
Sekilas tentang percakapan yang terjadi antara Davien dengan Tuan Volker yang belum semua orang ketahui. Baik Bunga ataupun keluarga besarnya.
Setelah mendapat telepon dari James, Davien segera bergegas kembali ke kantor. Di sana ternyata Tuan Volker sudah menunggu kedatangannya.
“Tuan Volker?” ucap Davien yang baru saja tiba.
Lelaki itu berdiri menyambut kedatangan Davien sembari membalas uluran tangannya. “Maaf kalau kedatanganku membuatmu harus tergesa-gesa datang kemari!”
“Oh, Anda tidak perlu meminta maaf. Silakan duduk!” pintanya mempersilakan Tuan Volker kembali duduk seperti semula.
“Aku dengar Nyonya Bunga baru saja melahirkan? Selamat atas kelahiran putramu.” Tuan Volker meminta anak buahnya memberikan buah tangan kepada Davien.
“Silakan Tuan” ucapnya sembari meletakkan bingkisan di atas meja.
Davien terkejut karena tak menyangka dia akan mendapatkan bingkisan dari lelaki itu. “Anda terlalu berlebihan Tuan,” Davien sungkan harus menerima bingkisan itu, tapi tak mungkin juga baginya untuk menolak.
“Itu hanya hadiah kecil dariku... karena sebenarnya ada hadiah lain yang sudah aku persiapkan untuk kelahiran putramu!”
Davien semakin dibuat tidak nyaman. Sebelumnya mereka hanya sempat bertemu beberapa kali setelah proyek iklan itu dan setelah pernikahannya dengan Bunga, mungkin lima atau enam kali dengan hari ini mereka bertemu secara empat mata.
Tetapi Tuan Volker selalu meninggalkan kenang-kenangan setiap kali mereka bertemu. Membuat Davien merasa tidak enak hati. “Apa maksud Anda Tuan Volker?”
“Bawa masuk ke dalam semuanya!” perintah Tuan Volker kepada anak buahnya yang kemudian dilanjutkan kepada rekannya yang telah menunggu di luar ruangan.
Lelaki yang senantiasa berdiri di pintu masuk itu menganggukkan kepala memberi isyarat kepada yang lain untuk membawa masuk semua koper ke dalam ruangan.
Davien sesaat dibuat bingung sebelum akhirnya dia semakin terperangah melihat deretan koper hitam berukuran besar masuk ke dalam ruang kerjanya. Entah apa tujuan Tuan Volker membawa banyak koper ke sana tapi dapat dipastikan kalau semua koper itu berisi lembaran uang.
“Maaf Tuan Volker... tapi semua ini–,” ucapnya terhenti ketika Tuan Volker meminta mereka semua membuka koper itu.
Benar-benar gila, Tuan Volker sangat berniat sekali membawa uang cash ke tempat itu. Padahal lebih mudah jika dia menuliskan nominal uang ke dalam selembar cek.
“Tuan? Ini–,”
“Iya Tuan Davien... ini semua hadiah dariku atas kelahiran putramu” sela Tuan Volker.
“Tapi... apakah ini tidak berlebihan Tuan? Maksud saya... uang sebanyak ini, maaf bukan karena saya tidak menghargai Anda, tapi–,”
“Anggap saja aku menginvestasikan semua uang ini ke dalam perusahaanmu” lagi-lagi Tuan Volker memotong pembicaraan.
“Maaf?” Davien semakin bingung.
“Iya Tuan Davien, kalau kau menolak hadiah ini karena sungkan... anggap saja kalau aku ingin menginvestasikan uang ini ke dalam perusahaanmu. Anggap saja seperti itu.”
Jika memang demikian maka masalah perusahaan Davien telah teratasi. Dengan begitu dia bisa menyelamatkan D Entertainment tanpa harus kehilangan perusahaannya.
“Tuan Volker, Anda terlalu banyak membantu perusahaan ini... saya sangat berterima kasih. Tapi... saya tidak bisa begitu saja menerima semua ini. Maaf jika saya lancang tapi mungkin jika Anda menginginkan sesuatu yang bisa saya lakukan... katakan saja Tuan Volker maka saya dengan hati akan membantu sebagai rasa berterima kasih atas bantuan Anda.”
Bibirnya tersenyum tipis mendengar tawaran dari Davien, hal inilah yang sebenarnya dia tunggu. “Kalau kau sudah berkata demikian maka aku tidak berani menolak. Sebenarnya aku tidak membutuh apa pun di dunia ini karena semuanya sudah aku dapatkan. Hanya ada satu yang aku inginkan darimu.”
