
Semtara David tahu kemana arah pembicaraan wanita itu.
"Aku tidak membayar wanita dengan tubuhku!!" Ucapnya seketika langsung membuat wanita di sampingnya menjauh.
Semua wanita yang pernah berada di sisi David tahu bahwa laki laki itu tidak pernah bercinta dengan mereka mereka. David hanya memperlakukan mereka selayaknya seorang wanita yang harus dikasihi, bukan meminta mereka untuk melayani kebutuhan sexnya. Bagi David dengan adanya wanita di sekitarnya sesaat akan membuat dirinya lupa dengan masa kelamnya.
"Apa pun yang kamu mau, asal bukan tubuhku!" Laki laki itu berucap lagi untuk membuat wanita di sampingnya merasa senang.
"Bolehkah aku menjadi pemeran utama di film terbarumu?" ucap wanita itu dengan nada nakal.
"Aktingmu buruk!, , aku tidak bisa membuat rating filmku jatuh, , mintalah yang lain!"
Wanita itu terlihat sedikit kesal, dia tidak mendapatkan apa pun yang dia inginkan.
David berinisiatif mengambil brosur mobil yang ada di kursi belakang dan memberikannya kepada wanita itu.
"Pilih salah satu yang kamu suka. Aku akan memastika orangku mengirimnya sore ini" ucapnya dengan enteng. Dia tahu wanita di sampingnya tak bisa menolak pemberiannya.
Seketika ekspresi wajah wanita itu langsung berubah.
Sementara wanita itu sibuk memilih mobil, David membuang pandanganya ke arah luar dari balik kaca. Matanya seketika melihat seorang perempuan berdiri di depan spanduk.
David menekan salah satu tombol di samping tanganya hingga kaca mobilnya terbuka. Ujung matanya mengerucut ke arah perempuan yang sedang tersenyum, David menyelidik ke arah sapnduk itu. Dia melihat gambar Mamahnya di sana.
"Apa yang sedang perempuan itu lakukan, , apa dia sudah gila senyum semyum sambil berbicara sensiri sambil menatap Spanduk itu??"
David menggeleng tak percaya, dia menutup kembali kaca mobilnya. Dan melanjutkan perjalannan.
♡♡♡
Sebelum pergi menemui Ayahnya, David menghentikan mobilnya di depan sebuah mini market.
Dia melangkah keluar dan masuk ke dalam minimarket untuk membeli air mineral.
Setelah membayar, dia membuka pintu dan bermaksud untuk kekuar. Namun ujung matanya tertuju kepada perempuan yang dilihatnya saat dia berada di lampu merah tadi.
David mengurungkan niatnya untuk kelaur, dia kembali masuk dan bersembunyi di balik rak yang penuh dengan makanan ringan di sana.
Dia bersikap seolah sedang memilih salah satu snack.Tetapi ujung matanya tertuju kearah perempuan yang kini sedang berjalan masuk ke dalam mini market dari sela sela rak itu.
Aileen berjalan menuju kasir.
"Maaf, apa Koyoko tidak masuk hari ini?"
"Dia ambil sift pagi, , dan sekarang dia sudah pulang, sekitar 10menit yang lalu" ucap seorang laki laki yang berdiri di meja kasir.
"Bukannya dia pulang tadi pagi jam 4 dari tempat kerjanya, masak iya dia langsung ambil sift pagi tanpa beristirahat dulu??"
"Baiklah terima kasih" Aileen terlihat memaku langkahnya ketika ingin keluar di depan sebuah rak yang penuh dengan kaset CD.
Matanya membulat penuh saat melihat cover kaset bergambar angka 7. Dia seakan mendapatkan undian mobil saat itu. Tangnnya bergerak meraih kaset itu dari rak.
David yang sedari tadi nampak mengintai dari jauh pun dibuat terkekeh oleh tingkah Aileen yang kini sedang berjingkrak jingkrak
"Perempuan itu memang sudah sinting, melihat gambar Mamah dia ngomong sendiri, melihat kaset itu dia bertingkah seperti anak kecil"
David menggeleng tak percaya melihat sikap Aileen.
Namun wajahnya terpaku ketika melihat senyum perempuan itu. Senyum yang sangat manis, hingga membuat laki laki itu sejenak terpana. Sebelum akhirnya bergidik untuk menyadarkan diri sendiri.
