
*Kenapa author memasukkan Essie ke dalam kehidupan David dan Aileen??
*Karena ini sudah alurnya, yang nanti akan berkelanjutan ke season 3. Jadi tolong dukung dan nikmati saja jalan ceritanya.
*Untuk David Dan Aileen author tidak akan memisahkan mereka, jadi kalian bisa tenang. 😘
Kembali ke cerita ya.
♡♡♡
" Jadi??, , gadis kecil itu siapa?" sejenak ruang keluarga itu hening, Luna masih menunggu David untuk menjawab pertanyaannya. Menjelaskan siapa gadis kecil berambut pirang dan bermata biru terang yang sedang bermain dengan Aileen dan Iris di taman depan.
Sementara Barak terlihat memijat kecil keningnya ketika mendengar David akan merawat Essie dan mengajaknya tinggal bersama.
Barack menghela nafas panjang kemudian berdehem untuk membuat suasana sedikit mencair. Dia tidak ingin ikut campur dalam permasalahan rumah tangga Putranya. Dia sudah mempercayakan sepenuhnya kepada David. Keputusan apa pun yang diambil pasti dia sudah memikirkannya dengan baik.
"Dia anak dari Raina?"
"Siapa lagi Raina?" sahut Luna dengan cepat, suaranya sedikit meninggi saat mendengar nama perempuan lain di sebut.
"Aileen tahu tentang semua ini Mah, dia tahu Raina. Aku sebenarnya mengadopsi Essie karena Aileen" laki laki yang terlihat frustasi itu menyisir rambutnya kebelakang menggunakan jari jemarinya.
"Jadi Aileen sudah mengetahui tentang Raina, dia juga yang meminta Essie untuk tinggal bersamanya?" Luna berucap untuk memastikan apakah kesimpulan yang dia ambil sesuai dengan yang sebenarnya.
"Secara tidak langsung Aileen memang tidak meminta kepadaku untuk mengadopsinya, tetapi saat melihat senyumnya ketika sedang bersama Essie aku yakin bahwa dia menyukai gadis kecil itu"
Luna terdiam, baginya kebahagiaan Putra dan menantunya adalah hal yang paling utama. Jika memang mereka sudah memutuskan akan menjaga Essie dengan baik. Maka tidak ada lagi yang bisa Luna lakukan kecuali memberikan ijin kepada mereka.
♡♡♡
Iris menggandeng tangannya kemudian membawa Essie masuk ke dalam rumah untuk bertemu dengan Luna Dan Barack.
Aileen memandangi wajah Suaminya, kebahagiaan terpancar di wajahnya setelah melangkah ke luar dari arah dalam.
Laki laki itu mengulurkan tangannya kemudian melingkarkannya di pinggang Aileen.
"Apa mamah tidak setuju? apa dia marah? apa yang mamah katakan tentang Essie? apa Mamah tidak menyukainya?" pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulutnya, Aileen belum merasa tenang jika belum mendapatkan jawaban dari David
"Kamu tidak melihat senyum yang melekat di wajahku?" David kemudian melebarkan senyumnya .
"Apa maksudmu?, , Mamah menyetujuinya??, , Mamah mengijinkan Essie tinggal bersama kita?"
David menganggukkan kepalanya, membuat Aileen kegirangan dan memeluk tubuhnya dengan erat.
♡♡♡
Semenjak kedatangan Essie ke dalam kehidupan mereka, Aileen semakin terlihat semangat menjalani kehidupannya sehari hari. Setiap pagi tidak hanya akan di sibukkan dengan Suaminya tetapi dia juga akan sibuk dengan menyiapkan bekal selaligus mengantar Esssie ke sekolah. Dan siangnya setelah Essie selesai dengan jam kelasnya, Aileen selalu menjemput kemudian menghabiskan waktu bersama untuk pergi shooping dang bermain ke taman kota.
Aileen mencoba selalu membuat anak kecil itu bahagia, sebagai pengganti apa yang seharusyaa dia dapat dari kedua Orang tuanya.
__ADS_1
♡♡♡
Setelah Essie tertidur lelap, Aileen beranjak berdiri dari ranjang. Melangkah keluar sembari menutup pintu kamar.
Aileen memaku tubuhnya ketika berhasil keluar dari kamar. Pandangannya tiba tiba sedikit menggelap dan berkunang kunang.
David yang sengaja menunggu Aileen di depan pintu kamar Essie pun terlihat khawatir saat mendapati raut wajah Aileen terlihat sedikit pucat.
"Ai??, , kamu haik baik saja?" laki laki itu baru saja pulang dari kantor. Karena seharian di sibukkan dengan kerjaannya, kini David ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Aileen.
"Iya, , " Aileen meraih tangan David ketika laki laki itu mengulurkan tangannya.
"Mungkin aku kelelahan" dia menatap David yang terlihat sedikit lesu karena lelahnya.
Aileen mendongakkan kepala, mengulurkan tangan meraih wajah David.
"Aku lebih khawatir denganmu, , pasti karena banyak pekerjaan di kantor?"
David membungkuk kemudian mengecup kening Istrinya.
"Semua rasa kelah dan letihku menghilang ketika melihat kamu" David tersenyum kemudian menggandeng tangan Aileen menuntunnya masuk ke dalam kamar.
♡♡♡
David mendekap Aileen, bibir mereka masih saling bertautan maninggalkan jejak suara yang menimbulkan bunyi dari gigi mereka yang saling beradu.
Tak lama Aileen menarik kepala menjauh melepaskan ciumannya.
