
"Ini bukan salahnya, , kamulah yang bodoh Iris. Kenapa berharap kepada laki laki yang sudah jelas menyukai oirang lain!!"
Iris berguling memutar tubuhnya di atas ranjang, kemudian menarik menggunakan selimut untuk memutupi tubuhnya.
Mendengar Aileen membuka pintu, Iris kembali membuka selimut yang menutupi bagian wajahnya.
Perempuan yang sedang berjalan masuk ke kamar itu terlihat melamun sambil melangkah menuju sofa kemudian duduk di sana.
Iris terlihat mengerucutkan matanya kearah Aileen, dia bangkit lalu mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.
"Bukankah dia habis pergi dengan Kak David??, , kenapa pulang pulang melamun seperti itu??. Apa yang terjadi dengan mereka?"
Iris menyeret tubuhnya mendekati bibir ranjang, lalu berjalan mendekati Aileen.
"Kamu baik baik saja?, , kenapa melamun?? apa Kak David melakukan sesuatu yang membuatmu marah??"
Iris menghujaninya dengan berbagai pertanyaan yang mengganggu pikirannya.
Aileen menoleh menatap wajah Iris, perempuan yang kini sudah duduk disampingnya.
"Kakamu tadi bertanya kepadaku. Apakah, , aku mau menjadi miliknya"
Iris membulatkan matanya, tak lupa bibirnya juga ikut terbuka. Dia dibuat menganga karena ucapan Aileen.
"Benarkah??, , dia mengatakan hal itu??"
"Sebenarnya dia sudah beberapa kali mengatakan hal itu. Mengatakan bahwa aku adalah miliknya tanpa ijin dariku. Tetapi" Aileen tertunduk, dia terlihat ragu ketika ingin melanjutkan ucapannya.
"Baru kali ini dia bertanya kepadaku, apakah aku mau menjadi miliknya" Aileen menghela nafas panjang. Raut wajahnya juga terlihat murung.
Iris menggerakkan kepalanya untuk mempermudah melihat ekspresi wajah Aileen yang tertutup rambut itu. Kemudian menggunakan tangannya untuk merapihkan rambut Aileen dan menyimpannya kebelakang telinga.
"Kamu pasti menolaknya??"
Dengan cepat Aileen menoleh menatapa Iris dengan tajam.
"Bukankah kamu sendiri yang melarangku untuk dekat dengan Kakakmu!!, , agar aku tidak berhubungan lebih jauh dengannya. Kamu bilang dia playboy kelas kakap. Aku, , " sejenak Aileen berhenti berucap.
"Aku apa!!" Iris mencoba memaksa Aileen untuk meneruskan ucapannya.
"Ini pertama kalinya untukku dekat dengan seorang laki laki sampai sejauh ini. Aku belum memiliki pengalaman apa pun. Aku tidak ingin sakit hati jika berhubungan lebih jauh lagi dengannya!"
"Jadi alasannya karena Kakakku seorang playboy??" Iris mengangkat kedua alisnya.
"Bukan hanya itu. Aku rasa dia hanya ingin menjadikanku barang mainannya seperti perempuan perempuan lain"
"Apa sebenarnya yang ada di otakmu ini Aileen!!, , bagaimana bisa kamu berfikir dia akan mempermainkanmu?, , ada masanya di mana seorang playboy akan menemukan cinta sejatinya. Apa kamu tidak pernah mendengar istilah itu??"
"Tidak!!, , bagiku palyboy selamanya akan menjadi playboy dan seterusnya. Sebenarnya aku ragu karena aku tidak tahu isi hatinya terhadapku. Dia hanya bilang apakah aku mau menjadi mliknya. Dia tidak pernah bilang kalau dia menyukaiku, bagaimana aku bisa yakin dengan perasaannya!!" Aileen menarik tubuhnya dan membenamkan punggung di sandaran sofa.
"Kak David benar benar bodohhh!!, , dia terlalu jaim. Mengakui perasaannya saja dia tidak mau!!"
"Kamu juga tidak yakin dengan perasaanmu sendiri kan?" Iris bisa menebak karena membaca ekspresi wajah Aileen.
"Ini seperti bukan sebuah pengakuan cinta bagiku!!"
Perempuan itu kemudian terdiam, lalu memejamkan matanya.
"Tapi kamu menikmati perlakuan baiknya terhadapmu kan??"
Aileen kembali membuka matanya.
"Siapa pun pasti akan sangat senang ketika mendapat perlakuan manis dari seorang laki laki. Iyakan!!"
Iris kemudian membayangkan dirinya yang mendapat perlakuan manis dari Kenzi. Mereka saling menatap satu sama lain setelahnya tawa mereka pecah, hingga menggema di setiap sudut ruangan. Benar adanya bahwa seorang perempuan akan sangat merasa senang jika di perlakukan baik bahkan oleh seorang laki laki yang bukan kekasihnya sekali pun.
