
Mobil hitam itu berhenti tepat di halaman depan mension. David melangkah keluar dari mobil kemudian berjalan masuk kearah dalam. Langkah kakinya melambat saat ujung matanya melihat bayangan Aileen ada di halaman belakang. Perempuan itu sedang duduk di bangku di bawah pohon rindang. Di sekelilingnya terhempas luas padang rumput hijau, Aileen terdiam sambil menatap lurus jauh ke sana.
Dia sengaja ingin menikmati pemandangan sore hari sekaligus menunggu kepulangan David.
Laki laki itu berjalan perlahan menghampiri Aileen.
"Apa yang sedang kamu lalukan di sini?" David membungkuk, memeluk punggung Aileen dari arah belakang. Dan mendaratkan sebuah kecupan di kening Aileen ketika perempuan itu mendongak.
"Kamu sudah pulang?" Aileen meraih tangan David yang melingkar di dadanya.
Laki laki itu kemudian berjalan ke sisi lain untuk duduk di sampaing Aileen. Memutar tubuhnya agar menghadap kearah Aileen. David menatap wajah kekasihnya dengan lekat dan penuh kelembutan. Tangannya bergerak mengusap lembut pipi Aileen membuat perempuan itu menoleh kearahnya.
"Berapa jam aku pergi meninggalkanmu??" ucap David sambil melirik kearah jamnya.
"Aku tidak menghitungnya, mungkin 4 atau 5 jam??" perempuan itu tersenyum.
"Kenapa memangnya?"
"Benarkah??, , tapi kenapa aku merasa sudah seharian penuh meninggalkanmu??" David menarik tubuhnya maju agar lebih mendekat kearah tubuh Aileen.
Aileen terkekeh, dia merasa bahwa David berucap terlalu berlebihan.
"Aku tidak sedang menggombal" David semakin mendorong kepalanya mendekati wajah Aileen. Membuat perempuan itu menoleh hingga hidung mereka saling bersentuhan
David memandangi bibir Aileen, dia ingin sekali mengul** bibir kecil itu saat ini juga. Duduk di bawah pohon sambil menunggu matahari terbenam, berciuman mungkin akan terasa semakin romantis. Tetapi David takut tidak akan bisa mengendalikan dirinya. Sekarang saja dadanya sudah mulai tidak karuan.
Laki laki itu seketika menarik tubuhnya menjauhi Aileen. Membuat perempuan itu bertanya tanya.
"Kenapa??" tanyanya seolah Aileen merasa kecewa.
"Kenapa??, , apa kamu kecewa karena aku tidak jadi menciummu??" David berucap seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh Aileen.
Perempuan itu terlihat malu, pipinya pun bersemu merah.
"E , , tidak!!, , aku tidak berfikir sampai kearah situ!" ucapnya terbata.
"Lalu kenapa kamu terlihat murung??" David menangkupkan bibirnya, menahan semyum.
"Mm, , aku ingin pulang!" Aileen berucap untuk mengalihkan pbicaraan.
"Serius kamu mau pulang?? bahkan aku belum mendapatkan hadiahku!"
"Hadiah untuk apa??" Aileen mengerutkan dahinya.
"Hadiah karena sudah membebaskanmu dari Carol"
"Bukan kah itu tanggung jawabmu?, , atau kamu ingin membantuku karena pamrih?"
"Lupakan!! aku hanya bercanda!" David memalingkan wajahnya kearah lain. Laki laki itu terlihat sedang marah.
"Kamu marah??" Aileen merasa bersalah.
"Lupakan!, , jangan hiraukan aku! masuk ke dalam sana!" ucap David tanpa menoleh sedikit pun kearah Aileen.
"Apa salahnya mengenyampingkan egomu Aileen. Dia sudah bekerja keras hari ini untuk membersihkan namamu. Sedikit ciuman apa itu hadiah yang setimpal?? semoga saja iya!"
