Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
11 CEO: Love's Romance Pemaksaan


__ADS_3

Langkah David terhenti karena tubuh Aileen terasa berat dan tak bisa di tarik lagi, dia memalingkan wajahnya dan melihat kearah tangan Aileen.


Laki laki itu kemudian menarik tangan Aileen yang sedang menggenggam erat teralis besi. Akhirnya dia membungkuk dan mengendong tubuh Aileen di pundaknya.


"Turunkan aku!!!, , " Aileen meronta dengan menggerakkan kakinya. Sementara tangannya memukul punggung David dengan kuat.


Setelah berhasil menuruni anak tangga, David memaksa perempuan itu masuk kembali ke dalam mobil dan menutup pintu serta menguncinya hingga Aileen tak bisa membuka pintunya dari dalam.


Bola mata Aileen bergerak mengikuti gerakan tubuh David yang sedang mengitari mobil.


"Kamu mau membawaku kemana?" teriaknya seketika.


David masih tetap diam dan memperlihatkan ekspresi wajah datarnya.


Dia pun menyalakan mesin dan mengendarai mobilnya dengan cepat.


♡♡♡


Sepanjang perjalanan Aileen terus berulah, dia sengaja melakukan hal itu agar David mau menghentikan mobilnya.


"Berhenti!!, , aku ingin turun!. apa kamu tuli??" Teriaknya.


Sementara David masih terus terdiam, dia tetap bersikap santai seolah tak mendengar ucapan Aileen di sana.


"Laki laki ini benar benar sudah gila!!"


"Turunkan aku!!!!!" Nafas Ailen semakin memburu karena menahan emosinya ketika David masih tetap membisu.


Ailen akhirnya menggerakkan tubuhnya, sementara kedua tangannya berusaha meraih stir agar mobilnya berbelok dan menepi.


Sontak David pun terkejut, dia tidak menyangka kalau Aileen akan senekat itu.


Davit menginjak pedal rem dengan cepat sebelum mobil itu menabrak pembatas jalan.


Nafas mereka memburu, ketika mobil akhirnya berhenti di tengah jalan dengan kondisi malang.


"Kamu sudah gila!!, , kamu ingin membunuhku!!" David berucap dengan nada keras. Dia mulai kehilangan kesabarannya. Namun dia berusaha keras untuk menetralkan perasaannya. Kini David kembali memamerkan wajah datarnya


"Apa kamu tuli??, , aku dari tadi sudah memintamu untuk mengentikan mobilnya tap" ucapan Aileen terputus, ketika David meraih tengkuk petempuan itu, menariknya dan membungkam mulut Aileen dengan bibirnya.


Aileen membulatkan penuh matanya, ketika David berhasil mencium bibirnya dengan paksa.

__ADS_1


Dia menggunakan kedua tangannya untuk mendorong tubuh David dengan kuat.


Dan ketika berhasil membuat David melepaskan ciumannya, Aileen menggerakkan tangannya untuk menampar pipi laki laki itu.


Namun dengan sigap David terlebih dulu menahan tangan Aileen dengan kuat.


"Berusalah untuk bersikap gila sekali lagi, maka aku akan melakukan lebih dari ini" David berucap dambil memamerkan senyum manisnya yang sangat menggoda.


Namun Aileen yang melihat justru semakin mendidih darahnya. Tetapi dia berusaha keras menetralkan perasaannya ketika mendengar ancaman dari David.


Kini dia berusaha untuk tetap tenang dalam amarahnya.


♡♡♡


David menghentikan mobil di halaman rumahnya. Ujung mata Aileen terlihat menyelidik kearah rumah itu.


"Apa ini rumahnya??"


Lumayan besar, dan terlihat sangat nyaman. Rumah itu sangat terang karena hampir semua lampu terpasang di setiap sisi dan sudut luar bahkan sepertinya itu tak cukup, dari satu lampu ke lampu lain hanya berjarak satu meter. Hingga bisa dibayangkan seberapa terangnya rumah itu.


Aileen teringat akan ucapan Iris tentang kakaknya yang fobia dengan tempat gelap.


"Ke, kenapa kamu membawaku kemari?" dahi Aileen berkerut. Dia terlihat ketakutan jika David berbuat hal lebih kepadanya.


Laki laki itu terkekeh melihat raut wajah Aileen yang ketakutan.


