
"Ciiiieeee, , yang lagi seneng, , senyum senyum mulu" Aileen tertawa saat menggoda Iris yang sedang sibuk menyetir.
Mereka sedang dalam perjalanan pulang dari bandara.
"Apaan, , coba!"
"Kak Kenzi tahu kali, kalau kamu menyukainya!" Aileen melirik kearah Iris, dia sedang mengawasi ekspresi wajah perempuan itu.
"Tahu dari mana??" sesekali Iris melihat kearah Aileen. Dia sangat penasaran, kenapa Aileen bisa tahu tentang hal itu.
"Kak Kenzi yang cerita. Malam terakhir di Korea, di dalam kamarnya dia bilang kalau kamu menyukainya"
"Aku tidak pernah mengatakan kalau aku menyukainya, dari mana dia tahu??"
"Kak Kenzi tipe laki laki yang sangat peka. Apa pun yang kamu rasakan dia pasti akan tahu. Bahkan hanya sekali melihat ekspresi wajahmu saja dia tahu kalau kamu menaruh hati kepadanya. Dia juga bilang, dia tidak akan melepaskan perempuan sepertimu. Perempuan yang terlebih dulu memendam perasaan terhadapnya. Dia akan belajar mencintai orang yang mencintainya. Maka dari itu, dia meyakinkan dirimu tadi, bahwa dia akan kembali lagi. Karena dia takut kehilanganmu. Eeeaaaa" Aileen kembali tertawa bahkan tawanya kali ini sangat nyaring hingga memenuhi kabin mobil.
"Benarkah??" Iris terlihat sangat senang.
"Ya ampuuunn!!, , aku benar benar sangat malu!" Iris terlihat merona.
"Tapi, , bukankah dia menyukaimu??"
"Iya!, , malam itu dia juga bilang, kalau dia menyukaiku. Sejak dia duduk di bangku SMP sudah memendam perasaan kepadaku. Tapi dia tahu kalau aku hanya mengenggapnya seperti Kakakku sendiri. Makanya dia tidak pernah berharap lebih dariku. Malam itu dia juga sempat memelukku. Katanya sebagai rasa terima kasih karena sudah mempertemukan dia dengan kamu, , padahal aku tidak pernah menyuruhnya untuk datang ke Paris sebelumnya"
"Mmm, , kamu jangan marah ya?" Iris melirik kearah Aileen sesaat sebelum kembali melihat kearah jalan.
"Kenapa??" Aileen mengalihkan pandangannya kearah Iris.
"Sebenarnya aku yang mengirim pesan singkat itu. Aku bilang kalau kamu terluka. Lalu beberapa hari kemudian dia datang menemuimu"
"Cciieeee, , berarti kalian memang sudah berjodoh sebelumnya nih, , dasar!" Aileen mengacak acak ujung rambut Iris.
"Aku tidak mungkin marah laah!"
"Jangan mengangguku!, , aku sedang menyetir!"
"Iya iya, , "
"Oh ya, , besok malam perusahaan Mamah mengadakan pesta. Kamu datang ya??, , temani aku?" Iris berucap dengan nada memohon, memaksa agar sahabatnya itu mau menemaninya untuk menghadiri pesta itu.
"Aku??, , malu ah. Aku juga tidak punya gaun yang cocok untuk pergi ke pesta!" Aileen berusaha menolak permintaan Iris.
Dan seketika sahabatnya itu tiba tiba terlihat murung.
"Kita bisa pergi ke butiq mamah, nanti kamu pilih gaun yang cocok untukmu!, , oke oke??, , mau yaaa, , ayolaah. Sayangkuuuu, ,mau ya mau ya??"
"Ya ya ya, , " Aileen menjawab dengan nada malas. Pesta adalah hal yang selalu dihindari Aileen karena dia tak begitu menyukai keramaian.
♡♡♡
"Kamu baik baik saja??, , dari tadi melamun terus??" Jacq menepuk pundak David, laki laki itu terlihat murung dan melamun semenjak datang ketempat karaoke.
__ADS_1
Beberapa wanita yang sedang bernyanyi sambil berjoged di sana tak ada satu pun yang berhasil menarik perhatian David. Dia seolah sedang memikirkan banyak hal di otaknya. Hingga ketika ada seorang wanita yang mendekatinya langsung di tolaknya mentah mentah.
