Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
65 CEO: Love's Romance Permintaan aneh


__ADS_3

David mengusap kepala Aileen dangan lembut, lalu mendaratkan kecupan di telinga perempuan itu.


Aileen bersusah payah untuk bisa memeluk David seperti saat ini. Dia bahkan sampai berjinjit dan naik ke atas sepatu David untuk bisa melingkarkan kedua lengannya di leher laki laki itu.


Aileen membenamkan wajahnya ke dada David untuk menghirup aroma wangi tubuh laki laki itu sebanyak banyaknya. Aileen merasa aroma itu bisa mengobati rasa kerinduannya kepada David.


David tersenyum, salah satu tangannya bertahan di punggung, sementara satu tangannya lagi memegangi kepala Aileen.


"Ai?" bisiknya dengan lembut.


"Kamu tidak lelah berdiri terus menerus seperti ini?" suaranya terdengar sangat berat dan penuh kelembutan.


Aileen tersadar, bahwa dia manginjak kaki laki laki itu. Dia mengangkat kepalanya menghadap kearah wajah David. Dia merasa David lah yang sedang merasa kelelahan saat ini.


"Maaf, ,apa aku membuat kakimu sakit?" Aileen menarik tubuhnya kebelakang menjauh dari laki laki itu.


"Tidak, , sama sekali tidak. Tubuhmu terlalu ringan, tidak mungkin akan membuat kakiku terluka" laki laki itu tersenyum.


Aileen tertunduk, raut wajahnya terlihat murung.


"Aku pikir kamu tidak akan datang"


David terdiam dia meraih dagu Aileen, memaksa perempuan itu melihat kearahnya.


"Kamu masih membutuhkanku??"


Kening Aileen berkerut, dia tidak mengerti dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut David.


David seketika melirik kearah Abell, membuat Aileen yang sedang terdiam itu langsung menoleh melihat kearah laki laki yang sedang terbaring di sana.


"Ada Abell di sini, aku pikir kamu sudah tidak membutuhkanku??"


"David??" Aileen menyebut namanya dengan nada berat.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu??, , kamu ingin merusak moment kebahagiaanku?"


"Sial!!, , aku lupa ini malam ulang tahunnya!, , bukan saatnya untuk cemburu David!!"


Laki laki itu menghela nafas, melegakan dadanya yang terasa sesak.


"Aku hanya bercanda!!"


"Bercandamu tidak lucu!" sahut Aileen dengan sebuah pukulan yang mendarat tepat di perut laki laki itu. Membuat David seketika membungkuk menahan pukulan itu.


"Aduh" dia meringis sambil memegangi perutnya. Membuat Aileen ketakutan seketika. Dia bahkan sampai membungkam mulutnya sendiri.


"Maaf, , apa sakit di perutmu sedang kambuh??, , David!!" Aileen merangkup kepala David yang sedang membungkuk itu kedalam dekapannya.


"Aku hanya bercanda!" David mengangkat kepalanya, memamerkan senyum manis kearah Aileen.


"Iiiiihhh!!!, , " perempuan itu ingin memukuli David untuk melampiaskan rasa kekesalannya, tetapi dia takut pukulannya kali ini akan melukai laki laki itu. Sehingga Aileen memaku tangannya di udara.


"Maaf" David kemudian mengecup bibir Aileen.


"Aku ada sesuatu untukmu, ikutlah denganku" David menggandeng tangan Aileen membawa perempuan itu masuk ke dalam mobil.


David mengendarai mobilnya menuju kesuatu tempat, mereka meninggalkan tiga orang yang sedang terkapar di halaman rumah.


♡♡♡


David membawa Aileen ke sebuah danau, di mana di sana dia bisa melihat jembatan yang menhubungkan satu tempat dengan tempat lain, lampu warna warni yang berasal dari setiap bangunan di sana membuat pemandangan malam itu semakin indah.


David sengaja tidak turun dari mobil, dia ingin menikmati tempat itu dari dalam sana.


Aileen terlihat menyelidik kearah jauh, air yang memantulkan sinar rembulan semakin menambah keindahan malam itu.

__ADS_1


"Kamu menyukainya??" melihat dari raut wajah Aileen yang sangat berbinar binar saat itu, membuat David tahu kalau Aileen sangat menyukai tempat itu.


"Ya, ,ku sangat menyukainya" Aileen mengangguk perlahan.