"Aku akan menyiapkan air hangat, kamu mandi dulu ya" Aileeen mengakhiri ciuman mereka dengan kecupan. Setelahnya dia melangkah masuk ke dalam kamar mandi menyiapkan air hangat dan handuk untuk suaminya.
Pandangannya teralihkan ke arah David yang telah masuk ke dalam saat Aileen masih memastikan kehangatan airnya.
Aileen mematikan keran, kemudian melangkah mendekati David.
"Kamu bisa mandi sekarang"
David tidak membiarkan Aileen keluar dari kamar mandi, dia sengaja menahan purempuan itu di dalam untuk menghabiskan waktu bersama. David melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aileen, menarik, mendorong tubuhnya agar saling berdekatan hingga tak ada jarak sedikit pun di antara mereka.
"David?"
"Bantu aku melucuti pakaianku?" bisik David dengan lembut di telinga Aileen di selipi nada manja sengaja untuk menggoda.
Aileen merona, tangannya yang semula bertahan di dada Suaminya kini telah bergerak meraih kancing kemeja. Perlahan membukannya satu persatu kemudian melepaskan dan membiarkan kemejanya jatuh ke lantai. Tangannya bergerak perlahan menyapu dada Suaminya yang bidang.
David menyandarkan kepalanya, menempelkan bibirnya di bibir Aileen. Membiarkan saling bergesekan saat David berucap kepada Istrinya.
"Kamu mau menemaniku mandi kan??" David memejamkan matanya, dia merasakan saat bibir Aileen tersenyum ketika mendengar permintaannya.
"Aku akan menunggumu di luar" Aileen berucap diselingi kecupan yanh membuat David semakin tidak karuan.
__ADS_1
David mengangkat tubuh Aileen, bersamaan dengannya untuk masuk ke dalam bathtub. Sengaja membuat perempuan itu basah dengan menjatuhkan tubuh mereka bersama ke dalam sana.
"David apa yang kamu lakukan?"
Laki laki itu manatap nakal ke arah Aileen, dengan suaranya yang semakin parau kemudian dia berucap.
"Mandi basah berdua denganmu"
Aileen pun menepuk air hingga cipratannya mencuat membasahi wajahnya sendiri karena David berhasil menghindar.
Hal itu pun mengundang gelak tawa Suaminya.
"Kenapa tertawa!!" Aileen berucap dengan jengkel sembari membersihkan air yang membasahi wajahnya.
"Itu namanya senjata makan tuan" David tertawa lagi, dia kemudian menarik Aileen merepatkan tubuh mereka agar semakin intim.
"David! selesaikan mandimu, aku akan keluar menyiapkan pakain untukmu!" Aileen masih berusaha beranjak tetapi David menahan tubuhnya.
"Sudah terlanjur basah, kenapa tidak sekalian mandi??" tanpa menunggu Aileen membantah David langsung menyambar bibirnya. Menyesapnya kuat, terus dan terus hingga membuat bibir Aileen membngkak merah.
David memperlambat ciumannya, setelah beberapa saat sempat membuat Aileen kewalahan dan kehabisan nafas. Dengan bibir mereka yang masih saling bertautan dan matanya yang sedikit terbuka David berucap.
"Aku merindukanmu Ai" nafasnya memburu dan terasa panas ketika menyapu wajah Aileen.
"Jika saja aku bisa membawamu pergi setiap hari ke kantor, mungkin aku tidak akan menahan rindu untuk menyentuhmu sperti ini" David menggerakkan tangannya menelusup ke dalam kaos yang sudah melekat di tubuh Aileen karena basah. Mengangkatnya ke atas dan melepaskannya dari tubuh Aileen.
Perempuan itu sedikit membuka mulutnya ketika David mulai melakukan semua yang dia inginkan.
David melakukannya dengan lembut dan selalu hati hati ketika menyentuh setiap jengkal tubuh Aileen hingga tak ada sedikit pun yang terlewati. David sengaja tidak menutup matanya karena ingin mengawasi wajah Aileen saat perempuan itu menikmati setiap sentuhan yang dia berikan.
Hingga saatnya tiba air yang memenuhi buthtub pun saling berbenturan di setiap sisi. Tak luput kadang airnya pun mencuat keluar hingga berjatuhan ke lantai.
Mereka masih terengah engah, Aileen meremas rambut David sambari menyatukan kening mereka.
Nafasnya pun saling beradu, saling meraup oksigen sebanyak banyaknya setelah berhasil menyatukan tubuh mereka.
Ketika sudah berhasil mencapai puncaknya, kini hanya tinggal sisa tetesan air yang berjatuhan ke lantai, dan uap yang menyerbak keluar dari pori pori karena tubuh mereka yang memanas.
"Aku ingin kamu melahirkan banyak anak untukku, , agar rumah ini ramai" sesekali David masih terlihat mengatur nafasnya agat kembali normal seperti semula.
Aileen menyandarkan kepalanya di dada David kemudian menggerakkan jarinya menari nari di sana.
Dia tersenyum, laki laki yang sempat berfikir untuk tidak menikah, kini malah ingin memiliki banyak anak darinya.
"Cukup satu, untuk menemani Essie bermain" Aileen mendongakkan kepala, menatap David untuk melihat ekspresi wajah laki laki itu.
"Kok satu??, , " sahut David dengan meraih lengan Aileen, kemudian mendorongnya menjauhkan tubuh Aileen darinya.
"Soalnya kalau kebanyakan kamunya yang senang, akunya kewalahan" Aileen terlihat sangat bersusah payah menahan tawanya ketika berucap.
__ADS_1
"Curang!" David menghujani tubuh Aileen dengan kecupan, sementara tangannya mulai menggelitikki perempuan itu hingga air yang memenuhi buthtub kembali mencuat keluar.