Ceo Galak Itu Calon Suamiku

Ceo Galak Itu Calon Suamiku
67 CEO: Love's Romance Lebih jauh


__ADS_3

Matahari sudah terlihat, Abell terlebih dulu bangun karena wajahnya tersorot oleh cahaya matahari. Dia mengerjapkan matanya ketika merasa silau karena sinar itu.


Abell menggaruk acak kepalanya, dia terduduk menikmati rasa nyeri di kepalanya, kemudian matanya menyelidik kearah sekitar. Laki laki itu merasa kebingungan ketika tak mendapati Aileen berada di sana.


Dia berdiri melangkah kearah dalam untuk mencari Aileen.


"Kemana perempuan itu?"


Abell pun tak melihat Aileen berada di dalam rumah.


Tak lama dia keluar setelah mendengar suara mobil berhenti di depan sana. Abell bergegas keluar, pandangannya menyelidik kearah mobil hitam yang berhenti di depan rumah.


"David??" gumamnya setelah melihat mobil hitam yang sangat tak asing baginya.


Di dalam mobil, David seolah tak ingin cepat cepat turun, dia masih ingin selalu berdua dengan Aileen. Setelah mematikan mesin mobilnya, David menolah menatap wajah Aileen. Pandangannya beralih melihat ke leher bawah telinga perempuan itu. David tersenyum ketika melihat tanda merah yang hampir menghitam di sana.


David mengubah arah duduknya agar menghadap ke Aileen. Tangannya bergerak menyentuh tanda merah yang ada di leher perempuan itu.


"Maaf, , kalau aku melakukannya terlalu kasar, apa ini sakit?" ucapnya sembari mengusap tanda merah itu.


"Mmm, , sedikit"


David terkekeh, tanganya bergerak lagi perlahan mengusap dengan lembut bagian rahangnya, kemudian pipi, dan mencubit kecil dagu perempuan itu.


Tak berhenti di situ, tangannya menurun kearah dada. Mambuat nafas Aileen memburu seketika.


"Kalau, , yang di sini??, , sakit?" tanyanya lagi, sambil menunjuk kedada Aileen.


Perempuan itu tersipu malu, dia menoleh melihat kearah wajah David. Tak lama mereka saling menatap kemudian saling melempar senyum.


Flash back on


Aura di dalam mobil semakin memanas, saat David mencium bibir Aileen. Niatnya hanya ingin mencicipi, tetapi ternyata itu tak cukup bagi David.


Laki laki itu meraih tengkuk Aileen, mendorong tubuh perempuan itu agar semakin menempel di tubuhnya. David tersenyum ketika tanpa diminta, kini Aileen sudah berani membuka mulutnya. Dengan leluasa David bisa menjelajah kedalaman mulut Aileen dengan indra perasanya.


Tangan David bergerak dengan lincah menuruni pundak Aileen dan berhenti di dada perempuan itu. Saat itu juga Aileen meraih tangan David untuk menghentikan laki laki itu. Tak mau kalah, David menggerakkan tangannya kebawah, mengusap paha Aileen dengan lembut. Seketika itu juga tangan Aileen mengikuti gerakan tangannya. Dan ketika David semakin nakal, meremas dengan kuat pantat Aileen membuat tubuh perempuan itu bergerak maju saat itu juga dia langsung mencubit lengangan David. Mereka pun saling tersenyum dalam pagutan bibir itu. Hingga nenimbulkan suara yang dihasilkan dari sentuhan gigi mereka.


Bibir mereka masih bertautan, saling menyesap bahkan saling bertukar indra perasa di sana. Aileen sangat menikmati ciuman itu, hingga tanpa tersadar suara lenguhan kecil lolos dari mulutnya.


"Nngghhh!!" Aileen yang tersadar langsung menarik tubuhnya menjauhi David, seketika itu juga ciuman mereka berhenti.


Aileen membungkam mulutnya rapat dengan tangannya.


"Heh??, , suara apa itu yang barusan keluar dari mulutku??"


Wajah Aileen memerah padam dia sangat malu kepada David hingga kini tangannya bergerak menutupi wajahnya.

__ADS_1


Nafas David tersengal karena besarnya hasrat yang harus ditahan. Tetapi saat ini dia sedang tersenyum karena tingkah Aileen.


"Kenapa kamu menutupi wajahmu??" David meraih kedua tangan Aileen dan berusaha memaksa perempuan itu memperlihatkan wajahnya kembali.


"Jangan!!" Aileen menolak untuk membuka tangannya, perempuan itu semakin menunduk.


David terkekeh, kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Aileen.


"Aku sangat menyukai suaramu, , kenapa kamu malu?" David menggigit kecil telinga Aileen, sengaja agar perempuan itu terkejut dan kembali membuka wajahnya.


"David!!" Aileen kini kembali melihat kearah David.


"Aku sangat menyukai suara desahanmu" David berucap sambil menempelkan bibirnya ke bibir Aileen.


"Bolehkah aku mendengarnya sekali lagi?"


"Ini memamulakan!, , aku juga tidak tahu bagaimana suara itu bisa keluar dari mulutku!" Aileen tertunduk, menyembunyikan wajahnya.


Seketika tanpa permisi David membenamkan wajahnya di perpotongan leher dan pundak Aileen, kemudian menghujani leher itu dengan kecupan lembut di sana. Ketika perempuan itu menggerakkan tubuhnya agar David menghentikan kegiatan itu, David malah semakin terpancing, tangannya bergerak meraih rahang Aileen dari arah belakang, menarik kepala perempuan itu agar mempermudah dirinya mencium, menyesapi kulit lehernya yang putih dan bersih.


