Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
68 CEO: love's Romance Cincin


__ADS_3

"Tunggu di sini, aku akan membukakan pintu mobil untukmu" David melangkah keluar, kemudian berjalan ke sisi lain untuk membukakan pintu.


David mengulurkan tangannya untuk menggandeng Aileen. Mereka berjalan beriringan menuju kearah pintu.


"Ka??, , kalian dari mana?" Iris yang baru saja bangun, terlihat mengusap matanya berulang kali.


David menghela nafas panjang.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini??, , bangun!! cuci wajahmu!" perintahnya.


Abell yang dari tadi berdiri di tengah pintu mulai melangkah mendekati David.


"David??"


David melirik kearah Aileen, meminta perempuan itu untuk masuk ke dalam.


"Masuklah dulu, aku akan menyusulmu"


Aileen mengangguk, dia sempat melirik kearah Abell lalu tersenyum sebelum masuk ke dalam.


Abell tersenyum ketika melihat kiss mark di leher Aileen. Laki laki itu menggelengkan kepalanya kemudian melirik kearah David.


"Jadi??, , kamu sudah mendapatkannya??"


David menatap mata Abell dengan lekat.


"Pelankan suaramu!!" David menggeram pelan, dia menyelidik kearah sekitar. Memastikan bahwa tak ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"


Abell tersenyum sinis.


"Aku di sini memenuhi undangan adikmu. Dia yang mengundangku. Aku tidak tahu kalau Aileen perempuan yang ada di tempat karaoke malam itu" sejenak Abell terdiam, dia bergerak agar lebih dekat dengan David.


"Kapan kamu akan mengakhiri semua ini?"


David terdiam, pandangan matanya seketika menajam kearah Abell.


"Tidak akan!!" ucapnya cepat.


"Apa maksudmu??" Abell menyipitkan matanya, keningnya berkerut kasar hingga terlihat dalam di area mata.


"Aku tidak akan, aku tidak akan melepaskan Aileen!!" David berucap tanpa keraguan sedikit pun.


"Kamu?"


"Ya!!, , aku jatuh cinta dengan perempuan itu! aku tidak akan memberikannya kepada siapa pun!" David mengerutkan keningnya. Dia berucap dengan sungguh sungguh. "Termasuk kamu!" tambahnya.


Abell terkekeh senang.


"Jadi secara tidak langsung, , kamu mengakui kalau kamu kalah dalam taruhan ini!! "


"Aku tidak mengatakan hal demikian!!, , tetapi kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau!" David menipiskan bibirnya. Dia tetap tidak ingin di anggap kalah dari Abell.

__ADS_1


"Akui saja kekalahanmu!! apa susahnya?, , aku memintamu membuat Aileen tunduk di kakimu!, , bukan sebaliknya!"


"Tutup mulutmu!!, , kamu menginginkan 2% sahamku bukan??, , kamu akan mendapatkannya!! setelah ini ikutlah denganku ke rumah! sekretarisku sudah menyiapkan semua berkasnya!" saat itu ujung matanya teralihkan kepada Koyoko yang berdiri di belakang Abell. Perempuan itu terlihat menatap kearahnya dengan tajam. David terlalu fokus dengan Abell karena laki laki itu terlalu menyudutkannya hingga membuat David kehilangan kewaspadaannya.


"Apa yang sedang kalian lakukan di depan pintu?? masuklah!, , aku akan membuatkan minuman untuk kalian!" setelah menyuruh kedua laki laki itu untuk masuk ke dalam, Koyoko pun berjalan kearah dapur.


David menghela nafas panjang penuh kelegaan. Hampir saja dia mati berdiri karena beranggapan Koyoko telah mendengar pembicaraan mereka.


♡♡♡


"Sayang kemarilah" David menepuk pelan sofa di sampingnya, seolah meminta Aileen untuk duduk di sana.


Aileen yang sedang sibuk memasak di dapur pun terlihat berjalan kearah David yang sedang duduk di sofa di depan ruang Tv.


Sementara Abell yang duduk di sofa tunggal di sisi lain hanya mengamati pemandangan apa yang ada di depan matanya. Laki laki itu menghela nafas dengan malas.


Aileen duduk di samping kekasihnya. Menyandarkan kepalanya di pundak David.


"Sebelum pesawatku berangkat, aku harus kembali ke rumah terlebih dulu. Kamu baik baik ya!" ucapnya sembari membelai lembut pipi Aileen.


"Aku akan mengantarmu keluar" Aileen ingin beranjak dari sofa ketika melihat laki laki itu sudah berdiri dan siap berjalan kearah pintu.


David sempat terdiam sebelum akhirnya membungkuk kemudian merangkup wajah Aileen.


"Tidak perlu, kamu istirahat saja" David mengecup bibir Aileen, lumayan lama. Dia ingin melakukan lebih, tetapi sepertinya itu bukan waktu yang tepat. Terlebih lagi ketika melihat kearah sekitar, di sana banyak yang meliahat mereka.


Di sisi lain Koyoko yang sedang sibuk meracik bumbu, melihat kearah mereka berdua dengan tatapan aneh.


"Oke!" Abell beranjak berdiri, dia sempat menatap Aileen sebelum pergi meninggalkan tempat itu. Dia bahkan juga tersenyum kearah Perempuan itu. Tak lama Abell pergi mengikuti David dari arah belakang.


