
David sempat terdiam sejenak di dalam mobil, dia menoleh melihat Aileen berdiri di depan pintu sambil melihat ke arahnya.
"Pulanglah, , aku bisa jalan sendiri!" David berucap dengan malas sembari melepas sabuk pengaman.
David melangkah turun, sempat memaku tubuhnya sebelum melangkah menuju pintu.
Perlahan dia melangkahkan kakinya mendekati Aileen.
Dengan tatapan malas kemudian dia berucap.
"Kamu belum tidur?" tanyanya kepada Aileen yang masih berdiam diri menatap David dengan pandangan penuh rasa bersalah.
Aileen mencium bau alkohol yang menyengat dari tubuhnya ketika terbang terbawa angin hingga menyapu wajahnya.
"Dia mabuk?"
Keningnya bekerut dia ingin menanyakan hal itu kepada David tetapi Aileen tidak ingin suasananya menjadi tambah keruh. Aileen lebih memilih diam dan bermaksud ingin membawa laki laki itu masuk ke dalam.
Mereka saling menatap sejenak, menyimpan berbagai pertanyaan di benak mereka masing masing.
"David?" Aileen ingin mendekatinya, meraih, memeluk tubuh laki laki itu.
Tetapi David berusaha menghindar. Dengan nada berat dia berucap.
"Masuklah, ini sudah malam Ai" dia melangkah masuk, menikmati kepalanya yang terasa sedikit pusing. Beruntung dia bisa mengendalikan diri dari mabuknya dengan baik.
Aileen mengikutinya dari arah belakang, setelah sampai di kamar dia mencoba mendekati laki laki itu. Dengan lembut membantunya melepaskan jas serta dasi yang sebelumnya telah di tarik paksa oleh hingga lusuh.
David menghentikan tangan Ailene ketika perempuan itu berusaha mencoba membantu membuka kancing kemejanya.
"Tidak perlu Ai, , aku bisa melakukannya sendiri" David berusaha sebisa mungkin untuk menahan amarahnya agar tidak meluap hingga membuat dirinya hilang kendali dan menyakirti Aileen.
David kemudian berjalan melewati Aileen menuju kamar mandi.
"Felix hanya menolongku" seketika bibir Aileen berani berucap untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tadi siang.
David menoleh ke samping, berusaha agar Aileen bisa mendengar dengan baik apa yang akan dia katakan tanpa harus saling bertatap muka.
"Aku tahu, , dia terlalu baik untuk selalu menolong seseorang" David melanjutkan langkahnya tanpa mendengar bantahan Istrinya.
__ADS_1
Berusaha untuk tetap tenang, hanya itu yang bisa Aileen lakukan. Dia keluar mengambil handuk bersih untuk Suaminya. Tapi sebelum membawanya ke dalam kamar Aileen menyempatkan untuk pergi ke dapur sengaja membuatkan minuman yang akan membantu David sedikit menghilangkan efek mabuknya.
Setelahnya dia kembali ke dalam kamar, meletakkan minuman di atas nakas. Aileen kemudian melangkah menuju kamar mandi. Tubuhnya terpaku ketika tak melihat David berada di dalam sana. Yang dia lihat hanya pecahan kaca berserakan di lantai.
Aileen sempat menghela nafas panjang kemudian pergi mengambil kotak P3K, wajahnya dipenuhi rona kekhawatiran ketika mencari keberadaan David tak ada di setiap ruangan.
Tak lama kembali Perempuan itu menghela nafas panjang melegakan dadanya yang sempat sesak karena memikirkan sikap Suaminya.
Aileen akhirnya menemukan laki laki itu berada di ruang kerjanya, sedang duduk menyandarkan punggungnya kesandaran kursi. Kepalanya menengadah hingga sedikit terdorong ke belakang, seolah sedang mencoba menghilangkan rasa penat sekaligus pikiran campur aduk yang berkecamuk menjadi satu.
Perlahan Aileen mendekatinya ke sisi meja. Menekuk kedua lututnya sementara tangannya bergerak meraih jari jemari David yang terluka.
Laki laki itu menyadari kedatangan Istrinya, dia mengangkat kepalanya lalu tertunduk menatap wajah Aileen. David terdiam, raut wajahnya di penuhi dengan rasa penyesalan. Menyesal karena tak bisa menjaga Aileen sampai sampai harus membiarkan orang lain menolongnya. Itulah yang di pikirkan oleh David.
"Kenapa kamu melukai dirimu sendiri?" Aileen berucap dengan nada tenang, hingga membuat David yang mendengarnya semakin merasa bersalah kerena telah membuat perempuan itu khawatir.
Aileen mulai membersihkan serpihan kaca yang masih tertinggal di ruas jarinya. Menghembuskan nafas hangatnya yang keluar dari mulut ketika David menggerakkan sedikit jarinya saat Aileen menyentuh di bagian yang terluka. Aileen berusaha melakukannya dengan perlahan dan hati hati.
"Aku sempat marah, hanya saja aku takut melukaimu jika tidak melampiaskan amarahku terlebih dulu. Aku takut menyakitimu seperti yang pernah aku lakukan dulu. Atau mungkin aku bisa melakaimu lebih dari itu saat ini!" akhirnya David mau membuka mulutnya, mengutarakan apa yanh ada di dalam hatinya.