__ADS_1
David pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
"Ini ori kan??" ucap Aillen kapada Kkasir laki laki itu.
"Iya, itu milik temanku, dia punya dua jadi dia meminta tolong padaku untuk menjual yang satunya lagi"
"Bungkus ini!" Aileen pun membayar tagihan kaset yang dia beli.
Saat akan melangkah menuju pintu, dia harus berebut dengan David, siapa yang akan terlebih dulu keluar.
"Hei!!" David menarik bagian leher kaos Aileen dari arah belakang. Hingga membuat perempuan yang akan melangkah keluar itu harus kembali mundur.
"Aku yang membuka pintunya, jadi aku dulu yang keluar!" ucap David. Laki laki itu tersenyum kearah Aileen. Berharap Aileen akan terpana dengan ketampanannya.
Sejenak Aileen terdiam, dia mengawasi wajah David.
"Hei Om!!, , di mana mana. Laki laki itu harus mengalah"
David tak percaya mendengar perempuan itu memanggilnya dengan sebutan Om.
"Kamu memanggilku Om? Setua itukah aku??, ," dia terkekeh kemudian.
Aileen tak mau ambil pusing. Dia langsung melangkah keluar dan pergi begitu saja.
Sementara David masih terpaku, dia tak percaya melihat seorang perempuan bertingkah dibgin terhadapnya.
"Apa mata perempuan itu rabun??, , hingga mengacuhkanku?" David berucap, seolah dia tak terima ada seorang perempuan yang tak perduli bahkan tak tertarik dengan dirinya.
Bagi David ini seperti sebuah penghinaan.
♡♡♡
Barack, David dan beberapa pemegang saham terlihat sedang berdiskusi mengenai masalah kerja sama.
"Maaf Tuan Barack, sebelumnya kalau hanya untuk memebahas masalah ini bisa saja melewati sekretatisku. Jadi tidak perlu mengundangku kemari" David berucap dengan sopan kepada Ayahnya, dan bersikap seolah dia benar benar orang penting.
"David, , ini bisnis, jadi kamu juga harus bertanggung jawab. Kita sudah membicarakan masalah ini sebelumnya" Barack berucap dengan nada penuh penekanan. Berharap putranya akan tunduk.
Namun yang ada mereka malah saling melempar pandang.
"Baiklah, , aku akan mengatur semuanya! jika konsepnya sudah matang, kita bisa langsung mulai shootingnya"
♡♡♡
"Apa kamu sakit??" Aileen yang baru saja masuk mempercepat langkahnya menghampiri Koyoko. Tangannya meraih kening perempuan yang sedang terbaring itu untuk memastikan keadaannya.
"Aku hanya lelah, aku juga sudah minum obat. Aileen, , bisakah aku minta tolong padamu?" suara Koyoko terdengar lirih, dia terlihat sangat kelelahan.
"Ya, , katakan aku akan menolongmu!" Aileen beranjak dari ranjang, dia berjalan kearah tas ransel miliknya dan menyimpan kaset yang sempat dia beli di mini market ke dalam tas itu.
"Bisakah hari ini kamu menggantikanku di tempat karaoke?" Koyoko berucap dengan nada memohon.
"Apa??" Aileen memutar tubuhnya kearah Koyoko.
"Pliss, , aku tidak bisa bekerja di sana lagi, jika aku tidak mencari penggantiku untuk hari ini. Mereka akan menggantiku dengan yang lain" Koyoko terlihat menangkupkan kedua tangannya.
"Aa, , aku tidak punya pengalaman bekerja ditempat seperti itu" Aileen tampak ragu, dia memang tidak pernah bekerja di tempat karaoke sebelumnya.
"Kalau begitu biarlah aku dipecat, lahi pula aku juga bisa cari tempat kerja yang lain lagi" Koyoko menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"Yaah walau pun gajinya pasti akan lebih sedikit dibanding tempat karaoke itu. Jadi berkurang juga pendapatanku. Bahkan aku tak bisa mengirim uang lebih kepada nenekku sekarang" Koyoko berucap untuk membuat Aileen berubah pikiran.
Perempuan yang tengah berdiri kini sedang berjalan mendekat kembali ke arah ranjang. Entah Koyoko sengaja nelakujannya atau tidak, tetapi Aileen sangat iba ketika mendengarnya.