"Tenang saja aku tidak akan menyentuhmu!!" ucapnya sambil menyelidik kearah tubuh Aileen. Dada dan pinggang yang terlihat sedikit rata tak membuat laki laki itu tertarik dengannya.


Tapi demi memepertahankan harga dirinya agar tak kalah dari taruhan itu dari Abell, David bersikap seolah dia memang sangat menginginkan Aileen.


"Kamu belum menjawab pertanyaanku!!" ucap Aileen, dia mencoba mengingatkan David.


Laki laki itu menghela nafas sambil membuang pandangan matanya dengan malas.


"Karena aku tidak bisa meninggalkan dirimu sendiri di tempat itu!, ," David berucap dengan nada lembut. Dia mengulurkan tangannya kearah Aileen. Mununggu perempuan itu membalas uluran tangannya.


"Ai??, , turunlah" bisiknya kemudian.


"Aku ingin pulang!!, , antarkan aku kembali rumah itu!" Aileen berucap dengan angkuh, dia tak ambil pusing dengan apa yang akan dilakukan oleh David selanjutnya.


David akhirnya membungkuk untuk mempermudah dirinya mengangkat tubuh Aileen.

__ADS_1


"Teriaklah semampumu!, aku pastikan, aku akan membungkam mulutmu lagi"


Dengan cepat Aileen langsung menutup bibirnya rapat dengan tangannya. Sementara David tersenyum setelah melihat tingkah Aileen yang memperlihatkan ekspresi wajah lucunya karena ketakutan David akan menciumnya lagi


David membawa perempuan itu masuk ke dalam rumahnya.


Sementara wajah Aileen semakin menegang ketika David melangkah membawa tubuhnya kedalam sebuah kamar.


"Turunkan aku!!, , kenapa kamu membawaku kemari!!, , "


David akhirnya membuang Aileen keatas ranjang. Tubuh perempuan itu sedikit melambung ketika membentur ranjang yang sangat empuk dan nyaman.


Laki laki itu kini duduk di bibir ranjang hingga membuat Aileen akhirnya menarik tubuhnya menjauh dari jangkaun David.


"Apa aku terlihat seperti orang jahat??, , aku sudah bilang aku tidak akan menyentuhmu" David berucap dengan nada melembut, untuk membuat perempuan itu luluh.


"Aku ingin pulang!" kalimat itu yang terus diucapkan oleh Aileen.


"Aku tidak bisa meninggalakanmu di tempat itu sendiri. Berapa kali aku harus mengatakan hal itu?, , . Malam ini tidurlah di sini. Besok pagi aku akan mengantarmu pulang"


Aileen tersenyum sinis, dia terlihat waspada kepada David.


"Apa kamu sudah gila!!, , kamu tidak perlu bersusah payah memikirkanku! aku bisa mengurusi diriku sendiri"


David terdiam, dia tidak habis fikir bahwa akan ada seorang perempuan yang akan menolaknya sampai ke titik ini. Padahal biasanya tanpa diminta, setiap wanita yang dikencaninya selalu melompat ke atas ranjang dengan sendirinya tanpa diminta.


Walau pun akhirnya David selalu menolak mereka.


David beranjak dari ranjang, dia berdiri memunggungi perempuan itu sambil berucap.


"Bersihkan dirimu!, , aku akan menyuruh pelayan mempersiapkan baju untukmu"


"Aku"


"Aku tidak ingin mendengar bantahan dari mulutmu. Apa aku tadi berucap dengan kurang jelas??, , aku akan melakukan hal lebih dari apa yang sudah aku lakukan terhadapmu tadi!!" David berucap untuk mengingatkan kejadian yang sempat David lakukan saat di mobil dalam perjalanan menuju kearah rumahnya.


Dan seketika ruangan itu hening, Aileen pun lebih memilih untuk diam.


Setelah David keluar dari kamar itu sambil menutup pintunya. Tangan Aileen bergerak meraih ponsel yang ada di saku celana. Dia ingin menghubungi Koyoko namun saat itu juga Orang tuanya telah menelponnya terlebih dulu.


Aileen bergerak turun dari ranjang dan berjelan mendekati kearah kaca yang tertutup tirai di sana. Tangannya bergerak membuka tirai itu untuk melihat keadaan luar sambil menjawab panggilan dari Mamahnya.

__ADS_1


__ADS_2