♡♡♡
Laki laki itu berdiri di balkon sambil menatap jauh kearah bawah. Menikmati perasaan aneh yang menjalar di dadanya. Bukan tak terima karena mendapat penolakan dari Aileen. Tetapi dia sedang meyakinkan dirinya apakah benar bahwa dia memang sudah jatuh cinta kepada perempuan itu.
Flash back on
"Aku tidak bisa, , kenapa kamu menanyakan hal itu David??, , apa kamu menyukaiku??" mendengar Aileen berucap, David perlahan menarik tangan Aileen setelah beberapa saat dia merangkup pipi Aileen dengan kedua tangannya.
Keningnya berkerut, tatapan matanya menyelidik kaerah Aileen.
"Kenapa??, , kamu selalu bertanya kepadaku tentang perasaanku terhadapmu??, , bukan kah menjadi milikku itu sudah cukup membuktikan kalau aku menginginkanmu??"
"Apa itu David??, , kamu saja tidak yakin dengan perasaanmu sendiri. Bagaimana aku bisa aku yakin bahwa kamu benar benar menyukaiku??" Aileen berhenti berucap untuk mengamati ekspresi wajah David.
__ADS_1
Laki kali itu mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Lalu bagaimana dengan dirimu??" David menoleh, dia kembali menatap Aileen.
Perempuan itu tertunduk menyembunyikan wajahnya. Tak lama kemudian dia menggelengkan kepala.
"Maaf!"
Flash back off.
David tersenyum sinis, mengusap wajahnya gusar kemudian menghela nafas panjang
"Haruskah aku mengakui kalau aku memang sudah jatuh cinta dengannya??, , aku tidak percaya harus mengatakan hal itu kepada seorang perempuan!!"
Tapi David tetap tidak akan putus asa untuk mendapatkan Aileen.
Dreet dreett!!
David meraih ponsel dari dalam saku celana. Saat itu dia mendapat panggilan dari Carol. laki laki itu lebih memilih untuk menyimpan kembali ponselnya tanpa mengangkat panggilan dari carol.
♡♡♡
Pagi itu Aileen dan David keluar dari kamar secara bersamaan. Tubuh mereka terpaku ketika saling berhadapan satu sama lain.
David terlihat gugup seperti baru pertama kali bertemu dengan seorang perempuan. Jelas itu karena perempuan yang di temuinya adalah perempuan yang di cintainya. Hanya saja dia terlaku naif dan tak mau mengakuinya. Dan memang benar Aileen perempuan pertama yang singgah di hatinya.
Dia berdehem untuk mencairkan suasana. Dengan mempertahankan sikapnya agar tak terlihat memalukan di depan Aileen, David berusaha bersikap tenang.
"Kamu mau turun kebawah untuk sarapan??" suara berat itu menggema ditelinga Aileen.
"Ee, , iya" perempuan itu menunduk.
David melangkah maju mendekati Aileen, meraih tangan perempuan itu dan menggandenganya.
"Kita turun bersama, , aku juga ingin sarapan!"
Aileen merasa tidak enak hati karena semalam telah menolak David. Tapi laki laki itu masih bersikap baik dengannya.
Mereka terlihat memaku langkahnya ketika pintu kamar Kenzi terbuka.
Laki laki itu keluar dari dalam kamar kemudian matanya tertuju kearah tangan Aileen yang sedang di genggam oleh David.
Laki laki itu menunduk melihat kearah tangan Aileen.
"Dia melakukannya apa karena laki laki ini??"
David kemudian mengalihkan pandangannya kearah wajah Aileen.
Tetapi perempuan itu malah menghampiri Kenzi dan menggandeng lengannya.
"Kak kita turun kebawah yuk, , Iris sudah mennunggu!!"
David masih terdiam terpaku di tempatnya, belum beranjak melangkah sejangkah pun.
Laki laki itu terkekeh sinis sambil menatap punggung Aileen.
"Apa dia sedang mangabaikanku!!!" gumamnya.
♡♡♡
Kenzi duduk di seberang meja tepat di depan Iris. Laki laki itu terdiam sambil mengawasi raut wajah Iris yang terlihat dingin karena memilih sibuk memainkan ponselnya ketimbang menyapa Kenzi.
"Kamu sudah memesan makanan??" ucap Kenzi kepada Iris.
Perempuan itu tak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel. Namun bibirnya berucap menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kenzi.
"Sudah!"
Iris beranjak dari kursi kemudian dia meminta kepada Aileen untuk bertukar posisi duduk dengannya.
"Aileen, , bolehkah aku duduk di depan Kakakku??"
"Iya" Aileen pun bernajak dari kursi, dia memenuhi keinginan Iris untuk duduk di depan Kenzi.
"Apa yang sedang kamu lakukan!!" bisik David, dia sengaja meneyenggol kaki Iris karena sedikit merasa jengkel telah membiarkan Aileen berdekatan denagn Kenzi.
