Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
#29 Makan malam


__ADS_3

 


Aryo mengantar luna ke rumah tantenya cici. Saat sampai di rumah cici luna segera masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur cici, sambil mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya.


 


"Kamu kenapa lun?" tanya cici yang sedari tadi tiduran di atas kasur.


Luna tidak menghiraukan pertanyaan cici, dia malah menangis sejadi jadinya di balik selimut.


"Eh, nih anak kenapa sih?, , , lun? kamu kenapa?" tanya cici memastikan.


"Owner klara collection itu adalah mantan pacar barack yang dia ceritain ke aku ciiiii" luna terus menangis.


"Ah, yang bener?" tanya cici memastikan lagi.


"Aku tidak bohong" kata luna sambil membuka selimut dan mengambil ponsel di sakunya.


"Nih kalo tidak percaya" kata luna sambil melempar ponselnya ke arah cici dan kembali masuk ke dalam selimut dengan terus menangis.


Cici pun melihat foto luna dan klara saat sedang selfie bersama.


"Ya amppuunnn cantik banget" kata cici.


"Tuh kan, memang cantikan dia kemana mana tahu" kata luna patah semngat.


"Kamu tahu dari mana kalau dia mantan pacarnya?" tanya cici.


"Dia sendiri yang bilang, mana dia bilang sambil nggandeng lengan barack, masak iya dia bohong, kalau bohong kenapa barack tidak mengelaknya?" kata luna.


"Kan cuma mantan, sedangkan kamu, calon istrinya, , , ngapain bingung bingung" kata cici menggoda luna.


"Iiiiiiihh cici mah suka gitu!!! kan cuma calon, lagian cintaku juga bertepuk sebelah tangan" kata luna sambil membuka selimut dan duduk di atas tempat tidur.


"Ya sudah, kamu berusaha donk gimana caranya agar cintamu tidak bertepuk sebelah tangan, bukanya malah menangis" kata cici.


"Tu mulut kalau ngomong enteng banget ya, aku yang ngejalaninnya setengah mati tau!" kata luna sembari mengusap air matanya.


"Yang semangat donk, tidak ada artinya kamu terus terusan seperti ini, kamu harus berusaha dengan caramu sendiri gimana caranya merebut hati barack" kata cici.


"Bener, aku harus tetap semangat, pokoknya gimanapun caranya aku harus bisa dapetin barack, , , tapi kan sainganku berat banget ciiiii" kata luna yang tadinya semangat tiba tiba kembali merengek lagi seperti anak kecil.


"Mm, memble lagi nih anak" kata cici lirih.


Tiba tiba hp luna berdering.


dreet dreet dreet , ,


Mamah luna memanggil.


"Halo mah?" luna menjawab panggilan.


"Kamu dimana lun?" terdengar suara lirih dari ujung ponsel luna.


"Masih ditempat cici, kenapa mah?" tanya luna.


"Jangan pulang sore sore ya, nanti malam om bowo ngajak kita makan malam di luar katanya ada sesutu yang mau di bicarakan" mamahnya luna.


"Loh, memangnya mamah sudah pulang?" tanya luna.


"Sudah, baru saja sampai rumah, pokoknya nanti pulangnya jangan kesorean" kata mamah luna lalu mematikan teleponnya.


"Aku pulang dulu aja ci" kata luna sambil beranjak dari tempat tidur.


"Kamu udah baikkan?" tanya cici.


"Ya dibaik baikin lah, kalo nggak ntar memble mulu kaya kata kamu!" kata luna sambil berbenah diri.


"Terus kamu mau pulang naik apa?" tanya cici.


Luna hanya diam mendengar kata kata cici pasalnya tadi dia kerumah cici diantar aryo. Sedangkan aryo langsung pulang setelah mengantar luna.


tintin tintin, , , terdengar suara klakson mobil dari arah luar.


Dengan segera cici melihat dari balik kaca kamarnya.


"Itu bukannya mobil barack?" kata cici.


"Masak?" kata luna tidak percaya.


"Ya sudah aku bukain pintu buat barack dulu" kata cici sambil berjalan ke arah pintu.


