Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
97 CEO: Love's Romance Masih ingin seperti ini


__ADS_3

Nafas mereka masih terengah engah, dadanya terlihat naik turun dengan cepat saat bernafas.


"Ai"


"Mmmm?" guman Aileen, dia masih memejamkan mata, menikmati sisa sisa pergulatan mereka yang masih terasa menjalar di seluruh tubuhnya. Terlebih lagi di bagian sela kakinya, Aileen merasakan perih dan tak nyaman.


David mengangkat kepalanya menjauh dari leher, setelah beberapa saat dia membenamkan wajahnya di sana.


Dia masih memandangi wajah Aileen. Mereka saling bertatapan, tersenyum kemudian tertawa kecil setelah berhasil melewati pengalaman pertama mereka dengan baik.


David menyandarkan kepalanya di kening Aileen, mengecup bibirnya sekali, dua kali dan berkali kali hingga David akhirnya bergejolak lagi.


"Aku menginginkannya lagi" Laki laki itu berbisik dengan lembut hingga nafas hangatnya menyapu wajah Aileen.


Perempuan itu hanya tersenyum, sisa tadi yang pertama saja masih membekas di bagian sana. Bagaimana jika David melakukannya untuk yang kedua kalinya, Aileen takut tak bisa menahan rasa perihnya.


Setelah membenamkan tubuhnya, David menyatukan jari jemari mereka. Aileen sempat ketakutan bahwa kali keduanya akan terasa sangat sakit tetapi rasa perih itu terkalahkan oleh kenikmatan yang tak bertepi.


Entah David melakukannya berapa kali kepada tubuh Aileen, ketika merasa perempuan itu kelelahan David berhenti untuk melakukannya. Tenaganya seakan tak pernah habis ketika bercinta dengan Aileen.


Rasanya ingin mengulanginya lagi dan lagi.


♡♡♡


Menjelang pagi suasana di kediaman Bu Cokro kembali ramai terlebih lahi di meja makan, semua sudah siap di tempatnya masing masing, hanya saja Aileen dan David yang masih belum berada di sana.


"Aku akan memanggil Kakak"ucap Lena yang telah beranjak berdiri, namun Cici meraih tangannya menahan perempuan itu untuk tidak membangunkan Aileen.


Cici tersenyum dengan lembut kemudian dia berucap.


"Biarkan Kakakmu istirahat sayang, , kamu duduk saja. Habiskan sarapanmu"


♡♡♡


David membuka matanya, menatap Aileen yang tepat berada di depan matanya. Dia mendaratkan sebuah kecupan selamat pagi di kening Istrinya.


Aileen menggerakkan tubuhnya semakin mendekati David, seolah tak ingin segerak beranjak pergi. Dia ingin terus merebahkan tubuhnya yang lemas dan lelah akibat pergulatan mereka semenjak tengah malam lewat hingga pagi.


Ketika David ingin menggerakkan tubuhnya untuk beranjak perlahan, Aileen malah melingkarkan tangannya untuk memeluk David. Dia masih ingin terus berdua berdekatan menghabiskan waktu mereka.


"Ai, , kamu lelah?" David mengusap kepala Aileen, menghujani kening dan kepalanya dengan kecupan.


"Mmm" Aileen bergumam, diselingi anggukan tipis.


David menghela nafas, kemudian menarik tubuh Aileen agar merapat ketubuhnya kedalam dekapan.


"Maaf sudah membuatmu kelelahan"


"Tidak perlu minta maaf" suaranya terdengar serak, Aileen masih memejamkan matanya, namun dia sudah sadar dan bisa mendengar jelas suara David.


"Aku akan mandi dan segera keluar menemui keluarga besar lainnya, semalam Mamah sudah mengingatkanku"


"Kamu akan meninggalkanku sendiri di kamar?" Aileen berucap dengan nada manja, dia membuka mata, jarinya bergerak menari nari di dada yang keras dan berisi.

__ADS_1


"Lalu, kamu ingin aku terus menemanimu di sini??"


"Mm" Ailene mengangguk cepat.


David tersenyum, dia semakin mengeratkan pelukannya.


"Kamu ingin kita pergi kemana untuk bulan madu?"


Aileen menarik kepalanya kebelakang menjauhi David.


"Apa perlu kita harus bulan madu?, , kemana pun kita pergi ujung ujungnya juga akan menghabiskan waktu di ranjang"


Aneh di saat semua perempuan pasti ingin keliling dunia untuk berbulan madu, Aileen malah menolaknya. Baginya yang terpenting kemana pun dia pergi harus selalu dan bersama dengan David.


David mengangkat kedua alisnya secara bersamaan.


"Kamu yakin tidak ingin pergi bulan madu?" David menatap Aileen dengan lekat.


"Dan tadi kamu bilang juga ujung ujungnya akan menghabiskan waktu kita di ranjang???" Ucapnya dengan nada menuntut, seolah Aileen telah memberi signal kalau dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan David berdua di dalam kamar kemana pun dia pergi.


Aileen merona, dia kembali meringkuk dan menyembunyikan wajahnya di dada David.