Davien terdiam menunggu Tuan Volker melanjutkan ucapannya yang belum selesai.
“Aku ingin melamar putrimu, Tuan Davien!” tambahnya.
Bibirnya terpaku sesaat seakan tak bisa berucap mendengar permintaan Tuan Volker. “Maksud Anda, Anda ingin melamar Juliet?”
Lelaki itu menganggukkan kepala. “Hmm! Tenang Tuan Davien... aku melamar Juliet untuk putraku!” jelasnya.
Davien sempat berpikir bahwa Tuan Volker akan melamar Juliet untuk dirinya sendiri. Pasalnya jika memang itu benar maka Davien tidak akan menyetujui hal itu karena Tuan Volker jauh lebih tua dari Juliet.
Mungkin mereka seumuran tapi wajah Tuan Volker tidak pernah berubah sama sekali. Sejak dulu mereka bertemu mungkin Davien menambah tua di bagian wajah tertentu, tapi tidak untuk Tuan Volker. Lelaki itu justru masih terlihat menawan dan masih sangat tampan seperti dulu. Tuan Volker jauh terlihat awet muda tak sedikit pun keriput muncul di wajahnya.
“Tidak untuk saat ini... aku paham kekhawatiranmu sebagai ayah dari seorang putri bernama Juliet Fladimer. Dia juga masih sangat muda... jika waktunya tiba nanti, aku ingin menikahkan putraku dengan Juliet. Itu pun kalau kau tidak keberatan. Aku bersedia menunggu sampai Juliet siap untuk menikah.”
__ADS_1
Penjelasan dari Tuan Volker membuat Davien tenang. Setidaknya menunggu sampai Juliet siap itu adalah pilihan tepat. Tidak ada salahnya menjodohkan Juliet dengan putra dari Tuan Volker yang selalu membantu dirinya ketika dalam keadaan susah.
Bukan karena menjual tapi Davien hanya berusaha mencarikan calon keluarga baru yang tepat untuk Juliet nantinya. “Baiklah, saya menerima permintaan Anda, jika Juliet sudah dewasa, mari kita pertemukan anak-anak kita nanti, Tuan Volker!”
Itu sekilas tentang percakapan antara Davien dan Tuan Volker yang tidak diketahui oleh siapa pun termasuk James sang sekretaris.
Davien juga tidak berniat memberitahu Bunga. Harapannya, Juliet dan putra Tuan Volker nanti akan saling mengenal satu sama lain ketika dewasa, sehingga tak ada pemaksaan dalam perjodohan mereka nantinya. Karena Davien tidak ingin memaksa kehendaknya kepada putri kesayangan.
***
Juliet yang sudah tumbuh dewasa menjalani kehidupannya dengan damai. Kebahagiaan dia dapatkan dari keluarga besarnya dan cita-citanya yang tercapai menjadi arti papan atas membuat hidupnya semakin sempurna.
Sejak dulu Juliet tidak pernah berpikir untuk memiliki hubungan dengan seorang lelaki. Hal itulah yang membuat Juliet tak mudah untuk jatuh cinta. Tapi pikirannya berubah ketika bertemu dengan Xander Van Yash Waldemar.
Hatinya langsung luluh ketika lelaki itu menyatakan perasaannya. Xander selalu memperlakukan Juliet dengan sangat manis sampai ketika lelaki itu melamarnya, Juliet langsung menerima tanpa berpikir panjang.
Kebetulan Xander adalah putra dari Tuan Volker, sehingga baik Davien ataupun keluarga besar dari Juliet tak keberatan dengan pernikahan mereka.
Tetapi Juliet tidak menyangka bahwa pernikahannya dengan Xander justru membawa mala petaka bagi dirinya. Sikap dan perlakuan Xander berubah drastis tepat setelah mereka menikah di malam pertama. Seharusnya Juliet bisa menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh dalam pernikahan itu ketika Xander meminta melakukan pernikahan disembunyikan dari media.
Alih-alih Xander mengungkapkan alasannya karena ingin melindungi karier Juliet. Tentu saja pihak keluarga Juliet tidak ada yang keberatan.
Tetapi keanehan semakin bertambah saat Juliet dikejutkan dengan Xander yang meminta mereka tidur di kamar terpisah tepat di malam pertama mereka. Tak selangkah pun Xander mengizinkan Juliet masuk ke dalam kamarnya.
