimana cara menyampaikannya.
"Tunggu!!" david menyela seorang pimpinan yang sedang memberikan penjelasan tentang rencana shooting besok.
Semua pandangan orang orang yang ada di tempat itu langsung tertuju kearah David.
"Aku pikir, , perempaun ini tidak cocok dengan proyek iklan baru kita!!, , kenapa kalian tidak memilih kontestan lain??" dia berusaha menyampaikan keberatannya dengan cara lain.
"Dari semua kontestan dia yang mendapat nilai tertinggi PresDir, , dan juga pihak BS telah menyetujuinya. Kalau kita tiba tiba mengganti tanpa alasan, kita akan kena pinalti" Pimpinan itu menjelaskan dengan sangat singkat padat dan jelas.
Tak ada kesempatan bagi David untuk menyelanya.
"Lalu, , jika shooting di bawah air terjun" David nampak mengehela nafas di tengah tengah ucapannya.
"Apa dia, , e, , tidak maksudku, , apa semua model akan memakai pakaian minim??" ucapan yang keluar dari mulut David seketika membuat para staf saling melempar pandang satu sama lain.
"Tentunya PresDir, , karena"
"Aku tidak setuju!" David menyela pembicaraan. Dia terlihat menghela nafas kembali untuk menetralkan perasaannya.
"Bukankah PresDir sudah memberikan semua tanghung jawab ini kepadaku??, , lalu kenapa sekarang PresDir masih harus, , maaf kalau saya harus mengatakan ini" pimpinan itu terlihat berdehem sebelum melanjutkan ucapannya.
"Lalu kenapa PresDir ikut campur lagi??, , " ucapnya dengan ragu.
David tak merasa tersinggung dengan ucapan stafnya itu.
"Iya benar, , tapi aku juga masih berhak mengatur semuanya!! semua yang ada di bawah kendaliku" jelasnya.
"Kalian bisa merubah pakaian mereka. Shooting masih besok kan? masih ada waktu untuk mencari desain lain. Kalian bisa memakai gaun panjang, walau pun tak menonjolkan setiap lekuk tubuh mereka namun ketika terkena cipratan air terjun gaun itu juga akan terlihat sexi ketika melekat di tubuh mereka!!"
Seketika semua staf nampak menganggukkka kepalanya, setelah itu mereka bertepuk tangan kearah David.
__ADS_1
Laki laki laki itu memberikan ide yang cukup briliant, baginya tanpa harus mengekspose tubuh mereka, dengan gaun yang bagus pun mereka akan terlihat sangat sexi.
Ujung bibir David terangkat. Dia sebenarnya tidak ingin tubuh Aileen dinikmati banyak orang. Dia merasa tidak rela ketika semua mata melihat tubuh Aileen yang akan terekspose nantinya.