♡♡♡


David meletakkan map berisi beberapa lembar di depan Abell. Berkas tentang pertaruhan yang sebelumnya mereka lakukan.


"Ini sebnarnya masalah sepele. Tetapi karena menyangkut saham perusahaanku semua harus terperinci" David membenamkan tubuhnya ke sandaran kursi, membuat dirinya senyaman mungkin di sana. Dia mengajak Abell kerumahnya untuk menandatangani berkas itu. Ius sebelumnya telah mengantar berkas itu ke rumah. Karena David tak memiliki banyak waktu untuk mengurusnya di kantor.


Abell membaca isi keseluruhan yang ada di lembaran kertas itu.


"Ya ampuuuunn!!, , kamu membuat semuanya dangat terperinci!, , kamu bahkan menjabarkan untuk apa saham 2% itu"


"Aku sudah mengatakan kepadamu sebelumnya kan!, , ini karena menyangkut perusahaan. Jadi aku ingin semuanya harus ada catatan hitam di atas putih" David menghela nafas panjang. Dia melirik kearah jam tangan kemudian.


"Kamu akan menandatanganinya atau tidak?, , aku tidak punya cukup waktu untuk menunggumu di sini!"


"Iya iya, , aku tanda tangan!" setelah menandatangani berkas itu, Abell memberikan kembali kepada David yang masih setia duduk di kursinya.


"Oke!, , urusan kita sudah selesai!" David memamerkan senyum manisnya kearah Abell. Mereka akhirnya berjabat tangan sebagai tanda sebuah kesepakatan telah tercapai.


♡♡♡


Dua hari berlalu dengan baik, setiap pagi David selalu menghubungi Aileen untuk mengucapkan kalimat yang selalu membuat perempuan itu berbunga bunga. Tak luput David selalu meluangkan waktunya untuk melakukan video call dengan Aileen. Itu salah satu cara yang paling ampuh mengobati kerinduan di hati mereka.


Pagi itu di negara orang di sana, David sedang memenuhi undangan untuk makan siang di rumah seorang sahabat yang sudah lama tak bertemu.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu??" ucap Caesar, sahabat David yang sudah lama tak berjumpa.


"Baik, , bagaimana denganmu?"


"Seperti yang kamu lihat" Caesar tersenyum sambil memandangi wajah David.


"Kamu sepertinya sedang sangat bahagia, apa karena seorang perempuan?"


David terkekeh riang, sepertinya Caesar menebaknya dengan benar.


"Ayaaaah" seorang anak kecil berumur sekitar 5 tahun sedang berlari kearah Caesar.


"Kemarilah sayang" laki laki itu menyambut putranya dengan sebuah pelukan hangat kemudian.


"Itu putramu??" raut wajah David terlihat senang ketika melihat kedekatan seorang anak dan Ayah di depan matanya.


"Iya, , namanya Acer, , diambil dari bahasa latin yang artinya menyatu. Kerena dia aku dan Istriku memutuskan untuk menikah. Aku seharusnya menyadari hal itu sebelum dia hamil Acer. Aku takut kehilangan dia waktu itu. Maka dari itu aku sengaja membuatnya hamil" Caesar tersenyum menertawakan dirinya.


"Tapi ternyata aku salah. Kedua orang tuanya sempat menyuruh untuk menggugurkan kandungannya. Tak hanya itu, mereka bahkan menyuruhnya untuk memutuskan hubungan denganku. Di saat itu aku merasa hidup bagaikan di neraka. Alu seperti tidak ingin melanjutkan hidupku ketika aku tak bisa bertemu dengannya selama hampir satu bulan lebih" Caesar melirik kearah David, laki laki itu hanya tertunduk diam.


"Maaf aku membuatmu bosan dengan ceritaku" tambahnya.


"Tidak.. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu" David mengalihkan pandangannya kearah Acer. Anak kecil itu terlihat sangat menggemaskan.


"Kapan kamu akan menikah David??" ucap Caesar seketika.


Laki laki itu hanya tersenyum kecut.


"Jangan bilang kamu masih belum bisa hidup berkomitment?" Caesar berucap seolah bisa menebak pikiran David.


"Aku sedang mencoba merubah jalan pikiranku"


"Kamu tidak berfikir untuk memiliki putra seperti ini??" ucapan Caesar merujuk kepada Acer.


"Kamu pasti akan merasa menjadi laki laki paling sempurna ketika memiliki sebuah keluarga kecil yang selalu mengisi hari harimu, , percayalah David. Kamu tidak akan pernah menyesalinya"


♡♡♡


David termenung sepanjang perjalanan setelah pulang dari rumah Caesar. Dia selalu memikirkan uncapan laki laki itu.


"Antarkan aku ke galery terdekat di sini" ucapnya kepada seorang supir.


"Baik tuan"


David melangkah masuk ke dalam sebuah galery berlian, di sana dia di sambut oleh seorang pegawai.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan?"


"Aku ingin membeli cincin!" ucap David, rona bahagia tak pernah hilang dari wajahnya.


"Silahkan ikut saya" pegawai itu menuntun David untuk memilih sendiri cincin yang di inginkan.


Tak lama David terlihat keluar dengan membawa sebuah kotak kecil ditangannya. Dia sempat mengamati cincin itu sambil mengulas senyum manis di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2