Perlakuan manis yang selama ini Juliet terima ternyata hanya palsu belaka. Dia baru sadar kalau lelaki itu ternyata sangat membenci dirinya. Entah apa yang membuat Xander murka sampai tak sudi menyentuh tubuhnya yang sudah sah menyandang Nyonya Xander di belakang namanya.
Tuan Volker melamar Juliet untuk putranya bukan karena memiliki tujuan yang sama dengan Xander. Lelaki itu memiliki maksud lain kenapa dia menginginkan Juliet menikahi putranya. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh Tuan Volker dibalik semua itu.
Begitu juga dengan Xander, banyak rahasia yang dia sembunyikan dari Juliet hingga akhirnya semua terkuak satu-persatu seiring kebersamaan mereka.
“Jika memang kau tidak menginginkan diriku, lalu untuk apa kau menahanku disisimu!!? Bukankah lebih baik kalau kita berpisah, Xander?”
Tidak semudah itu dan tentu saja hal itu tidak akan pernah terjadi. Tujuan Xander menikahi Juliet adalah karena ingin membuat perempuan itu hidup dalam penderitaan sampai hari kematiannya tiba. Xander hanya ingin Juliet merasakan hidup dalam kesedihan dan penderitaan seperti dirinya.
“Apa yang telah aku lakukan padamu, Xander? Kita bertemu secara baik-baik... sebelum menikah kau bahkan tidak pernah menyakitiku seperti ini. Tapi kenapa–,”
“Ini semua terjadi setelah kau membunuh Juliette, mengambil nyawa perempuan yang tak berdosa demi memenuhi keinginanmu sendiri!”
“Aku tidak membunuhnya! Semua itu murni kecelakaan!”
“Benar, semua memang murni kecelakaan. Tapi apa kau tidak berpikir jika waktu itu kau dan keegoisanmu itu tidak meminta bertukar tiket pesawat dengan Juliette... maka seharusnya saat itu kaulah yang mati, bukan Julietteku!!”
Pernikahan bagi Xander adalah momen tepat untuk membalas kematian kekasihnya, tapi berbeda halnya dengan Tuan Volker.
Dia memiliki masa lalu yang hanya diketahui oleh para pengikutnya dan Juga Xander. Rahasia terbesar yang selama ini di sembunyikan adalah kebenaran bahwa mereka adalah Vampir. Kemunculan mereka ke dunia manusia karena saat itu tanpa sengaja Juliet membuka gerbang yang telah tertutup selama ratusan tahun.
Tepat ketika Juliet menyentuh kalung milik ibunya waktu itu hingga timbul sinar putih yang Juliet lihat sebenarnya adalah gerbang yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia Vampir.
Momen terbukanya gerbang itu ketika terjadi perselisihan di dunia Vampir antara Tuan Volker dan musuhnya. Dia terseret sinar putih yang membawanya masuk ke dunia manusia.
Selama berada di dunia manusia Tuan Volker menyiapkan rencananya. Meskipun begitu dia masih bisa berhubungan dengan dunia Vampir melalui pikirannya.
Sampai akhirnya Tuan Volker tahu bahwa hanya Juliet yang telah membuka gerbang itu yang bisa membantu menyelesaikan permasalahannya. Niatannya membuat Juliet menikahi Xander adalah untuk menghapus kutukan yang diberikan oleh seseorang terhadap keluarganya. Hanya Juliet yang mampu memutus rantai kutukan itu karena ternyata kutukan yang diterima Tuan Volker akan menurun kepada Xander.
Perjalanan kisah Juliet dan Xander sangat panjang. Sikap dingin dan tak peduli mulai berubah perlahan. Semua itu berawal dari Xander yang terpaksa membantu menyembuhkan luka di tubuh Juliet. Baginya hanya dia yang bisa melukai Juliet, maka ketika ada orang lain yang melukainya, Xander akan marah dan tidak terima.
Setiap Juliet mendapat luka setelah selesai shooting, maka Xander akan mengobati luka di malam harinya. Dia hanya perlu menggunakan salivanya untuk menyembuhkan luka itu. Setiap malam ketika Juliet terlelap Xander mulai menyelinap masuk ke dalam kamar, memeriksa apakah ada luka di bagian tubuhnya.
Jika Xander menemukan luka baik di tangan, kaki, lutut atau di bagian tubuh mana lainnya maka Xander hanya perlu menjilat dengan begitu lukanya akan sembuh keesokan harinya.
