
Flash back on
"Kamu tunggu di sini!!! dan ingat jangan kemana mana" Adrian keluar meninggalkan Luna sendiri di pesta itu.
Beberapa langkah dari sana, di sisi lain seseorang telah menunggunya.
"Mereka ada di mana?" ucap Adrian kepada laki laki itu.
"Di kamar ×××"
Adrian dan anak buahnya pergi menuju ke kamar Helena. Di dalam sana, Adrian membantu anak buahnya mengangkat tubuh Barack ke atas ranjang, mereka membuat sedetail mungkin seolah Barack dan Helena telah menghabiskan waktu bersama di atas ranjang.
Tak lama Adrian dan anak buahnya keluar dari sana. Adrian memaku langkahnya di depan kamar Helena. Ujung matanya kini tertuju ke arah CCTV yang terpasang di bagian atas.
Sebelum kembali menemui Luna, dia dan anak buahnya pergi ke ruang pengawas. Anak buah Adrian bersikap seolah olah dia tersesat di lantai itu.
"Eeee, permisi??" ucapnya kepada seorang pengawas di sana.
Laki laki yang duduk di depan layar besar pun beranjak dari kursinya dan keluar untuk menemui anak buah Adrian.
"Ya??, , kamu siapa?"
"Itu, , aku harus ke kamar MMM, , tetapi sepertinya salah keluar dari lift. Dan disni terlalu banyak lorong, sehingga aku tidak tahu harus kemana untuk menuju ke lift"
Adrian yang tengah siap berdiri di sisi lain seolah sedang mencari celah agar dapat masuk ke dalam ruang pengawas, namun sepertinya pengawas itu berdiri terlalu dekat dengan pintu, sehingga Adrian tak dapat bergerak masuk ke dalam.
Adrian menggerakkan kepalanya untuk memberi isyarat kepada Anak buahnya agar membawa pengawas itu menjauh dari pintu.
"Kamu harus lewat lorong sebelah kanan ini saja, nanti di ujung ada pertigaan, kamu ambil lorong yang sebelah kanan" ucap pengawas itu.
"Ee, , lorong yang sebelah ini kah?" Anak buah Adrian melangkah berharap pengawas itu mengikutinya.
Setelah pengawas itu sedikit menjauh, Adrian segera masuk dan menyelidiki setiap ruangan. Matanya tertuju pada layar besar di sana. Dia tak ingin membuang buang waktu, Adrian segera menekan tombol tombol yang ada atas meja.
Laki laki itu menggerakkan tanganya dengan sangat lincah, dia nampak tersenyum sinis setelah berhasil menghapus sebagian rekaman CCTV.
Adrian menghentikan langkahnya ketika ada sebuah mesin kecil dan di bagian dalamnya ada yang berputar seolah menarik perhatiannya. Adrian mendekati benda itu. Tangannya menekan tombol sehingga mesin itu membuka dengan otomatis.
Dia mengambil sebuah CD dari dalamnya, sempat menyelidik ke arah kaset CD itu sebelum akhirnya keluar sari ruang pengawas.
__ADS_1
Anak buah Adrian mengangguk ke arah laki laki yang telah berhasil keluar dari ruang pengawas. Dia pun segera mengakhiri pembicaraan dengan pengawas itu.
"Maaf sudah menganggu waktumu, silahkan lanjutkan tugasmu" ucap anak buah Adrian.
♡♡♡
"Hancurkan kaset ini sekarang juga!!" Adrian memeberikan kaset CD itu kepada anak buahnya. Setelahnya dia kembali untuk menemui Luna yang tengah gelisah di pasta itu.
Flash back off
"Bodoh!!!, , kamu menghancurkan semuanya Adrian!!, ,"
Adrian masih berada di dalam mobil, kedua tangannya nampak menguat ketika mencengkeram stir.
"Ya!!! aku memang benar benar bodoh!!! kamu dan Luna akan terlihat sangat serasi jika kamu mau sedikit lagi untuk lebih bersabar!! Kenapa?? kenapa Adrian!!! kenapa kamu merusak semuanya!!!" Nafas Adriang terdengar sangat kasar, sepertinya setelah beberapa saat obat itu memberikan kenyaman, kini dia kembali terpancing emosinya.
Adrian kembali mengeluarkan beberapa pil dari botol obat, dia menelan beberapa pil penenang, lebih dari dosis yang di anjurkan oleh doktet.