Kemudian cici membukakan pintu buat barack.


"Luna ada disini kan?" tanya barack.

__ADS_1


"Hm, , iya dia di dalam, mau aku panggilin" tanya cici.


"Tidak usah di panggil, aku udah disini, kenapa?" tanya luna kepada barack.


"Kamu baik baik saja?" tanya barack.


"Kenapa?? tidak perlu khawatir soal aku!, oh ya ci, aku pulang dulu ya" kata luna sambil berjalan keluar.


"Hati hati" kata cici.


Luna pun berjalan dan diikuti oleh barack.


"Aku antar kamu pulang" kata barack.


"Tidak usah, aku udah biasa naik angkot" kata luna sok jual mahal.


"Tapi tiba tiba barack menarik tangan luna dan membawa luna menuju mobilnya.


Terlihat senyum tipis di wajah luna saat itu dan dia pun melirik ke arah cici yang masih di depan pintu sambil sesekali mengangkat alisnya.


"Dasar sok jual mahal lo" kata cici.


Saat di dalam mobil dalam perjalanan menuju ke rumah luna.


Luna terus diam dan tidak membahas masalah soal tadi di galeri klara.


"Kamu habis menangis?" tanya barack setelah melihat mata luna yang sembab dan mencoba memecah keheningan.


"Menurut kamu???" luna tanya balik.


"Beneran kamu pacaran sama playboy itu? kapan jadian!" tanya barack.


"Memang kenapa?" kata luna sewot.


Mendengar kata luna barack langsung menghentikan mobilnya.


sssiiiiitttt , , bunyi rem mobil barack.


"Barack apaan sih!" kata luna yang syok karena barack menginjak rem dengan tiba tiba.


Barack menatap tajam ke arah mata luna.


"Aku serius!!!" kata barack dengan nada galak.


Luna hanya diam melirik ke arah barack, dan mencoba menelan ludah pelan pelan.


Barack hanya menghela nafas panjang setelah mendengar kata kata luna.


"Iya juga, ngapain aku nanya nanya soal itu" kata barack dalam hati.


"Nanti malam ayahmu mengajak makan malam di luar, mau bicarain hal penting, kamu tau dia mau bilang apa?" tanya luna sambil sesekali melirik sinis ke arah barack.


"Dia tidak bilang apa apa sama aku" jawab barack sambil melanjutkan kembali menyetirnya.


 


Saat malamnya keluarga cokro sudah sampai di restoran terlebih dulu, mereka berjalan menuju meja yang sudah di pesan oleh ayahnya barack.


 


Sedangkan barack dan kedua orang tuanya tiba setelah beberapa menit kemudian.


"Maaf jeng menunggu lama ya?" kata bu bowo kepada bu cokro.


"Tidak ko, kita juga baru saja dateng" kata bu cokro.


Pandangan luna selalu tertuju ke arah barack sejak kedatangannya di restoran itu.


"Ya ampuuuunnn, , barack ganteng parah malam ini, haaduuh, wajahku jadi panas banget nih" kata luna dalam hati sambil mengipas ngipas wajahnya dengan tangan.


Luna dan barack hanya saling lempar pandang saat itu.


"Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini ya?" kata luna sambil berbisik ke arah barack yang duduk di sampingnya.


"Hanya perasaanmu saja" kata barack dengan nada lirih.


Bu wibowo pun segera memanggil pelayan dan memesan beberapa makanan.


Saat di tengah tengah makan malam, pak bowo mencoba mengutarakan maksutnya mengajak mereka makan malam.


"Sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan sama kamu dan keluarga cok, aku dan istriku sudah membahas masalah ini beberapa hari kemarin" kata pak bowo memulai pembicaraan.


"Apa wo? bilang saja" kata pak cokro.


"Aku dan istriku ingin luna dan barack segera menikah" kata pak bowo.

__ADS_1


Luna dan barack langsung terbatuk batuk mendengar kata kata pak bowo.


"Kalian ini seperti anak kecil saja, kalau makan pelan pelan donk" kata bu cokro ke arah luna dan barack.