"Minumlah sedikit saja, , agar otakmu tenang" Jacq menyodorkan segelas minuman kearah David. Dia terlihat menyelidik kearah wajah laki laki itu. David tak pernah terlihat menyedihkan seperti saat ini sebelumnya. Bahkan jika ada masalah pekerjaan yang tak mudah untuk di selesaikan pun David tak akan semurung itu.
"Apa ini karena masalah seorang perempuan??" ucap Jacq seketika.
Tetapi David masih terdiam, tak bergeming sedikit pun. Pandangannya masih lurus kebawah sana. Laki laki itu sedang tertunduk.
"Aileen??" Jacq sengaja menyebut namanya. Dan sesuai dugaan, David langsung menoleh cepat kearahnya. Tatapan matanya tajam menusuk kearah Jacq.
"Tenang bro!, , aku hanya menyebut namanya!, , relaxs, ,oke?" Jacq menepuk pelan pundak David, mencoba menenangkan laki laki itu. David menjadi sangat sensitif ketika seorang laki laki hanya menyebut namanya.
Matanya mengerucut kearah Jacq, dengan nada berat dia kemudian berucap.
"Dari mana kamu tahu namanya?, , aku tidak pernah menceritakan tentang perempuan itu kepadamu!!"
"Tenang David, aku tidak mencari tahu tantang perempuan yang sedang kamu pertaruhkan dengan Abell. Aku hanya tahu namanya dari Koyoko"
David tahu Koyoko adalah sahabat Aileen.
"Kamu cerita tentang taruhanku dengan Abell kepada kekasihmu itu??"
"Aku bukan laki laki bodoh!!, , tentu saja aku tidak bercerita tentang hal itu. Tapi" Jacq menegug perlahan wine di gelasnya.
"Kamu sudah siap kalah dari Abell tentang pertatuhan kali ini??"
David menyipitkan matanya kearah Jacq, dia seperti sedang mempertanyakan pertanyaan yang baru saja keluar dari mulut laki laki itu.
"Persetan dengan pertaruhan!!" David berucap dengan tenang, namun tersirat akan sebuah amarah di dalamnya.
"Aku akan memberikan 2% sahamku sekali pun aku menang!!" anggap saja itu hadiah dariku untuk Abell yang selalu membuatku senang karena terus menang darinya.
"Kamu sudah kalah David!, , kamu sudah jatuh dan bertekuk lutut di hadapan Aileen. Jauh sebelum kamu mencoba mendekatinya!!" Jazcq menghabiskan sisa wine yang ada di gelasnya dengan sekali tegug.
"Apa maksudmu??" kening David semakin berkerut kasar, sampai terlihat dalam di sekitar area matanya.
"Kamu telah jatuh cinta dengan Aileen saat pertama kali perempuan itu jatuh di pangkuanmu malam itu!"
David terkekeh sinis, dia tak percaya mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Aku melihatnya, , " Jacq menambahkan.
" Apa??, , apa yang kamu lihat??" sahut David dengan cepat. Dia sudah tidak sabar ingin mendengar kelanjutan ucapan Yang keluar sari mulut Jacq.
"Matamu bersinar ketika melihat perempuan itu. Aku juga melihat perempuan itu ada dalam dirimu!"
David terdiam, dia tak bisa memungkiri hal itu. Jacq memang benar jauh sebelum itu bahkan David sudah terpesona dengan Aileen saat mereka bertemu di sebuah mini market. David terpana dengan senyum manis yang menghiasi bibir Aileen saat itu. Tetapi egonya terlalu besar hingga dia tak menyadari hal itu.
Dia laki laki yang terlalu sombong dan angkuh untuk mengakui bahwa dirinya memang menyukai Aileen. Ya! dalam hati dia sudah mengakui itu, tetapi untuk mengucapkannya saja dia terlalu jaim. Bahkan ketika Aileen memintanya untuk berucap sekali lagi malam itu. David benar benar tak mau mengulanginya.