__ADS_1
Aileen menyeret tubuhnya mendekati David, tangannya bergerak meraih rahang laki laki itu, memaksa wajah David yang sempat berpaling darinya untuk menghadap kearah wajahnya.
Kemudian Aileen menghadiahi David sebuah kecupan, dan itu berlangsung lama.
"Terima kasih" ucap Aileen kemudian.
Bagi David itu benar benar sangat tanggung, kalau hanya sebuah kecupan itu sangat sangat tak memuaskan dirinya.
David meraih tengkuk Aileen kemudian mencium bibir perempuan itu. Menyesapnya perlahan, menggerakkan kepalanya seolah ingin membuat Aileen agar lebih menikmati ciuman itu.
Aileen membuka matanya ketika David semakin memperdalam ciumannya. Memaksa Aileen membuka mulut dan dengan leluasa lidah David bisa menjelajah di dalam sana. Seolah tak merasa puas David kini memaksa mencercap indra perasa Aileen hingga ketika dia berhasil mendapatkannya dengan sangat kuat David menyesepnya hingga Aileen merasa kesakitan, perempuan itu berusaha mendorong tubuh David. Agar laki laki itu menghentikan ciumannya.
David tak bergeming dia malah menggerakkan tangannya menurun kearah pinggang Aileen. Sengaja menelusupkan tangannya masuk kedalam hingga kemejanya tersingkap keatas.
Aileen semakin melebarkan matanya, kekuatan tangannya juga semakin menguat ketika mendorong dada David.
Satu tangan David menahan tubuh Aileen agar perempuan itu tak menjauh darinya, sementara satu tangannya lagi masih berusaha meraba di dalam sana.
Tubuh Aileen menggeliat ketika berusaha melepaskan diri dari David tetapi dia juga harus menahan rasa geli getika tangan David mulai bergerak nakal.
Aileen sudah berusaha keras mendorong tubuh David. Tetapi semakin kuat dia mendorong semakin kuat David menhannya.
Tak ada cara lain, Aileen pun menggit bibir atas laki laki itu.
Dengan cepat David melepaskan tubuh Aileen serta menarik kepalanya menjauh hingga melepas pagutan bibir mereka.
"Kamu nakal ya!" ucap David sembari mengusap bibirnya yang sakit.
Nafas Aileen tersengal sengal, dia juga sempat kehabisan nafas ketika David menguatkan ciumannya.
Sementara David tersenyum, seolah dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia merasa puas sudah berhasil menggoda Aileen.
♡♡♡
Tak lama David terlihat berjalan masuk kearah dalam untuk menghampiri Aileen. Tetapi tubuhnya terpaku ketika mendapati bahwa Aileen telah mengunci pintu kamarnya dari arah dalam.
"Ai??"
Tok tok tok !!!
David mencoba untuk meminta Aileen membuka pintunya.
"Sayang??, , buka pintunya yaa, , aku harus mandi. Tubuhku sudah lengket semua"
"Tidak mau!!, , mandi di kamar mandi lain sana!!" teriak Aileen dari arah dalam.
"Ayolah syaaaanng, , semua bajuku ada di dalam sana!" David berucap dengan manja.
Tak lama David mendengar Aileen membuka kunci pintunya. Dia bermaksud ingin memberikan baju untuk David, tetapi dengan cepat laki laki itu malah mendorongnya agar dia bisa masuk ke dalam kamar.
"David!! keluar!!" Aileen berteriak sambil memeluk tubuhnya sendiri, seolah memberi benteng di tubuhnya agar David tak bisa menyentuhnya lagi.
Bukannya keluar, David malah melepas setelan jas yang melekat di tubuhnya satu persatu.
"Mau apa kamu!!" Aileen semakin melangkah mundur, dia takut David akan menerkamnya.
__ADS_1
"Aku mau mandi sayang!, ,memangnya kamu pikir aku mau apa?" David mengerucutkan matanya kearah Aileen.