Tetapi Iris tak bergeming dia hanya diam sambil membuang pandangan kearah lain.
Setelah sempat berbincang kepada Aileen soal semalam dia yang tiba tiba menghilang, kini Kenzi memilih untuk melirik kearah Iris. Kenzi hanya merasa aneh, kenapa perempuan itu terus menghindarinya sejak samalam.
__ADS_1
Hingga akhirnya Iris mencoba melirik kearah Kenzi lalu tatapan mata mereka bertemu di sana.
Seketika Iris yang terkejut langsung menunduk menyembunyikan wajahnya.
Kenzi merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Iris darinya. Laki laki itu tersenyum kemudian setelah melihat sikap Iris saat itu.
♡♡♡
"Kita sebenarnya mau kemana?? kenapa kita kemari?? masih banyak tempat lain yang lebih bagus untuk dikunjungi" ucap David kepada Iris yang terlihat sangat bersemangat sore itu.
"Mau lihat konser!" Mata Iris berbinar binar, dia seolah tak sabar ingin segera masuk ke dalam Stadion.
"Konser???" David, Aileen dan Kenzi berucap bersama.
"Iya, , BTS!!"
"Kamu sengaja datang ke Korea karena ingin mennonton konsernya??" Aileen membulatkan matanya kearah Iris.
"Yaaaa, , " senyumnya menghilang ketika melihat raut wajah Kakaknya yang berubah.
"Kalau kakak tidak mau ikut, pulang saja ke hotel. Kami bertiga akan tetap masuk ke dalam. Yakan Kak Kenzi??" Iris terpaku, dia tersadar ketika tiba tiba meraih tangan Kenzi dan menggandengnya.
Laki laki itu menatap wajah Iris, dia merasa senang ketika senyum perempuan itu kembali terlihat.
"Iya, , aku akan menemanimu"
Mendengar Kenzi akan ikut masuk ke dalam, David semakin tidak rela karena Aileen pasti juga akan berada di sisi laki laki itu.
"Menyebalkan!!" gumam David.
"Kamu bilang apa Kak??, , mau membelikan tiket untuk kami??, , waahhhh kamu benar benar Kakakku yang terbaik!!!" ucap Iris sembari memukul lengan Kakaknya berkali kali.
"Heh!!, , ya ampuuunnn!!! lihatlah senyumnya yang sangat menjengkelkan ini!!"
David tak bisa menolak keinginan Adiknya untuk membelikan tiket di depan Kenzi.
Dia akhirnya melangkah pergi untuk membeli tiket.
♡♡♡
Di dalam sana sangat ramai banyak orang, berbondong bondong berebut ingin segera masuk ke dalam stadion.
Wajah David sudah terlihat malas sejak sebelum masuk ke dalam. Laki laki itu terlihat selalu menekuk wajahnya.
Hari semakin gelap David sengaja membeli Tiket yang paling mahal untuk memuaskan Adiknya. Dia memilih tempat yang paling dekat dengan panggung.
Namun mereka terpisah karena desakan orang orang dari arah belakang.
Suasana semakin riuh ketika melihat MV yang di putar sebelum acara konser di mulai.
Hal itu semakin membuat jarak mereka semakin berjauhan.
Iris terlihat salah tingkah karena orang orang yang berdesakan semakin mendorongnya mendekat kearah Kenzi.
Laki laki itu memutuskan untuk meraih tangan Iris dan menggenggamnya dengan erat.
"Biar tidak hilang" ucapnya kemudian.
Dan itu membuat Iris terkekeh senang.
♡♡♡
"David!!" Aileen yang hampir terbawa gelombang arus orang orang yang ada di sana, membuat David harus meraih tangan perempuan itu dan menarik tubuh Aileen ke dalam dekapannya.
David merasa khawatir ketika Aileen hampir hilang dari pandangannya.
"Tidak apa apa!, , aku tidak akan membiarkanmu hilang" ucap David untuk menenangkan Aileen yang saat itu raut wajahnya terlihat pucat karena ketakutan.
Perempuan itu terdiam, membiarkan tubuh David yang tegap dan tinggi itu meringkuk berdir di belakang untuk melindunginya.
David sengaja membuka bagian depan jaketnya yang masih dia kenakan untuk menutupi tubuh Aileen dari belakang. Dan sengaja menempelkan tubuhnya ke tubuh Iris untuk memberi perlindungan sekaligus memberi kehangatan untuk perempuan itu.
Sementara tangannya melingkar memeluk habis tubuh Aileen agar terbungkus jaket dan menyatu dengan tubuhnya.
Laki laki itu membungkuk mendekatkan bibirnya ketelinga Aileen. Kemudian berbisik.
"Sudah merasa hangat??"
Aileen tersipu malu, dia merasa geli ketika bibir David menyentuh daun telinganya.
__ADS_1