"Tidak ada salahnya, dia juga sudah baik padaku"
"Baiklah!, , aku akan menggantikanmu, untuk hari ini. Berikan alamat tempat itu" Aileen menarik selimut yang menutupi wajah temannya. Dia melihat senyum Koyoko yang semakin melebar saat itu.
♡♡♡
Hampir tengah malam akhirnya Aileen sampai di tempat tujuan. Dia memperlihatkan ID cart milik Koyoko yang sengaja dibawanya untuk akses masuk ke tempat karaoke elite itu. Tanpa ID cart khusus pegawai maka dia tidak akan bisa keluar masuk.
Aileen terlihat sedikit kebingungan, dia menyelidik ke setiap bagian ruangan di sana.
"Ada yang bisa aku bantu??, , kamu sedang mencari siapa?" Tanya seorang wanita yang sedang lewat dengan mengenakan pakaian minim.
"Eemm, , itu, aku pengganti temanku yang sedang sakit" Aileen terlihat malu, pasalnya dari semua wanita yang dia di ruang itu semuanya sangat cantik.
"Owh, , kamu masuk saja keruang itu, ganti pakaianmu dan tunggu giliran untuk di panggil" wanita itu langsung pergi lagi.
"Ha??, , nunggu di panggil" Raut wajah Aileen semakin terlihat kebingungan. Dia langsung pergi menuju ruangan itu.
Di sana dia bertemu dengan kepala bagian yang mengurus semua pegawai.
"Siapa kamu?," ucapnya kepada Aileen yang baru saja masuk.
"Mmm, , maaf aku pengganti Koyoko" Aileen melangkah mendekati perempuan paruh baya itu dengan ragu.
"Ooooh, , pakai ini. Panggil aku Ibu kepala. Ganti bajumu dan cepat keluar" Dia berucap dengan nada berat.
"Itu, , tapi bukannya Koyoko bekerja sebagai witers?, , lalu ini kenapa bajunya minim seperti ini?" Aileen terlihat meremas gaun yang ada di tangannya.
Ibu kepala itu terkekeh.
"Kamu pikir ini restoran, dengan waiters yang harus memakai pakaian tertutup rapat?? Jangan berlagak bodoh nona manis. Cepat ganti bajumu dan ikut denganku!! seorang tamu VVIp membutuhkan winenya. Kamu harus segera mengantarnya"
"Iya, , " Aileen terlihat sangat ragu ketika ingin mengganti bajunya. Koyoko tidak mengatakan kalau dia harus memakai gaun minim dengan belahan dada yang sangat lebar serta panjang gaun yang hanya sejengkal di bawah pinggangnya.
Setelah mengganti bajunya, Aileen terlihat sangat malu. Pipinya bersemu karena pakaian yang dia kenakan.
"Siapa namamu?" ucap Ibu kepala.
"Aileen"
" Bawa wine ini ke ruang VVIP, ingat perlihatkan senyum manismu. Oke!" Ibu kepala memberikan wine yang ada di tangannya kepada Aileen.
"Iya" Dia terlihat ragu, sepanjang jalan menuju ke ruang VVIP Aileen terlihat sangat gelisah dan tak percaya diri.
Dia sempat memaku langkahnya ketika di depan pintu sebelum masuk kedalam ruangan.
Setelah memantapkan diri, Aileen mendorong pintunya.
Matanya tertuju kepada beberapa wanita yang sedang bernyanyi sambil berjoged di sana. Hingga membuat dirinya kesusahan untuk menuju kearah meja saat ingin meletakkan wine itu.
"Maaf permisi!!" Aileen mengeraskan suaranya, berharap wanita itu akan menyingkir dan memberi jalan. Namun suara yang keluar dari mulutnya tak sebanding dengan suara musik yang menggema di ruang itu.
Sementara David sedang duduk sambil ditemani seorang wanita dengan Abell dan Jacq yang juga terlihat duduk di sofa, mereka bertiga tak menyadari keberadaan Aileen karena perempuan itu terlalu pendek dan kecil sehingga tertutub tubuh para wanita yang sedang berdiri di depannya.
Aileen menerobos melewati para wanita dengan sekuat tenaga.
__ADS_1
"Awas aku harus lewaaat!!" hingga ketika berhasil melewati mereka, Aileen tak bisa mengendalikan tubuhnya dengan baik.
Dia langsung menabrak tubuh David yang sedang terduduk di sofa, hingga perempuan itu jatuh di pangkuan David.