David mendengus kesal kemudian menarik tubuhnya, membenamkan punggungnya di sandaran sofa. Berusaha mencari kenyamanan dan membuatnya dirinya senyaman mungkin di sana
__ADS_1
♡♡♡
Malam itu suasana gedung sudah sangat meriah, mobil mobil mewah terlihat sudah berjejer memadati parkiran. Luna sengaja tak mengundang banyak orang tetapi semua tamu yang datang benar benar tamu yang sangat penting. Dia bahkan sempat mengundang Cici. Tetapi sahabatnya itu tak bisa memenuhi undangannya karena suatu hal yang tak bisa di tunda.
Luna pun mencoba untuk mengerti itu. Semenjak mereka sibuk dengan keluarga mereka masing masing, mereka jarang menyempatkan diri untuk saling menegur sapa walau pun lewat panggilan. Mereka saling menghargai kesibukan satu sama lain.
"Ayo!!" Iris menggandeng tangan Aileen, dia sebelumnya mengajak sahabatanya itu untuk pergi ke butiq Mamahnya.
Aileen mengenakan gaun berwarna hitam pekat, hingga terlihat sangat kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih. Aileen terlihat ragu, dia tak pernah memakai gaun seperti itu sebelumnya. Gaun dengan perpotongan lebar di bagian leher hingga memperlihatakan bagian pundaknya, tak berlengan dan bagian belakang memiliki belahan lebar menurun hingga ke tengah tengah pinggul. Ada tali yang menghiasi di tengah tengah belahan itu, seperti menghubungkan antara satu sisi dengan datu sisi lainnya. Dan jika tali itu terlepas maka gaun itu akan terlepas dan membuka di bagian belakangnya.
Rambutnya yang di rapihkan ke atas membuat pundak dan bagian lehernya terekapose. Siapa pun laki laki yang melihatnya pasti akan menelan ludah dengan susah payah.
Iris menggenggam erat tangan Aileen, dia seolah sedang menyalurkan energi keberanian kepada tubuh perempuan itu melewati genggaman tangannya.
Aileen tersenyum kearah Iris sebelum akhirnya mereka melangkah masuk kearah dalam.
"Mamah??" Iris membawa Aileen untuk menemui Orang tuanya.
"Sayang, , kamu terlihat sangat cantik" Luna mengecup pipi Putrinya. Kemudian pandangannya teralihkan kearah Aileen yang berdiri di sampng Iris.
Perempuan itu tertegun dengan kecantikan Aileen, dandanannya terlihat sangat sederhana tetapi perempuan itu benar benar terlihat sangat menawan.
"Aileen??, , kamu sangat manis malam ini" Luna membelai lembut pipi perempuan itu.
Tak lama kemudian Carol dan asisten pribadinya datang dari arah lain, mereka terlihat sedang berjalan menghampiri Luna.
"Tante??, , "
"Carol??" Luna menyambut perempuan itu dengan saling menempelkan pipi mereka.
"Sudah lama tante tidak melihatmu!"
"Maaf Tante, Carol sangat sibuk!" Carol kemudian melirik kearah Aileen, perempuan yang tingginya sangat terlihat jauh berbeda dengannya. Carol yang tinggi apa lagi setelah mengenakan sepatu berhak, dia terlihat semakin tinggi. Terlebih lagi ketika berdiri di samping Aileen.
Aileen juga sudah mengenakan sepatu berhak tinggi tetapi entah kenapa dia masih terlihat kalah tinggi dengan Carol. Tubuh Carol sangat proporsional, pantas kalau dia menjadi icon model di D Entertaintment.
"Kamu di sini juga?" ucap Carol kemudian, dia memulai pembicaraan terlebih dulu.
"Ya. Kenapa??, ,aku yang mengajaknya!!" sahut Iris, dia terlihat sangat jengkel ketika Carol memandang rendah kearah Aileen.
"Aku tidak ingin ribut, lebih baik kamu diam saja!" bisik Aileen kepada Iris.
"Koneksi??, , aku pikir karena Tante Luna mengundangmu!!, , jangan jangan kemarin membintangi iklan juga kerana ada koneksi!!" Carol telah berhasil membuat Aileen emosi. tetapi perempuan itu berusaha keras mengendalikan perasannya.
Aileen menghela nafas panjang untuk menetralkan perasaannya.
"Aku datang kemari karena ingin bersenang senang. Bukan untuk mencari masalah denganmu!!" Aileen berucap dengan tenang namun penuh dengan penekanan di setiap ucapannya.
♡♡♡
Likenya jangan lupa 😘😘😘
__ADS_1