"Ai?" David melepas sabuk pengaman yang melingkar di tubuhnya, kemudian sedikit mengubah arah duduknya menghadap Aileen.


David menatap Aileen dengan lekat, perempuan di depannya itu benar benar terlihat sangat sempurna di mata David. Dari ujung rambut hingga ujung kaki tak ada satu pun yang dia tidak suka. David tidak tahu sejak kapan kriterianya terhadap seorang perempuan berubah drastis seperti sekarang ini.


David tak mempermasalahkan bentuk tubuh seorang perempuan yanh dia cintai. Baginya Aileen sungguh sangat istimewa di matanya.


"S, , se, ," David terlihat ragu ketika ingin berucap, lidahnya terasa kaku sesaat.


Aileen merangkup pipi David dengan kedua tangannya.


"Tidak apa apa. Aku tidak akan memaksamu untuk mengucapkan kalimat itu.


Aileen mendaratkan sebuh kecupan di kening David. Sementara laki laki itu meraih tangan Aileen kemudian mengecup unggung tangan perempuan itu.


David melepaskan tangan Aileen, lalu tangannya bergerak meraih paperbag yang ada di kursi belakang.


"Aku ada hadiah untukmu" David meletakkan paperbag kacil berwarna hitam itu di atas pangkuan Aileen.


"Ini, , untukku?" Aileen melirik kearah David.


"Mmm, , bukalah" perintah laki laki itu dengan lembut.


Perlahan Aileen menggerakkan tangannya untuk membuka paperbag itu, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sana.


Sebelum membuka kotaknya, Aileen sempat melihat David. Laki laki itu sedang terdiam melihat Aileen membuka kotaknya.


Kedua tangan Aileen membuka kotak kecil di tangannya secara bersamaan.


Perempuan itu terpaku, melihat cincin dengan berlian menghiasi setiap sisinya.


"Aku tidak bisa menerima ini David" ucapnya seketika.


"Kamu menolak hadiah dariku??"


"Bukan, bukan seperti itu" Aileen menutup kembali kotanya.


"Aku tidak pantas menerima hadiah semahal ini!"


"Kenapa kamu berfikir seperti itu?, , bahkan aku merasa bahwa sepertinya cincin ini akan semakin terlihat indah di jarimu. Jadi kamulah yang membawa keindahan untuk cincin ini, , kenapa bisa kamu berfikir bahwa kamu tidak pantas mendapatkan hadiah ini??"


"Tapi cincin ini pasti sangat mahal, kamu menghabiskan banyak uang untuk hal yang tidak penting"


"Siapa bilang kamu tidak penting, , bahkan jika kamu meminta semua cincin yang ada di dalam galery sana. Aku akan membelikan semuanya untukmu!"


"Aku tidak membutuhkan itu!" Aileen tertunduk, membuat laki laki itu terlihat sedikit menegang menahan amarahnya karena Aileen telah menolak hadiah darinya.


Seketika keheningan membentang diantara mereka. Membuat dua orang yang ada di dalam sana terdiam.


"Maaf" Aileen mencoba memulai pembicaraan lagi.


"Aku sebenarnya mempunyai sebuah permintaan lain"


David mengangkat kedua alisnya, ini pertama kali Aileen berani meminta sesuatu darinya.


"Katakan padaku apa yang kamu inginkan?" David ingin sekali bisa mengabulkan keinginan Aileen.


"Bolehkah aku, " Aileen memainkan jari jemarinya, dia terlihat sangat gugup. Birbirnya kelu ketika ingin kembali berucap.


"Apa, , aku akan memenuhi semua keinginanmu, apa pun itu" David mendorong punggungnya agar lebih bisa berdekatan dengan Aileen.


"Bolehkah aku, , mendengar kalimat itu??"

__ADS_1


David terdiam medengar permintaan Aileen.


"Kalimat??" keningnya berkerut.


"Kalimat apa?, , kalimat yang mana?" tambahnya.


"Kalimat, , yang waktu itu. Waktu di gedung, di dalam kamar" Aileen berucap untuk mengingatkan David.


David terlihat memutar bola matanya seolah dia sedang berfikir keras untuk mengingat kalimat apa yang di maksud oleh Aileen.


"Kalimat, ,aku, menyukaimu"


David langsung menoleh, menatap Aileen dengan tatapan tak percaya. Kemudian laki laki itu tertawa terbahak bahak hingga mendongakkan kepalanya bahkan hampir sebagian tubuh atasnya ikut terdorong kearah belakang. Rasa lelahnya hari ini sepertinya telah hilang karena Aileen telah berhasil menghiburnya.