Kemudian luna dan barack mengambil segelas air dan langsung meminumnya untuk melegakan tenggorokan.


Luna dan barack hanya saling melempar pandang lagi.


"Lakukan tugas mu, kamu sudah berjanji kalau kamu akan membantuku mengulur waktu kan" kata barack lirih ke arah luna.


Wajah luna pun terlihat sedih setelah mendengar parkataan barack.


"Maaf om, tapi luna belum siap untuk menikah, bukan berarti luna menolak perjodohan ini tapi, , luna ingin menikah setelah kuliah luna selesai" kata luna sambil sesekali melirik sinis ke arah barack.


"Luna, kok kamu ngomongnya gitu, om bowo kan pengen kamu" kata kata pak cokro terputus.


"Tidak papa cok, santai saja, aku menghargai keputusan luna, , aku bangga dengan dia karena berusaha bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia mulai, karena sebentar lagi kuliahnya selesai, maka om akan mengabulkan permintaan mu, tapi sebagai gantinya kalian harus tunangan dulu ya" kata pak bowo.


"Iya lun, untuk mengikat kalian, nanti biar mamah sama tante yang menyiapkan segala sesuatunya ya" kata mamahnya.


Luna melirik ke arah barack uang terus memegangi keningnya.


Tidak sengaja luna melihat klara masuk dari arah pintu menuju meja dengan beberapa rekan kerjanya.


"Klara???" kata luna dalam hati.


Luna pun meraih lengan jas barack dan menariknya.


"Kenapa?" tanya barack dengan nada pelan.


"Ada klara, lihat ke arah jam 12" kata luna lirih sembari menutupi matanya dengan tangan, berharap klara tidak melihat ke arahnya.


Wajah barack terlihat panik setelah melihat klara.


Barack hanya menunduk sambil memegangi leher bagian belakangnya.


"Kita harus keluar dari sini" kata luna lirih.


"Caranya?" kata barack.


"Mmm, , luna ke toilet sebentar ya" kata luma smabil memyenggol pundak barack berulang ulang.


"Aku akan mengantar luna" kata barack.


"Iya jangan lama lama" kata bu bowo.


Sedangkan orang tua mereka sibuk membahas bisnis mereka.


Mereka berdua pun segera meninggalkan meja dengan berjalan ke arah belakang restoran dan keluar dari restoran itu melalui pintu lain.


Beberapa saat kemudian akhirnya luna dan barack berhasil keluar dari restoran itu.


"Hadduuuhhh , , tunggu tunggu,. berasa kaya maling yang di kejar kejar aja, capek nih" kata luna dengan nafas terengah engah.


Luna pun duduk di bangku yang tersedia di taman depan restoran itu.


"Kan kamu yang ngajak lari tadi" kata barack sambil melepas jas dan melonggarkan dasinya.


Luna mencoba melepas sepatu hilsnya. Dia memegangi kaki bagian belakangnya yang agak lecet.


"Udah tau tidak bisa pake hils masih pakai juga!" kata barack yang terus melihat ke arah kaki luna.


Luna hanya diam mendengar kata kata barack.


Barack langsung melepas sepatunya dan memberikan ke luna agar dia memakainya.


kebetulan barack memakai sepatu semi formal.


"Kok dilepas?" kata luna melihat kaki barack yang telanjang tanpa alas kaki.


"Kamu pakai saja, aku masih bisa jalan tanpa sepatu" kata barack.


Luna pun mencoba memakai sepatu milik barack itu, kebesaran sih, namun lumayanlah dari pada telanjang kaki.


Lalu barack menutupi pundak luna dengan jasnya.


"Biar tidak dingin" kata barack sambil meraih sepatu hils yang ada di tangan luna.


"Jangan terlalu baik seperti ini, nanti aku jadi salah sangka lagi" kata luna.


"Kalau tidak mau ya sudah bawa sini jasnya" kata barack mencoba mengambil kembali jasnya dari luna.


"Ih, , masak mau di ambil lagi, itu jatuhnya lebih parah ketimbang PHP lo" kata luna.


Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalanan malam itu.

__ADS_1


***


__ADS_2