Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
43 CEO: Love's Romance Menculikmu


__ADS_3

Aileen perlahan berjalan kearah kamar David yang letaknya tepat di depan kamarnya. Tangannya bergerak menekan tombol bell. Beberapa kali perempuan itu menekan tombolnya namun tak ada sahutan dari arah dalam.


"Sedang apa dia??, , " gumamnya.


Aileen mencoba memberanikan diri untuk membuka pintu perlahan, kedua alisnya terangkat tak percaya karena ternyata pintu kamar David tak terkunci.


"Ceroboh!!"


Setelah berhasil membuka pintunya Aileen berjalan mengendap endap masuk kearah dalam.


Pandangan Aileen menyapu seluruh ruangan itu, namun dia tak melihat David berada di sana.


"Kemana dia??"


Aileen melangkah lagi lebih kearah dalam, matanya menyelidik untuk mencari keberadaan kopernya.


Perempuan itu tersenyum ketika melihat koper miliknya ada di seberang ranjang. Namun baru selangkah dia beranjak dari tempat semula untuk mengambil koper itu, Aileen langsung memaku langkah kakinya ketika mendengar suara gemericik air dari arah dalam kamar mandi.


Perempuan itu memalingkah wajahnya kearah pintu kamar mandi. Kemudian dia mempercepat langkahnya untuk mengambil koper sebelum David keluar dari sana. Aileen semakin kalang kabut ketika mendengar suara gemericik air itu berhenti.


Aileen berlari kecil untuk mengambil koper, setelah berhasil mendapatkannya perempuan itu langsung menyeret kopernya.


"Kamu kembali lagi?" suara berat yang keluar dari mulut David seketika membuat tubuh Aileen tersentak kaget hingga perempuan itu memaku tubuhnya.


David berdiri di depan pintu. Dia sengaja hanya memakai handuk yang melingkar di pinggangnya untuk menutup sebagian tubuhnya. Sementara bagian dadanya dibiarkan terbuka begitu saja.


Aileen berdiri memunggungi laki laki itu.


"Aku, , aku, aku hanya ingin mengambil koperku!"


Dada Aileen semakin berdebar kencang, nafasnya pun semakin memburu saat merasakan bahwa laki laki itu sedang berjalan mendekat kearahnya dari arah belakang.


"Berhenti di situ!!" Aileen memutar tubuhnya dengan cepat, mengangkat satu tangannya kearah David untuk menghentikan gerakan tubuh laki laki itu. Sementara matanya terpejam agar tak melihat dada David yang terekspose.


David hanya tersenyum, dia malah melangkah mendekati Aileen dan sengaja menempelkan dadanya ke telapak tangan Aileen yang ada di depannya.


Aileen menganga, dengan cepat dia membuka matanya. Melirik kearah telapak tangannya yang melekat di dada David.


Perempuan itu membulatkan mata lalu menarik tangannya kembali.


Aileen melangkah mundur ketika Melihat kaki David bergerak mendekatinya. Laki laki itu terlihat sangat menawan. Rambut basah dan berantakan, air yang menetes melewati pelipis mengalir ke leher menuruni dadanya membuat penampilan David semakin terlihat menggoda.


David menyeringai kemudian berucap.


"Sengaja menjadikan koper sebagai alasan karena sebenarnya ingin menemuiku kan??" David berucap dengan lembut nan menggoda. Membuat detak jantung Aileen semakin tak karuan.


Pipi Aileen merona, dia menunduk menyembunyikan wajahnya dari David.


"Iiiihhh!!, , David!!" Aileen berdecak jengkel.

__ADS_1


"Kamu mengahalangi jalanku!" Aileen menggunakan lengannya untuk mendorong tubuh david.


Tetapi David malah mendorong tubuh Aileen hingga terpentok tembok. Menahan pundak perempuan itu agar tak bisa bergerak kemana mana.


"David!!, ,lepas!!" Aileen berusaha menepis tangan David.


Laki laki itu membungkuk mendekatkan bibirnya ke telinga Aileen kemudian berbisik.


"Bersihkan dirimu, aku ingin mengajakkmu ke suatu tempat"


Aileen sempat bergidik karena sebagian tubuhnya merinding ketika nafas David menyapu telinganya. Sejenak Aileen terpaku kemudian, dia sempat kehilangan konsentrasinya ketika aroma wangi tubuh laki laki itu memaksa masuk menyeruak kedalam hidung dan langsung menjajah pikirannya.


David menyeringai ringan ketika melihat Aileen terdiam melamun, perempuan itu sedang melihat kearah dadanya. Senyum David semakin lebar, dia menggunakan ujung jarinya untuk meraih dagu perempuan itu, kemudian mengangkat wajah Aileen yang tertunduk agar menghadap kearahnya.