Itu adalah awal mula Xander mulai membuka hati. Dia menjadi perisai yang selalu berjaga di garda depan ketika Juliet mendapat masalah di tempat kerja.
Akan tetapi ketika benih cinta mulai tumbuh di hatinya, Xander justru dihadapkan dengan bahaya yang mengancam dirinya. Secara diam-diam selama ini Xander ternyata menghisap darah Juliet. Itu adalah niatnya dari awal menghisap secara perlahan aura dari tubuh Juliet sampai akhirnya perempuan itu akan hancur karena wajah dan penampilannya yang buruk di depan kamera.
__ADS_1
Semua itu adalah rencana awal dari maksud Xander menikahi Juliet. Membuat perempuan itu hancur secara perlahan, tapi ketika tanpa sadar bahwa dia mencintai Juliet darah perempuan yang dia cintai akan berubah menjadi racun di dalam tubuhnya.
“Tuan Anda baik-baik saja? Akhir-akhir ini saya perhatikan Tuan Xander sering terlihat lelah.”
“Mungkin ini sudah waktunya untuk meminum darah Juliet!”
Memang benar setelah dulu awal menikah darah Juliet akan membuat Xander semakin terlihat segar bugar, tapi tidak ketika benih cinta tumbuh di hatinya.
“Apa Juliet sudah pulang?”
“Nyonya ada di kamarnya, Tuan!”
Semakin hari Xander merasakan tubuhnya yang begitu berat, bahkan dia merasa kekuatannya mulai melemah.
“Mungkin ini saatnya untuk Tuan Xander berhenti meminum darah Nyonya!”
“Aku tidak akan berhenti sebelum puas menyiksanya!”
“Anda semakin lemah karena darah Nyonya sudah berubah menjadi racun di tubuh Anda, Tuan!”
Sejak saat itu Xander tersadar bahwa dia mulai mencintai Juliet.
♡♡♡
Apa yang akan terjadi pada hubungan mereka
Bagaimana Xander berhenti meminum darah Juliet yang membuatnya candu?
Bagaimana reaksi Juliet ketika terbangun tengah malam dan mendapati Xander sedang mengobati luka di tubuhnya?
Bagaimana reaksi Juliet setelah mengetahui Xander adalah seorang Vampir?
Bagaimana Juliet memutus rantai kutukan di keluarga Waldemar?
Bagaimana cara Juliet menyelamatkan Xander yang keracunan karena darahnya?
Bagaimana reaksi Juliet ketika tahu jalan saru-satunya menyelamatkan Xander yang sedang sekarat karena darahnya adalah dengan menyatukan tubuh mereka?
Apa yang terjadi setelah Juliet tahu Xander menikahinya karena ingin balas dendam?
Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang tidak mungkin semuanya ditulis di sini. Tapi pertanyaan yang paling menarik adalah bagaimana hubungan Juliet dengan Sean?
Sosok kakak yang terlalu jaim mengakui bahwa adik lelakinya memang memiliki kharisma jauh melebihi dirinya. Sikap Juliet saat di depan dan si belakang Sean sungguh sangat berbeda.
Juliet terlihat kesal ketika Sean menjadi idola para wanita karena wajahnya yang tampan di usianya yang masih sangat muda. Tapi di balik semua itu Julietlah yang menduduki peringkat pertama menjadi perempuan paling bucin kepada adiknya kandungnya itu.
Setidaknya Juliet masih memiliki Sean yang selalu menghibur dan membuatnya tersenyum, sesaat melupakan permasalahannya dengan Xander. Sean selalu memperlakukan Juliet dengan manis, romantis dan begitu sangat perhatian meskipun dengan caranya yang dingin. Itulah yang membuat Juliet semakin mengidolakan adiknya sendiri.
Kisah Juliet dan Xander tak luput dari ke ikut sertaan Davien yang turut campur tangan sampai terseret ke dunia Vampir karena Tuan Volker.
🥰🥰🥰
Kisa mereka sepenuhnya ada di novel baru yang berjudul MARRY Mr.V jangan lupa selalu kasih like dan masukkan ke daftar favorit.
♡♡♡
Sekian dan terima kasih untuk kalian yang setia membaca novel ini.
Salam sayang dari author, lope-lope seluas lautan buat kalian 😘
Kalian bisa klik profil lalu akan menemukan novel lain di galeriku.
Atau kalian bisa ketik MARRY Mr.V di pencarian yang sudah rilis hari ini 🙏
__ADS_1