"Kalau begitu aku tidak akan menemui mereka, aku akan menghabiskan waktuku hari ini berdua di dalam kamar bersamamu" David telah mengubah posisinya di atas tubuh Aileen. Mengecup keningnya berlanjut ke bibir.


Melum** menyesapnya dengan kuat. David seolah sudah merasa kalau Aileen sudah mulai terbiasa dengan dirinya.


Aileen membalas ciuman itu, hingga semakin dalam dan semakin memanas. Lagi mereka melakukannya, entah untuk yang keberapa kalinya karena mereka sendiri juga tak mengingatnya.


♡♡♡


Ailee mengulurkan kedua tangannya kedepan seolah meminta David untuk menolong membantunya bangun dari ranjang.


"Sayaaaang, , tolong" ucapnya dengan nada yang mendayu dayu nan manja.


David langsung membuang handuk yang baru saja dia gunakan untuk mengeringkan tambutnya.


Laki laki itu melangkah mendekati ranjang menggunakan kedua tangannya bertumpu di atas sana untuk menyangga tubuh ketika mendekati Aileen. Sementara salah satu kakinya naik keranjang ketika mendekatinya.


Dia memaku wajahnya tepat di depan wajah Aileen.


Aileen melingkarkan lengannya di leher David, mengecup pipinya kemudian.


"Mau minta tolong untuk di mandikan???" David menawarkannya dengan senang hati. Aroma nafas yang keluar dari mulutnya terasa segar kental akan wangi mint dari pasta gigi yang menyeruak ke dalam rongga hidungnya hingga memenuhi dadanya.


Aileen tertawa lirih.


"Kakiku masih lemas, aku tidak bisa bangun dan berjalan sendiri sampai ke kamar mandi!!, , itu karena kamu. Jadi kamu harus bertanggung jawab"


"Karena aku??, , bukannya kamu juga menikmatinya!" godanya, membuat Aileen menjadi salah tingkah.


Aileen menarik kembali tangannya, memamerkan raut wajah musam.


"Ya sudah!!, , aku jalan sendiri!"

__ADS_1


Belum sempat beranjak, David menarik kedua kaki Aileen agar lebih mendekat kearahnya.


"Bercanda, , jangan manyun dong, , !" David mencoba menggodanya. Tangannya meraih tubuh Aileen dan menggendongnya, membawa perempuan itu masuk ke dalam kamar mandi.


David perlahan meletakkan Aileen di bathtub.


"Perlu aku mandikan?"


Aileen tertawa lirih sembari mendorong tubuh David menjauh ketika tangannya ingin meraih selimut yang masih membalut tubuhnya.


"Aku bisa melakukannya sendiri, , keluarlah"


"Kamu yakin?"


"David!!" ucap Aileen dengan nada memohon, meminta laki laki itu untuk segera keluar. Karena kalau tidak akan terjadi hal yang akan membuatnya semakin berlama lama di dalam kamar mandi.


"Cukup untuk hari ini David, aku mohon keluarlah" Aileen berucap dengan manja, meminta laki laki itu keluar dari kamar mandi.


"Iya sayaaaang aku akan keluar" David mengecup ujung kepala Aileen.


"Mandi yang bersih, , aku akan menyuruh pelayan menyiapkan sarapan untukmu.


Laki laki itu melangkah keluar dari kamar mandi. Sambil membuang senyum nakalnya kearah Aileen, David menutup pintunya.


♡♡♡


Setelah selesai mandi Aileen mencoba beranjak dari bathtub, kakinya yang kadang masih terasa bergetar mencoba melangkah keluar.


Setelah memakai handuk, Aileen menghela nafas, menegakkan tubuh dan kadang sesekali meringis ketika merasakan sedikit perih di bagian sana.


Ketika dia keluar saat itu juga David telah menyiapkan sarapan untuk Aileen. Perempuan itu tersenyum kearahnya.


"Kamu yang menyiapkan semua ini?


"Bukanlah, aku tidak bisa memasak!, , Mamah yang memasak, sengaja membutnya untukmu, katanya baik untuk tubuhmu, bisa cepat untuk pemulihan" David berucap dengan nada menggoda di akhir kalimat yang kemudian mendapat lemparan handuk oleh Aileen. Aepertinya Aileen tahu kemana arah pembicaraan laki laki itu.


"Kamu habiskan makananmu, , aku akan mengepak dan membereskan pakaian kita"


Aileen perlahan berjalan menuju ranjang, setelah sampai di sana dia mulai sedikit menyuapi dirinya dengan sarapan yang sudah tersedia.


"Jam berapa kita ke Bandara?


"Sebentar lagi" David melangkah mendekati Aileen, membungkuk meraih tenkuknya dan mbersihkan sisa makanan yang ada di ujung bibir Aileen dengan bibirnya.


"Hanya tinggal menunggu kamu menyelesaikan sarapanmu" dia tersenyum kemudian kembali menyelesaikan untuk merapihkan pakaiannya.


"Mmm, , kalau kita sampai di Paris" Aileen mulai ragu ketika ingin melanjutkan ucapannya.


David menoleh menunghu perempuan itu kembali berucap.


"Apa?"


"Bolehkah aku menemui Essie"

__ADS_1


Laki laki itu hanya diam, menjawabnya dengan sebuah senyuman.


__ADS_2