Seketika pandangan mata Aileen langsung tertuju kearah wajah David yang begitu dekat dengannya.


David mengirim ciuman lewat udara kearah bibir Aileen, hingga akhirnya membuat perempuan itu tersadar.


Aileen mendorong kuat tubuh David, dia lalu menarik kopernya setelah berhasil membuat David menjauh darinya.


Laki laki itu terkekeh sambil menatap tubuh Aileen yang mulai melangkah mendekati pintu kemudian keluar.


♡♡♡


"Hanya mengambil koper lama sekali!!" Iris yang sedang mengganti bajunya setelah selesai mandi itu melihat heran kearah Aileen.


"Dia suka mengganggumu karena dia menyukaimu Aileen" Iris terlihat sedang menyisir rambutnya sambil berkaca.


Aileen terkekeh, ujung matanya melirik kearah bayangan Iris yang terpantul di kaca.


"Iya dia bahkan menyukai semua wanita yang ditemuinya!!" Perempuan itu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Iris menghela nafas panjang untuk melegakan perasaannya.


"Kalian berdua memang sama!, , sama sama tidak mau mengakui perasaan kalian masing masing. Nanti giliran di cuekin ngambeeekk!"


"Iris berisik iiiihhh!!" teriak Aileen.


"Kamu tuh yang berisik!!, , cepat mandi. Setelah ini kita turun ke bawah"


"Mau apa??"


"Makan malam!!, , memang kamu tidak lapar apa??" Iris memutar tubuhnya kearah Aileen.


"Iya iya aku mandi" dengan malas Aileen berjalan kearah kamar mandi.


♡♡♡


Kenzi dan Iris sudah terlebih dulu berada di restoran yang ada di hotel itu.

__ADS_1


"Kalau kamu lapar kamu bisa makan dulu" Kenzi berucap dengan lembut kearah Iris.


"Tidak apa apa kita tunggu mereka saja" ucap Iris merujuk kepada Aileen dan Kakanya.


Sementara di sisi lain David terlihat berdiri sambil bersandar ke tembok samping pintu lift. Entah apa yang sedang dia lakukan, laki laki itu terlihat seperti sedang menunggu seseorang.


Dan benar saja ketika melihat Aileen keluar dari lift David langsung meraih tangan perempuan itu.


Seolah tak menghiraukan penolakan Aileen, dia membawa Aileen melangkah keluar dari hotel dan masuk ke dalam mobil yang sudah di pesan oleh David sebelumnya.


"David??, , kita mau kemana??, , Iris dan Kak Kenzi sedang menunggu kita!" ucap Aileen yang terlihat kebingungan saat itu.


"Menculikmu!!" ucap David, kemudian laki laki itu mendorong tubuhnya maju mendekati supir lalu berabisik.


"Menculikku??"


Kesua alis Aileen menyatu, dia mulai terlihat menyelidik kearah David sambil mengerucutkan matanya.


♡♡♡


Kenzi terlihat sedang menyelidik kearah luar, dia sedang menunggu Aileen yang tak kunjung datang.


"Kak Kenzi menunggu Aileen?" Iris yang duduk dan terus memandang kearah laki laki itu pun menyadarinya.


"Eee, , " Kenzi merasa canggung ketika ingin menjawab pertanyaan Iris.


"Bukannya kalian sekamar??, , apa yang sedang dia lalukan??, , kenapa Aileen belum terlihat sampai sekarang?" Kenzi menghujani Iris dengan berbagai pertanyaan.


Perempuan itu terlihat diam sejenak, kemudian dia menjawab pertanyaan Kenzi.


"Dia tadi sedang mandi ketika aku turun kebawah, sebentar lagi pasti turun"


Kenzi terdiam, dia merasa sedikit aneh ketika dirinya juga tak melihat David ada di sana.


Dret dret!!!


Iris melirik kearah ponselnya yang ada di atas meja.


Tangannya bergerak meraih ponsel itu kemudian. Matanya menyelidik kearah layar, dia membaca pesan singkat yang dikirim oleh Kakaknya, kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah Kenzi yang duduk di seberang meja.


Kenzi seakan tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Iris setelah melihat ekspresi wajahnya.


"Apa mereka berdua tidak akan ikut makan malam bersama kita??" Ucap Kenzi seketika.


Iris hanya memamerkan senyum canggung kearah Kenzi.


"Tidak apa apa" Kenzi meraih tangan Iris dan mengusapnya lembut.


"Kita makan berdua saja ya" laki laki itu mencoba untuk bersikap tenang. Tetapi Iris bisa melihat guratan kecewa di raut wajah laki laki itu.

__ADS_1


__ADS_2