Perempuan itu melirik kearah pintu ketika David mulai membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Ya sudah kalau mau mandi, , kenapa masih di situ! masuk ke kamar mandi dong!" perintah Aileen.
"Tidak mau, aku sengaja ingin memperlihatkan otot tubuhku kepadamu. Siapa tahu kamu mamu mencicipinya"
"Iiiih David!!" Aileen meraih bantak dan melemparnya kearah laki laki yang sudah berhasil melepas kemejanya.
Dada Aileen berdebar semakin kencang, dia perlahan melangkah kearah pintu tetapi David mengetahui gerakannya. Dengan sengaja dia pun berjalan kearah pintu kemudian menutup dan mengunci pintunya kembali.
Mata Aileen terbelalak lebar ketika David sengaja menyimpan kunci itu ke dalam saku celananya.
"Astaga!!, , laki laki ini bernar benar sudah gila!!"
"David kalau kamu mau mandi silahkan mandi, aku akan keluar terlebih dulu!" Aileen selalu mengawasi kearah David. Dia bersikap waspada jika laki laki itu tiba tiba mendekat kearahnya.
Sementara david dari tadi tersenyum menikmati wajah Aileen yang selalu terlihat tegang. Perempuan itu sangat menggemaskan baginya ketika sedang ketakutan seperti itu.
"David!!, , "
"Apa sayang?? hmmmm??" David kini sedang berusaha melepas ikat pinggangnya.
"David stop!!" Aileen menutup kedua mata dengan tangannya.
Dan saat itulah celah bagi David untuk segera semakin mendekati Aileen.
Dan ketika perempuan itu mengintip untuk memastikan keberadaan David. Saat itu juga David sudah mengunci tubuh Aileen. Dengan menggunakan kedua tangan yang bertahan di tembok.
Aileen terkejut ketika dada David yang kekar itu berada tepat di depannya. Dia menelan ludahnya dengan susah payah. Aileen menoleh untuk menghindari tatapan David yang terlihat sensual.
"Kamu tidak ingin memandikanku?"
Entah keberanian dari mana tiba tiba Aileen langsung menatap kearah David, tangannya bergerak menyentuh permukaan kulit yang berotot itu.
"Boleh kalau kamu mau!!"
David mulai terlihat kewalahan, Aileen padahal baru saja menyentuh di bagian lengannya. Tetapi laki laki itu sudah tidak terlihat berani seperti tadi. Kini Aileen yang bergerak sangat agresif. Dan itu membuat David terkejut hingga menarik tangannya.
Aileen berjalan maju mendekati tubuh David, sementara laki laki itu melangkah mundur.
"Kamu ingin aku memandikanmu??, ," Tangan Aileen kini berganti meraba pundaknya, kemudian menurun melewati pertengahan dada.
Jantung David serasa mau meledak, sudah tahu dirinya mudah tergoda dengan tubuh Aileen malah berani beraninya menggoda perempuan itu, kini ketika bergantian Aileen meresponnya David merasa kalang kabut.
Nafasnya semakin memburu ketika jari Aileen semakin bergerak turun hingga kini berada di bawah pusarnya tepat di pertengahan sana. Dengan berani Aileen menarik kancing celana David yang masih tertutup rapih. Tubuh David serasa di bakar, memanas hingga tak karuan rasanya.
Ketika David sedang memejamkan matanya karena menahan rasa geli yang teramat Aileen segera menggunakan kesempatan itu untuk mengambil kunci dari saku celana.
"Aku mendapatkannya!" Aileen mengerjapkan satu matanya kearah David. Dia seolah merasa menang karena sudah berhasil membalas laki laki itu.
David menghela nafas penuh kelegaan. Hampir saja dia mendorong tubuh Aileen keatas ranjang dan melucuti pakaiannya.
"Lihat saja!!, , aku pasti akan membalasmu Ai!!"
__ADS_1
David tak percaya dirinya telah sengaja di perdaya oleh Aileen. Dia mengusap wajahnya gusar.