Setelah puas tertawa David berdehem untuk menetralkan perasannya.


"Astaga sayaaang, ,aku tidak percaya dengan apa yang kamu minta, , di saat semua wanita menginginkan hadiah mahal, , kamu hanya ingin hadian kalimat itu??" David masih tak percaya, dia sampai harus memastikanmya sekali lagi.


"Serius kamu??"


"Iya, ,bolehkah aku mendengarnya?" Aileen berucap dengan menangkupkan kedua tangannya di depan David. Perempuan itu terlihat sangat menggemaaskan seperti anak kucing yang kelaparan dan sedang meminta makan kepada tuannya.


"Baiklah, apa pun yang kamu mau. Kamu akan mendapatkannya"


David menekan salah satu tombol yang ada di sana untuk membuka kabin mobil hingga terbuka sepenuhnya dan bisa melihat langit dari sana.


Perempuan itu terkejut, untuk mengucapkan kalimat itu kenapa David harus sampai membuka kabin mobil.


David kemudian meraih tangan Aileen, meminta perempuan itu untuk beranjak dari kursinya.


"Kemarilah" David menepuk pahanya, seolah sedang meminta Aileen untuk duduk di sana.


"Apa???, aku sepertinya telah salah untuk meminta sebuah permintaan dari David"


Dada Aileen berdetak dengan sangat cepat, tubuhnya bergetar ketakutan. Bagaimana mungkin dirinya yang memakai rok harus duduk di pangkuan laki laki itu.


"Ayo, ,katanya kamu ingin mendengar kalimat itu dari mulutku!" David masih menepuk bahkan membelai pahanya.


Aileen semakin bergidik merinding, dia tidak membayangkan hal itu sebelumnya.


"Eee, , Tapi aku"


Tak ingin mendengar penolakan lagi, David menggerakkan tubuhnya kemudian kedua tangannya meraih setengah badan Aileen, mengangkat tubuh mungil itu kearahnya. David memaksa Aileen membuka kedua paha agar mempermudah dirinya untuk duduk di atas pangkuannya.


Jantung Aileen terasa mau meledak, dia merasa tidak karuan ketika mengetahui posisinya terlihat sangat intim.


"Kenapa harus duduk di sini?, , bahkan di kursi saja aku masih bisa mendengarkanmu" bibir Aileeen bergetar. Dia merasa ketakutan saat itu.


"Tenanglah, aku tidak akan melakukan apa pun denganmu, Kamu bilang ingin mendengar kalimat itu, maka turuti semua perintahku"


Saat itu Aileen terlihat tidak fokus. Kedua tangannya menyentuh dada David untuk menahan tubuhnya agar tidak menempel dengan tubuh laki laki itu.


Tetapi David sengaja mendorong tubuh Aileen agar merapat ketubuhnya hingga tak ada jarak sedikit pun di antara mereka. Bahkan rok yang di kenakan oleh Aileen sampai tersingkap keatas pahanya.


"David??" Aileen terus berulah, dia terus bergerak agar bisa menjauh dari laki laki itu.


"Tenangkan dirimu Aileen, , jangan sering menggerakkan tubuhmi, atau kamu akan membangunkannya!" bisik David dengan menggoda


Seketika Aileen membulatkan matanya, dia tahu kemana arah pembicaraan laki laki itu.


Sementara laki laki itu sadar, posisinya dengan Aileen sangat rawan, itu bisa membuat gairahnya terpancing. Tetapi David sadar rasa lelah yang hinggap di tubuhnya jauh lebih besar, jadi dia yakin kali ini tubuhnya tak akan merespon kedekatannya dengan tubuh Aileen.


Perempuan terdiam, dia sudah tak menggerakkan tubuhnya sedikit pun. Dan saat itulah David mengangkat tubuh Aileen memposisikan perempuan itu agar duduk di pangkuannya dengan nyaman. Kini David harus mendongak ketika ingin melihat wajah Aileen yang jauh lebih tinggi darinya.


David mendekatkan wajahnya ke wajah Aileen, kemudian berucap.

__ADS_1


"Katakan, berapa kali kamu ingin mendengar kalimat itu dari mulutku??" saking dekatnya nafas David terasa sangat hangat ketika menyapu wajah Aileen.


__ADS_2