♡♡♡
Barack sempat tertahan di pesta selama beberpa menit, karena seseorang yang sangat penting bagi perusahaannya mencoba menghentikan langkahnya untuk keluar dari ruangan itu.
Tak lama setelah dia menyelesaikan urusannya, Barack menarik dengan paksa tangan Luna, dia menyuruh perempuan yang masih syok itu masuk ke dalam mobil.
Luna hanya diam mematung, sementara Barack membungkuk memasukkan setengah badannya untuk membantu Luna memasang sabuk pengaman.
Sejenak Barack memaku tubuhnya di depan Luna, perempuan itu terlihat sangat ketakutan ketika Barack menatapnya dengan tajam.
Rahang Barack menguat dia benar benar jengkel dengan apa yang baru saja terjadi. Tatapannya terlihat sangat mengintimidasi ke arah Luna.
Luna menelan ludahnya dengan susah payah, dia tahu Barack pasti marah dengan apa yang dilihatnya. Tetapi kekuatan Luna tadi tak sebanding dengan Adrian yang berusaha memaksa untuk menciumnya.
Mata Luna mulai memerah, dia membalas tatapan Barack yang menajam ke arahnya. Tidak ada yang ingin hal itu terjadi, dia juga tidak menyangka bahwa Adrian akan bertindak melebihi batasnya.
Barack menunduk memejamkan mata dalam dalam ketika melihat mata Luna berkaca kaca.
Laki laki itu menarik tubuhnya keluar dari mobil. Kini dia berjalan ke arah beralawanan, Barack pun mengemudikan mobilnya dengan kencang.
♡♡♡
__ADS_1
Barack membukakan pintu mobil untuk Luna dengan kasar, dia menarik perempuan itu masuk ke dalam rumahnya.
"Barack??" Luna berucap dengan memohon agar Barack melepaskan tangannya, ketika dia merasa laki lakinitu semakin kuat mencengkeram tangannya.
Barack terlihat dingin. Luna tak pernah melihat Barack yang seperti ini sebelumnya.
Barak membawa Luna ke dalam kamarnya menarik perempuan itu masuk ke dalam kamar mandi.
"Barack??, , apa yang kamu lakukan?" Luna menatap wajah Brack dengan pandangan waspada. Laki laki itu kini telah mengunci pintu kamar mandi.
Luna melangkah mundur ketika Barack terlihat semakin menakutkan, dia melihat aura di sekitar tubuh laki laki itu menggelap.
Barack memaksa melepas jaket yang masih melekat di tubuh Luna.
"Barack hentikan!!, , apa yang sedang kamu lakukan!!" Luna berulah, dia mencoba mendorong kuat tubuh Barack agar menjauh darinya.
Setelah berhasil melepas jekat itu, Barack membuangnya ke arah lain begitu saja. Dia tak memperdulikan Luna yang terlihat sangat ketakutan.
Barack menarik shower dan memutar kerannya. Mengarahkan shower itu menghadap ke arah Luna yang sudah berdiri di pojokan kamar mandi.
"Baraackkk!!!" Luna berteriak ketika Barack sengaja menyiramnya dengan air dingin.
"Hentikan!!, , Barack ini sangat dingin!!, , Baraacck!!!" perempuan itu terus mencoba meraih tangan Barack, dia berusaha merebut shower itu dari tangannya.
"Di bagian mana lagi Adrian menyentuhmu!!" Barack mengambil sebuah spons mandi untuk menggosok tubuh Luna. Dia merasa tidak rela ketika ada laki laki lain menyentuh tubuh Luna.
"Barack hentikan!!"
"Kulitmu kotor karena laki laki itu!!, , " Barack semakin menggila ketika dia teringat saat Adrian memeluk paksa tubuh Luna.
Kini ujung matanya mengerucut ke arah bibir perempuan itu.
"Dia juga menciummu bukan??" ucapnya dengan nada berat, seolah tersimpan sebuah amarah di sana.
"Barack hentikan!!" teriakan Luna tak di gubrisnya
Barack semakin memperbesar air yang keluar dari shower dengan memutar penuh kerannya.
Luna mengarahkan kedua tangannya ke arah shower, berharap air itu tak mengenai wajahnya. Kini kedua mata Luna memerah dia menangis karena perlakuan Barack.
__ADS_1