Aileen menggerakkan tangannya merangkup kepala David, sedikit mendorong agar laki laki itu menjauh. Tetapi David malah sakin berani. Dia mencercap, menggigit kecil bagian kulit leher Aileen. Itu berlangsung lumayan lama. David mejauhkan kepalanya sedikit untuk memastikan apakah tanda yang di buatnya sudah memerah. Jika belum, David kembali menyesapnya dengan sangat kuat hingga terlihat menghitam tanda itu.


Kesekian kalianya David menarik, menjauhkan kepalanya dari Aileen. Laki laki itu kemudian tersenyum penuh kepuasan. Ketika melihat tanda yang di buatnya terlihat menghitam di bagian bawah telinga Aileen.


Perempuan itu kemudian meraba tanda itu, bermaksud untuk menutupinya karena malu.


"Biarkan seperti itu!" David menahan tangan Aileen agar tak menutupi bekas merah itu.


"Aku juga tidak akan membiarkan orang lain memdekatiku!!" ucap Aileen dengan malu.


"Bolehkah aku membuat tanda itu lagi di tempat lain??


Mendengar permintaan David, sekujur tubuh Aileen langsung menegang. Jika dia mengijinkan, entah dimana laki laki itu akan membuatnya.


Melihat ekspresi wajah Aileen, David tahu perempuan itu tak mengijinkannya.


"Tidak apa jika kamu tidak mengijinkannya!!" raut wajahnya langsung berubah masam. David menarik tubuhnya kebelakang menjauhi Aileen, dia mencoba mengeluarkan taktiknya lagi.


"Sebentar lagi selama seminggu aku juga tidak akan bertemu denganmu!, , salah ya jika aku menginginkan lebih!!" David sengaja berucap, agar Aileen merasa bersalah.


Perempuan itu akhirnya luluh, dan mengijinkan David melakukannya.


"Kamu, ? ingin melakukannya di mana?" suara lirih itu keluar dari mulut Aileen.


Sementara david yang sudah mendapat lampu hijau langsung terlihat menahan senyumnya.


Tangannya bergerak menunjuk kearah dada Aileen.

__ADS_1


"Di sini!!" laki laki itu menatap Aileen, menikmati perubahan ekspresi wajahnya.


Aileen tertunduk melihat kearah dadanya sendiri. Dia merasa berat hati tetapi tak ada salahnya dia mengijinkan laki laki itu membuat tanda di sana. Toh sebentar lagi mereka juga akan berpisah selama satu minggu.


Perempuan itu akhirnya mengangguk perlahan.


"Tapi, , kamu yang harus membukanya untukku"


Jantung Aileen serasa sudah meledak hingga berkeping keping, beberapa hari ini David selalu membuatnya jantungan.


Dengan ragu kedua tangan Aileen bergerak membuka kancing baju bagian atas.


Laki laki itu hanya terdiam, menikmati adegan di mana Aileen membuka kancing bajunya sendiri.


Ketika satu kancing terbuka, Aileen menelan ludahnya dengan susah payah. Dia selalu menghindar untuk tak menatap kedua mata David.


Kancing kedua berhasil terbuka, dan itu sudah memperlihatkan sedikit belahan di sana. Aileen menghela nafas panjang, sebelum akhirnya dia membuka kancing yang ke tiga. Kemudian Aileen membuka kemeja bagian atas dan memperlihatkan bagian dadanya yang terbungkus rapih.


Pipi David merona, dia terlihat malu ketika melihat sebagian tubuh Aileen. David membelai wajah Aileen, mendekatkan kambali wajah mereka, menempelkan bibirnya ke bibir Aileen kemudian berucap.


"Aku janji tidak akan melakukan lebih" David melu*** bibir Aileen sejenak sebelum dia menurunkan kepalanya.


Laki laki itu sengaja mengecup sebelum melakukan kinginnannya. Membuat Aileen menarik dadanya hingga melengkukng ke belakang karena merasa geli.


Tetapi dengan cepat David mendorong kembali punggung Aileen kearah wajahnya. Kemudian laki laki itu mennyesap, menggigit kecil bagian dadanya. Berulang ulang kali hingga warna kulitnya berubah sesuai dengan yang dia inginkan.


David mendongak melihat Aileen yang sedang memejamkan matanya.


Laki laki itu kemudian mengakhiri dengan sebuah kecupan di bekas tanda merah itu, dia kini menarik diri menjauh dan membantu Aileen mengancingkan kembali kemejanya.


Aileen membuka kedua matanya, menunduk melihat tangan David yang sedang mengancingkan kemejanya.


Laki laki itu mendaratkan sebuah kecupan di kening Aileen.


"Terima kasih"


Aileen tersenyum tipis, dia masih merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Flash back off


David melirik kearah Abell yang sedang berdiri di tengah pintu.


" Aku bantu kamu untuk mengkuncir rambutmu?" ucapnya seketika.


"Tapi" Aileen meraba lehernya.


"Tanda ini akan terlihat" dia berucap dengan malu.

__ADS_1


"Tidak apa apa, ada seseorang yang harus melihatnya" David mengalihkan pandangannya kearah Aileen.


"Dia harus tahu bahwa kamu adalah milikku"


__ADS_2