Aileen telah selesai membungkus luka di jari jemarinya. Kemudian menengadah menatap lekat David yang jauh lebih tinggi.
"Aku tidak pernah memalingkan wajahku kepada laki laki itu. Aku juga sudah memutuskan kontrak kerjaku dengannya. Bahkan sebelum aku menandatanganinya. Itu semata mata karena aku ingin menjaga perasaanmu" Aileen semakin melembutkan tatapannya.
"Maaf, aku tidak tahu kalau dia akan menggendongku saat aku terjatuh"
"Maaf Ai, , aku yang seharusnya meminta maaf"
"Tidak!, , apa yang kamu lakukan itu sudah benar. Pergi untuk menenangkan diri itu lebih baik karena akan mengurangi pertengkaran di antara kita. Tapi, , " Aileen sekali lagi mengecup telapak tangannya. Kemudian kembali menatap laki laki itu.
"Jangan pernah diam. Setidaknya bicaralah jika kamu memang marah, maka aku akan memberimu waktu untuk menyendiri"
"Mungkin aku ke kanak kanakkan, tapi inilah aku. Aku tidak bisa menutup nutupi bahwa aku memang cemburu!, ,aku tidak suka seseorang menyentuhmu. Sekali pun dia hanya menolong, maaf Ai"
"Aku juga minta maaf, karena telah membiarkan laki laki lain menyentuhku" Aileen merasa senang karena laki laki itu lebih bisa terbuka tentang perasaannya.
"Jadi kita baikkan?" Aileen mengangkat tangannya, mengajak David untuk melakukan janji kelingking.
Laki laki itu tertawa geli.
__ADS_1
"Kenapa kita harus melakukan itu" David kini berusaha menahan tawanya, setelah beberapa detik dia lepas kendali hingga gelak tawanya mencuat keluar.
"Ini janji kalau kita sudah baikkan dan tidak akan membahas masalah ini lagi" Aileen masih berharap David akan membalas janji kelinglingnya.
"Ayolaaah" ucapnya dengan nada lembut nan manja.
David menghela nafas panjang, laki laki itu tersenyum membalas janji kelinglinh kepada Istrinya kemudian.
"Sebagai permintaan maaf karena sudah membuatmu cemburu, aku ada sebuah hadiah untukmu" Aileen beranjak berdiri, menarik tangannya membawa laki laki itu masuk ke dalam kamar.
"Apa?" David mulai penasaran, pasalnya dia tidak membayangkan hal ini sebelumnya.
"Ikut saja denganku" Aileen telah berjalan di depan untuk menuntun David masuk ke dalam kamar dengan saling bergandengan.
Setelahnya Aileen menutup kemudian mengunci pintu kamar.
David hanya terlihat kebingungan, menatap Aileen dengan penuh tanda tanya.
"Ai, , kamu baik baik saja kan?"
"Sssssttt" perempuan itu menggunakan jarinya, meminta David diam dan jangan banyak bicara.
Aileen meraih rahangnya memaksa David membungkuk agar perempuan itu lebih mudah ketika mencium bibirnnya. Aileen memainkan bibirnya dengan lincah, menciumnya, menyesapnya melumatnya dengan lembut. Namun dia menarik kepalanya menjauh ketika David membalas ciumannya.
"Kenapa??" David terkejut saat Aileen melepaskan ciumannya.
"Jangan membalasku, " ucap Aileen dengan lembut, wajah mereka masih saling berdekatan. Hingga nafas hangatnya menyapu permukaan kulit wajah David, membuat laki laki itu semakin menegang.
"Malam ini kamu tidak boleh melakukan apa pun" bisiknya dengan lembut, sengaja membuat David semakin frustasi karena tak bisa membalasnya.
"Aku yang akan melakukan semuanya untukmu. Nikmati saja apa yang aku lakukan kepadamu" Aileen memulai dengan melepaskan kaosnya, kemudian melucuti semua yang membungkus tubuh David satu persatu.
Apa pun yang di lakukan Aileen terhadap tubuhnya, David hanya bisa menerimanya dengan senang hati. Aileen menggerakkkan tangannya meraba setiap jengekal permukaan kulitnya.
David mencoba untuk mengalihkan pandangan ketika tak bisa berbuat apa apa saat hasratnya semakin membara. Menunggu Aileen, membuat dirinya malah semakin tidak karuan. David pun yang mulai tidak sabar, menekuk lututnya meraih tubuh Aileen yang sempat berjongkok di bawah sana.
"Biarkan aku yang melakukannya, kamu cukup lihat dan menikmatinya" David mengulangi perkataan yang di ucapkan oleh Aileen sebelumnya.
David tidak memberi kesempatan kepada Aileen untuk lebih berlama lama. Kini dia telah mengambil alih atas tubuh Aileen.
__ADS_1
Mengangkatnya, membawanya ke atas ranjang, kemudian melakukan apa pun yang dia inginkan kepada tubuh Aileen untuk membuat Istrinya merasa senang dan puas dengan apa yang dia lakukan.